Pelatihan Satu Hari: Membuat Job Description yang Tepat

Bagaimana tata cara dalam melakukan proses pembuatan uraian kerja yang tepat dalam perusahaan.  Banyak perusahaan yang ketika melakukan proses penyusunan uraian jabatan mengalami hambatan yang sangat berarti.  Dalam pelatihan satu hari yang kami kembangkan secara tepat dan efektif, dimana proses penyusunan uraian jabatan di tempat Anda tidak akan menjadi sia-sia dan hanya menjadi dokumentasi pelengkap saja.

Dalam pelatihan satu hari setiap peserta akan mendapatkan informasi yang tepat tentang bagaimana menyusun job description yang tepat

1.  Proses pemetaan business process dalam unit kerja

2.  Proses pemahaman istilah-istilah manajemen dalam penetapan tanggung jawab

3. Proses penyusunan dan pembagian fungsi pekerjaan dalam unit kerja

4.  Identifikasi fungsi dan peranan strategi individu dalam organisasi

5. Penetapan metode assessment terhadap penyusunan dan analisis jabatan

Dengan melakukan program pelatihan satu hari ini, diharapkan peserta mendapatkan masukan yang tepat mengenai tata cara penyusunan job description dalam perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Menyusun Desain Program Sanitasi dalam Bisnis Restoran

Untuk lebih mengoptimalkan konsep keamanan pangan dalam bidang usaha jasa boga (food service), adalah hal mutlak untuk melakukan proses pengembangan Standard Operating Procedure yang berkaitan dengan program sanitasi.  Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh suatu industri dalam bidang restoran untuk lebih mengoptimalkan kapasitas dalam program sanitasi.

Langkah Pertama: Penyusunan Metode Sanitasi

Lakukan proses penetapan Standard Operating Procedure yang berkaitan dengan aplikasi sanitasi yang akan dijalankan dalam bisnis restoran tersebut.  Metode yang dilakukan ini sebelum dijalankan harus melalui tahapan proses asessement.  Assessment yang dilakukan adalah untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenis limbah atau kotoran yang ada dalam proses, jenis material peralatan dan bangunan serta resiko pangan yang ada.

Tetapkan tahapan proses sanitasi yang dijalankan, jangan lupa lakukan jenis pengenalan dan identifikasi terhadap material sanitizer yang tepat untuk proses aplikasi sanitasi yang dijalankan tersebut.

Langkah Kedua: Penyusunan Prosedur dan catatan terdokumentasi

Buatlah mekanisme panduan terhada kegiatan sanitasi yang dijalakan tersebut.  Selain menyusun prosedur lakukan proses pembuatan catatan-catatan yang terkait dengan tahapan proses pengembangan sanitasi yang dijalankan dalam perusahaan.  Lakukan proses pengembangan jadwal yang tepat terhadap kegiatan dan program sanitasi.

Langkah Ketiga: Pelatihan Personel

Lakukan proses pemberian program pelatihan yang tepat pada karyawan.  Pelatihan harus dijalankan seiring dengan praktek yang tepat agar kegiatan sanitasi dapat diaplikasikan untuk memberikan nilai maksimal dalam proses sanitasi yang tepat.

Langkah Keempat: proses validasi

Hal ini adalah langkah yang terpenting, lakukan proses validasi untuk memastikan bahwa program sanitasi yang ada telah dijalankan secara tepat.  Program validasi dapat dilakukan dengan menjalankan program audit, proses pemeriksaan terhadap uji swab hasil sanitasi serta kegiatan maupun aspek lainnya yang berkaitan dengan program validasi yang dikembangkan dalam manajemen bisnis restoran yang dimaksudkan tersebut.

Dalam menjalankan empat tahap proses aplikasi program sanitasi ini, sebaiknya manajemen memastikan adanya komitmen yang kuat untuk penyediaan sumber daya yang memadai.  Lakukan analisis referensi eksternal yang tepat dalam menyusun desain program sanitasi tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Implementasi Standard Operating Procedure secara Tepat

Setelah melakukan proses penyusunan dokumentasi Standard Operating Procedure, adalah menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa implementasi terhadap Standard Operating Procedure dijalankan.  Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dalam melakukan proses implementasi terhadap SOP itu sendiri.  Bagaimana tata cara memastikan bahwa SOP tersebut terimplementasi secara tepat.

