Penentuan Shelf Life Produk Perikanan Beku

Produk perikanan beku merupakan jenis komoditi produk dengan tingkat pengembangan yang beragam, selain dalam bentuk fish loin yang dibekukan juga tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan produk lanjutannya ke dalam bentuk value added produk.  Proses pembekuan dalam produk perikanan itu sendiri adalah hal umum yang dalam aspek praktisnya telah ditetapkan.

Salah satu hal terpenting dalam proses penyusunan sistem manajemen keamanan pangan adalah program penetapan nilai shelf life produk.  Dimana hal ini adalah suatu tahapan penting dan kritis yang harus ditetapkan dalam sistem manajemen keamanan pangan. Lalu bagaimana melakukan proses penetapan shelf life dalam produk perikanan itu sendiri. Berikut adalah beberapa alternatif yang dapat digunakan oleh pelaku industri perikanan dalam menentukan shelf life produk

(1) Proses analisis referensi

Dalam proses ini, lakukan proses analisis yang terkait dengan referensi dan aspek study yang terkait dengan kesamaan jenis produk.  Apabila referensi terhadap produk itu tidak ada, lakukan proses pengambilan informasi status referensi dengan menggunakan produk yang menyerupai namun dalam klasifikasi yang paling rentan dan beresiko tinggi.

(2) Proses inkubasi

Lakukan proses analisis terhadap kandungan mikrobiologi pada produk akhir pada saat output produk, kemudian lakukan penyimpanan dan dalam selang waktu tertentu untuk kemudian dilakukan analisis.  Lakukan proses perhitungan dengan menggunakan tabulasi khusus yang digunakan dalam proses pengukuran shelf life.

Mengingat pentingnya aspek shelf life dalam produk ini, menjadi sangat penting untuk jenis produk perikanan beku memastikan bahwa fungsi penetapan shelf life dijalankan sesuai dengan standar persyaratan produk yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 081293269926)

Aplikasi Keamanan Pangan pada Produk Ready to Eat

Dalam proses apliasi pengembangan produk perikanan dengan kapasitas pengembangan value added, hal yang paling penting bagaimana sistem manajemen keamanan berperan dalam proses yang dimaksud.  Pembuatan jenis produk ready to eat sangat menjanjikan pasar yang luas dengan nilai jual yang lebih tinggi.  Konsep sistem manajemen keamanan pangan yang dijalankan pun bukanlah suatu konsep sederhana yang seperi kita lakukan untuk jenis produk ready to cook, yang mana proses konsumsi harus melewati proses pengolahan terlebih dahulu.

Beberapa tahapan aplikasi keamanan pangan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

(a) Kualitas bahan baku

Penetapan kualitas bahan baku yang digunakan untuk proses produksi.  Dimana penetapan bahan baku harus diperiksa secara tepat agar kualitas sesuai dengan kualitas yang direferensikan baik untuk sisi keamanan pangan maupun kualitas proses di lapangan.  Beberapa jenis produk ready to eat harus melewati proses dengan kapasitas yang cukup ekstrem seperti pemanasan secara tiba-tiba (thermal shock) ataupun dengan mengemas dalam larutan brine atau saus tertentu yang dalam kondisi tertentu akan mengganggu ras asli bahan baku yang dimaksud.

(b) Spesifikasi proses pengolahan

Penetapan karakteristik pengolahan harus diperhatikan secara seksama.  Pastikan adanya proses validasi keamanan pangan yang tepat untuk memastikan bahwa proses pengolahan tersebut dapat menjadi langkah akhir yang tepat sebelum produk tersebut dikonsumsi oleh konsumen.  Fungsi pengendalian menjadi bagian penting yang harus dipastikan termonitor.

(c) Tahapan pengemasan

Menjalankan proses pengemasan secara tepat. Lakukan seleksi jenis pengemasan, pilih jenis pengemas yang memiliki resiko paling rendah selama proses distribusi.  Lakukan pemantauan secara tepat terhadap aplikasi sistem pengemasan di lapangan.

(d) Proses distribusi

Pastikan distributor yang melakukan proses pengiriman dan distribusi barang memahami karakteristik barang, termasuk tata cara penanganan temperatur, penyimpanan dan penjelasan terhadap konsumen.  Adalah menjadi tanggung jawab produsen untuk membuat label produk yang sesuai dengan peraturan keamanan pangan yang dimaksud.

