Bagaimana Cara yang Tepat dalam Membangun Usaha Baru

Dalam proses membangun usaha, terkadang banyak hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Namun dalam prosesnya terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pihak pemiliki start up untuk dijalankan.

Berikut beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha dalam membangun unit usaha baru.

(1) Mengembangkan Produk yang Tepat

Pengusaha harus mengingat bahwa dalam mengembangkan usaha baru membutuhkan keunikan atas produk, seperti yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain.  Pengembangan produk yang tepat, unik dan tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan perusahaan adalah salah satu langkah yang tepat untuk memastikan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan.

(2) Menyusun manajemen usaha yang efektif dan efisien

Mengingat bahwa perusahaan masih dalam proses merintis dan berkembang, ada baiknya perusahaan memastikan bahwa sistem manajamen yang dikembangkan adalah sistem yang efektif dan efisien.  Pencarian sumber daya manusia sebaiknya dilakukan dengan memastikan bahwa SDM memiliki kompetensi yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa proses operasional dapat berjalan secara tepat dan maksimal. Mengingat bahwa sistem renumerasi pada saat ini belum dapat diberikan secara optimal, ada baiknya perusahaan secara berhati-hati memberikan kompensasi kepada karyawan

(3) Menyusun Rencana Pengembangan Kerja

Perusahaan dapa melakukan program pengembangan rencana kerja. Program pengembangan rencana  kerja dipergunakan untuk memastikan bahwa roadmap perusahaan Anda dapat terjalankan dengan baik.  Ada pentingnya dalam menyusun program kerja, perusahaan harus dapat memastikan sasaran dan program kerja yang dijalankan tersebut dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Bagaimana, perusahaan Anda memulai program pengembangan rencana kerja? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan program pengembangan usaha dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Cost Reduction dalam Sistem Manajemen Operasional

Banyak perusahaan menggunakan Sistem baik SOP maupun sertifikasi ISO 9001 hanya dipergunakan untuk memastikan status compliance (kepatuhan), padahal dalam sistem perbaikannya, SOP dan ISO 9001 dapat dipergunakan sebagai alat untuk program efisiensi perusahaan.

Salah satu program efisiensi yang sangat penting menjadi perhatian perusahaan adalah penerapan Cost Reduction melalui Sistem Manajemen Mutu. Lalu bagaimana proses penerapan program cost reduction bisa dijalankan melalui sistem manajemen mutu.

(1) Penetapan Sasaran Mutu yang Terukur dari Cost

Dalam menetapkan sasaran mutu, perusahaan tidak hanya melihat pada dampak pelanggan saja, penyusunan sasaran-sasaran yang terkait dengan indikator biaya juga menjadi bagian dan nilai yang penting dalam menetapkan sasaran mutu tersebut. Pengembangan arti Quality Cost sebagai bagian dari program prevention loss dalam proses pelaksanaan sistem menjadi strategi dan bagian penting.

(2) Penetapan Strategi Manajemen Resiko

Penetapan dan pengelolaan manajemen resiko adalah penting untuk menjadi perhatia penting dalam penerapan strategi cost reduction. Dimana program atas orientasi cost dimunculkan sebagai suatu tindakan yang dijalankan untuk meminimalkan resiko yang muncul dan menyebabkan dampak kemunculan resiko dalam perusahaan.

(3) Pengembangan Sistem yang Terukur dari Issue Perusahaan

Dalam ISO 9001:2015, penyusunan sistem dijalankan melalui issue yang ada dalam perusahaan. Issue-issue tersebut bernilai biaya yang kemudian dilakukan proses antisipasi melalui proses penyusunan sistem.

Alangkah baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan sistem dengan mempertimbangkan faktor efisiensi perusahaan.  Sehingga strategi bisnis dan perbaikan dapat secara optimal terukur. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses pengembangan sistem perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Panduan Manajemen Supply Chain pada Bisnis Retail

Dalam industri bisnis retail, pengembangan supply chain adalah bagian penting yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan usaha. Aspek integrasi dalam pengelolaan usaha dari pemasok sampai dengan pelanggan membutuhkan sistem yang kuat dan sinergis. Keterpaduan antara pasokan material, proses distribusi dan pengembangan penjualan adalah proses penting yang dikelola oleh bisnis retail.

