Mengurangi Kesalahan dalam Melakukan Analisis Jabatan

Dalam proses melakukan proses analisis jabatan, banyak hal yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan. Apapun metode yang dipergunakan, baik dengan metode Hay ataupun dengan metode analisis jabatan 360 derajat dapat dipergunakan oleh perusahaan dalam menjalankan program analisis jabatan.

Namun, banyak perusahaan yang gagal dalam melakukan proses analisis jabatan yang akurat. Berikut adalah metode dan tata cara yang dapat dilakukan perusahaan terkait dengan proses untuk meminimalkan kesalahan dalam proses analisis jabatan.

(1) Menetapkan indikator parameter evaluasi

Penetapan kriteria yang dipergunakan  sebagai parameter dalam proses analisis adalah penting. Beberapa teori seperti Hay menetapkan parameter Know How, Problem Solving dan Accountability atau beberapa teori mendekatkan pada faktor resiko dan kompetensi.  Perusahaan harus memastikan parameter evaluasi tersebut selanjutnya ditetapkan dalam kuesioner yang tepat.

(2) Memastikan langkah kerja yang sistematis

Metode pembobotan dalam bentuk skoring ataupun picture map ditetapkan terkait dengan program analisis jabatan yang disusun tersebut. Harus dapat dipastikan bahwa proses evaluasi dapat dijalankan secara tepat terkait dengan penetapan bobot tersebut.

(3) Keakuratan proses pengambilan sample

Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan proses pengambilan sample yang tepat. Kegiatan interview ataupun kuesioner harus dijalankan secara mendetail dan teknis sehingga analisis yang dilakukan tidak terdapat kekeliruan.

Lalu bagaimana proses analisis jabatan di perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan kegiatan analisis jabatan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kajian Perubahan ISO 9001: 2015

Dalam tahun 2015, ISO kembali menerbitkan revisi terbaru dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:20015. Dimana dalam proses peningkatan versi terbaru dalam ISO tersebut adalah seperti yang termuat dalam penjelasan sebagai berikut:

(1) Leadership

Konsep manajemen leadership yang diketengahkan di sini adalah proses penggantian pemahaman antara Senior Manajemen/ Top Manajemen menjadi leadership.  Dimana penetapan tanggung jawab atas top manajemen sebelum ditetapkan pada setiap lini leadership dalam level manajemen.

(2) Perhitungan Resiko

Dalam proses penetapan analisis atas kebutuhan penetapan program manajemen, perhitungan atas resiko harus dijalankan. Dalam perhitungan resiko, perusahaan dapat melakukan proses analisis berdasarkan atas kajian operasional yang ditetapkan oleh perusahaan dan analisis terkait dengan benchmarking atas resiko tersebut.

(3) Pengecualian klausul

Dalam sistem yang baru, perusahaan diminta untuk melakukan pengkajian atas dipergunakannya klausul dalam sistem manajemen yang dipersyaratkan tersebut.

(4) Analisis Pengendalian Atas Ilmu Pengetahuan

Penetapan status pengendalian atas ilmu pengetahuan ditetapkan. Berdasarkan atas standar persyaratan yang ditetapkan terkait dengan pengelolaan atas ilmu pengetahuan tersebut, perusahaan ditetapkan memiliki persyaratan atas proses pengendalian terkait dengan kehilangan atas ilmu pengetahuan yang dapat ditimbul akibat hilangnya SDM yang sudah mendapatkan proses investasi pendidikan SDM tersebut.

Apakah perusahaan Anda akan melakukan proses set up ISO 9001 versi 2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses set up ISO 9001 tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sulitkah Mengubah SDM dalam Perusahaan ?

Beberapa perusahaan melihat Sumber Daya Manusia adalah sumber daya sekaligus asset strategis dan penting.  Namun mengupayakan agar SDM tersebut menjadi asset adalah suatu tantangan bagi setiap perusahaan untuk dapat melakukan proses pengelolaan atas asset tersebut.

Apakah sulit untuk melakukan perubahan atas SDM yang dimiliki oleh perusahaan?

(1) Penetapan Kompetensi

Perusahaan sebelum melakukan proses perubahan atas Sumber Daya Manusia, perusahaan menetapkan nilai atau kompetensi apa yang akan dikembangkan dari sumber daya manusia tersebut. Penetapan kompetensi adalah hal penting dan strategis dalam organisasi.  Dimana seluruh elemen dalam organisasi tersebut menetapkan satu nilai atas kompetensi yang menjadi kesepakatan dari seluruh organisasi tersebut.

(2) Penetapan Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia

Perusahaan menetapkan suatu bagian pengembangan sumber daya untuk memastikan bahwa seluruh karyawan dapat mencapai nilai kompetensi sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan organisasi.  Perusahaan harus memastikan sistem pengembangan kurikulum pelatihan diarahkan lebih pada konsep strategis pencapaian dari kompetensi yang dipersyaratakan tersebut.