Proses jaminan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama bagi pelaku bisnis untuk menghasilkan produk ini.  Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa bisnis ini dapat dikelola secara cermat dan aman untuk konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penetapan Titik CCP Pada Proses Pengolahan Surimi

Potensi alam yang ada dalam industri perikanan di Indonesia memberikan suatu bentuk tantangan pada industri perikanan untuk melakukan proses pengolahan.  Beberapa teknologi yang muncul dapat memberikan suatu pemahaman yang terkait tentang cara dan bagaimana proses pengolahan dapat meningkatkan nilai jual produk.  Begitu pula kepada ahli keamanan pangan dimana menjadi tantangan untuk terus menerus memperbaharui konsep keamanan pangan yang ditetapkan dalam bisnis dan industri perikanan itu sendiri.

Begitu pula dalam proses pengolahan produk Surimi.  Produk surimi adalah produk yang unik, dimana tahapan prosesnya sama sekali tidak melalui proses pemanasan melainkan proses pemberian bahan pemantu proses yaitu cryoprotectant yang berfungsi untuk melakukan proses pengeblokan air dan protein dalam kadar yang tepat.  Penetapan titik CCP dalam tahapan proses ini tidaklah mudah dan mengingat bahwa produk itu sendiri masuk ke dalam klasifikasi ready to cook maka harus menjadi pertimbangan penting dalam penetapan titik CCP yang ada dalam produk.

(a) Penetapan CCP pada bahan baku

Seperti produk perikanan lainnya, dalam proses penanganan bahan baku harus diwaspadai terhadap resiko cemaran mikrobiologi, parasit dan kimia.  Meksipun kita mengetahui bahwa konsumen masih melakukan proses pengolahan terhadap produk adalah penting bagi pengolah untuk melakukan proses seleksi terhadap bahan baku yang diterima kahususnya terkait dengan cemaran kimia, seperti kita ketahui bahwa cemaran kimia tidak akan hilang dalam proses aplikasi pengolahan lanjutan.

(b) Proses penetapan aplikasi pendeteksian cemaran fisik

Salah satu proses yang penting yang dijalankan dalam pembuatan surimi adalah dengan melakukan proses pelumatan daging ikan secara mekanis yang mana dalam tahapan ini cukup berperan aspek mekanis yang memberikan resiko adanya cemaran logam ke dalam produk. Identifikasi kebutuhan akan adanya metal detector adalah proses penting untuk memastikan produk aman bagi konsumen.

Kedua hal ini harus diperhatikan sebagai bagian penting dalam penetapan titik CCP dalam proses surimi.  Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat bagi industri perikanan Anda untuk memastikan tahapan validasi HACCP berjalan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Satu Langkah Menuju ISO 9001:2008

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP)? Apakah sudah diimplementasikan dengan baik? Apabila dua pertanyaan tersebut adalah sudah dijalankan, berarti perusahaan Anda sudah saatnya untuk memikirkan penerapan ISO 9001:2008.  Apakah menerapkan ISO 9001:2008 merupakan suatu teknik dan strategi yang sulit?

Pada prinsipnya apabila perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure, maka penerapan dan implementasi ISO adalah hal yang merupakan “satu langkah” untuk lebih maju.  Lalu tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan?

(1) Pelatihan Persyaratan ISO 9001:2008

Lakukan proses pengembangan sistem implementasi manajemen untuk kegiatan Sistem ISO 9001:2008.  Dalam kegiatan pelatihan ini, dipastikan seluruh karyawan memahami konsep-konsep yang terkait dengan program ISO.  Bagaimana penerapan yang tepat dalam SOP perusahaan dikaji dan dianalisis dalam persyaratan ISO 9001:2008 yang ada.  Pengembangan konsep ini menjadi penting dan kritikal karena SOP yang dimiliki oleh perusahaan akan dilakukan proses pembedahan secara akurat untuk menganalisis kecukupannya terhadap standar ISO.

(2) Pengkajian dokumentasi

Lakukan pengkajian terhadap dokumen yang dimiliki untuk melihat tingkat kecukupan dari dokumen yang dimiliki tersebut.  Koreksi dan tambahkan Standard Operating Procedure di perusahaan Anda, agar terjadi kesesuaian dengan Standard Operating Procedure.

