In House Training Dasar-Dasar Supply Chain Management

Secara teoritis, setiap perusahaan menjalankan konsep operasional supply chain management.  Pemikiran dasar dari suatu bisnis secara sederhana adalah dapat mengembangkan alir  proses dalam perusahaan secara efektif dan maksimal. Memastikan bahwa setiap tahapan dapat mengalirkan stock operasional secara efektif sesuai dengan aturan dari service level yang dijalankan.

Lalu bagaimana proses implementasi dari konsep dasar Supply Chain Management tersebut. Melalui kegiatan pelatihan in house training dasar-dasar Supply Chain Management selama 2 (dua) hari perusahaan akan mendapatkan pengalaman strategis dan tepat sasaran mengenai proses pelaksanaan Supply Chain Management dijalankan.

(1) Teori Dasar Supply Chain Management

Dalam pelatihan ini, perusahaan memahami konsep teori suplly chain management berbasiskan service excellence. Melalui pendekatan costing, perusahaan memahami konsep dasar esensial perencanaan dari program Supply Chain Management.

(2) Teknik Implementasi Supply Chain Management

Perusahaan secara strategis menyusun peta proses suply chain management secara lengkap, menghitung service level serta melakukan proses pemetaan dengan menggunakan pendekatan FMEA atas konsep operasional yang dijalankan.

(3) Kegiatan workshop

Setiap peserta melakukan proses penyusunan perencanaan atas pengadaan, balancing stock, serta cashflow management dalam proses penetapan Supply Chain Management.

Bagaimana dengan penerapan Supply Chain Management dalam perusahaan Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengembangan sistem manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com)

Mengembangkan Usaha Berbasiskan Kemitraan

Dalam pengembangan usaha,pengelolaan usaha berbasiskan kemitraan dianggap dapat mempercepat strategi pertumbuhan bisnis dengan resiko minimal. Namun, terkadang perusahaan melupakan tahapan-tahapan penting dalam proses pengembangan kemitraan tersebut. Hal ini menyebabkan kemunculan resiko yang dapat merugikan perusahaan itu sendiri.

Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu untuk dijalankan sebelum mengembangkan konsep kemitraa.

(1) Business Plan yang Strategis

Ada baiknya perusahaan menyusun business plan yang tepat sebelum mengembangkan kemitraan. Menuangkan strategi-strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dan mitra sehingga dapat mencapai target atau sasaran yang diharapkan. Setiap prospek/ peluang maupun resiko harus dapat dianalisis secara tepat dan efektif agar bisa terantisipasi dalam sistem yang kuat.

(2) Pengendalian Aspek Legal

Dalam proses pengelolaan atas kemitraan, kepastian hukum adalah prasyarat mutlak yang wajib untuk menjamin hubungan antara perusahaan dengan mitra kerja perusahaan. Mengatur dan mengendalikan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban dari persyaratan legal yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Kajian legal juga dibutuhkan untuk meminimalkan resiko terkait dengan hubungan kemitraan, produk maupun hubungan dengan pelanggan.

(3) Pengendalian yang Efektif

Perusahaan harus membangun sistem baik dalam bentuk SOP maupun pengendalian yang efektif untuk dapat memastikan hubungan antara perusahaan dengan mitra usaha tersebut terjalin secara integratif dan konsisten.

Perusahaan harus memahami segala variabel resiko yang menyertai hubungan kemitraan, mengembangkan sistem berbasiskan resiko adalah nilai penting dan strategis yang harus dijalankan untuk memastikan program pengembangan usaha dikembangkan secara tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan usaha kemitraan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Program Pengembangan Fleksibilitas SDM

Banyak orang terhenyak, ketika perubahan ekonomi tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan.  Beberapa perusahaan “terpaksa” menghentikan operasional bisnisnya dan menyederhanakan organisasinya. Bahkan tidak sedikit perusahaan dengan “terpaksa” melakukan proses PHK kepada karyawan. Sebenarnya, strategi apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan usahanya?

Dalam konsep sederhana terkait dengan pengelolaan usaha, perusahaan harus memiliki “kepintaran” untuk mentransformasikan seluruh resiko menjadi peluang.  Melakukan kembali inventarisasi atas kekuatan SDM yang dimilikinya untuk mampu “berjuang” mengubah resiko tersebut menjadi peluang.  Seluruh perusahaan tentu saja tidak  memiliki keinginan untuk terus “bergerak” dengan resiko tersebut.