(3) Penilaian Kompetensi

Tentu saja, baik sebelum maupun sesudah program pelatihan tersebut dijalankan. Ada baiknya perusahaan mampu untuk mengembangkan struktur kompetensi sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Menyusun alat ukur yang tepat untuk memastikan bahwa nilai kompetensi terpenuhi adalah suatu prasyarat penting.

Lakukan proses perubahan SDM dalam perusahaan Anda secara efektif. Pastikan bahwa kompetensi dari SDM terpenuhi sesuai dengan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Rencana Strategis dalam Perusahaan

Banyak perusahaan terbentuk dengan latar belakang ” kebetulan” atau terbantu karena keadaan. Success story yang terjelaskan dalam seluruh majalah bisnis umumnya menjelaskan bagaimana perusahaan dapat berkembang karena kejelian dari pemilik perusahaan.

Namun tidak sedikit perusahaan yang telah berkembang dan maju kemudian mengalami kesulitan untuk dapat mengoptimalkan usahanya atau maju menjadi perusahaan yang profesional.  Salah satu penyebab mengapai kesulitan atas pengembangan perusahaan tidak dapat tertangani adalah perusahaan tersebut gagal dalam menyusun perencanaan strategis.

Perencanaan Strategis dalam perusahaan adalah perencanaan yang bersifat kontinyu dan terdapat dasar analisis dalam proses penyusunan perencanaan strategis tersebut.

Rencana strategis disusun oleh perusahaan sebagai bentuk suatu proses perencanaan jangka yang panjang yang mana perusahaan itu sendiri telah mengkalkulasikan seluruh resiko jangka panjang tersebut.  Pada perusahaan dengan kepemilikan pribadi dan sektor swasta lainnya, adalah lebih mudah untuk menetapkan Rencana Strategis tersebut dibandingkan dengan  perusahaan BUMN ataupun organisasi pemerikntah. Dimana pada BUMN dan pemerintahan, strategi untuk dapat memastikan adanya kontinyuitas dalam perusahaan adalah persoalan yang sulit dilakukan mengingat kepemimpinan dapat berganti dalam waktu 3-5 tahun.

Perencanaan dilakukan untuk menghitung berapa besaran kapasitas organisasi yang dibutuhkan dalam jangka waktu panjang sesuai dengan kebutuhan persyaratan yang telah ditetapkan.  Proses kalkulasi terhadap agenda kerja juga ditetapkan untuk dapat menghitung bahwa setiap tindakan pasti memiliki resiko yang dapat dikendalikan.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan Rencana Strategis.

(1) Menganalisis Permasalahan dan Pengembangan Perusahaan

Melakukan proses analisis terkait permasalahan perusahaan baik itu yang akan datang dalam waktu dekat maupun dalam jangka waktu menengah dan jangka waktu panjang.  Pendekatan atas permasalahan ini sangat erat kaitannya dengan proses pengelolaan dari tujuan dan sasaran organisasi.

(2) Menyusun Program Kerja dan Anggaran

Dari tujuan atas organisasi/ perusahaan tersebut, perusahaan menetapkan program kerja serta anggaran yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan strategis yang dimaksudkan tersebut.  Program kerja tersebut kemudian dilakukan proses penetapan untuk memastikan bahwa status anggaran tersedia untuk proses berjalannya program kerja yang dimaksud. Beberapa organisasi dan perusahaan menjalankan kegiatan analisis atas kelayakan terlebih dahulu sebelum memastikan program kerja tersebut dijalankan.

(3) Realisasi Program

Pengembangan dan realisasi program dijalankan berdasarkan skema agenda jadwal kerja yang dipersyaratkan oleh perusahaan. Terdapat pertimbangan bagi organisasi untuk dapat memastikan bahwa anggaran tersebut terealisasi dan tepat sasaran dalam pelaksanaan program kerjanya.

Bagaimana dengan penyusunan rencana kerja strategis dalam perusahaan Anda.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem dalam perusahaan Anda.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Penjualan di Kala Krisis

Pada saat proses krisis ekonomi mendera, tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan nilai penjualannya.  Tentu saja hal ini bukanlan menjadi hal yang mudah bagi perusahaan.

Lalu bagaimana perusahaan mengembangkan strategi untuk dapat meningkatkan penjualan perusahaan. Berikut adalah strategi yang dapat membantu perusahaan untuk dapat mengoptimalkan nilai peningkatan penjualan di kala krisis.

(1) Perubahan Posisi Market

Dimana letak brand produk Anda saat ini.  Proses peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan mengembangkan produk yang sama namun pada posisi market yang berbeda.  Ada baiknya perusahaan mempelajarai terlebih dahulu karakter market Anda, perubahan posisi market dapat membantu meningkatkan pemberdayaan seluruh total market kepada produk Anda.

