Kajian Organisasi dengan Sistem Matrix

Beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam melakukan proses pengembangan organisasi berkaitan dengan sistem proyek yang menjadi strategi utama dalam proses operasional perusahaan. Ketika organisasi tersebut akan menetapkan suatu struktur organisasi yang tetap (fix) kadangkala mengalami kesulitan terkait dengan naik dan turunnya penanganan kinerja operasional proyek. Lalu bagaimana solusi yang paling tepat dalam mengoptimalkan organisasi dalam perusahaan yang mengalami masalah seperti ini?

Solusinya adalah dengan mengembangkan organisasi berkonsep struktur matrix. Pemahaman berhubungan dengan kajian organisasi dengan konsep matrix tersebut dijalankan dengan memberikan dua fungsi yang berbeda antara bagian struktural dan fungsional. Penjelasan untuk pengembangan fungsi yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan dalam uraian berikut:

(1) Aspek struktural
Dalam fungsi struktural, proses aplikasi pengembangan lebih mengacu kepada pemastian fungsi manajemen operasional dijalankan. Proses aplikasi yang sulit digabungkan dengan aspek fungsional. Dalam konsep struktural, hal yang terpenting adalah menjaga agar aturan perusahaan dijaga agar tidak terjadi penyelewangan. Tahapan proses yang akan diaplikasikan adalah fungsi HRD, Finance Accounting dan Pengembangan manajemen marketing. Dimana proses ini diharapkan memiliki tingkat nilai yang optimal ketika perusahaan dalam kondisi muatan yang maksimal ataupun tidak.

(2) Aspek fungsional
Pemahaman dalam konsep fungsional dimana perusahaan dapat mengaplikasikan secara optimal tergantung kepada keaktifan kinerja operasional yang dimaksud. Dimana fungsi ini adalah fungsi yang menjadi produk utama dalam perusahaan.

Pengembangan organisasi dengan bersifat matrix ini dapat membantu perusahaan agar bekerja dengan optimal dengan konsep manajemen yang lebih strategis. Kembangkan operasional organisasi perusahaan Anda dengan mengembangkan kajian organisasi yang tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Program BRC dalam Industri Pangan

Dalam kondisi kompetitif seperti saat ini, proses dan penanganan Sistem Keamanan Pangan menjadi penting untuk dapat menjadi lebih unggul dibandingkan dengan industri lainnya. Kualitas produk dan daya saing harga yang menjadi pertimbangan penting tidaklah menjadi hal utama lagi, apabila keamanan pangan yang dimiliki tidak sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.

Banyak kasus menunjukkan bahwa konsep terhadap Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah investasi yang mahal, dan tidak memberikan efek signifikan dalam perusahaan. Apabila muncul paradigma seperti yang dimaksud, besar kemungkinan perusahaan itu hanya mengejar sertifikasinya saja bukan kepada perbaikan berkelanjutan. Berikut adalah lima (5) manfaat dari proses aplikasi BRC dalam perusahaan industri pangan.

(1) Memberikan suatu bentuk Sistem Manajemen Mutu
Secara prinsip hal yang paling mendasari dari semua sistem adalah konsep kekuatan mutu, dimana perusahaan diminta untuk mendefinisikan aspek mutu yang dimiliki dari perusahaan itu untuk kemudian dikembangkan ke dalam status penanganan implementasi organisasi. Banyak hal yang menarik apabila ingin dilihat dalam bentuk aplikasi ini adalah adaptasi dari ISO 9001:2008. Dimana secara tidak langsung dengan perusahaan menerapkan sistem BRC maka perusahaan tersebut akan menerapkan ISO 9001.

(2) Mengembangkan struktur sistem keamanan pangan yang teknis
Berbeda dengan ISO 22000, secara teknis GFSI (Global Food Safety Initiative) mengklaim bahwa BRC adalah salah satu sistem yang disetujui dalam penerapan operasional nya dibandingkan dengan ISO 22000. Secara otomatis apabila perusahaan Anda menerapkan BRC maka perusahaan Anda itu sendiri mengembangkan konsep GFSI.