1. Pelajari dan identifikasi profil kompetensi penunjang SOP

Adalah menjadi hal yang mutlak dan penting bagaimana suatu profil kompetensi dari penunjang Standard Operating Procedure dijalankan sesuai standar dan persyaratan.  Petakan tingkatan kompetensi dari jabatan yang akan menjalankan SOP tersebut.  Ketidaksesuaian antara pengguna SOP dari sisi kompetensi akan menyebabkan SOP itu sendiri menjadi hal yang sulit untuk diimplemenasikan.

2. Menyusun KPI atau Performance Indicator

Lakukan proses penghubung antara KPI dengan sistem operasional, tujuan nya adalah untuk memantau dan mendeteksi potensi apabila SOP yang ada tersebut tidak dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. Serta hal yang menjadi bagian terpenting adalah memastikan bahwa dalam selang periode tertentu KPI tersebut dijalankan untuk kemudian ditetapkan tindak lanjut apabila tidak dijalankan.

3. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Salah satu faktor yang menyebabkan SOP tidak dapat diimplementasikan secara maksimal adalah faktor tidak berjalannya aspek keahlian manajerial dalam perusahaan.  Proses ini menyebabkan adanya suatu nilai yang lemah dalam segi penetapan batasan toleransi terhadap penerimaan ketidaksesuaian.  Fungsi pelatihan dan konsultasi terhadap karyawan harus dikembangkan untuk memastikan bahwa proses implementasi SOP dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang sudah ditetapkan dalam perusahaan.  Termasuk di dalamnya adalah pembinaan untuk meningkatkan fungsi kepemimpinan yang ada dalam organisasi.

Pastikan perusahaan menjalankan implementasi secara tepat.  Peranan pihak ketiga atau konsultan termasuk di dalam langkah strategis untuk memastikan bahwa ketiga tahapan dalam implementasi ini dapat dijalankan sesuai dengan harapan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Tim Audit HACCP

Selain untuk menerapkan dan mengimplementasi sistem HACCP, dalam pelaksanaan dan mekanisme sistem tersebut dapat dijalankan dan dievaluasi secara tepat dan akurat.  Salah satu langkah strategi yang harus dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun dan membentuk tim audit HACCP yang tangguh agar penjelasan terhadap konsep pengembangan sistem dapat diimplementasikan secara tepat sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Lalu bagaimana langkah yang tepat yang harus dilakukan untuk menyusun tim audit HACCP yang efektif.

(1) Program Pelatihan

Lakukan proses penyusunan program pelatihan internal audit HACCP yang tepat dan optimal untuk dapat mengembangkan kapasitas kompetensi yang memadai dari tim audit.  Hal yang terpenting terkait dengan kompetensi tim HACCP adalah pengetahuan terhadap konsep sistem HACCP itu sendiri, kemampuan dan kapasitas dalam mengembangkan serta mengelola dari manajemen proses operasional yang ada dalam perusahaan, teknik audit serta pemahaman terhadap keamanan pangan.

(2) Program Evaluasi performa

Harus dapat dipastikan bahwa tim audit internal dapat menjalankan konsep dan manajemen Sistem Keamanan yang tepat sehingga dapat terimplementasi secara total.  Kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan audit adalah fungsi penting yang harus dijalankan. Program evaluasi dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pendekatan audit, kualitas laporan audit, maupun kepastian sistem untuk memenuhi standar eksternal yang telah ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan.

Lakukan kedua tahapan dengan selang dan periode tertentu yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa tim audit HACCP menjadi tim tangguh yang dapat menjaga implementasi secara tepat.  Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa kegiatan audit internal adalah bagian penting dari pelaksanaan evaluasi sistem karena tahapan proses ini memberikan nilai yang lebih kuat dibandingkan audit eksternal itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training HR for Non HR

Banyak orang melihat bahwa sistem Sumber Daya Manusia dalam perusahaan adalah hal yang sulit dan tidak semua orang dapat melakukannya? Mungkin hal tersebut benar, namun bukan berarti tidak bisa.  Pelatihan satu hari yang menjelaskan bagaimana suatu konsep HR dapat dimengerti oleh individu yang bukan pelaksana praktis dari HR menjadi suatu hal yang menarik untuk diikuti oleh peserta non HR maupun oleh praktisi HR yang baru saja menekuni dunia HR.

Apa saja yang didapatkan dari program pelatihan ini?  Pelatihan ini memberikan banyak informasi mengenai dunia sumber daya manusia itu sendiri.

1. Pemahaman tentang sistem kompensasi

Bagaimana peserta pelatihan mendapatkan informasi yang penting terkait dengan sistem kompensasi yang dimiliki oleh perusahaan.  Bagaimana suatu mekanisme dari suatu sistem kompensasi dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dari karyawan?  Lalu bagaimana suatu perusahaan harus mendesain suatu bentuk sistem dan mekanisme kompensasi yang tepat sehingga pengembangan konseptual dari sistem kompensasi dapat dipahami secara detail.