Dalam menyusun sistem, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan oleh bisnis retail.

(1) Pengelolaan Pemasok

Dalam bisnis retail, pemasok menentukan keberhasilan marketing.  Bagaimana perusahaan melakukan seleksi dan penetapan kerjasama merupakan dasar pembentukan sistem.  Dasar seleksi atas pemasok dibakukan menjadi tiga kelompok utama, yaitu produk dengan sifat best seller brand, produk umum serta produk unik.  Proses kerjasama antara produsen dengan pemasok dapat dilakukan melalui program kerjasama produksi (markloan), kerjasama penjualan (konsinyasi) serta sistem penjualan terputus.

(2) Pengelolaan Distribusi

Sistem pengelolaan distribusi dapat dilakukan perusahaan dengan cara melakukan program pengelolaan atas kegiatan distribusi tersebut. Perusahaan harus memastikan bagaimana program distribusi akan dijalankan, dengan menggunakan pihak ketiga atau dengan pengelolaan terpadu. Dalam kegiatan pengelolaan terpadu perusahaan memastikan sistem pergudangan dan distribusi dijalankan dengan baik dan tepat.

(3) Pengelolaan Atas Penjualan

Bagaimana perusahaan memastikan penjualan dijalankan secara tepat dan seimbang dengan rasio gudang.  Pengembangan program pemasaran dilakukan untuk memastikan likuiditas dan biaya inventory terpenuhi dengan tepat dan maksimal. Perhitungan atas biaya inventory sebaiknya diperhitungan ke dalam program pemasaran termasuk penurunan atas nilai asset inventory barang yang tersimpan itu sendiri.

Bagaimana dengan pengembangan supply chain management di perusahaan Anda? Pastikan perusahaan menjalankan program supply chain management yang tepat dan efektif dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Pertanyaan Terbesar dalam Mengembangkan Sistem Manajemen Retail

Apakah saat ini, perusahaan Anda bergerak dalam bidang usaha retail? Atau mungkin saat ini Anda tertarik untuk mengembangkan usaha retail. Ada baiknya perusahaan mengkaji tingkat kelayakan dari jenis usaha retail yang akan dikembangkan tersebut.

(1) Pertanyaan Pertama: Produk
Pada saat ini, sangat banyak ditemukan alternatif dan pilihan dalam mengembangkan manajemen retail. Dimana konsep produk yang dimunculkan adalah bernilai strategis dan unik dalam penjualannya. Strategis dimana produk yang akan dikembangkan adalah produk yang memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi bukan hanya meniru dari konsep-konsep produk retail lainnya.

(2) Pertanyaan Kedua: Pasar

Bagaimana usaha Anda membidik pasar.  Penetapan atas segementasi pasar menjadi bagian yang penting tentang metode yang paling strategis terkait dengan program pemasaran yang dilakukan.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pemastian proses pemasaran dijalankan secara efektif sehingga proses pemasangan produk ke dalam pasar dapat berjalan secara tepat dan efektif.

(3) Pertanyaan Ketiga: Harga

Penetapan atas harga yang dijalankan oleh perusahaan harus dapat menjangkau kebutuhan dari pasar.  Selain atas urgensi kebutuhan terhadap produk, harga juga menjadi stimulus yang kuat untuk memastikan harga produk sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(4) Pertanyaan Keempat: Sistem Manajemen Retail

Pemastian atas sistem manajemen retail dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.  Dimana perusahaan harus dapat memastikan bahwa sistem yang dipergunakan adalah tepat dan dapat mendukung pengelolaan Sistem Manajemen Retail secara tepat dan efektif. Penggunaan sistem IT ataupun sistem manajemen retailnya dapat dipertimbangkan untuk memastikan bahwa manajemen retail dapat dijalankan secara tepat. Salah satu sistem yang tepat dalam manajemen retail adalah sistem pergudangan dan supply chain.  Perusahaan harus dapat memastikan pengelolaan atas item produk dan keberlangsungan atas stock dijalankan sesuai dengan kebutuhan pasar.