Perusahaan yang menjalankan program Laid Off atas karyawan, adalah perusahaan yang terlambat untuk menjalankan transformasi bisnis. Begitu tingginya keandalan suatu bisnis dalam membaca resiko adalah penting dilakukan sebelum seluruh problem tersebut terjadi.  Transformasi bisnis harus dijalankan paralel dengan kecenderung penurunan atas bisnis tersebut berlangsung.

Kekayaan perusahaan dalam bentuk SDM harus dapat dipaksa untuk menjadi fleksible dan ikut terlibat secara aktif dalam transformasi tersebut. Pengubahan unsur spesialistik dalam uraian jabatan dan kompetensi harus dapat dikembangkan dan diperbanyak dalam pola transformasi usaha yang dibentuk.  Kemampuan SDM untuk selalu dapat mengantisipasi resiko dan terandalkan adalah prioritas penting bagi perusahaan saat ini kembangkan.  Kompetensi kewirausahaan yang dulu menjadi momok untuk dimasukkan dalam unsur kompetensi harus secara terus menerus diselaraskan dengan aspek inovasi perusahaan.

Perusahaan tidak membentuk SDM berubah total, namun perusahaan dapat memaksa individu untuk menjadi fleksible.  Lakukan proses transformasi bisnis dan pengubahan fleksibilitas SDM dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pola Efisiensi Pada Bisnis Manufacturing

Dalam jenis usaha industri, proses penerapan efisiensi adalah faktor penting untuk dapat memastikan bahwa pola usaha menjadi sustainable (berkelanjutan).  Banyak faktor yang menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa jenis bisnis manufacturing dapat menjadi lebih efektif.  Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan pada bisnis Manufacturing agar dapat menjadi lebih efesien.

(1) Effective Floor Leadership

Dalam bisnis manufacturing, rantai instruksi dan pelaksanaan operasional harus bergerak dengan sistem yang sama. Aspek konsistensi adalah penting, pola prilaku dan tata kerja dialankan sesuai dengan sistem dan nilai yang sama dalam perusahaan. Memastikan bahwa fungsi leadership dijalankan dalam seluruh lini operasional adalah penting dan wajib terimplementasi secara efektif.

(2) Effective Supply Chain Management

Pemastian bahwa konsep perencanaan atas produksi terkait dengan pengelolaan material dijalankan dalam sistem yang terintegrasi. Bagaimana sistem pengadaan, perencanaan produksi dan pengelolaan atas stock terkendali. Cash flow atas stock dan supply harus dipastikan dalam rasio yang dapat terkelola oleh sistem.

(3) Total Quality Management

Di dalam bisnis manufacturing konsep kualitas bukanlah berorientasi hanya pada produk. Pergerakan dan pengelolaan organisasi harus dialankan untuk memastikan bahwa kualitas perusahaan terpenuhi, salah satunya adalah kualitas produk.  Penerapan mulai dari Top Management (berupa komitmen) serta fokus usaha harus mengarah pada kualitas secara total. Penetapan target-target yang berorientasi pada dimensi kualitas harus dapat terpenuhi dan terevaluasi secara maksimal.

Bagaimana dengan penyusunan sistem manajemen dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan sistem dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mengembangkan Program Cost Reduction yang Efektif

Beberapa perusahaan menerapkan efisiensi sebagai upaya untuk dapat menjaga keberlangsungan usahanya. Namun tidak sedikit perusahaan yang mengalami kesulitan ketika menjalankan program Cost Reduction.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dikembangkan perusahaan dalam menjalankan program Cost Reduction dalam perusahaan.

(1) Bukan Mengurangi Nilai

Ada baiknya dalam proses penyusunan program Cost Reduction perusahaan menjalankan pengukuran atas nilai operasional aktual perusahaan.Dimana status atas produktifitas dikembangkan sesuai dengan nilai biaya yang diinvestasikan sebagai cost.  Perusahaan ada baiknya juga melakukan proses kajian untuk dapat melihat apakah proses investasi biaya tersebut adalah good cost atau bad cost.

(2) Mengoptimalkan Output

Penetapan akselerasi dan kondisi pencapaian optimal sebaiknya dijalankan untuk dapat melihat seberapa jauh pembiayaan efisien dijalankan untuk mendapatkan output yang maksimal. Pengubahan pembiayaan dan mengurangi cost pada beberapa sektor harus melalui proses analisis seberapa besar output tersebut dapat dimaksimalkan.