2. Pemahaman tentang sistem pengembangan sumber daya manusia

Hal yang terpenting yang muncul dalam unit kerja sumber  daya manusia adalah bagaimana mengembangkan sumber daya manusia yang berkompetensi.  Proses pengembangan yang dijalankan untuk kebutuhan sumber daya manusia dilakukan dengan berbagai metode pelatihan, personal coaching, dan fungsi implementasi pengembangan kompetensi lainnya.  Kemampuan untuk memahami teknik pengembangan sumber daya manusia adalah suatu nilai tambah yang penting untuk memberikan pengembangan sumber daya manusia kontribusi output yang tepat.

3.  Pemahaman evaluasi program sumber daya manusia

Merupakan suatu aspek yang kritikal terkait dengan bagaimana suatu perusahaan dapat melakukan fungsi optimalisasi yang tepat dalam pengembangan kinerja.  Konsep dan strategi dalam proses pengembangan Key Performance Indicator dan manajemen performa yang tepat merupakan langkah nyata bagaimana suatu pekerjaan tersebut dinyatakan berhasil ataupun tidak.  Penyelarasan terhadap konsep sumber daya manusia ini sangat penting terhadap prestasi yang dapat secara optimal untuk mengembangkan dan mengoptimalkan bisnis.

4.  Penanganan komunikasi dan aspek disiplin sumber daya manusia

Konsep terhadap pemahaman bagaimana komunikasi dan disiplin terhadap sumber daya manusia ditetapkan, termasuk di dalamnya adalah memastikan bahwa komunikasi  yang dibuat dapat meminimalkan resiko konflik dan membantu pengembangan dari aspek komunikasi terhadap performa sumber daya manusia.

Ada baiknya pelatihan yang terkait dengan fungsi sumber daya manusia menjadi nilai yang penting dalam proses pengembangan sumber daya manusia. Carilah provider pelatihan yang tepat untuk melakukan proses pengembangan sumber daya manusia.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Dokumentasi HACCP

Ketika akan melakukan proses implementasi terhadap Sistem ISO 22000 ataupun Sistem Manajemen Keamanan Pangan lainnya, lakukan proses penetapan sistem manajemen dokumentasi HACCP.  Penerapan HACCP itu sendiri bagi beberapa perusahaan adalah pekerjaan yang sulit dan membutuhkan waktu serta pengembangan yang tepat untuk proses penyusunannya.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan proses penyusunan dokumen yang dibutuhkan dalam proses penyusunan sistem HACCP.

1.  Proses penyusunan dokumentasi SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure)

Dokumen ini terdiri atas tata cara dan metode yang dikembangkan untuk melakukan proses pendesainan terhadap konsep sanitasi yang dijalankan.  Termasuk di dalamnya adalah prosedur yang mengatur kegiatan sanitasi secara umum yang kemudian dibarengi dengan detail instruksi kerja yang ditetapkan dalam program sanitasi serta pengembangan dokumen sanitasi yang dimaksud ke dalam bentuk format checklist.

2. Proses penyusunan dokumen manual HACCP

Dokumen manual adalah pedoman yang digunakan oleh pihak penyusun untuk melakukan proses identifikasi bahaya, mengkategorikan bahaya serta penetapan bahaya dalam pohon keputusan CCP.

3.  Dokumentasi pengendalian batas kritis

Dokumen berbentuk prosedur yang memuat tahapan yang dilakukan untuk mengendalikan batas kritis yang kemudian dilengkapi dengan form tata cara tahapan batas kritis tersebut terpantau.

4. Dokumentasi verifikasi HACCP

Dokumen ini merupakan bagian penting dalam pengembangan sistem HACCP, yang termasuk di dalam dokumen ini adalah dokumen audit (internal dan eksternal), laporan hasil pengujian produk, laporan keluhan pelanggan, serta laporan lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung proses verifikasi HACCP.

Program penyusunan ini menjadi suatu bentuk nilai penting yang menjadi bagian dalam proses pengembangan dan implementasi HACCP dalam perusahaan. Lakukan proses referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan dokumen HACCP . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menciptakan Sistem Manajemen Anti Korupsi dalam Internal Perusahaan

Pertumbuhan dan perkembangan organisasi apabila tidak dibarengi dengan penerapan sistem akan memberikan suatu efek resiko tinggi yang sangat besar dalam pemastian sistem manajemen dijalankan secara efektif.  Kadangkala di dalam perusahaan itu sendiri, terjadi praktek-praktek yang dimana di dalamnya timbul pembentukan perusahaan di dalam perusahaan.  Selain dengan cara dan mengembangkan nilai dan budaya serta etos kerja yang tepat, penyusunan sistem juga sangat diperlukan dalam proses pemastian bahwa suatu bentuk sistem anti korupsi bisa terhindarkan dari perusahaan.