(5) Pertanyaan Kelima: Program Pemasaran

Produk retail adalah produk yang umum tersedia. Perusahaan tidak dapat memastikan bahwa produk dapat menjual dirinya sendiri secara mudah.  Produk membutuhkan intervensi-intervensi pemasaran untuk memastikan bahwa program pemasaran dijalankan dengan optimal sehingga sasaran penjualan tercapai. Peramalan penjualan serta program peningkatan penjualan adalah bagian penting yang terkait dengan program pemasaran.

Manajemen retail adalah manajemen operasional yang membutuhkan suatu dukungan sistem yang tepat.  Desain manajemen retail Anda secara tepat, sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mengukur Tingkatan Profesionalisme Manajemen Perusahaan

Banyak perusahaan kesulitan dalam mengidentifikasi tingkatan profesionalisme manajemen.  Dalam kondisi perspektif perusahaan yang berorientasi kepada jasa layanan dan produk, tingkatan profesionalisme terkadang diukur dengan melihat parameter kualitas atas jasa layanan, produk ataupun kepuasan dari pelanggan itu sendiri.  Namun bagaimanakah manajemen pengelolaan perusahaan di balik jasa layanan ataupun produk itu sendiri.  Berikut adalah 4 (empat) kriteria parameter yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai indikator dari profesionalisme manajemen perusahaan itu sendiri.

(1) Sistem Manajemen Perusahaan

Bagaimana sistem manajemen perusahaan dijalankan? Apakah perusahaan menggunakan prinsip kekuatan sistem ataupun lebih pada orientasi authorisasi yang kuat?  Pertimbangan atas proporsional besaran usaha dengan sistem yang dikembangkan adalah menjadi bagian penting bagaimana perusahaan dapat mengelola operasional perusahaan secara tepat dan efektif.

(2) Sistem Manajemen Kompetensi Sumber Daya Manusia

Apakah perusahaan menjalankan prinsip matriks dalam organisasinya ataupun menggunakan sistem yang lebih berbasiskan pada konsep spesialistik fungsional dan struktural? Seberapa besar proporsi kompetensi menjadi bagian penting dalam penempatan dan pembinaan karyawan? Seberapa perlunya perusahaan untuk memiliki tanggung jawab yang kuat dalam mengembangkan kompetensi SDM?

(3) Nilai dan Budaya Perusahaan

Seberapa strategisnya kebijakan perusahaan dapat dipastikan terimplementasikan di dalam seluruh komponen organisasi? Seberapa kuatnya budaya perusahaan dapat menstimulus komponen positif dan menekan komponen negatif dalam mengembangkan pola kerja perusahaan?

(4) Pengukuran Kinerja Karyawan

Perusahaan harus dapat memastikan bahwa kinerja karyawan dapat teroptimalkan sesuai proporsinya dan juga memastikan bahwa proporsi dari kinerja karyawan tersebut dapat menstimulus peningkatan kinerja organisasi.

Pertanyaan penting bagi perusahaan saat ini adalah bagaimana membangun pola manajemen profesional.  Langkah baik bagi perusahaan untuk dapat menjalankan proses pembentukan manajemen profesional dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Strategi Mengkombinasikan Bisnis Franchise dengan Bisnis On Line

Masa saat ini, program pengembangan atas penjualan dapat dilakukan melalui beragam strategi.  Strategi yang dimunculkan adalah tidak terbatas pada besar kecilnya biaya yang dialokasikan oleh perusahaan. Salah satu cara paling efektif dalam proses penjualan saat ini adalah dengan menggabungkan bisnis franchise/ waralaba dengan bisnis on-line.

Konsep atas pemasaran adalah memastikan bahwa franchisor memberikan dukungan atas peningkatan penjualan melalui sistem on-line.  Dimana franchisee juga dapat memastikan bahwa konsep atas strategi on line dijalankan terhadap pola pengembangan pemasaran yang strategis dan sesuai dengan area penjualan produk.  Sebaliknya fungsi franchisee adalah memperkuat konsep atas kualitas produk yang dijalankan dalam perusahaan.