(3) Aplikasi dan pengembangan manajemen operasional lingkungan hidup
Dalam BRC sistem pengendalian dan penanganan limbah menjadi suatu operasional dari tatanan pengendalian lingkungan hidup. Nilai kepatuhan yang menjadi suatu standar persyaratan membuat perusahaan secara tidak langsung dapat mengaplikasikan program ISO 14001 ke dalam manajemen operasional perusahaan melalui BRC.

(4) Pembentukan budaya perusahaan
Dalam strategi BRC aspek pelatihan dan kompetensi merupakan persyaratan yang utama. Dimana suatu unsur pengembangan budaya perusahaan menjadi titik tolak yang penting suatu sistem tersebut diaplikasikan. Program evaluasi pelatihan dan pengembangan sistem kompetensi menjadi persyaratan utama yang paling penting dalam proses aplikasi.

(5) Sistematis pencatatan
Program BRC menuntut adanya tahapan pencatatan yang urut dan sistematis sehingga tahapan operasional baik untuk kebutuhan kualitas maupun keamanan pangan menjadi nilai terpenting dalam aplikasi implementasi program BRC tersebut.

Tertarik untuk menerapkan program BRC dalam mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendukung implementasi sistem dalam perusahaan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Strategi Kompensasi untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Dilema bagi banyak perusahaan berkaitan dengan proses dari peningkatan kompensasi yang diminta oleh karyawan, namun di lain pihak perusahaan mengalami masalah dalam memastikan bahwa peningkatan nilai kompensasi tersebut akan memberikan semangat untuk berprestasi tinggi dalam bekerja. Lalu bagaimana perusahaan dapat mengoptimalkan konsep dari pengembangan prestasi kinerja karyawan yang nanti dapat mengoptimalkan pemahaman terkait dengan kinerja motivasi karyawan itu sendiri. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk dapat memebuat pengembangan kinerja antara motivasi dan prestasi ini dapat berjalan seiring sejalan?

Langkah pertama: Menetapkan formulasi target perusahaan
Sebelum dalam mengambil keputusan peningkatan nilai kompensasi tersebut, ada baiknya perusahaan terlebih dahulu mengidentifikasikan strategi yang akan dicapai untuk kemudian dilakukan proses pendetailan terhadap target pada masing-masing individu atau departement.

Langkah kedua: menjabarkan target tersebut ke dalam uraian pekerjaan. Dimana konsep pencapaian diubah menjadi suatu bentuk sistem (SOP) yang dijabarkan secara operasional untuk kemudian dikendalikan ke dalam suatu bentuk satuan operasional praktis.

Langkah ketiga: kembangkan tingkat motivasi dalam proses operasional pekerjaan yang ada. Optimalkan pemahaman mengenai waktu kerja optimal bukan waktu kerja maksimal. Hal yang terpenting adalah mengembangkan kesadaran bahwa proses pengembangan kerja diprioritaskan ke dalam peningkatan proses bukan hanya target. Berikan pemahaman arti dan nilai kompensasi adalah suatu proses pekerjaan bukan target dari individu itu sendiri ketika bekerja.

Dengan menerapkan 3 langkah ini, harapan terbesar yang akan muncul dalam perusahaan adalah pembentukan kesadaran dan persepsi yang kuat akan kualitas pekerjaan dan bukan hanya kepada suatu paksaan dalam salah satu pihak dengan pihak lainnya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Penanganan Implementasi British Retail Consortium

Pengembangan industri pangan yang kompetitif membutuhkan adanya pengenalan terhadap Standar Manajemen Internasional yang tepat dan dikenal oleh banyak negara internasional. Salah satunya adalah BRC (British Retail Consortium), dimana BRC ini merupakan salah satu sertifikasi internasional yang cukup bergengsi yang sangat dikenal memiliki kualitas kelayakan sistem yang sangat optimal.

Lalu bagaiman praktek yang tepat dalam menjalankan aplikasi sistem BRC di dalam perusahaan Anda?
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempelajari standar dari Sistem BRC itu sendiri. Proses mempelajarinya dapat dilakukan dengan melakukan aplikasi download ke dalam situs resmi BRC untuk kemudian mendapatkan standar yang dimaksud. Proses pembelajaran harus dilakukan dengan tepat, sangat optimal apabila proses pembelajaran dijalankan oleh individu yang sudah memiliki konsep dan pengalaman yang kuat di dalam bidang keamanan pangan. Namun apabila kompetensi belum memadai, tidak ada salahnya menggunakan jasa pihak ketiga yang berpengalaman di dalam bidang proses implementasi BRC itu sendiri.

