Pelatihan Keamanan Pangan pada Industri Kemasan

Perkembangan kebutuhan akan produk yang aman memberikan kontribusi terhadap kebutuhan perubahan akan kualitas produk. Kemasan tidak selamanya dipandang sebagai pelengkap dalam produk pangan, namun juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam memastikan keamanan pangan kemasan terkendali dengan baik dan efektif.

Adalah menjadi tantangan bagi industri kemasan untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 di dalam perusahaan. Program pelatihan yang tepat dapat memberikan panduan bagi industri kemasan terhadap penyusunan/ set up terkait dengan sistem yang akan dijalankan.

Pelatihan ini akan dijalankan selama dua hari.

Hari Pertama:

– Pemahamanan HACCP, GMP dan SSOP

– Identifikasi bahaya keamanan pangan dalam kemasan

– Penyusunan HACCP

-Workshop pembuatan HACCP

Hari Kedua:

– Pemahaman klausul-klausul ISO 22000

– Dokumentasi Sistem

– Workshop penyusunan dokumen

Dengan menjalankan program pelatihan ini, sangat diharapkan pelaku industri untuk mengoptimalkan penerapan sistem dalam implementasinya. Adalah menjadi tantangan bagi industri kemasan untuk dapat menjadi lebih baik dalam mendukung keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Sistem Traceability yang Efektif

Dalam industri pangan/ perikanan, salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah bagaimana melakukan proses pengendalian terhadap sistem traceability. Sistem Traceability adalah suatu hal yang wajib dan sangat penting untuk dilakukan proses pengujian.

Lalu bagaimana internal perusahaan menyusun Sistem Traceability yang tepat dan efektif?

Langkah pertama, melakukan proses identifikasi alir proses
Adalah sangat penting untuk melakukan proses pembelajaran terhadap alir proses produksi yang ada untuk melakukan pengaturan sistem traceability yang ada.

Langkah kedua, melakukan proses penyusunan terkait dengan Sistem Traceability yang ada dalam perusahaan. Mulai dari pengaturan sistem di pemasok, proses penyimpanan, sistem pencatatan traceability produksi serta proses penyimpanan di gudang barang jadi. Sistem juga sebaiknya dapat mencakup adanya pengembangan terkait sistem return, sistem stock in place/ work in progress serta adanya reject.

Langkah ketiga, menjalankan konsep mass balanced untuk dapat lebih memastikan bahwa sistem traceability tersebut dapat dievaluasi secara tepat dan efektifif. Sistem traceability yang tepat dapat memastikan adanya kesesuaian antara data administrasi dengan data aktual.

Lakukan proses penyusunan sistem traceability yang tepat dalam industri anda, dan lakukan proses evaluasi untuk mendapatkan informasi status keefektifannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Food Security Program dalam Industri Pangan

Banyak perusahaan pangan dan perikanan melihat bahwa perencanaan Food Security Program adalah hal yang tidak begitu penting. Apa pengaruhnya keamanan pangan dengan program Food Security Program? Satu hal yang pasti, proses pengelolaan terhadap individu yang masuk ke dalam area kerja sangat membantu proses pengendalian terhadap keamanan pangan. Ancaman seperti terorisme ataupun sabotase juga harus mempengaruhi keamanan pangan dalam produk.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses aplikasi Food Security Program dalam perusahaan.

(1) Lakuan proses risk assessment terhadap area kerja proses produksi

Dalam hal ini, perusahaan harus melakukan penetapan area kerja berdasarkan status dari resiko dalam area kerja. Type resiko yang harus diperhatikan adalah melihat kritikal dan akses langsung terhadap produk. Semakin besar potensi terhadap pertemuan terhadap produk maka harus dipastikan bahwa area tersebut termasuk ke dalam area dengan resiko tinggi ataupun kritikal. Dimana dalam tahapan ini, harus ditetapkan proses pengendalian akses yang ketat.

(2) Lakukan proses pengendalian akses

Penetapan pengendalian akses pada area kerja dapat dijalankan dengan tahapan proses pemisahan secara fisik ataupun melalui proses pengendalian secara formal. Pemastian bahwa proses terkendali akses dapat dilakukan dengan penempatan personel untuk melakukan pengawasan atau dapat dilakukan dengan sistem keamanan khusus.