(2) Peningkatan Nilai Produk

Preferensi pelanggan tidak hanya didasarkan pada harga produk. Pemahaman atas nilai tambahan yang ada dalam produk dapat menjadi suatu peningkatan preferensi pelanggan Anda. Nilai tambah tersebut dapat dengan membetikan manfaat jangka panjang, seperti produk yang dapat memiliki nilai lebih berupa adanya jaminan asuransi ataupun jaminan kesesuaian kualitas dari produk itu sendiri.  Beberapa perusahaan menjalankan program Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001 atau HACCP sebagai bentuk komitmen atas adanya nilai lebih tersebut.

(3) Perbaikan Pelayanan dan Kualitas

Perbaikan dari sisi pelayanan dan Kualitas menjadi nilai penting bagi pengembangan pasar Anda.  Ada baiknya dalam masa krisis ini, perusahaan memperbaiki komitmen dan rasa percaya pelanggan terhadap merk produk Anda.  Memperbaiki pelayanan dan kualitas bukan hanya memperbaiki produk saja, namun hal yang terpenting, adalah komitmen dari perusahaan atas perbaikan tersebut.

Lalu bagaimana Anda menjalankan proses peningkatan penjualan Produk Anda saat ini. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam upaya peningkatan kinerja penjualan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

3 Kesalahan Perusahaan Gagal Mengembangkan Pemasaran

Perusahaan membutuhkan pelanggan sebagai bagian penting dari bisnis.  Tidak sedikit perusahaan menempatkan pelanggan sebagai shareholder penting dan utama dalam perusahaan.  Namun pada kondisi aktual, perusahaan menemukan banyak hal yang tidak mudah dalam mengembangkan pemasaran dalam perusahaan.

Berikut adalah kesalahan yang terkait dengan proses pengembangan perusahaan.

Kesalahan Pertama, kegagalan dalam memahami dan membentuk kebutuhan

Salah satu hal yang sangat penting bagi perusahaan adalah memastikan bahwa perusahaan harus dapat memahami kebutuhan pelanggan.  Bahkan apabila perusahaan dapat lebih mengoptimalkan pendekatan dari sisi strategi pemasaran, maka perusahaan itu sendiri dapat membentuk kebutuhan pelanggan.

Kesalahan Kedua, kegagalan untuk mengutamakan kepentingan pelanggan

Selain ingin merasa dibutuhkan, pelanggan ingin selalu diprioritaskan dan ditetapkan warga negara kelas satu. Pengembangan Customer Relation Program adalah hal penting dan strategis yang ditetapkan oleh perusahaan dalam mengembangkan pemasaran.

Kesalahan Ketiga, kegagalan untuk mengkomunikasikan diri kepada pelanggan

Tidak ada perusahaan yang akan selalu menjadi benar, bahkan benar dengan nilai 100%. Ada kalanya perusahaan mengalami masa sulit dan kesalahan, pada saat itu adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan program komunikasi yang tepat kepada pelanggan.

Bagaimana dengan pengembangan perusahaan Anda terhadap program marketing. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Leadership dalam Pengembangan Sistem

Banyak perusahaan/ organisasi gagal mengembangkan sistem di dalam internal perusahaannya, meskipun terkadang sistem sudah disusun secara sempurna.  Namun sebaliknya, terdapat perusahaan yang secara sistem tidak sempurna namun dalam implementasinya, hasil yang didapatkan dalam proses adalah lebi baik.  Mengapa demikian?

Permasalahan utama terbesar yang terkadang dilupakanj oleh organisasi/ perusahaan adalah konsep dan strategi leadership dalam perusahaan.  Banyak kegagalan usaha mengalami banyak permasalahan dikarena faktor leadership.  Beberapa kendala pengembangan sistem yang disebabkan oleh strategi leadersip yang salah adalah sebagai berikut.

(1) Kegagalan menciptakan budaya belajar dalam perusahaan

Bagi perusahaan, proses belajar adalah sangat penting untuk memastikan sistem dapat dijalankan secara optimal dan maksimal.  Pembelajaran membuat tim yang ada dalam organisasi mudah untuk menerima sistem tanda praduga negatif serta berkurangnya unsur penilaian obyektif bagi karyawan.  Pembelajaran akan menciptakan sosok leader yang kuat dalam perusahaan untuk setiap lini organisasi.

(2) Kegagalan menciptakan profesionalisme

Pola kepemimpinan yang tidak demokratis dan cenderung diciptakan atas dasar subyektifitas, menimbulkan budaya ketakutan pada personel.  Bukan melihat pekerjaan atas dasar tanggung jawab dan sistem.  Individu cenderung melihat sistem adalah proses yang berbeda dengan orientasi bekerja mereka.  Dimana orientasi pekerja adalah lebih memuaskan kepentingan selera pemimpinnya.