Langkah kedua adalah melakukan proses penyusunan dokumen yang berhubungan dengan konsep BRC itu sendiri, di dalam langkah dan proses ini dijalankan suatu pembentukan prosedur dan penyusunan dokumen yang menjadi persyaratan wajib untuk kebutuhan dari sistem BRC dan yang akan menjadi panduan dalam kegiatan operasional yang dijalankan di lapangan.

Langkah ketiga membentuk tim audit internal, tim ini akan memiliki tanggung jawab lengkap dalam memastikan bahwa sistem keamanan pangan yang berbasiskan BRC dapat dijalankan secara maksimal di dalam perusahaan. Akan menjadi suatu proses penting untuk memastikan bahwa tanggung jawab kompetensi dari personel yang mengaplikasikan BRC tersebut dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Proses implementasi BRC tersendiri tidak terlepas dari pengaruh akan kebutuhan dari Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan, suatu komitmen manajemen menjadi bagian yang penting bahwa BRC dijalankan secara efektif. Sudahkan perusahaan Anda berkomitmen dalam menjalankan proses penanganan implementasi yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Job Description yang Tepat

Banyak perusahaan yang melihat bahwa job description adalah proses sederhana dimana penyusun job description tersebut hanya melihat sebagai suatu proses kegiatan administrasi dimana dilakukan pencatatan terhadap pekerjaan dari suatu jabatan tertentu. Perusahaan harus melihat proses penyusunan job description adalah suatu tahapan atau proses strategis yang ditetapkan untuk dapat membantu pengembangan organisasi. Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat melakukan proses penyusunan job description itu sendiri?

(1) Memahami proses operasional pekerjaan dalam ruang lingkup perusahaan
Adalah menjadi hal yang penting dalam tahapan proses ini adalah mengembangkan konsep strategis dari manajemen operasional yang dijalankan dalam perusahaan. Dimana alokasi individu dipastikan untuk berperan secara strategis dapat mengembangkan dan mengoptimalkan konsep pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan.

(2) Melakukan perumusan rancangan alokasi beban kerja berdasarkan struktur organisasi
Penetapan dan perumusan terhadap struktur organiasi yang kemudian nantinya akan dialokasikan menjadi pertanggung jawaban yang terkait dengan fungsi dan kewenangan yang ada dalam struktur organisasi yang dimaksudkan tersebut termasuk di dalamnya adalah aplikasi dari penetapan sistem yang dijalankan dalam perusahaan. Bagaimana suatu beban kerja dialokasikan untuk mencapai ketepatan berdasarkan status aplikasi pengembangan operasional dari suatu sistem tersebut dijalankan.

(3) Melakukan proses pemetaan suatu jabatan atau posisi tertentu dalam menetapkan struktur organisasi
Jabatan yang ditetapkan tersebut menjadi bagian yang sangat penting dalam menggerakkan suatu proses atau pengembangan operasional. Penetapan pemetaan dalam proses itu kemudian yang ditetapkan dalam aplikasi penyusunan kemudian dijelaskan ke dalam format uraian jabatan yang ada.

Penetapan strategis yang terkait dalam pengembangan job description menjadi suatu tahapan ataupun proses uraian jabatan yang ditetapkan dalam aplikasi pengembangan fungsi, tugas dan tanggung jawab dari suatu jabatan. Lakukan penyusunan uraian jabatan yang tepat beserta proses sosialisasinya, kembangkan referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perlukah Perusahaan Memiliki Sertifikat ISO? Refreshment Implementasi Sistem

Banyak perusahaan yang salah dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan proses pengambilan sertifikat ISO, dimana perusahaan-perusahaan tersebut melakukan proses pengambilan sertifikat hanya untuk kebutuhan tertentu saja yang nota bene untuk mengembangkan pemasaran usaha mereka bukan kepada peningkatan terhadap internal perusahaan.  Lalu apa manfaat dari suatu program sertifikasi itu sendiri?

