Bagaimana Menyusun Standard Operating Procedure untuk Manufacturing?

Adalah suatu hal yang penting dan strategis bagi setiap perusahaan dalam memiliki sistem yang reliable dan efektif. Begitupula pada sektor manufacturing, dimana tingkat kebutuhan dan kepentingan untuk menyusun Standard Operating Procedure adalah hal yang sangat penting untuk dijalankan.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun SOP khusus untuk sektor industri dan manufacturing:

(1) Lakukan proses pembelajaran alir proses produksi
Hal yang terpenting yang dapat dijalankan untuk melakukan proses penyusunan SOP adalah menetapkan alir proses dalam kegiatan produksi. Pelajari karakter operasional dari proses produksi yang dijalankan untuk kemudian memastikan bagaimana tahapan proses produksi dijalankan.

(2) Lakukan proses identifikasi terhadap business process
Pelajari proses operasional secara menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah tata cara penjualan yang dijalankan dalam proses operasional produksi. Untuk kemudian mendapatkan ketetapan operasional proses untuk kemudian menetapkan SOP yang akan dibentuk.

(3) Pemahaman metodologi perencanaan produksi
Di dalam kegiatan produksi, adalah sangat penting untuk menetapkan perencanaan dalam proses produksi. Pembentukan PPIC (Production Planning dan Inventory Control) adalah sangat penting untuk memastikan bagaimana suatu proses produksi akan dijalankan secara tepat dan akurat.

(4) Proses penyusunan laporan produksi
Bagaimana tata cara dan mekanisme laporan produksi dijalankan, untuk memastikan bahwa laporan produksi tersebut itu akurat maka harus dipastikan adanya sistem verifikasi yang tepat dan optimal.

(5) Kaitan dengan Budget Operasional
Penyusunan SOP yang tepat dapat kemudian memastikan bahwa operasional perusahaan dapat dipastikan terukur dan terencana secara optimal dan akurat. Kembangkan format dan pengukuran-pengukuran yang tepat agar budget operasional perusahaan Anda dapat dikendalikan secara tepat dan maksimal.

Menarik untuk dicermati bagaimana suatu perencanaan operasional dapat dikendalikan secara tepat dan maksimal. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dan optimal untuk memperbaiki sistem manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Kontrak Kerja Karyawan

Di dalam perusahaan adalah suatu hal yang penting dalam menyusun rumusan kontrak kerja antara perusahaan dengan karyawan. Perusahaan dan karyawan harus secara cermat dalam melakukan proses pengkajian terhadap rumusan kontrak kerja yang telah dibuat.

Dalam beberapa hal, proses dan faktor yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan perumusan kontrak kerja adalah sebagai berikut:

(1) Kesesuaian dengan peraturan dan perundangan
Ada baiknya ketika melakukan proses penyusunan kontrak kerja, perusahaan terlebih dahulu mempelajari aturan terkait dengan status persyaratan perundangan. Agar penetapan kontrak kerja tidak bermasalah atau dapat menjadi delik hukum.

(2) Kesesuaian dengan prinsip status kepegawaian
Pastikan jenis status kepegawaian yang ditetapkan untuk karyawan tersebut, apakah akan menjadi karyawan tetap, kontrak, freelance atau harian lepas. Setiap jenis karyawan tersebut memiliki perumusan kontrak yang berbeda.

(3) Pastikan informasi mengenai hak dan tanggung jawab
Tetapkan mengenai hak dan tanggung jawab yang dipersyaratkan pada karyawan yang dimaksud. Termasuk di dalamnya adalah kaitan dengan penetapan jaminan kerahasiaan yang harus dijaga oleh karyawan ketika bekerja.

(4) Penetapan status kode etik dan peraturan perusahaan
Aturan terhadap kode etik dan peraturan perusahaan, juga harus dipastikan tersedia sebagai jaminan agar karyawan tidak melihat kontrak, peraturan dan kode etik adalah hal yang terpisah.

Bagaimana di perusahaan Anda, apakah kontrak sudah terumuskan dengan tepat? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan perumusan kontrak kerja. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Business Plan Perusahaan

Tanpa terasa proses perhitungan tahun ini akan segera berganti dan kita pun akan merasakan adanya tantangan baru untuk lebih berkembang dan mengoptimalkan dari kinerja bisnis.  Dalam suatu bentuk kerangka strategis, suatu konsep perencanaan adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan konsep ke depan dari perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimana suatu perusahaan akan membuat business plan dalam perusahaannya?

Langkah pertama adalah merumuskan produk
Melakukan proses perumusan terhadap produk yang akan diproduksi oleh perusahaan untuk diproduksi. Dari produk yang akan dihasilkan tersebut, kemudian ditetapkan komponen penyusunan produk yang dimaksud.