(3) Kegagalan dalam membagi tanggung jawab

Leadersip yang terlalu kuat atau terlalu lemah menyebabkan konsep pembagian tanggung jawab tidak terstruktur.  Ketidakmampuan untuk mengembangkan sistem penghargaan dan hukuman atas pelanggaran sistem membuat tanggung jawab tidak dapat ditekan kepada karyawan secara optimal.

Lalu bagaimana dengan penerapan sistem dalam perusahaan Anda. Apakah pengembangan kempimpinan dalam perusaaan Anda telah maksimal terimplementasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Apakah Perusahaan Membutuhkan Departemen Sumber Daya Manusia?

Peranan sumber daya manusia bagi beberapa perusahaan ibarat dua mata pisau yang satu akan mendukung dari aspek manajemen operasional perusahaan namun di lain pihak menjadi suatu bentuk konsep beban yang signifikan dalam perusahaan.  Menjadi dilema penting bagi perusahaan bagaimana menempatkan posisi karyawan dalam perusahaan, dibutuhkan namun dalam kondisi yang tidak dapat dikendalikan akan dianggap menjadi beban.  Kemudian menjadi pertanyaan yang sangat penting bagi perusahaan apakah Departemen Sumber Daya Manusia dibutuhkan?

Perusahaan pada dasarnya sudah merumuskan konsep pengembangan untuk dapat melihat arahan pengembangan perusahaan tersebut nantinya.  Berdasarkan pada konsep pengembangan sumber daya manusia, perusahaan secara umum merumuskan konsep organisasinya ke dalam dua konsep.

(1)  Company of Sales

Perusahaan ini lebih berorientasi kepada penjualan, yang dalam artinya proses usaha lebih dikiblatkan kepada pengembangan bisnis trading (dagang jual dan beli) yang mana pengembangan proses lebih kepada pola pengembangan business partner.  Dalam konsep bisnis seperti ini, sumber daya manusia lebih kepada pengembangan back office administration,yang hanya memproses operasional administrasi proyek dan order.

Perusahaan seperti ini umumnya jarang memiliki satu unit khusus sumber daya manusia, hal ini lebih disebabkan karena operasional dari proses internal di dalamnya tidak unik dan tidak membutuhkan pelatihan khusus.  Unit kerja sumber daya manusia dapat dilekatkan kepada fungsi operasional lain dalam perusahaan.  Adapun fungsi yang harus dioptimalkan adalah lebih kepada pemastian bahwa sistem proses dijalankan dengan tepat, sehingga tidak terjadi penyimpangan dan pemastian kedisiplinan dan sistem manajemen kinerja dijalankan dengan tepat.

(2) Company of manufacturing

Perusahaan jenis ini lebih berorientasi pada proses produksi.  Dimana bisnis yang dikelola umumnya bersifat unik, terbatas pada keterampilan tertentu dan membutuhkan waktu pembelajaran.  Belum ditambah lagi dengan jumlah karyawan yang ada dalam jumlah banyak yang dapat memberikan resiko tingginya turnover dan proses orientasi ulang terhadap karyawan baru.  Perusahaan fabrikasi dan pertambangan masuk ke dalam klasifikasi perusahaan jenis ini.

Perusahaan dengan karakter ini sangat membutuhkan peranana suatu Departemen Sumber Daya Manusia dengan kapasitas tinggi.  Hal pertama yang menjadi alasan adalah proses rekruitmen yang diharuskan untuk dijalankan dengan rutin dimana apabila dibutuhkan tenaga sumber daya manusia secara cepat maka harus dioptimalkan ketersediannya, hal kedua adalah faktor pengembangan tenaga sumber daya manusia yang optimal dimana sangat membutuhkan adanya konsep pengembangan kapasitas dan keahlian yang baik untuk memastikan konsistensi kualitas produk, serta hal ketiga adalah untuk menjaga jalur komunikasi dan instruksi yang tepat di dalam internal perusahaan agar manajemen kinerja tim dapat berjalan dengan baik.

Namun bagaimana pun Anda memposisikan Departemen Sumber Daya Manusia di dalam perusahaan Anda, dalam aspek dan kondisi tertentu, sebaiknya Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia juga perlu diterapkan dan diaplikasikan secara tepat.  Misalnya dengan menyusun dan melakukan implementasi SOP Sumber Daya Manusia yang sejalan dengan peraturan perusahaan ataupun dengan strategi pembuatan Sistem ISO 9001:2008 yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengembangan manajemen dalam perusahaan.  Apabila perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat, sebaiknya mencari konsultan pengembangan sumber daya manusia yang dapat mengakomodasi pengembangan dalam sistem manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@yahoo.com , 08129369926)