(3) Proses pencatatan pemantauan akses

Akses dijalankan dengan memastikan adanya catatan terkait dengan pemantauan terhadap barang maupun personel. Catatan pemantauan harus dipastikan mengevaluasi sistem akses secara efektif. Tersedia pengontrolan dan evaluasi yang dapat digunakan sebagai sistem penelusuran apabila terjadi ketidaksesuaian yang berkaitan dengan status akses yang dimaksudkan tersebut.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan agar sistem terimplementasikan secara optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun HACCP Kemasan

Hal yang sangat menarik ketika proses penyusunan Sistem Keamanan Pangan dilakukan pada produk kemasan. Pertanyaan pentingnya, apakah proses identifikasi resiko yang dijalankan adalah sama untuk produk pangan dan produk kemasan? Mengingat kemasan tersebut tidak menjadi bagian dalam proses konsumsi pangan itu sendiri.

Lalu bagaiman tata cara yang dapat dijadikan panduan dalam melakukan proses identifikasi bahaya dalam produk kemasan tersebut? Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh industri kemasan ketika melakukan proses identifikasi bahaya dalam Sistem HACCP.

(1) Melakukan Proses Identifikasi terhadap Peraturan dan Persyaratan Perundangan

Ketika melakukan proses penetapan persyaratan terhadap peraturan perundangan, peraturan dan informasi yang menjadi referensi eksternal dalam proses penetapan resiko adalah penting. Ada baiknya, issue-issue yang terkait dengan keamanan pangan dalam produk itu sendiri harus teridentifikasi untuk dapat menjadi persyaratan pertama dalam menentukan tingkat resiko yang ada.

(2) Melakukan Evaluasi Alir Proses

Pelajari alir proses dari proses produksi untuk kemudian dilakukan penilaian titik resiko terhadap kontaminasi serta seberapa besar kontaminasi tersebut dapat dieliminasi atau diminimalkan dengan program GMP ataupun SSOP.

(3) Analisis Data

Proses identifikasi dijalankan untuk memastikan bahwa proses analisis data dilakukan untuk melihat tingkat frekuensi kontaminasi dijalankan. Nilai frekuensi ini dianalisis sebagai bentuk bagian untuk melihat frekuensi tingginya resiko tersebut muncul.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Seleksi Pemasok dalam Industri Pangan

Dalam melakukan pengembangan program keamanan pangan, adalah menjadi hal yang penting proses seleksi pemasok dijalankan. Beberapa perhatian penting dalam perlu menjadi nilai lebih yang kuat bagaimana industri pangan bisa melakukan proses seleksi dan pengendalian terhadap pemasok yang masuk ke dalam industri tersebut.

Berikut adalah tahapan proses seleksi pemasok yang dapat dijalankan dalam melakukan proses pemilihan terhadap pemasok yang tepat dan strategis.

(1) Melakukan analisis sistem

Evaluasi sistem operasional dari pemasok yang akan menyuplai produk ke dalam industri kita. Pastikan bahwa pemasok tersebut memiliki sistem yang tepat untuk memastikan konsistensi kualitas dan kuantitas terpenuhi. Khusus dalam industri pangan, kebutuhan untuk memiliki program keamanan pangan internal menjadi nilai lebih bagi industri tersebut untuk diterima sebagai pemasok.

Apabila pemasok tersebut telah memiliki sertifikasi keamanan pangan, seperti HACCP, ISO 9001 ataupun ISO 22000, maka perusahaan tersebut telah memastikan bahwa proses penanganan keamanan pangan sesuai dengan standar persyaratan.

(2) Analisis sampel produk

Ada baiknya sebelum menjalankan proses penetapan pemasok, industri pangan melakukan proses analisis terhadap sampel produk yang masuk. Selain melihat kesesuaian kualitas, industri pangan tersebut harus juga melakukan pemeriksaan kesesuaian keamanan pangan. Seperti memastikan bahwa persyaratan terhadap bebas kontaminasi dalam produk harus dipastikan seminimal mungkin sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam perusahaan.

(3) Audit Pemasok

Untuk lebih memastikan bahwa pemasok menjalankan proses produksi atau penyediaan barang sesuai dengan persyaratan, tidak ada salahnya apabila dilakukan proses audit kepada pemasok. Lakukan penetapan standar audit pemasok yang tepat dalam perusahaan.

Lakukan proses seleksi pemasok secara tepat dan efektif. Langkah ini menjadi strategi penting dalam mengoptimalkan industri pangan dan lebih menjamin keamanan pangan pada produk yang dihasilkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mekanisme Penanganan Keluhan Pelanggan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Banyak perusahaan makanan, belum memastikan sistem dan prosedur yang tepat berkaitan dengan tata cara proses penanganan keluhan pelanggan. Ada baiknya perusahaan melakukan suatu penyusunan sistem atau konsep yang terkait dengan status penanganan keluhan pelanggan.