(3) Tetapkan tim internal audit

Bentuk dan latih tim auditor Anda untuk menjadi auditor ISO 9001:2008.  Sulitkah? Perusahaan Anda dapat melakukan proses pencarian provider yang tepat dan memadi untuk melakukan program audit internal.  Lakukan pengembangan secara tepat dan optimal di lapangan untuk mengefektifkan evaluasi penerapan sistem.

Pertimbangkan penerapan program ISO 9001:2008 sebagai tahapan strategi bisnis Anda untuk menjadi lebih kompetitive dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat sebagai pendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pelatihan Penyusunan Standard Operating Procedure

Tertarik untuk melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure yang tepat bagi perusahaan Anda. Banyak nilai positif yang dapat dimiliki oleh individu ketika melakukan proses penyusunan terhadap Standard Operating Procedure sesuai dengan kondisi yang ada dalam perusahaan Anda?

Pelatihan yang dijalankan itu sendiri selain memberikan panduan mengenai pemahaman business prosess serta pendetailan terhadap Standard Operating Procedure juga memberikan suatu strategi tentang bagaimana SOP itu sendiri nantinya akan dikembangkan menjadi suatu bentuk penilaian terukut yaitu sebagai Key Performance Indicator dari suatu SOP yang akan dijalankan.

Berikut adalah detail dari pelaksanaan pelatihan yang akan dijalankan

Hari pertama

1.  Penyusunan business process

2.  Teknik dan proses interview

3.  Penyusunan pemetaan proses

4. Penyusunan alir proses

5.  Proses penetapan detail alir proses

Hari kedua

1. Penetapan output hasil proses

2. Penetapan ukuran keberhasilan kerja

3. Sistem evaluasi dalam SOP

4. Teknik dan pengembangan implementasi SOP

Diharapkan dengan pelatihan dua hari, peserta menjadi paham dan memiliki penambahan kompetensi untuk dapat menyusun Standard Operating Procedure di perusahaannya. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Mengkomunikasikan Visi Perusahaan kepada Karyawan

Salah satu tantangan yang seringkali ditemui manajemen dalam mengembangkan organisasinya adalah bagaimana membentuk dan menyusun komunikasi yang tepat kepada karyawan tentang misi dari perusahaan.  Banyak faktor yang menjadi penyebab dari kesulitan tersebut, pertama adalah adanya suatu gap (perbedaan) yang ada antara manajemen dan karyawan, hal yang kedua adalah adanya suatu persepsi dan cara memandang yang berbeda antara manajemen dengan karyawan itu sendiri.

Padahal kepentingan untuk mengembangkan visi adalah hal yang paling penting dan kritikal dalam menggerakkan perusahaan. Dimana manajemen berharap bahwa seluruh komponen yang ada dalam perusahaan berjalan dan bergerak seiring dengan visi yang ditetapkan dalam perusahaan.  Lalu bagaimana cara yang tepat mengkomunikasikan visi.

a. Komunikasi terbuka

Salah satu hal yang paling penting dalam proses penyampaian visi adalah keterbukaan.  Keterbukaan manajemen di sini adalah pemastian bahwa visi secara rutin dikomunikasikan kepada karyawan.  Selain dengan bentuk verbal, hal yang paling mengena adalah dengan memberikan contoh.  Misalnya di dalam perusahaan disebutkan keinginan untuk mengutamakan kepentingan pelanggan, maka seorang direktur sebaiknya menunjukkan kebijakan dan prilaku yang memprioritaskan kebutuhan pelanggan. Meskipun berkedudukan tinggi, tidak segan-segan seorang pimpinan dan manajer sebuah kedai internasional mengepel lantai atau melap meja.  Kadangkala bukti nyata akan memberikan efek lebih positif dibandingkan sekedar berbicara.

b. Realisasikan visi

Visi biasanya berbentuk konsep yang sulit dipahami oleh karyawan secara real.  Ubah parameter non real tersebut menjadi parameter real.  Misalnya perusahaan yang memiliki visi untuk menjadi nomor satu di bidangnya tentu tidak segan-segan dalam melakukan proses perbaikan infrastruktur di dalam perusahaannya sehingga secara performa yang diciptakan dalam perusahaan memberikan nilai yang dapat dipahami secara tepat.

c. Kebijakan yang konsisten

Manajemen harus menciptakan kebijakan yang sejalan dengan visi.  Meskipun dengan resiko apa pun, jangan menyerah untuk membelot dari aspek visi.  Suatu kebijakan kontradiktif akan menyebabkan visi yang diharapkan tidak tercapai. Jangan sekali-kali berhenti karena alasan efisiensi pertimbangkan dengan matang setiap kebijakan yang dijalankan tersebut.