Adalah penting bagi organisasi untuk mampu mengoptimalkan penjualan melalui strategi marketing yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Standard Operating Procedure dengan Pendekatan RCA

Banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika harus menetapkan sistem operasional di dalam perusahaannya. Salah satu permasalah yang seringkali muncul adalah proses mengidentifikasi tahapan proses yang akan disusunkan SOP (Standard Operating Procedure). Dikarenakan kesalahan terhadap proses penyusunan SOP.

Lalu bagaimana proses penyusunan SOP yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Salah satu pendekatan yang dampak memberikan efek signifikan terhadap dampak SOP adalah proses pemastian bahwa SOP tersebut dapat memberikan manfaat signifikan terhadap sistem menajamen operasional perusahaan.

Pendekatan RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dengan menjalankan tahapan sebagai berikut:

(1) Pendekatan Atas Proses

Root Cause Analysis melakukan analisis terhadap aspek paling penting dalam proses operasional. Inti penggerak atas keutuhan proses tergambar dalam pola pendekatan awal penyusunan sistem.

(2) Pendekatan Atas Organisasi

Salah satu penetapan penyusunan sistm adalah melakukan analisis kapabilitas serta kapasitas dari organisasi itu sendiri. Organisasi ditargetkan untuk dapat mengembangkan secara maksimal sesuai dengan formulasi ideal proses dalam organisasi secara utuh.

(3) Pendekatan Atas Target/ Hasil

Organisasi melakukan proses identifikasi terkait atas target/ hasil kerja yang dipersyaratkan. Melakukan proses penetapan dan rekayasa proses yang efektif agar target tercapai.

Dengan pendekatan RCA, diharapka organisasi/ prusahaan dapat menyusun SOP secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan SOP di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Sistem Pengelolaan Asset

Banyak perusahaan, melihat asset adalah bentukan dari kekayaan asset yang menjadi bagian penting dari proses pencatatan dari sistem manajemen keuangan.
Adalah menjadi strategi penting bagi perusahaan untuk dapat menciptakan sistem pengelolaan asset yang tepat.

Beberapa hal penting yang dapat dijadikan pertimbangan dalam proses penyusunan sistem pengelolaan asset adalah sebagai berikut:

(1) Proses pendataan dan pengadaan asset
Hal yang paling penting untuk perusahaan jalankan ketika melakukan proses pengadaan asset adalah melihat seberapa pentingnya organisasi dalam melakukan proses optimalisasi yang terkait dengan utilisasi dari proses pengadaan asset yang ada.

(2) Penetapan budget terhadap asset
Banyak perusahaan yang melihat bahwa proses pengadaan adalah proses final dari suatu penyediaan asset. Untuk memastikan bahwa utilisasi yang terkait dengan asset dapat dioptimalkan, perusahaan harus dapat memastikan bahwa penggunaan budget dapat dijalankan 100%. Dimana perusahaan harus dapat memastikanbahwa tidak ada loss yang disebabkan oleh tidak dijalankannya proses pemeliharaan secara maksimal.

3) Penanganan penyimpanan dan status asset
Bagaimana perusahaan memastikan waktu penggunaan asset tersebut telah selesai dijalankan serta mengidentifikasi status asset yang dikelola. Beberapa perusahaan melakukan proses up grade/ penambahan waktu pakai terhadap asset, yang mana proses tersebut adalah hal penting dan strategis yang dapat dijalankan oleh organisasi dengan mempertimbangkan masalah keamanan dan produktifitas.

Perusahaan harus menjalankan sistem pengelolaan asset yang tepat dan efektif untuk dapat memaksimalkan kinerja organisasi dan efisiensi yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memaksimalkan Sistem Manajemen Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Strategis dalam Desain Regenerasi Organisasi

Bagaimana Anda mengkaji perusahaan Anda saat ini? Apakah perusahaan Anda dapat mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan dari konsumen? Banyak perusahaan besar mengalami kegagalan dari pertumbuhan selanjutnya, yang mana alasan yang muncul adalah karena perusahaan gagal menjalankan pengembangan konsep organisasi yang dapat mengikuti konsep kompetisi dari perusahaan.