(1) Proses penyusunan sistem dalam perusahaan

Standar dari ISO itu sendiri merupakan suatu bentuk pengembangan dari suatu sistem operasional dalam perusahaan.  Dimana sistem yang sudah dibentuk dipastikan teraudit untuk dapat terevaluasi sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan dalam Standar ISO itu sendiri.

(2) Proses pengukuran proses kerja
Dalam penerapan ISO, evaluasi dengan metode terukur menjadi suatu bentuk persyaratan untuk dapat melihat bahwa budaya untuk memastikan perbaikan secara terus menerus dilakukan. Proses evaluasi dilakukan secara rutin sebagai bentuk untuk memastikan bahwa proses tindak lanjut dijalankan untuk memastikan pencapaian target berikutnya dapat secara terus menerus dijalankan.

(3) Perbaikan pengembangan budaya perusahaan
Penerapan ISO, dapat memberikan dampak positif dalam arti pengembangan profesionalisme dan memastikan adanya budaya pembelajaran yang tidak pernah berhenti dalam perusahaan. Budaya pembelajaran ini dijalankan untuk dapat memastikan bagaimana suatu perusahaan dapat menyusun suatu mekanisme perbaikan agar perbaikan dari unit usaha dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Bagamana dengan perusahaan Anda sendiri, apabila perusahaan Anda sudah menjalankan implementasi sistem ada baiknya dilakukan refreshment implementasi agar target dari aplikasi penerapan sistem tidak hanya sekedar sertifikasi saja. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Kerangka Kerja Tahunan Perusahaan

Tidak terasa tahun akan beralih, begitu pula dengan target dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan.  Banyak perusahaan yang melewatkan begitu saja peralihan tahun ini tanpa mengerahkan segenap kemampuannya untuk mencapai target usaha yang lebih baik.  Ada baiknya dalam peralihan tahun ini, perusahaan melakukan proses pengkajian terkait dengan kebutuhan pengembangan usahanya agar mendapatkan hasil yang lebih baik.  Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus diambil oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai target perkembangan yang diharapakan.

(1) Review performa

Lakukan penilaian terkait kinerja yang sudah tercapai, sampai sejauh mana dan apa kendala yang ditemukan.  Sebuah perusahaan diharapkan dapat untuk lebih terampil dalam menetapkan suatu bentuk strategi yang diharapkan agar suatu kinerja usaha dapat tercapai paling tidak mendekati untuk tercapai.  Penetapan strategi perusahaan harus mempertimbangkan SWOT Analysis yang ada.  Bagaimana suatu performa tersebut terukur dan teridentifikasi secara strategis untuk dapat digunakan dalam menyusun target ke depannya.

(2) Penentuan langkah dan target strategis

Dalam menentukan langkah strategis hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi dari kinerja organisasi yang dimaksudkan tersebut.  Bagaimana dari proses penetapan kerangka kerja tersebut disesuaikan dengan ruang lingkup fungsi dan kinerja tanggung jawab kinerja sesuai dengan manajemen organisasi yang ada.  Bagaimana suatu tahapan dari langkah strategis ditetapkan dalam organisasi yang dimaksud.

(3) Proses Penetapan Metode Evaluasi Kinerja

Hal yang sangat penting yang perlu dikembangkan dalam suatu tahapan pentapan proses pengukuran terhadap penetapan metode dan evaluasi sistem kinerja yang akan ditetapkan.  Bagaimana tahapan dari proses evaluasi tersebut akan dikembangkan, maka alur penetapan evaluasi harus dijalankan di mana di dalamnya akan menetapkan suatu tahapan proses evaluasi kinerja yang tepat maka tahapan optimalisasi dari suatu bentuk prosedur dan pengembangan kinerja akan dapat menjadi lebih optimal dan sesuai dengan mekanisme operasional yang akan ditetapkan.

