Pentingnya Coaching dan Counseling dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melihat fungsi departemen sumber daya manusia hanya sebagai penjaga strategis dalam memastikan kebijakan dan peraturan terimplementasi.  Akibatnya banyak perusahaan mengalami konflik yang disebabkan adanya perasaan untuk menjalankan aturan dengan paksaan.  Konsep pemberian aturan dan strategis dalam mengelola manusia adalah suatu bentuk seni yang menarik untuk dikaji, karena bagaimana pun juga mengelola manusia itu sangat membutuhkan pengetahuan dan pengalaman.

Lalu muncul pertanyaan apakah mengelola manusia hanya menjadi tanggung jawab dari pihak dan unit kerja HRD saja namun juga dibutuhkan kepada pihak pimpinan unit perusahaan agar dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja.  Salah satu hasil survey, menyatakan bahwa ketidakcocokan dengan atasan dapat menjadi faktor utama mengapa seorang karyawan keluar dari perusahaan.  Ada baiknya bagi perusahaan untuk melakukan program pengembangan dan optimalisasi konsep coaching dan counseling sebagai bagian dari penetapan fungsi dan kinerja manajer yang ada dalam perusahaan, sehingga tidak menjadi tangung jawab unit HRD semata.

Fungsi Coaching

Penerapan fungsi coaching sangat dibutuhkan untuk proses pendampingan atau orientasi kepada individu yang ada dalam perusahaan untuk mengasah skill yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan dalam memastikan adanya kesesuaian kompetensi dengan jabatan yang ditetapkan tersebut.  Contoh seperti fungsi coaching yang terkait dengan peranan dari fungsi sales, yang mana membutuhkan pengembangan dan optimalisasi dari kapasitas dan keahlian dari kompetensi sales yang ada dalam perusahaan.  Fungsi dan pengembangan perananan sales ini menjadi aspek yang utama untuk dioptimalkan dalam peranan coaching dibandingkan training.

Konsep coaching, memungkinkan individu untuk dinilai langsung di lapangan.  Sehingga ketika ditemukan penyimpangan, langsung dapat diperbaiki.  Sedikit berbeda dengan fungsi pelatihan, yang mana individu diminta untuk mempraktekan secara langsung dan proses perbaikan juga dijalankan secara langsung.

Fungsi Counselling

Fungsi counselling adalah tahapan proses konsultasi yang ditetapkan untuk melakukan proses konsultasi kepada karyawan lebih berkaitan kepada peningkatan motivasi yang ditetapkan oleh karyawan tersebut.  Bagaimana suatu tahapan pengembangan motivasi dijalankan agar kinerja menjadi sesuai jalur.  Proses counselling juga dapat berguna sebagai bentuk optimalisasi dan pengembangan terhadap konsep pengendalian emosional, konflik ataupun pengubahan mindset dari karyawan.  Pendekatan secara personal diharapkan dapat membentuk persepsi positif yang dapat menciptakan performa kerja yang optimal terhadap output perusahaan itu sendiri.

Melakukan program coaching dan counselling adalah strategi yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis dalam perusahaan Anda.  Bagaimana tahapan proses implementasi program, gunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan fungsi coaching dan counselling dalam perusahaan Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Satu Langkah Menuju ISO 9001:2008

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP)? Apakah sudah diimplementasikan dengan baik? Apabila dua pertanyaan tersebut adalah sudah dijalankan, berarti perusahaan Anda sudah saatnya untuk memikirkan penerapan ISO 9001:2008.  Apakah menerapkan ISO 9001:2008 merupakan suatu teknik dan strategi yang sulit?

Pada prinsipnya apabila perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure, maka penerapan dan implementasi ISO adalah hal yang merupakan “satu langkah” untuk lebih maju.  Lalu tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan?

(1) Pelatihan Persyaratan ISO 9001:2008

Lakukan proses pengembangan sistem implementasi manajemen untuk kegiatan Sistem ISO 9001:2008.  Dalam kegiatan pelatihan ini, dipastikan seluruh karyawan memahami konsep-konsep yang terkait dengan program ISO.  Bagaimana penerapan yang tepat dalam SOP perusahaan dikaji dan dianalisis dalam persyaratan ISO 9001:2008 yang ada.  Pengembangan konsep ini menjadi penting dan kritikal karena SOP yang dimiliki oleh perusahaan akan dilakukan proses pembedahan secara akurat untuk menganalisis kecukupannya terhadap standar ISO.