Lalu bagaimana konsep pengembangan organisasi yang mengikuti arus regenerasi kebutuhan konsumen.

(1) Seimbangkan core process dengan konsep produk

Perusahaan harus dapat melakukan identifikasi terkait dengan konsep produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Setelah desain produk dikembangkan jalankan analisis pengembangan alir utama (core business) yang kemudian dipastikan tergambarkan dalam organisasi.

(2) Mengembangkan konsep business process

Melakukan proses identifikasi terkait dengan core business yang dimaksud untuk kemudian melakukan penyusunan terhadap alir proses yang ditetapkan dalam business process. Proses penyusunan business process dapat mengaplikasikan model BPR, yaitu Business Process Reengineering. Dimana dengan strategi manajemen tersebut maka proses dapat dilakukan reengineering secara maksimal.

(3) Mengubah Kompetensi Organisasi

Bagaimana kompetensi organisasi diubah? Adalah hal yang sangat penting ketika organisasi akan melakukan suatu upaya penting dalam proses peningkatan organisasi untuk menetapkan fokus perubahan. Salah satu penempatan fokus yang tepat adalah pada fungsi supervisor dan manager. Adalah sangat strategis bagi perusahaan untuk menggunakan level posisi ini sebagai agen perubahan dalam menjalankan proses regenerasi organisasi.

(4) Mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang Efektif

Dalam proses regenerasi, adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan harmonisasi pencapaian tujuan organisasi tercapat secara tepat dan efektif. Penetapan proses penilaian unjuk kerja yang tepat dapat menstimulus adanya suatu kondisi kompetitif dan tuntutan dalam organisasi untuk dapat secara dinamis bergerak dalam memastikan proses regenerasi organisasi berjalan secara cepat dan optimal.

Regenerasi organisasi kadangkala mengalami masalah kesulitan untuk dapat menyatukan kapasitas organisasi antara waktu saat ini dengan kondisi waktu yang akan dituju. Tantangan organisasi menjadi suatu hal yang harus diantisipasi dengan sistem yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Melakukan Restrukturisasi Organisasi

Banyak perusahaan mengalami tantangan baru terkait dengan adanya peningkatan biaya operasional dan adanya penurunan daya beli dari masyarakat. Untuk menjamin kelangsungan usahanya, perusahaan melakukan banyak strategi yang dapat dipastikan salah satunya adalah dengan mengoptimalkan kapasitas organisasi. Salah satu cara yang tepat untuk dijalankan adalah dengan melakukan proses restrukturisasi organisasi.

Proses restrukturisasi dapat dijalankan dengan melakukan tahapan proses sebagai berikut:

(1) Melakukan proses Business Process Reengineering
Ada pentingnya bagi perusahaan untuk menjalankan perubahan strategis terkait dengan business process yang saat ini sedang dijalankan. Lakukan proses evaluasi untuk dapat memastikan bahwa business process yang dimaksud dapat dilakukan proses perbaikan untuk dapat mengefektifkan proses kerja dan memastikan adanya optimalisasi dari fungsi sumber daya manusia.

(2) Melakukan proses Analisis Jabatan
Penetapan analisis jabatan dalam organisasi dilakukan untuk menyambung perbaikan dari business process yang telah ditetapkan untuk dilakukan proses koreksi. Penyusunan ulang fungsi dan tanggung jawab jabatan yang ada dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk memastikan adanya konsep strategis untuk mengoptimalkan peranan suatu jabatan dalam organisasi.

(3) Kajian Organisasi
Proses untuk menjalankan kajian organisasi adalah penting setelah konsep penetapan jabatan tersebut dilakukan. Pemetaan fungsi dan jabatan dalam organisasi menjadi proses penting yang menjadi bagian penting untuk dilakukan. Setelah pemetaan ditetapkan. Lakukan proses evaluasi terhadap kondisi yang ada untuk kemudian disusunkan struktur organisasi yang baru.

Proses restrukturisasi organisasi adalah langkah penting bagi perusahaan/organisasi untuk dapat bertahan dalam menghadapi tantangan bisnis. Fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi dalam proses restrukurisasi dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan memastikan ukuran organisasi yang rasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)