Kerangka kerja perusahaan hendaknya menjadi suatu format dinamis yang disesuaikan dengan ruang lingkup dan proses operasional yang ada di dalam perusahaan.  Dimana penetapan target perusahaan seharusnya menjadi suatu bentuk stimulus yang akan memotivasi kinerja komponen yang ada di dalam perusahaan, bukan menjadi aspek yang justru menimbulkan de-motivasi pada diri karyawan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Menyusun ISO 9001

Apakah perusahaan Anda tertarik untuk menerapkan ISO 9001? Banyak perusahaan melihat kepentingan penyusunan ISO 9001 adalah hanya untuk kebutuhan sertifikasi saja sehingga menyerahkan seluruh penyusunan ISO 9001 kepada konsultan dan berharap bahwa konsultan yang dapat mengerjakan seluruhnya.  Mungkin benar, apabila tujuan akhir dari perusahaan adalah untuk mendapatkan sertifikasi, namun apabila tujuan dari program ini adalah untuk pemeliharaan dan perbaikan perusahaan, tentunya peranan konsultan harus menjadi pertimbangan utama.

repasil071200188

Dalam menjalankan fungsi dalam proses pengembangan sistem sertifikasi ISO 9001, perusahaan dapat mengalokasikan peranan konsultan adalah sebagai berikut:

(1) Trainer dalam penyusunan Sistem ISO 9001 dan Internal Audit

Dalam menyusun program ISO 9001, pastikan karyawan perusahaan mendapatkan informasi yang jelas dalam proses aplikasi standar klausul ISO 9001 dalam organisasi.  Memahami inti dasar dari manfaat ISO 9001 dan bagaimanan mengaplikasikan klausul-klausul yang ada dalah nilai yang penting dibandingkan dengan hanya memahami standar klausul secara text book referensi.

(2) Fungsi konsultan dalam membantu proses pemecahan masalah

Tujuan utama bagi perusahaann yang harus dipahami bukanlah hanya ISO 9001 saja, namun juga harus mempertimbangkan target untuk memperbaiki aspek strategi bisnis yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Penggunaan ISO 9001 sebagai sarana pengkajian dan perumusan ulang terhadap sistem yang dibentuk dalam organisasi memberikan pengaruh yang positif dibandingkan hanya dengan sekedar lembaran sertifikasi.  Pengalaman dan teknik pemecahan masalah adalah hal penting yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memastikan proses pemecahan masalah dijalankan oleh organisasi/ perusahaan.

(3) Fungsi Pendampingan dan Pengarahan Aplikasi Sistem

Inilah hal yang sangat penting dijadikan patokan mengenai bagaimana suatu sistem dapat dijalankan tanpa mengesampingkan pola kerja dan budaya lama yang sudah terbentuk.  Banyak perusahaan akhirnya menggunakan Sistem ISO 9001 hanya sebagai “sistem sampingan” artinya proses yang ada hanya sebagian dimanipulasi mengikuti Sistem ISO 9001, namun sistem aktualnya sangatlah jauh berbeda.  Fungsi dan peranan konsultan dalam mengarahkan dan memberikan bimbingan strategis yang dapat secara tepat dan akurat menciptakan konsep strategis dari suatu aplikasi sistem yang ada.

Siasatilah penggunaan konsultan ISO dalam perusahaan, manfaatkan secara strategis jasa konsultan ISO ke dalam program perbaikan bisnis dalam organisasi Anda tidak hanya sekedar untuk mendapatkan proses sertifikasi saja. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan program sertifikasi ISO 9001 dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Mengembangkan Kinerja Tim dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam beroperasi dan berkembang secara strategis dikarenakan adanya masalah dengan kinerja tim.  Dalam beberapa kesempatan, seringkali ditemui perusahaan memiliki kemampuan untuk melakukan proses rekruitmen karyawan dengan kapasitas manajemen yang tinggi, tapi akhirnya menjadi melempem hanya disebabkan budata kinerja tim tidak muncul dalam perusahaan yang dimaksud.  Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat mengoptimalkan kinerja tim dalam organisasi.

ist1_1259811_training

(1) Mengembangkan sistem manajemen pelatihan

Pengembangan program pelatihan yang berbasiskan kinerja tim merupakan suatu langkah strategis yang dapat diaplikasikan dalam suatu program dan mekanisme kinerja internal dalam organisasi.  Program pelatihan yang dikelola dengan mengkombinasikan suatu bentuk konsep pemahaman yang kuat bahwa performa perusahaan juga sangat tergantung ke dalam performa kinerja kelompok yang ada dalam organisasi.