(2) Pengkajian dokumentasi

Lakukan pengkajian terhadap dokumen yang dimiliki untuk melihat tingkat kecukupan dari dokumen yang dimiliki tersebut.  Koreksi dan tambahkan Standard Operating Procedure di perusahaan Anda, agar terjadi kesesuaian dengan Standard Operating Procedure.

(3) Tetapkan tim internal audit

Bentuk dan latih tim auditor Anda untuk menjadi auditor ISO 9001:2008.  Sulitkah? Perusahaan Anda dapat melakukan proses pencarian provider yang tepat dan memadi untuk melakukan program audit internal.  Lakukan pengembangan secara tepat dan optimal di lapangan untuk mengefektifkan evaluasi penerapan sistem.

Pertimbangkan penerapan program ISO 9001:2008 sebagai tahapan strategi bisnis Anda untuk menjadi lebih kompetitive dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat sebagai pendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Mengapa Turnover Karyawan di Perusahaan Anda Tinggi?

Beberapa perusahaan mengalami permasalahan dengan menjaga masa retensi karyawan yang ada dalam perusahaannya.  Bahkan di sebagian besar perusahaan, justru dengan semakin meningkatnya bisnis perusahaan tersebut akan dibarengi dengan tinggi tingkat turn over dari karyawan tersebut, mengapa demikian?

Banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa aspek turnover karyawan di perusahaan meningkat, dan anehnya muncul ketika pertumbuhan bisnis perusahaan juga meningkat. Alasan-alasan yang melatarbelakangi tingginya angka turnver karyawan dalam perusahaan.

(1) Tidak adanya pengembangan kompetensi yang memadai

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya organisasi, semakin besar tingkat kesulitan dan beban kerja yang dimiliki oleh karyawan.  Apabila beban kerja tersebut tidak dikelola dengan baik, maka terdapat beberapa karyawan yang mengalami peningkatan beban kerja yang diterima.  Tanpa diakomodasi dengan pemberian kompetensi tentu masalah ini akan menyebabkan karyawan merasa terjebak, karena dituntut untuk menjalani suatu hal yang mustahil dilakukan.

(2) Tidak adanya jenjang karir di perusahaan

Salah satu aspek ketidakpuasan bekerja, yang pernah disurvey, adalah adanya kekhawatiran akan akses untuk mencapai jenjang karir yang tinggi  dalam perusahaan.  Perusahaan yang tidak memikirkan ini, akan menyebabkan karyawan merasa bosan berada dalam situasi dimana tidak ada perubahan karir maupun kelas jabatan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

(3) Iklim perusahaan

Salah satu penyebab banyak karyawan yang keluar dari suatu perusahaan adalah kondisi iklim perusahaan yang tidak memadai, dalam arti kata di dalam perusahaan banyak sekali ditemukan office conflict yang menyebabkan adanya solusi yang tidak efektif dalam pemecahan masalah.  Perusahaan tidak menjalankan learning system yang “memaksa” komponen individunya untuk menggunakan teknik pemecahan masalah yang tepat.

(4) Faktor kompensasi

Ketidaksesuaian dalam menerapkan sistem kompensasi, dimana sistem yang dimiliki tidak membedakan fungsi produktivitias, supporting dan strategis.  Hal ini dapat menyebabkan adanya perasaan “tidak adil” pada diri karyawan yang disebabkan sistem kompensasi yang ada tidak menyebabkan adanya peningkatan performa dan produktivitas yang memadai antar karyawan.

(5) Tidak adanya sistem (Standard Operating Procedure)

Salah satu penyebab karyawan keluar adalah tidak terimplementasikannya Standard Operating Procedure dalam perusahaan, hal ini dapat mengakibatkan karyawan bekerja di luar hal yang menjadi kapasitasnya.  Namun dengan catatan dalam arti proporsional sesuai kompetensi dan kapasitas.  Jalur instruksi yang tidak berjalan, menyebabkan dapat munculnya by pass system, sehingga karyawan tertentu memiliki banyak “atasan” yang dapat memaksa karyawan tersebut bekerja dengan beban yang sangat tinggi.