Demikianlah tahapan yang efektif bagi perusahaan untuk mengkomunikasi visi perusahaannya kepada karyawan. Lakukan proses komunikasi yang tepat agar tujuan perusahaan Anda dapat tercapai dengan baik. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Melihat Pentingnya Sertifikasi ISO 22000

Berapakah nilai pentingnya ISO 22000 bagi industri pangan ataupun industri perikanan?  Beberapa perusahaan pangan ataupun industri perikanan mengalami suatu bentuk tekanan yang terkait dengan status kesesuaian dengan persyaratan kebutuhan komersial belaka, mengingat bahwa kebutuhan akan sertifikasi itu sendiri menjadi nilai yang sangat penting untuk dilakukan proses implementasi tidak hanya untuk kebutuhan komersial yang ditetapkan dalam perusahaan.

Apa saja kelebihan dari nilai sertifikat ISO 22000 itu sendiri?

Nilai Pertama: Membuktikan Komimtmen Sertifikat ISO 22000 menunjukkan bahwa suatu perusahaan memiliki suatu konsep integritas kuat yang tidak dapat disangsikan lagi bahwa proses sertifikasi yang dikembangkan dan diimplementasikan dalam perusahan merupakan suatu bentuk visual komitmen yang melekat.  Dimana perusahaan memastikan sistemnya sudah teruji dan dinyatakan lulus sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 22000.

Nilai Kedua: Membuktikan Jaminan Sertifikasi ISO 22000 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki suatu bentuk nilai jaminan bahwa proses operasional yang dijalankan sudah memenuhi persyaratan keamanan pangan yang sesuai dengan regulasi dan persyaratan yang ditetapkan dalam perusahaan itu sendiri. Hal ini akan menjadi suatu dasar yang dapat menjamin bahwa perusahaan dapat dijalankan sesuai dengan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.

Nilai Ketiga: Memastikan Kompetensi Sumber Daya Manusia Dengan adanya sertifikasi ISO 22000, perusahaan sendiri menjamin bahwa sumber daya manusia yang dimiliki dalam perusahaan itu sendiri telah dilakukan proses pemetaan yang kemudian dilakukan proses penetapan untuk memastikan bahwa standar kompetensi (termasuk di dalamnya adalah kompetensi keamanan pangan).  Penerapan ISO 22000 ini memberikan suatu konsep pengembangan terhadap kompetensi sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan maupun rekanan perusahaan yang terlibat baik langsung ataupun tidak langsung.

Bagaimana, apakah perusahaan Anda tertarik untuk menerapkan program sertifikasi ISO 22000?  Untuk memastikan apakah perusahaan Anda dapat menjalankan Sistem ISO 22000, mulailah persiapan secara dini dengan mengikuti pelatihan ISO 22000, HACCP ataupuan berdiskusi dengan konsultan yang tepat untuk menangani proses implementasi sistem sertifikasi ISO 22000 dalam perusahaan Anda (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

SISTEM MANAJEMEN KEBERSIHAN: PENDEKATAN TERHADAP ISO 14001

Banyak perusahaan, khususnya jasa pelayanan yang lupa bahwa penerapanan lingkungan bukan hanya terkait pada aspek limbah saja.  Proses penanganan dan pemeliharaan terhadap pengelolaan kebersihan yang dijalankan dalam perusahaan sebenarnya adalah salah satu bentuk terhadap pengembangan implementasi ISO 14001.  Bagaimana pun juga faktor lingkungan yang bersih dan sesuai dengan standar persyaratan adalah salah satu bagian dari ISO 14001 yang harus dipenuhi.

Tentu saja akan sangat mengurangi etika dan standar kesehatan apabila pelanggan yang datang ke area publik dimana usaha jasa tersebut dijalankan mengalami rasa tidak nyaman atau terganggu kesehatannya akibat perusahaan tersebut lalai dalam melakukan proses penanganan terhadap sistem manajemen kebersihan.  Lalu langkah-langkah apa yang perusahaan harus tetapkan untuk menetapkan standar manajemen kebersihan.

1.  Proses Asessment

Melakukan proses pemeriksaan terhadap luasan lokasi area kerja yang dimaksud, kemudian melakukan proses pengukuran terhadap jenis aktivitas maupun jenis limbah apa saja yang terdapat di area tersebut kemudian apa saja yang menjadi resiko dari limbah tersebut.