(3) Pengendalian Anggaran

Perusahaan terkadang melupakan pentingnya perencanaan dan penyusunan anggaran. Selain memastikan bahwa anggaran dapat terkendali, perusahaan juga harus menjalankan program kajian terhadap perubahan anggaran apabila tujuan yang diharapkan oleh perusahaan tidak tercapai.

Bagaimana program pengembangan cost reduction di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi ekstetnal untuk dapat menjalankan program cost reduction secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Sistem Manajemen dalam Perusahaan Berbasiskan Bisnis Franchise

Dalam pengembangan usaha, franchise adalah salah satu bentuk strategis yang dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan program penjualan. Dalam seluruh bisnis, khususnya retail, banyak perusahaan menjalankan program franchise.  Selain dalam resiko penyediaan modal minim, saat ini strategi franchise pun sangat diminati oleh investor. Mengingat, dalam perundangan Franchise terdapat persyaratan bahwa pengembangan program franchise baru dapat dijalankan oleh perusahaan yang telah memiliki data keuangan keuntungan yang berjalan minimum 2 (dua) tahun berturut-turut.

Adapun tahapan untuk dapat mengembangkan program franchise tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:

(a) Mempersiapkan Legalitas

Pengembangan dari program franchise harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan. Dimana dalam ketetapan tersebut, dipersyaratkan perusahaan memiliki keuntungan selama lebih kurang dua tahun berturut-turut maka ijin atas program franchise dapat dijalankan.

Dalam tahapan ini, perusahaan juga berkewajiban untuk melakukan penyusunan kontrak agar dapat memastikan bahwa kesepakatan antar mitra yang dijalankan

(b) Mengembangkan Komiditi Franchise

Sebaik apa pun sistem yang akan dikembangkan, tetap hal yang utama adalah komoditi dimana sistem franchise nanti akan dikelola. Pastikan unsur pendukung atas merk dan hak cipta dari perusahaan Anda terlindungi.  Penetapan terkait dengan konsep produk franchise itu sendiri harus dipastikan terkelola dengan tepat.  Lay out atas area kerja maupun bagaimana program penjualan juga menjadi pertimabangan.

(c) Penyusunan Sistem Franchise

Menetapkan sistem franchise yang dipergunakan sebagai sistem operasional franschisee adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Dalam beberapa kondisi pastikan franchise memahami tata kelola operasional dengan tepat.

Lalu bagaimana program pengembangan franchise akan dikelola dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola sistem franchise yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Desain Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses kajian terkait dengan program desain dari organisasi.  Mendesain organisasi adalah bukan hanya dapat dilakukan dengan menyusun Struktur Organisasi saja.  Program desain atas organisasi adalah melakukan proses penyusunan Blue Print Business yang menyangkut pada sasaran jangka panjang dan pendek perusahaan.

Banyak perusahaan yang mengabaikan proses penyusunan atas Blue Print Business tersebut dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).  Akibatnya tentu saja perusahaan mengalami kesulitan ketika akan tumbuh dan berkembang apabila tidak disertai dengan program pengembangan sumber daya manusia tersebut.  Lalu bagaimana cara menyusun desain organisasi yang efektif agar pengembangan dari Blue Print perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, Menyusun Kompetensi Perusahaan Secara Lengkap

Kadangkala dalam memetakan SDM, perusahaan mengambil gambaran kondisi saat ini dan bukan masa depan.  Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusun desain organisasi secara lengkap dalam kurun waktu jangka panjang.

Langkah Kedua, Melakukan Program Learning secara Berkesinambungan

Pada saat awal, perusahaan sebaiknya melakukan program rekruitment pada kelompok fresh graduate dengan proporsi lebih banyak daripada yang berpengalaman. Tentu saja, dalam kondisi yang dimaksud tersebut maka program learning.

Langkah Ketiga, Melakukan Program Pengembangan Karir

Pengembangan karir dijalankan dengan memastikan bahwa adanya kesinambungan atas peran karyawan dalam perusahaan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan karir menjadi rancangan dalam desain organisasi untuk dapat memastikan bahwa pengembangan karir berjalan secara tepat dan efektif.