Melakukan proses perbaikan internal perusahaan adalah hal yang penting dilakukan bagi perusahaan untuk meningkatkan retensi karyawan.  Lakukan proses implementasi dan perubahan sistem untuk dapat mengakomodasi pengembangan sistem sumber daya manusia di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain SOP untuk Sistem Manajemen Pergudangan

Adalah menjadi hal yang sangat penting bagaimana suatu sistem pengadaan dan inventory dikelola secara sistematis dengan bentuk pengendalian dokumentasi yang terkait dengan manajemen operasional perusahaan.  Pertimbangan untuk melakukan proses pengembangan manajemen, membuat adanya identifikasi terhadap kebutuhan Standard Operating Procedure (SOP) dalam bisnis operasional perusahaan.  Standard Operating Procedure yang akan ditetapkan dan diimplementasikan dalam manajemen bisnis tidak hanya berkaitan dengan pencatatan stock saja namun juga terkait dengan tahapan proses analisis data untuk dianalisis pada informasi kecukupan dari data stock.

Bagaimana tata cara yang tepat untuk menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk manajemen pergudangan.

(1) Lakukan proses penetapan uraian pekerjaan

Penetapan satuan unit kerja operasional yang terkait dengan manajemen pergudangan yang ditetapkan dalam perusahaan.  Inti dari prinsip manajemen pergudangan harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan administrasi, proses inspeksi, serta proses koordinasi.  Ketiga fungsi ini sebaiknya dipisahkan untuk menghindari terjadi penyimpangan dalam penyimpanan dan pengelolaan sistem inventory perusahaan Anda.

(2) Menyusun alir kerja proses

Menetapkan tahapan-tahapan kerja yang dilakukan oleh petugas gudang, dimulai dari proses penerimaan barang, pemeriksaan, penyimpanan serta pengeluaran barang.  Tahapan ini harus dipastikan dilakukan oleh karyawan dengan menerapkan konsep Planning, Do, Check, Action (PDCA) dimana perencanaan terhadap sistem dijalankan dalam bentuk adanya jadwal proses pemeriksaan inventory yang tepat, proses pemeriksaan, evaluasi status stock serta pengeluaran barang sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(3) Membuat catatan terdokumentasi

Membuat kumpulan catatan yang digunakan sebagai bentuk verifikasi terhadap aktivitas data pergudangan.  Pastikan kolom informasi yang terkait dengan authorisasi penyimpanan, pencatatan dan verifikasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Harus dapat dipastikan desain SOP untuk manajemen pergudangan memuat informasi mengenai semua tahapan proses yang ditetapkan dan dikaitkan dengan aktivitas unit kerja lainnya, seperti Purchasing, Finance Accounting serta manajemen operasional. Detail dari SOP yang dibuat harus memastikan adanya informasi yang terkait dengan

(a) Masuk dan keluarnya barang

(b) Proses penanganan barang rusak dan hilang

(c) Proses dan administrasi stock take dan stock opname

(d) Proses penyusunan laporan stock

(e) Proses dan informasi status pemusnahan stock

Pastikan proses dan desain SOP yang ditetapkan di dalam perusahaan merupakan konsep ideal untuk manajemen bisnis Anda.  Karena bagaimana pun juga stock adalah nilai penting bagi perusahaan. Carilah referensi eksternal yang tepat untuk proses desain Standard Operating Procedure perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Pengembangan Kecerdasan Emosional dalam Mengelola Manusia

Sudah menjadi cerita lama bahwa prestasi dari individu ketika dia bekerja dalam perusahaan tidak hanya ditentukan melalui kecerdasan intelektual saja, namun juga melalu kecerdasan emosional.  Kadangkala kecerdasan emosional justru dapat menjadi penentu utama dari keberhasilan individu.  Banyak perusahaan yang ketika melakukan proses penerimaan karyawan sudah mempertimbangkan hal tersebut, namun bagaimana dengan proses pengelolaan karyawan yang sudah berada di dalam internal perusahaan itu sendiri?

Tingginya turnover karyawan yang ada dalam perusahaan juga disebabkan adanya iklim konflik yang tidak disertai adanya kecerdasan emosional baik dari pemilik maupun dari sisi karyawan itu sendiri.  Sehingga pengembangan dan optimalisasi kecerdasan emosional menjadi hal yang penting bagi bisnis Anda.

Banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah proses penyusunan program pelatihan yang berbasiskan kecerdasan emosional.  Dimana dalam kegiatan pelatihan ini, praktisi HR mendapatkan dasar-dasar tentang kecerdasan emosional itu sendiri serta bagaimana kecerdasan emosional terbentuk dari individu seseorang.  Aspek cerdas secara emosi memberikan gambaran bagaimana suatu individu dapat mengubah hal yang negatif yang ada di sekitarnya menjadi hal yang positif.  Melakukan proses pengembangan dan mengoptimalkan diri dalam situasi konflik dalam perusahaan.

Pelatihan ini juga menggambarkan role play tentang bagaimana penyelesaian-penyelesaian konflik dengan cara mengoptimalkan kecerdasan emosi tersebut terbentuk.  Dimana peserta pelatihan diajak dalam permainan yang menempatkan peserta dalam situasi wajib untuk memecahkan masalah secara cepat dan tepat.  Proses pengembangan emosional itu sendiri adalah suatu program dimana harus diimplementasikan dalam konsep yang tepat.

Lakukan proses pengembangan program kecerdasan emosional ini dengan menjalankan optimalisasi dalam program pelatihan yang tepat dimana program pelatihan yang dikembangkan akan memberikan nilai tambah penting tidak hanya bagi perusahaan namun juga untuk individu karyawan sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain SOP untuk Industri Pangan

Apakah Anda berasal dari perusahaan pangan?  Dalam setiap kesuluruhan perusahaan, baik itu industri pangan maupun bukan, kebutuhan adanya sistem merupakan hal yang penting dalam proses pengembangan perusahaan.  Khususnya dalam industri pangan, selain kebutuhan dari regulasi ataupun peraturan, perusahaan pangan juga harus melihat bahwa penyusunan SOP merupakan langkah strategis penting untuk dapat mengoptimalkan pengembangan peranan perusahaan.

Lalu, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan proses pendesainan SOP dalam perusahaan.

(1) Penyusunan material untuk dokumentasi keamanan pangan

Kebutuhan akan Sistem Jaminan Keamanan Pangan merupakan suatu bentuk dan bagian yang tepat untuk proses pemastian kepatuhan terhadap regulasi. Bagaimana proses pengembangan dan optimalisasi sistem dokumen dipastikan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam perusahaan.  SOP yang penting dan yang termuat ke dalam bab ini adalah program pengembangan sanitasi, program HACCP, status pengembangan dan implementasi GMP.

(2) Penyusunan sistem pengendalian kualitas

Bagaimana perusahaan pangan harus menyusun dokumen yang terkait dengan aspek pengendalian kualitas. Seperti proses pendetailan fungsi QC, fungsi gudang serta fungsi operasional lainnya yang berkaitan untuk memastikan adanya konsistensi kebutuhan pengendalian kualitas.

(3) Penyusunan sistem strategis

Dalam proses pembuatan sistem ini, harus dipastikan bahwa manajemen memastikan bahwa pengelolaan strategis adalah hal penting yang perlu untuk ditetapkan sistem operasionalnya, seperti sistem HR ataupun sistem manajemen terkait lainnya.

Demikian status informasi untuk pengembangan desain SOP dalam industri pangan, terkait dengan penanganan status dan pengelolaan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan, pastikan adanya referensi eksternal yang tepat untuk memastikan adanya penyusunan SOP yang tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Assesment 360 untuk Pemetaan Kompetensi

Apakah perusahaan Anda berminat untuk melakukan proses penetapan sistem manajemen berbasiskan kompetensi. Salah satu metode yang sangat menarik untuk dilakukan proses penggalian profil kompetensi adalah dengan melakukan proses assessmen 360 derajat. Tapi secara khusus ada catatan yang perlu ditambahkan bahwa kegiatan assessmen ini hanya dapat dilakukan untuk melakukan proses pemetaan profil kompetensi untuk aspek soft competency saja.

Lalu bagaimana tahapan yang dapat dilakukan untuk melakukan kegiatan assesment 360 derajat ini.

Langkah 1: Proses pemetaan kompetensi yang ada dalam setiap jabatan

Lakukan proses pemetaan terhadap profil kompetensi dalam perusahaan.  Cara menggalinya adalah dengan melakukan proses analisis terhadap teori referensi yang kemudian diintegrasikan dengan visi dan misi manajemen.