Proses pengendalian keluhan pelanggan adalah suatu tahapan atau proses penting yang sebaiknya menjadi perhatian terbesar dari perusahaan. Khususnya apabila kasus keluhan tersebut sangat terkait dengan kasus keamanan pangan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan proses penanganan keluhan tertangani dengan baik.

(1) Tentukan tim penanganan keluhan pelanggan

Tim ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan proses identifikasi, dan apabila memungkinkan dapat melakukan proses survey ke pasar atau konsumen untuk kebutuhan memastikan bahwa keluhan tersebut tertangani dengan baik. Tim memiliki tanggung jawab dan kompetensi yang memadai agar program investigasi yang dimaksud dapat dijalankan secara tepat dan optimal.

(2) Penetapan Prosedur Penanganan

Tetapkan aturan yang tepat mengenai tata cara dari proses penanganan keluhan pelanggan tersebut. Pengaturan dan penetapan identifikasi serta proses penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap keluhan yang muncul tersebut.

(3) Proses Penetapan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

Perusahaan harus menetapkan kebijakan terkait dengan tindakan koreksi yang ditimbulkan dari dampak kasus keluhan keamanan pangan ini. Bagaimana proses pengendalian dijalankan untuk memastikan tidak terulang kembali, baik secara sistem maupun pemahaman karyawan. Tindakan perbaikan dijalankan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mengakibatkan keluhan muncul.

(4) Proses verifikasi dan pengendalian

Kendalikan dan pastikan bahwa sistem manajemen keamanan pangan dijalankan. Adalah suatu hal yang penting dilakukan pemeriksaan dalam periode tertentu untuk memastikan bahwa sistem dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat berkaitan dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di perusahaan Anda. Jaminan keamanan pangan adalah jaminan konsumen yang tidak bisa dinegosiasikan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Kompetensi SDM dalam Aplikasi Standard Operating

Beberapa perusahaan banyak mengalami kesulitan ketika melakukan proses implementasi SOP. Salah satu penyebab penting yang menimbulkan sulitnya penerapan Standard Operating Procedure adalah sumber daya manusia.

Sumber daya manusia adalah penggerak dari bagaimana suatu sistem tersebut dijalankan. Secara mutlak, perusahaan juga harus memastikan adanya pemenuhan kompetensi dari sumber daya manusia. Aspek kompetensi yang dibutuhkan dalam persyaratan implementasi Standard Operating Procedure adalah:

(1) Faktor kompetensi teknis
Kemampuan individu SDM dalam menjalankan faktor teknis dapat mendukung implementasi sistem secara efektif dan efisien. Bagaimana perusahaan melihat bahwa suatu pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal, tentunya dengan memastikan faktor teknis, yang berupa pengalaman, latar belakang pendidikan ataupun ketrampilan.

(2) Faktor kompetensi kepemimpinan
Faktor ini menjadi penting untuk memastikan bahwa karyawan yang dimaksud bekerja dalam tanggung jawab yang diembankan oleh individu tersebut dalam ruang lingkup kerjanya.

(3) Faktor kompetensi budaya perusahaan
Menjadi suatu nilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi individu yang ada dalam organisasi.

Pengembangan SDM adalah salah satu strategi penting organisasi agar SOP (Standard Operating Procedure) untuk terimplementasikan dengan baik. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com)

5 Kesulitan dalam Mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan

Bagaimana suatu sistem manajemen keamanan pangan diimplementasikan? Banyak industri pangan, melihat proses implementasi sistem manajemen keamanan pangan adalah suatu proses “keterpaksaan”. Sebab secara investasi dan kesiapan budaya perusahaan untuk menjalankan fungsi manajemen keamanan pangan belum terlengkapi secara tepat.

Berikut adalah catatan 5 hal yang menyebabkan kesulitan dalam melakukan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(1) Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kompetensi sumber daya manusia dan tidak disertai dengan komitmen perubahan strategi pengembangan kesadarannya bisa menyebabkan hilangnya tanggung jawab sumber daya manusia tersebut dalam menjalankan sistem.

(2) Pemahaman strategis Sistem Operational Procedure
Bagaimana suatu perusahaan melihat bahwa Standard Operating Procedure adalah hal penting yang perlu dipertimbangkan terkait dengan bagaimana proses PRP (Pre Requisite Program) dijalankan. Standard Operating Procedure harus dapat memberikan gambaran mengenai kejelasan terhadap setiap tahapan yang dibuat berkaitan dengan program implementasi pencegaan resiko keamanan pangan.