2.  Proses penetapan metode terhadap sistem kebersihan

Melakukan proses penanganan dan pengelolaan yang berkaitan dengan manajemen ini, seperti jenis peralatan apa saja yang akan digunakan untuk proses pengelolaan kebersihan sampai dengan bagaimana metode terhadap inspeksi kebersihan itu sendiri dijalankan.  Suatu aspek pengembangan yang perlu untuk diperhatikan terkait dengan tata cara pengelolaan ini sendiri.  Ada baiknya apabila perusahaan juga menetapkan alokasi activity plan (rencana kegiatan yang diperlukan) dalam proses pengembangan kebersihan itu sendiri.

3. Proses penyusunan  terhadap proses verifikasi dan validasi

Suatu sistem manajemen kebersihan yang tepat harus dipastikan adanya kegiatan verifikasi dan validasi.  Perbedaannya? Verifikasi adalah kegiatan yang dijalankan untuk melakukan proses pemeriksaan ulang terhadap kegiatan kebersihan yang dimaksud tersebut sudah dijalankan atau belum dijalankan.  Suatu bentuk langkah ideal apabila proses verifikasi dijalankan baik itu dalam bentuk dokumentasi (catatan kebersihan) maupun dalam bentuk aplikasi yang langsung dijalankan di lapangan.  Sedangkan validasi adalah kegiatan inspeksi yang memastikan bahwa manajemen kebersihan tersebut benar-benar dijalankan sehingga layak memenuhi standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam perusahaan.

Berikut langkah-langkah awal yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengelola manajemen kebersihan dalam area publik.  Disarankan perusahaan untuk mencari referensi eksternal yang tepat, mengingat apabila manajemen kebersihan ini tidak dijalankan sesuai dengan standar persyaratan maka justru akan membuang biaya dan menghasilkan suatu output kebersihan yang tidak efektif.

(Amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

KEUNTUNGAN MENERAPKAN SISTEM KEAMANAN PANGAN UNTUK FOOD SERVICE

Banyak usaha yang bergerak di bidang jasa penyediaan makanan, seperti restoran dan catering belum menjalanan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Banyak pertimbangan yang berhubugan dengan realisasi dari proses pengembangan sistem tersebut, seperti masih sedikitnya informasi yang memadai mengenai manfaat implementasi dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pertimbangan budget dan sumber daya yang mumpuni untuk proses penerapan Sistem Manajememen Keamanan Pangan (HACCP dan ISO 22000). Lalu apa keuntungan menjalankan sistem ini.

(1)  Adanya pengendalian yang sistematis terhadap keamanan produk

Hal yang menarik untuk diperhatikan bagaimana sistem manajemen keamanan produk akan membuat perusahaan tersebut mengimplementasikan suatu bentuk sistem yang dapat teraudit, adanya level pengendalian terpadu (yaitu pemeriksaan, verifikasi dan validasi).

(2)  Jaminan terhadap pelanggan

Secara otomatis dengan adanya suatu bentuk penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang kemudian dilengkapi dengan sertifikasi, dapat memberikan penambahan rasa percaya dari pelanggan yang terkait dengan jaminan kepada pelanggan.

(3)  Pengembangan kompetensi karyawan

Perubahan budaya ke arah yang lebih profesional akan sangat membantu perusahaan dan secara perlahan akan mengembangkan kompetensi karyawan untuk terus bekerja dan belajar.

Berikut adalah manfaat yang dapat diambil untuk usaha jasa food service dalam menerapkan keamanan pangan dalam perusahaannya.  Hal yang terpenting adalah penyediaan jasa pelatihan dan konsultasi yang tepat untuk mengoptimalkan aspek komitmen ini. (amarylliap@yahoo.com , 08129369926)

BAGAIMANA MENGHUBUNGI KAMI

Dengan suatu konsep pemahaman dan pengembangan yang optimal berkaitan dengan pendampingan terhadap sistem, kami sangat mengakomodasikan setiap kebutuhan yang datang melalui website kami.  Baik itu melalui proses korespodensi dengan e-mail atau dengan telepon.  Setiap permintaan dan pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana menerapkan sistem dalam perusahaan Anda akan menjadi prioritas kami untuk menjawab.  Pertanyaan dapat di alamatkan ke dalam e-mail kami: amarylliap@yahoo.com atau melalui nomor telepon 08129369926.