Langkah kedua adalah menetapkan kerangka kerja perusahaan
Proses penetapan kerangka kerja perusahaan dijalankan dengan menyelaraskan antara visi dan misi perusahaan serta manajemen operasional yang akan dijalankan dalam perusahaan tersebut. Kerangka kerja perusahaan ditetapkan dalam bentuk jangka pendek dan jangka panjang.

Langkah ketiga adalah memastikan adanya suatu feasibility terhadap analisis pemasaran.
Dimana dalam kegiatan ini, harus dipastikan bahwa produk yang akan dijalankan oleh perusahaan memiliki aspek feasibilitas yang kuat bagi organisasi. Perusahaan dapat menjalankan proses dengan melakukan survey pasar dalam melihat bahwa rasio kewajaran dapat dijalankan bagi usaha yang dimaksudkan tersebut.

Langkah keempat adalah dengan melakukan proses kajian keuangan
Proses kajian keuangan dijalankan dengan melakukan evaluasi terhadap status nilai asset yang ada untuk kemudian dilakukan perumusan terhadap nilai jual produk yang akan ditawarkan.

Langkah kelima adalah dengan memastikan adanya status pengendalian operasional, yaitu Standard Operating Procedure.
Dimana SOP ini menjadi bagian yang penting dalam memastikan bahwa proses operasional dapat dijalankan sesuai kebutuhan dan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Lakukan proses penyusunan business plan sebagai proses pengembangan strategis dari optimalisasi usaha Anda. Pencarian referensi eksternal yang tepat dapat dijalankan untuk mengoptimalkan strategi business plan yang akan dikembangkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

KPI Sebagai Pengubah Budaya Perusahaan

Banyak perusahaan berkeinginan untuk mengembangkan budaya perusahaannya agar mencapai nilai optimal dan positif. Namun banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika melakukan proses pengembangan budaya perusahaan.

Banyak penyebab yang menyebabkan budaya perusahaan sulit diubah, namun salah satu strategi yang penting dijalankan adalah dengan mengoptimalkan fungsi strategis dari performance management. Bagaimana perusahaan menggunakan kemampuan dan strategis pengukuran kinerja sebagai pengubah budaya?

Hal yang pasti dari perubahan itu sendiri terbentuk karena adanya pengukuran. Penetapan dan penyusunan yang terkait dengan kinerja perusahaan dioptimalkan sebagai bentuk penetapan ukuran sampai sejauh mana individu dari organisasi itu telah berubah.

Upaya pengukuran dengan suatu bentuk pengukuran yang obyektif adalah hal yang penting dalam meminimalkan konflik yang terbentuk dari perubahan. Data dan nilai kinerja terukur dalam bentuk bukti yang nyata. Penetapan skema indikator dari proses penetapan pengukuran ini adalah hal penting yang secara strategis dapat dikembangkan ke dalam fungsi operasional sistem.

Untuk menyusun KPI yang tepat bagi perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah-langkah dalam Menyusun Evaluasi Jabatan

Perusahaan Anda mengalami masalah dengan penempatan karyawan? Atau membutuhkan proses desain ulang dari bentuk organisasi yang ada saat ini? Sebelum melakukan proses pendesaianan organisasi, maka perusahaan sebaiknya melakukan proses evaluasi jabatan.

Lalu bagaimana proses analisis jabatan dijalankan.

(1) Melakukan proses analisis terhadap konsep organisasi yang ada saat ini
Lakukan proses interview untuk dapat melakukan proses evaluasi dalam menilai konsep organisasi yang dijalankan. Bagaimana pengembangan struktur dari organisasi yang ada saat ini diimplementasikan secara tepat dan diinterpretasikan dalam proses pelaksanaannya.

(2) Proses interview
Lakukan proses interview terhadap pelaku proses untuk mendapatkan detail dari proses yang dijalankan.

(3) Penyebaran kuesioner
Lakukan proses penyebaran kuesioner untuk memastikan bahwa evaluasi pekerjaan tergambarkan dalam dimensi analisis jabatan yang termuat dalam kuesioner yang dimaksudkan tersebut. Kuesioner dapat dikembangkan dengan menggunakan metode kuesioner Hay untuk dapat mengoptimalkan fungsi penggunaannya.

(4) Proses analisis kuesioner
Lakukan proses analisis kuesioner yang telah disebarkan tersebut untuk kemudian mendapatkan rekapitulasi dari data yang ada.

(5) Proses pemetaan jabatan
Tetapkan pemetaan jabatan tersebut untuk kemudian digambarkan ke dalam bentuk lapisan (level dalam jabatan).