1. Sistem Teknologi Informasi

Implementasi sistem teknologi informasi dapat menyederhanakan proses keterlibatan manusia dalam peranan penggelapan dan ketidaksesuaian proses.  Dalam bisnis retail pengembangan sistem teknologi informasi diaplikasikan dalam kegiatan pengelolaan stock maupun proses transaksi dengan konsumen.  Segala resiko yang mungkin terjadi akibat kesalahan manusia yang disengaja maupun tidak dapat diminimalkan.

2. Sistem Tender dan Pengadaan Barang

Salah satu bentuk program pencegahan korupsi adalah memastikan adanya suatu bentuk transparansi dari sistem manajemen, salah satunya adalah pengadaan barang.  Lakukan proses pengadaan barang dengan menggunakan sistem dimana hanya perusahaan yang memiliki standar kualitas sesuai saja yang dapat memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut.  Penetapan pemasok dengan nilai tertentu dilakukan oleh tim yang terdiri dari beberapa pejabat dengan kompetensi yang memadai.

3.  Sistem Audit

Kembangkan dan lakukan sistem serta mekanisme audit yang efektif dimana lakukan pengukuran input dan output dari suatu tahapan proses berdasarkan SOP dan budget.  Implementasikan sistem budget di dalam perusahaan untuk memastikan adanya suatu batasan dalam operasional kegiatan atau proses tertentu.  Kembangkan audit juga ke arah disiplin karyawan sehingga nilai etika dalam perusahaan tercermin kuat dimana karyawan diajarkan untuk mempertanggung jawabkan nilai disiplin yang dimilikinya.

Bagaimana sistem diimplementasikan? Kunci dari jawaban ini ada pada pihak manajemen.  Lakukan penyusunan dan implementasi sistem yang tepat dengan menggunakan referensi eksternal yang kompeten. (amarylliap@yahoo.com, 0829369926)

Menyusun Program Pelatihan Sales

Berbeda dibandingkan dengan jenis pelatihan lainnya, proses pengembangan terhadap pelatihan sales adalah suatu bentuk pelatihan yang tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan konsep in classroom (dalam ruangan kelas) saja, dimana seorang peserta pelatihan dipastikan duduk manis untuk dapat mendengarkan pengarahan terhadap kegiatan pelatihan itu sendiri. Program ini harus didesain khusus dan tidak hanya dilakukan dengan melakukan proses copy paste terhadap kegiatan pelatihan sebelumnya.  Tahapan-tahapan yang harus dijalankan dalam melakukan penyusunan program sales.

(1) Menetapkan profil sales

Lakukan proses penetapan jenis dan karakteristik profil sales yang tepat yang ada dalam perusahaan.  Pelajari jenis produk yang akan dijual, jenis pasarnya dan bagaimana prilaku konsumennya.  Setelah itu, lakukan proses penyusunan profil sales yang tepat untuk melakukan proses penjualan yang dimaksud. Agar hasil pelatihan dapat langsung berhubungan dengan proses penjualan.

(2)  Buat program pelatihan

Lakukan proses penyusunan program pelatihan yang tepat dan kembangkan teknik pendekatan personel yang sesuai ke dalam materi pelatihan tersebut.  Informasikan tahapan proses yang tepat dan akurat.

Program pelatihan dikembangkan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri pada personel sales agar mereka dapat mengembangkan aspek optimal dalam program pengembangan penjualan tersebut.  Melakukan suatu pendekatan langsung ke praktek dan teknik komunikasi.

(3) Evaluasi

Dalam program pelatihan sales, hal yang terpenting adalah dengan melakukan program evaluasi yang tepat, yaitu program coaching yang tepat dan memadai dimana trainer atau sales coach langsung memperbaiki ketidaksesuaian yang berkaitan dengan kompetensi sales yang dimiliki oleh individu sales tersebut.