Langkah 2: Pembuatan Alat Ukur Assessment

Susun item dari teori atau referensi yang ada.  Lakukan proses pengujian terhadap validitas dan reliabilitas item yang ada dalam alat ukur tersebut untuk kemudian dilakukan proses pengujian item yang ada dalam alat ukur tersebut.  Gunakan konsep psikometri untuk memastikan validitas dari alat itu teruji.

Langkah 3: Proses Pengukuran

Desain sistem administrasi yang tepat untuk melakukan proses pengukuran terkait dengan profil kompetensi yang ditetapkan tersebut.  Tentu saja ketika Anda melakukan proses pemeriksaan secara 360 Anda harus memastikan bahwa pengukuran dilakukan oleh individu di luar subyek yang akan diukur.  Pastikan bahwa rahasia dari kegiatan pengukuran tersebut itu dijamin.  Hal yang pasti dijalankan bukanlah melakukan proses pengukuran dari personalnya namun lebih pada jabatannya.

Langkah 4: Proses Analisis Data

Lakukan proses dan kegiatan analisis data dari seluruh pengisian yang telah dijalankan, tetapkan satuan kelompok kompetensinya dan lakukan proses diskusi dengan manajemen mengenai tahapan pemetaan selanjutnya.

Adalah menjadi hal yang sangat penting untuk mengaplikasikan prinsip Psikometri di dalam kegiatan ini.  Selain untuk memastikan obyektifitas, keakuratan dari aspek kompetensi yang akan digunakan dapat dipertanggungjawabkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Tim Audit HACCP

Selain untuk menerapkan dan mengimplementasi sistem HACCP, dalam pelaksanaan dan mekanisme sistem tersebut dapat dijalankan dan dievaluasi secara tepat dan akurat.  Salah satu langkah strategi yang harus dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun dan membentuk tim audit HACCP yang tangguh agar penjelasan terhadap konsep pengembangan sistem dapat diimplementasikan secara tepat sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Lalu bagaimana langkah yang tepat yang harus dilakukan untuk menyusun tim audit HACCP yang efektif.

(1) Program Pelatihan

Lakukan proses penyusunan program pelatihan internal audit HACCP yang tepat dan optimal untuk dapat mengembangkan kapasitas kompetensi yang memadai dari tim audit.  Hal yang terpenting terkait dengan kompetensi tim HACCP adalah pengetahuan terhadap konsep sistem HACCP itu sendiri, kemampuan dan kapasitas dalam mengembangkan serta mengelola dari manajemen proses operasional yang ada dalam perusahaan, teknik audit serta pemahaman terhadap keamanan pangan.

(2) Program Evaluasi performa

Harus dapat dipastikan bahwa tim audit internal dapat menjalankan konsep dan manajemen Sistem Keamanan yang tepat sehingga dapat terimplementasi secara total.  Kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan audit adalah fungsi penting yang harus dijalankan. Program evaluasi dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pendekatan audit, kualitas laporan audit, maupun kepastian sistem untuk memenuhi standar eksternal yang telah ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan.

Lakukan kedua tahapan dengan selang dan periode tertentu yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa tim audit HACCP menjadi tim tangguh yang dapat menjaga implementasi secara tepat.  Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa kegiatan audit internal adalah bagian penting dari pelaksanaan evaluasi sistem karena tahapan proses ini memberikan nilai yang lebih kuat dibandingkan audit eksternal itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training HR for Non HR

Banyak orang melihat bahwa sistem Sumber Daya Manusia dalam perusahaan adalah hal yang sulit dan tidak semua orang dapat melakukannya? Mungkin hal tersebut benar, namun bukan berarti tidak bisa.  Pelatihan satu hari yang menjelaskan bagaimana suatu konsep HR dapat dimengerti oleh individu yang bukan pelaksana praktis dari HR menjadi suatu hal yang menarik untuk diikuti oleh peserta non HR maupun oleh praktisi HR yang baru saja menekuni dunia HR.

Apa saja yang didapatkan dari program pelatihan ini?  Pelatihan ini memberikan banyak informasi mengenai dunia sumber daya manusia itu sendiri.

1. Pemahaman tentang sistem kompensasi

Bagaimana peserta pelatihan mendapatkan informasi yang penting terkait dengan sistem kompensasi yang dimiliki oleh perusahaan.  Bagaimana suatu mekanisme dari suatu sistem kompensasi dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dari karyawan?  Lalu bagaimana suatu perusahaan harus mendesain suatu bentuk sistem dan mekanisme kompensasi yang tepat sehingga pengembangan konseptual dari sistem kompensasi dapat dipahami secara detail.