Jalankan proses evaluasi jabatan secara tepat, sebelum melakukan proses perubahan organisasi. Lakukan proses evaluasi jabatan dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat, agar mendapatkan hasil yang efektif dan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Unit SDM Sebagai Penggerak Organisasi

Bagaimana suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik? Banyak perusahaan gagal untuk mentransformasikan perkembangan sehingga perkembangan akhirnya menjadi beban yang tidak ada habisnya bagi perusahaan, di lain pihak adanya sistem baru dengan nilai investasi yang cukup tinggi namun gagal untuk dapat mengoptimalkan dan meningkatkan peranan strategisnya dalam bisnis.
logos061000112

Lalu bagaimana cara yang tepat dan optimal untuk meningkatkan nilai sistem yang sudah Anda miliki. Salah satu metode yang paling tepat adalah dengan meningkatkan potensi leadership di dalam unit usaha Anda. Leader merupakan salah satu pembawa perubahan yang kuat untuk memastikan perubahan dijalankan secara tepat dalam bisnis. Memperkuat aspek leadership di dalam elemen perusahaan Anda adalah seperti memperkuat multilevel point yang ada dalam setiap titik strategis dalam usaha Anda. Bagaimana membuat pola pikir dari karyawan adalah berprinsip pada ownership yang kuat, dimana karyawan Anda sendiri dapat menjadi bagian terpenting dari agen perubahan dalam organisaasi/perusahaan Anda.

Pengembangan konsep leadership pada setiap lini ini, membutuhkan bantuan yang kuat dari unit kerja SDM untuk dapat lebih meningkatkan lagi nilai strategisnya. Unit kerja SDM di perusahaan Anda harus lebih dikembangkan untuk tidak hanya menjadi penggerak sistem secara administrasi kepersonaliaan saja, tapi juga sebagai bagian dari bagaimana teknik implementasi kepemimpinan dijalankan dalam unit usaha Anda melalui dengan sistem rekruitmen, pelatihan serta penilaian karyawan. Adalah hal yang penting dan positif bagi unit usaha Anda untuk dapat lebih mengoptimalkan pengembangan dan strategi tersebut untuk perpanjangan bisnis yang lebih kuat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Slow Down Time? Change Time?

Perusahaan Anda sekarang sedang dalam kondisi menurun, baik dalam penjualan maupun aktivitas rutinnya? Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk memastikan adanya perbaikan dan pengembangan manajemen organisasi dari perusahaan. Langkah apa yang perusahaan harus jalankan?

(1) Pengembangan investasi terhadap sumber daya manusia
Dalam masa sepinya aktivitas dalam perusahaan, manajemen dapat menginvestasikan sebagian besar waktunya untuk mengoptimalkan manajemen pelatihan kepada karyawannya. Lakukan proses evaluasi untuk melihat sampai sejauhmana karyawan Anda memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Juga memastikan bagaimana pelatihan dapat dijalankan untuk dapat menghasilkan suatu pemenuhan persyaratan optimal sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Perbaikan sistem kerja
Dalam proses slow down ini perusahaan dapat mereview kembali SOP yang telah digunakan, dimana di dalamnya adalah memastikan bahwa SOP itu sudah sesuai dengan business process yang akan dikembangkan oleh perusahaan atau yang paling tepat dalam perusahaan. Tim organisasi diminta untuk melakukan analisis dan mengoptimalkan proses perbaikan kinerja organisasi. Penyusunan ulang SOP dan KPI dapat menjadi langkah strategi perusahaan untuk dapat terus mengoptimalkan sistem perusahaan agar target perusahaan tercapai dengan baik.

Slow down bukan hanya dirasakan oleh sebagaian kecil perusahaan, seluruh perusahaan juga mengalami kondisi ini. Langkah strategis harus dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan meningkatkan efektifitas dan memastikan bisnis yang dijalankan adalah efisien. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Menyusun Business Process

Ketika suatu organisasi akan mengembangkan pola sistem dari proses operasional, maka hal yang terpenting dari organisasi tersebut adalah menyusun business process. Mengapa dibutuhkan business process? Dari business process lah suatu organisasi diidentifikasi kebutuhan akan Standard Operating Procedure, Job Description bahkan melakukan penetapan beban kerja dari organisasi itu sendiri. Lalu bagaiman proses penyusunan business process tersebut dapat dijalankan?

Langkah pertama, perusahaan/ organisasi mendeskripsikan jenis produk yang dihasilkan. Dimana seluruh produk harus didefinisikan menjadi produk akhir (yang langsung digunakan oleh pelanggan dan merupakan hasil output akhir dari perusahaan) dengan produk intermediate yaitu produk antara dari hasil proses dari unit kerja yang ada dalam organisasi.

Langkah kedua, melakukan proses penjelasan yang terkait dengan seluruh aktivitas kerja dan proses operasional yang dihasilkan oleh organisasi. Setiap tahapan dijelaskan secara mendetail dengan memperhatikan input dan output dari proses yang dihasilkan sampai dengan seluruh produk diselesaikan.