Proses pengembangan dan langkah sales yang tepat adalah bagian yang terpenting yang harus dioptimalkan dan dikembangkan oleh perusahaan.  Bagaimana pun juga sales adalah penentu strategi dari proses pengembangan bisnis perusahaan.  Lakukan proses penyusunan program pelatihan dan carilah referensi eksternal yang tepat untuk meningkatkan program penjualan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pentingnya Assessment dalam Penempatan Karyawan

Banyak perusahaan yang melakukan proses rekruitmen tanpa menggunakan proses assessment.  Apakah hal ini salah?  Proses seleksi dan penempatan karyawan yang tidak dibarengi dengan analisis yang tepat dapat menjadi masalah dalam proses penempatan karyawan dalam perusahaan.  Mengapa?

Dalam kapasitas seorang individu berada dalam suatu posisi, individu tersebut harus dibarengi dengan dua komponen yang menyertainya.

Komponen pertama adalah trait, yang mana adalah bagian dari diri individu yang tidak dapat diubah oleh faktor eksternal, misalnya personality.  Personality merupakan bagian dari individu yang merupakan suatu bentuk profil yang membentuk individu dalam berprilaku dan secara tetap tidak akan berubah.  Sedikit berbeda dengan assessment, pada kegiatan assessment pengukuran yang dijalankan adalah dengan melakukan proses pengukuran kompetensi.  Kompetensi dalam beberapa hal terkait dengan skill, dimana ada komponen yang terkait dengan program pelatihan yang dapat dioptimalkan.

Komponoen kedua adalah kompetensi, ini yang sudah disebutkan sebelumnya. Sedikit berbeda dengan trait, sebagai contoh individu yang memiliki kapasitas trait leadership yang rendah dapat dikembangkan kompetensinya terkait dengan managerial skill dimana individu yang bersangkutan dapat mengoptimalkan dan mengembangkan kapasitasnya sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan.

Secara otomatis dengan proses assessment yang optimal, perusahaan dapat menetapkan program pengelolaan karyawan yang tepat dan terarah sehingga kapasitas individu yang ditetapkan dapat secara total menjadi nilai terukur yang sangat maksimal tentu saja tidak membuang waktu dan uang.  Lakukan kegiatan assessment dengan menggunakan provider konsultan HR yang tepat sehingga perusahaan Anda dapat memiliki keuntungan yang maksimal. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Standard Operating Procedure dan KPI

Banyak perusahaan gagal dalam melaksanakan proses implementasi Standard Operating Procedure.  Mengapa perusahaan tersebut gagal menjadi perusahaan dalam mengaplikasikan sistem?  Kesalahan terbesar adalah kurangnya evaluasi terhadap penerapan Standard Operating Procedure yang dimaksud.  Dimana perusahaan tidak melakukan analisis mengenai kesesuaian Standard Operating Procedure tersebut dijalankan dengan performa bisnis.  Sehingga manajemen perusahaan memiliki dua jenis sistem, yang satu adalah sistem pemanis yaitu indahnya kata-kata yang tersusun dalam Standard Operating Procedure dan yang lain adalah suatu pola manajemen yang mengejar target bisnis.

Akan menjadi waktu yang sangat tepat bagi perusahaan dalam menjalankan sinergi yang kuat antara Standard Operating Procedure dengan aplikasi Sistem Manajemen Performa.  Berikut adalah langkah-langkah yang tepat untuk diterapkan.

1.  Melakukan proses penetapan indikator prestasi dari individu karyawan

Proses penetapan indikator prestasi harus diselaraskan dengan uraian pekerjaan dan Standard Operating Procedure yang ada.  Lakukan proses pemastian bahwa output kinerja dan pengukuran nilai serta analisis dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan.

2.  Tentukan mekanisme evaluasinya

Pastikan pengukuran kinerja terukur dalam bentuk dokumentasi yang secara sistematis dapat diaudit sehingga tidak menyebabkan adanya penyimpangan dalam proses analisis dan pengukuran dari kinerja yang ada.  Hal yang pasti mekanisme ini harus dapat mempertahankan adanya suatu unsur obyektifitas yang kuat sehingga tidak menyebabkan hilangnya motivasi pada diri karyawan ataupun individu yang ada dalam perusahaan.

3.  Tetapkan Sistem Punishment dan Reward yang sesuai

Hal ini memberikan nilai yang sangat penting dalam proses implementasi sistem manajemen performa, tujuannya agar konsistensi kebijakan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Sebaiknya sistem manajemen unjuk kerja dalam bentuk KPI sudah harus langsung disusun berbarengan dengan proses penyusunan Standard Operating Procedure itu sendiri.  Lakukan proses aplikasi dan pengembangan yang tepat untuk perusahaan Anda, untuk meningkatkan kompetensi individu dalam perusahaan tidak ada salahnya untuk mengikuti pelatihan oleh provider pelatihan yang kompeten. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)