(2) Pengembangan program penilaian karyawan berbasiskan pada kinerja tim

Akan menjadi suatu langkah yang tepat bagi organisasi apabila dilakukan proses pengembangan kombinasi antara performa individu dan performa kelompok dalam proses evaluasi kinerja.  Dimana nilai proporsional keberhasilan kinerja tim juga terukur untuk dapat mengoptimalkan kinerja tim yang optimal.

(3)Program seleksi dan evaluasi karyawan

Kekuatan tim sangat terpengaruh kepada konsep leadership yang muncul pada posisi atas, namun bukan berarti bahwa karyawan level bawah tidak dipupuk aspek kepemimpinannya.  Program seleksi dan evaluasi karyawan yang tepat dan profesional, dapat membantu untuk mendapatkan kelompok karyawan yang bekerja berbasiskan atas profesionalitas dan kepatuhan terhadap peraturan maupun disiplin kerja yang dijalankan bersama-sama dalam organisasi.

(4) Penyusunan Sistem

Ada baiknya untuk memulai membentuk sistem kerja berbasiskan pada aspek profesionalisme, mendudukkan fungsi berdasarkan suatu penjelasan tertulis dan sistematis yang dapat mengalokasikan beban kerja dalam organisasi ke dalam fungsi yang tepat, sehingga konsep P (Planning), D (DO), C (Check) dan A (Action) dapat dijalankan secara tepat dan profesional.

Lakukan pengembangan kinerja tim sebagai bentuk budaya manajemen organisasi perusahaan.  Pertimbangkan untuk mendapatkan informasi referensi eksternal yang tepat, agar perusahaan Anda dapat berkembang secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Sistem Preventive Maintenance dalam Sistem HACCP

Dalam melakukan kegiatan penyusunan sistem, khususnya sistem industri pangan, pengembangan sistem yang terkait dengan proses pemeliharaan dan pengembangan maintenance adalah suatu konsep yang penting untuk diperhatikan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun sistem pemeliharaan pada industri pangan itu sendiri. Lalu apa saja yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem preventive maintenance itu sendiri.

(1)  Pengembangan Jadwal Pemeliharaan yang Tepat

Kegiatan dalam preventive maintenance ditujukan untuk mengembangkan konsep mencegah bukan memperbaiki.  Menyusun suatu bentuk sistematis proses untuk memastikan adanya suatu kegiatan pemeliharaan yang tepat sebelum penyimpangan muncul.  Mengapa hal ini menjadi suatu bentuk hal yang sangat penting dalam industri pangan?  Industri pangan adalah jenis industri yang memiliki konsep mencegah bukan memperbaiki, jadi adalah suatu hal yang sangat penting agar dapat memastikan bahwa proses dan perencanaan produksi dijalankan secara tepat.  Penyimpangan terhadap pemeliharaan mesin dapat memberikan resiko kepada kualitas bahkan keamanan pangan pada produk itu sendiri.

(2) Proses Aplikasi Sistem Kalibrasi

Penyusunan sistem kalibrasi ditetapkan sebagai bagian dari proses verifikasi HACCP.  Kegiatan kalibrasi yang tepat dan akurat dapat diaplikasikan secara maksimal untuk dapat memastikan bahwa program kalibrasi yang ditetapkan tersebut dapat menjaga standar validasi dari suatu konsep keamanan pangan yang ditetapkan dalam suatu proses keamanan pangan itu sendiri. Banyak hal yang menarik untuk diperhatikan bahwa dalam kegiatan kalibrasi dan verifikasi harus dapat memastikan bahwa kegiatan preventive maintenance adalah memastikan bahwa sistem kalibrasi dan verifikasi juga dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat.

(3) Proses Optimalisasi dan Pengembangan Pengukuran

Kegiatan dalam proses operasional dari proses preventive maintenance yang dapat menunjang kegiatan pengukuran parameter keamanan pangan.  Ketidaksesuaian dalam pengukuran ini dapat mengakibatkan kemunculan resiko keamanan pangan yang tinggi yang mana sebelumnya sudah dipertimbangkan untuk dapat dievaluasi pada bagian parameter pengukurannya.

Dalam menyusun sistem manajemen keamanan pangan pertimbangan untuk melakukan program preventive maintenance untuk dapat mengoptimalkan sistem manajemen keamanan pangan (HACCP) . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)