Langkah ketiga, menetapkan referensi-referensi yang ditetapkan terkait dengan penetapan jaring proses yang terbentuk. Dimana proses harus memperhatikan kebijakan ataupun aturan normatif yang berlaku dalam perusahaan, khususnya berkaitan dengan proses evaluasi dan pengambilan keputusan dalam proses.

Langkah keempat, lakukan proses penetapan service level dari setiap tahapan sehingga organisasi dapat melakukan proses pengukuran beban kerja secara tepat dan maksimal.

Ada baiknya perusahaan melakukan proses penyusunan business process untuk memperbaiki sistem dan penetapan alokasi sumber daya manusia dalam organisasi. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memaksimalkan implementasi sistem guna menunjang perkembangan organisasi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Internal Audit BRC Versi 6

Perusahaan industri pangan, melihat bahwa investasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk investasi yang mahal. Namun apakah perusahaan itu sendiri sudah melakukan proses perhitungan kualitas mutu dari ketiadaan sistem serta dampakanya dalam organisasi. Suatu konsep investasi yang sangat menguntungkan untuk suatu keputusan jangka panjang.

BRC sebagai salah satu Sistem Manajemen Keamanan yang sudah dipercaya oleh GFSI (Global Food Safety Institute) merupakan suatu sistem yang sangat tepat untuk diaplikasikan oleh perusahaan, khususnya untuk industri perikanan dan industri yang terkait erat dengan aspek retail. Dalam Sistem BRC, perusahaan harus dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan terpenuhi sesuai dengan peraturan salah satunya adalah dengan memastikan adanya tim auditor yang kuat dan optimal dalam memastikan adanya program audit intensif dalam perusahaan. Lalu bagaimana langkah yang harus dijalankan oleh tim BRC yang ada dalam internal perusahaan?

Langkah yang paling penting adalah dengan mengikuti program pelatihan audit BRC. Dalam kegiatan audit BRC ini, harus dapat dipastikan bahwa aplikasi dan pengembangan program BRC dijalankan secara tepat dan efektif untuk dapat mengoptimalkan fungsi auditor.

Program pelatihan yang ditawarkan adalah terdiri atas 3 hari pelatihan, yaitu:
(1) Hari pertama
– Pemahaman klausul-klausul yang ada dalam BRC
– Proses penyusunan checklist BRC
(2) Hari kedua
– Workshop audit internal BRC
– Proses implementasi kegiatan BRC
– Simulasi audit
(3) Hari ketiga
– Teknik penyusunan laporan
– Proses verifikasi hasil audit
Diharapkan dengan mengikuti 3 hari pelatihan ini, perusahaan dapat memiliki auditor yang kompeten dalam menjalankan proses audit. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penempatan Leader dalam Manajemen Perubahan dalam Organisasi

Banyak perusahaan yang mempertanyakan bagaimana cara mengubah budaya perusahaan secara tepat dan efektif. Melakukan proses penggantian logo atau dengan melakukan perubahan besar-besaran terhadap sistem. Dalam banyak hal, perusahaan yang telah menjalani seluruh perubahan sistem seringkali gagal dalam melaksanakan proses perubahan. Lalu dimana letak kesalahan perubahannya?
gehringj080100046

Perusahaan banyak melupakan pentingnya mengembangkan fungsi leader dalam perusahaan. Ketika perusahaan tidak membangun fungsi ini secara tepat, maka yang muncul lebih kepada individu yang “hanya” menjabat sebagai manajer saja tanpa ada kehandalan untuk menjadi seorang leader.

Fungsi utama leader dalam manajemen perubahan adalah memastikan komitmen tim secara utuh bersatu dengan rencana strategis yang diciptakan oleh perusahaan. Pertimbangan terhadap penyimpangan adalah suatu kesalahan yang mengakibatkan sistem tidak terlaksana. Kebutuhan leader sebagai agent of change adalah mengendalikan setiap penolakan yang muncul dari komponen organisasi untuk memastikan bahwa fungsi strategis kembali ke dalam sistem yang dipersyaratkan.

Sekarang, apakah leader di perusahaan Anda sudah berperan sebagai agent of change yang tepat dan efektif? Perlu proses pembelajaran secara komprehensif untuk memaksa fungsi leader tersebut dijalankan. Adalah benar apabila leader adalah suatu fungsi yang terpisah dari jabatan, namun perusahaan harus “memaksa” jabatan dalam memunculkan komponen leader yang ditetapkan tersebut.

Apakah Anda ingin mengembangkan fungsi leader dalam rantai perubahan yang ada dalam organisasi Anda? Lakukan proses perubahan manajemen yang tepat dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)