2. Pemahaman tentang sistem pengembangan sumber daya manusia

Hal yang terpenting yang muncul dalam unit kerja sumber  daya manusia adalah bagaimana mengembangkan sumber daya manusia yang berkompetensi.  Proses pengembangan yang dijalankan untuk kebutuhan sumber daya manusia dilakukan dengan berbagai metode pelatihan, personal coaching, dan fungsi implementasi pengembangan kompetensi lainnya.  Kemampuan untuk memahami teknik pengembangan sumber daya manusia adalah suatu nilai tambah yang penting untuk memberikan pengembangan sumber daya manusia kontribusi output yang tepat.

3.  Pemahaman evaluasi program sumber daya manusia

Merupakan suatu aspek yang kritikal terkait dengan bagaimana suatu perusahaan dapat melakukan fungsi optimalisasi yang tepat dalam pengembangan kinerja.  Konsep dan strategi dalam proses pengembangan Key Performance Indicator dan manajemen performa yang tepat merupakan langkah nyata bagaimana suatu pekerjaan tersebut dinyatakan berhasil ataupun tidak.  Penyelarasan terhadap konsep sumber daya manusia ini sangat penting terhadap prestasi yang dapat secara optimal untuk mengembangkan dan mengoptimalkan bisnis.

4.  Penanganan komunikasi dan aspek disiplin sumber daya manusia

Konsep terhadap pemahaman bagaimana komunikasi dan disiplin terhadap sumber daya manusia ditetapkan, termasuk di dalamnya adalah memastikan bahwa komunikasi  yang dibuat dapat meminimalkan resiko konflik dan membantu pengembangan dari aspek komunikasi terhadap performa sumber daya manusia.

Ada baiknya pelatihan yang terkait dengan fungsi sumber daya manusia menjadi nilai yang penting dalam proses pengembangan sumber daya manusia. Carilah provider pelatihan yang tepat untuk melakukan proses pengembangan sumber daya manusia.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Dokumentasi HACCP

Ketika akan melakukan proses implementasi terhadap Sistem ISO 22000 ataupun Sistem Manajemen Keamanan Pangan lainnya, lakukan proses penetapan sistem manajemen dokumentasi HACCP.  Penerapan HACCP itu sendiri bagi beberapa perusahaan adalah pekerjaan yang sulit dan membutuhkan waktu serta pengembangan yang tepat untuk proses penyusunannya.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan proses penyusunan dokumen yang dibutuhkan dalam proses penyusunan sistem HACCP.

1.  Proses penyusunan dokumentasi SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure)

Dokumen ini terdiri atas tata cara dan metode yang dikembangkan untuk melakukan proses pendesainan terhadap konsep sanitasi yang dijalankan.  Termasuk di dalamnya adalah prosedur yang mengatur kegiatan sanitasi secara umum yang kemudian dibarengi dengan detail instruksi kerja yang ditetapkan dalam program sanitasi serta pengembangan dokumen sanitasi yang dimaksud ke dalam bentuk format checklist.

2. Proses penyusunan dokumen manual HACCP

Dokumen manual adalah pedoman yang digunakan oleh pihak penyusun untuk melakukan proses identifikasi bahaya, mengkategorikan bahaya serta penetapan bahaya dalam pohon keputusan CCP.

3.  Dokumentasi pengendalian batas kritis

Dokumen berbentuk prosedur yang memuat tahapan yang dilakukan untuk mengendalikan batas kritis yang kemudian dilengkapi dengan form tata cara tahapan batas kritis tersebut terpantau.

4. Dokumentasi verifikasi HACCP

Dokumen ini merupakan bagian penting dalam pengembangan sistem HACCP, yang termasuk di dalam dokumen ini adalah dokumen audit (internal dan eksternal), laporan hasil pengujian produk, laporan keluhan pelanggan, serta laporan lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung proses verifikasi HACCP.

Program penyusunan ini menjadi suatu bentuk nilai penting yang menjadi bagian dalam proses pengembangan dan implementasi HACCP dalam perusahaan. Lakukan proses referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan dokumen HACCP . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)