Bagaimana program pengembangan desain organisasi di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal secara tepat dan efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC dalam Industri Pangan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000

(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan

(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1

(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan

Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP

Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP

Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP

Proses evaluasi sistem

Hari Kedua

Pemahaman ISO 22000

Pemahaman ISO TS-22000-1

Pemahaman FSSC

Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Cost Reduction dalam Sistem Manajemen Operasional

Banyak perusahaan menggunakan Sistem baik SOP maupun sertifikasi ISO 9001 hanya dipergunakan untuk memastikan status compliance (kepatuhan), padahal dalam sistem perbaikannya, SOP dan ISO 9001 dapat dipergunakan sebagai alat untuk program efisiensi perusahaan.

Salah satu program efisiensi yang sangat penting menjadi perhatian perusahaan adalah penerapan Cost Reduction melalui Sistem Manajemen Mutu. Lalu bagaimana proses penerapan program cost reduction bisa dijalankan melalui sistem manajemen mutu.

(1) Penetapan Sasaran Mutu yang Terukur dari Cost

Dalam menetapkan sasaran mutu, perusahaan tidak hanya melihat pada dampak pelanggan saja, penyusunan sasaran-sasaran yang terkait dengan indikator biaya juga menjadi bagian dan nilai yang penting dalam menetapkan sasaran mutu tersebut. Pengembangan arti Quality Cost sebagai bagian dari program prevention loss dalam proses pelaksanaan sistem menjadi strategi dan bagian penting.

(2) Penetapan Strategi Manajemen Resiko

Penetapan dan pengelolaan manajemen resiko adalah penting untuk menjadi perhatia penting dalam penerapan strategi cost reduction. Dimana program atas orientasi cost dimunculkan sebagai suatu tindakan yang dijalankan untuk meminimalkan resiko yang muncul dan menyebabkan dampak kemunculan resiko dalam perusahaan.

(3) Pengembangan Sistem yang Terukur dari Issue Perusahaan

Dalam ISO 9001:2015, penyusunan sistem dijalankan melalui issue yang ada dalam perusahaan. Issue-issue tersebut bernilai biaya yang kemudian dilakukan proses antisipasi melalui proses penyusunan sistem.

Alangkah baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan sistem dengan mempertimbangkan faktor efisiensi perusahaan.  Sehingga strategi bisnis dan perbaikan dapat secara optimal terukur. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses pengembangan sistem perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Panduan Manajemen Supply Chain pada Bisnis Retail

Dalam industri bisnis retail, pengembangan supply chain adalah bagian penting yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan usaha. Aspek integrasi dalam pengelolaan usaha dari pemasok sampai dengan pelanggan membutuhkan sistem yang kuat dan sinergis. Keterpaduan antara pasokan material, proses distribusi dan pengembangan penjualan adalah proses penting yang dikelola oleh bisnis retail.

Dalam menyusun sistem, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan oleh bisnis retail.

(1) Pengelolaan Pemasok

Dalam bisnis retail, pemasok menentukan keberhasilan marketing.  Bagaimana perusahaan melakukan seleksi dan penetapan kerjasama merupakan dasar pembentukan sistem.  Dasar seleksi atas pemasok dibakukan menjadi tiga kelompok utama, yaitu produk dengan sifat best seller brand, produk umum serta produk unik.  Proses kerjasama antara produsen dengan pemasok dapat dilakukan melalui program kerjasama produksi (markloan), kerjasama penjualan (konsinyasi) serta sistem penjualan terputus.

(2) Pengelolaan Distribusi

Sistem pengelolaan distribusi dapat dilakukan perusahaan dengan cara melakukan program pengelolaan atas kegiatan distribusi tersebut. Perusahaan harus memastikan bagaimana program distribusi akan dijalankan, dengan menggunakan pihak ketiga atau dengan pengelolaan terpadu. Dalam kegiatan pengelolaan terpadu perusahaan memastikan sistem pergudangan dan distribusi dijalankan dengan baik dan tepat.

(3) Pengelolaan Atas Penjualan

Bagaimana perusahaan memastikan penjualan dijalankan secara tepat dan seimbang dengan rasio gudang.  Pengembangan program pemasaran dilakukan untuk memastikan likuiditas dan biaya inventory terpenuhi dengan tepat dan maksimal. Perhitungan atas biaya inventory sebaiknya diperhitungan ke dalam program pemasaran termasuk penurunan atas nilai asset inventory barang yang tersimpan itu sendiri.

Bagaimana dengan pengembangan supply chain management di perusahaan Anda? Pastikan perusahaan menjalankan program supply chain management yang tepat dan efektif dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)