(3) Ketidakpahaman dalam Membuat Rencana HACCP
Bagaimana suatu rencana HACCP dibuat, konsep dan fungsi efektif terkait dengan pengendaliannya gagal dipahami oleh tim. Sehingga dalam proses pencegahan kontaminasi yang muncul tidak dapat dijalankan secara maksimal.

(4) Lay out operational yang tidak menunjang
Lay out produksi yang tidak dapat dipastikan mencegah kontaminasi dapat menyebabkan adanya kesulitan dalam mengimplementasikan program. Tim akan merasa sulit karena potensi kontaminasi seperti tidak terkendali.

(5) Pemahaman konsep teknis keamanan pangan
Kurangnya kepedulian untuk menambah ilmu terkait dengan dasar-dasar keamanan pangan, dapat menyebabkan manajemen perusahaan mengalami kesulitan ketika akan menerapkan konsep strategis manajemen keamanan pangan.

Bagaimana dengan penerapan Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat agar pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat dijalankan secara tepat dan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Menyusun HACCP untuk Food Service

Banyak perusahaan katering dan food service mengalami permasalahan ketika harus menyusun HACCP, mengapa? Karena pelatihan yang dibuat selama ini, lebih banyak mengajarkan tata cara penyusunan HACCP untuk sektor food industry. Sedangkan untuk sektor food service dan katering, sangat jarang untuk dibahas mengenai tata cara pembuatannya.

Lalu bagaimana proses penyusunan HACCP yang tepat dan efektif untuk sektor katering dan food service?

(1) Lakukan proses penyusunan kelompok produk

Sangat sulit untuk melakukan proses penyusunan Manual HACCP apabila berdasarkan seluruh kelompok menu yang ada. Alangkah baiknya, apabila proses penyusunan manual HACCP tersebut ditetapkan sesuai dengan kelompok produk yang ada dalam menu.

(2) Analisis seluruh bahan baku yang terkait

Lakukan proses pemeriksaan terhadap seluruh bahan baku yang digunakan, untuk memastikan bahwa bahan baku yang ada telah teridentifikasi status bahaya yang berpotensi untuk memberikan kontribusi terkait dengan proses pengendalian dari proses yang ada.

(3) Menyusun PRP (Pre Requisite Program) dari Program HACCP

Dimana melakukan proses penyusunan terhadap PRP berupa SSOP dan GMP yang dibutuhkan terkait dengan proses produksi. Perencanaan yang ada harus dipastikan dibuat secara efektif agar dapat secara maksimal dapat diimplementasikan ke dalam suatu kebutuhan operasional secara tepat dan tidak berlebihan.

Lakukan pengembangan dan penyusunan HACCP untuk katering dan food service untuk mengoptimalkan bisnis Anda. Lakukan pencarian eksternal yang tepat untuk dapat mendampingi perusahaan Anda dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Perusahaan Kemasan Memiliki Sertifikat HACCP

Dalam konsep keamanan pangan, adalah sangat penting untuk mengendalikan seluruh resiko yang muncul bagi produk pangan itu sendiri. Adalah hal yang penting dalam industri pangan untuk dapat mengendalikan keamanan pangan pada seluruh aspek/ segi operasional yang dimiliki. Termasuk di dalamnya adalah aspek dari industri kemasan yang mendukung produk pangan itu sendiri.

Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk mengembangkan sistem manajemen keamanan pangan pada industri kemasan:

(1) Kemasan posisi inner/ primer

Kemasan ini adalah kemasan yang merupakan material pengemas yang sangat penting karena mengalami kontak langsung dengan produk pangan. Produk pangan yang sudah diolah dengan memperhatikan suatu bentuk jaminan keamanan pangan khusus tentunya harus dipastikan juga terkemas dalam kemasan yang tidak mencemari produk.

(2) Kemasan luar (outer)

Meskipun tidak secara langsung memiliki kontak langsung dengan produk pangan, adalah hal yang sangat penting untuk lebih memperhatikan keamanan pangan dari kemasan khusus untuk produk ready to eat. Dalam beberapa hal, kemasan yang digunakan harus lebih memperhatikan resiko terhadap keamanan pangan. Mengingat bahwa produk ready to eat adalah jenis produk yang sangat bersiko tinggi akibat tidak ada pengolahan lanjutan setelah sampai di konsumen.

Apakah perusahaan Anda adalah produsen kemasan untuk industri pangan? Mulailah untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, untuk lebih meningkatkan nilai dari produk yang Anda supply. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)