Mengendalikan Sistem Pengarsipan dengan Tepat

Kebutuhan atas sistem pengarsipan dalam perusahaan adalah penting dan membutuhkan suatu bentuk sistem pengaturan tersendiri. Beberapa perusahaan melakukan proses pengelolaan arsip dengan menggunakan jasa pihak ketiga. Apakah sulit untuk melakukan proses pengendalian pengarsipan sendiri dalam perusahaan? Berikut adalah beberapa kiat dan strategi yang perusahaan dapat jalankan.

(1) Menetapkan Penanggung Jawab Sistem Pengarsipan

Mengingat bahwa arsip perusahaan adalah bagian penting dan rahasia dalam perusahaan. Adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa personel yang menjalankan sistem pengarsipan adalah personel yang secara administratif memahami seluruh business process perusahaan. Mengingat bahwa proses pengarsipan ini selain memiliki kemampuan administrasi yang kuat juga dibutuhkan pengalaman atas proses pengelompokan terhadap dokumen tersebut, baik dalam bentuk subyek, isi dari arsip ataupun berdasarkan sejarah dari pengarsipan. Ada baiknya perusahaan memiliki karyawan dengan kemampuan mengingat visual yang kuat karena dalam proses pengelolaan arsip ini, karyawan yang bersangkutan dapat berkutat tidak hanya dengan ratusan tapi bahkan ribuan dokumen/ arsip.

(2) Mengendalikan Salinan Kertas dan Non Kertas

Dalam era digital saat ini, menjalankan sistem pengarsipan adalah penting untuk dijalankan tidak hanya melalui salinan  kertas saja.  Penggunaan salinan non kertas dapat diproses untuk memastikan bahwa dokumen terjaga tidak hanya dalam bentuk salinan kertas, namun juga tersedia sistem terpisah yang berlokasi di server. Dimana apabila terjadi kebakaran ataupun kondisi bencana alam lainnya dokumen tersebut dapat aman dan terkendali tersimpan dalam perusahaan.

(3) Mengendalian Sistem Keamanan dan Akses

Perusahaan harus dapat memastikan bahwa sistem kemanan dan akses dalam perusahaan untuk dapat menjamin bahwa keamanan yang dijalankan tersebut dapat mengendalikan kapasitas akses atas dokumentasi/ pengarsipan yang dijalankan dalam perusahaan.

Bagaimana proses pengelolaan sistem pengarsipan dalam perusahaan Anda? lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengendalian akses dan keamanan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Usaha Berbasiskan Kemitraan

Dalam pengembangan usaha,pengelolaan usaha berbasiskan kemitraan dianggap dapat mempercepat strategi pertumbuhan bisnis dengan resiko minimal. Namun, terkadang perusahaan melupakan tahapan-tahapan penting dalam proses pengembangan kemitraan tersebut. Hal ini menyebabkan kemunculan resiko yang dapat merugikan perusahaan itu sendiri.

Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu untuk dijalankan sebelum mengembangkan konsep kemitraa.

(1) Business Plan yang Strategis

Ada baiknya perusahaan menyusun business plan yang tepat sebelum mengembangkan kemitraan. Menuangkan strategi-strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dan mitra sehingga dapat mencapai target atau sasaran yang diharapkan. Setiap prospek/ peluang maupun resiko harus dapat dianalisis secara tepat dan efektif agar bisa terantisipasi dalam sistem yang kuat.

(2) Pengendalian Aspek Legal

Dalam proses pengelolaan atas kemitraan, kepastian hukum adalah prasyarat mutlak yang wajib untuk menjamin hubungan antara perusahaan dengan mitra kerja perusahaan. Mengatur dan mengendalikan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban dari persyaratan legal yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Kajian legal juga dibutuhkan untuk meminimalkan resiko terkait dengan hubungan kemitraan, produk maupun hubungan dengan pelanggan.

(3) Pengendalian yang Efektif

Perusahaan harus membangun sistem baik dalam bentuk SOP maupun pengendalian yang efektif untuk dapat memastikan hubungan antara perusahaan dengan mitra usaha tersebut terjalin secara integratif dan konsisten.

Perusahaan harus memahami segala variabel resiko yang menyertai hubungan kemitraan, mengembangkan sistem berbasiskan resiko adalah nilai penting dan strategis yang harus dijalankan untuk memastikan program pengembangan usaha dikembangkan secara tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan usaha kemitraan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Menyusun SOP untuk Perusahaan Skala Menengah

Proses menyusun SOP (Standard Operating Procedure) dijalankan untuk mampu menjalankan proses pengelolaan atas usaha secara rapi dan administratif. Memastikan bahwa seluruh struktur organisasi yang dijalankan dalam perusahaan tersebut menjalankan sistem internal perusahaan secara maksimal.  Adalah penting penyusunan SOP dilakukan tidak hanya untuk perusahaan ruang lingkup skala besar juga namun juga dijalankan untuk jenis usaha skala menengah.

Berikut ini adalah 5 (lima) alasan mengapa SOP dibutuhkan untuk disusun pada jenis usaha skala menengah.

Pertama, Sebagai Proses Transisi Manajemen Perusahaan Modern

Pada perusahaan skala menengah, secara umum sedang mengalami perubahan untuk menjadi perusahaan besar.  Dalam posisi seperti ini, perusahaan mengembangkan konsep edukasi dan pembelajaran secara terus-menerus untuk dapat memastikan perubahan atas sistem dijalankan secara profesional.

Kedua, Sebagai Proses Pengembangan Leadership

SOP membentuk konsistensi dan komitmen dari seluruh lini perusahaan. Memastikan bahwa konsep dasar dari manajemen terjalankan untuk memastikan bahwa pola kepemimpinan internal menjadi fokus dan bertanggung jawab atas proses.

Ketiga, Sebagai Proses Pengendalian Kinerja Perusahaan

Dengan adanya SOP, perusahaan terpastikan dapat terkendali secara proses dan kinerja dari perusahaan dipastikan sesuai dengan sistem. Output dari proses dapat terkendali dan teratur sesuai dengan persyaratan kinerja dari perusahaan.

Keempat, Sebagai Tahapan Pengendalian Resiko Usaha

Memastikan bahwa seluruh resiko internal akibat proses dapat terkendali. Pencatatan dan administrasi yang rapi dapat membantu perusahaan dari permasalahan resiko usaha yang dapat muncul.

Kelima, Sebagai Bentuk Pemberdayaan SDM secara Efektif

Perusahaan dapat memastikan bahwa konsep pengelolaan SDM dapat berjalan secara efektif. Perusahaan memastikan bahwa konsep dan strategi atas pengelolaan dan pengendalian SDM dijalankan secara tepat dan sistematis.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Pengembangan Fleksibilitas SDM

Banyak orang terhenyak, ketika perubahan ekonomi tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan.  Beberapa perusahaan “terpaksa” menghentikan operasional bisnisnya dan menyederhanakan organisasinya. Bahkan tidak sedikit perusahaan dengan “terpaksa” melakukan proses PHK kepada karyawan. Sebenarnya, strategi apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan usahanya?

Dalam konsep sederhana terkait dengan pengelolaan usaha, perusahaan harus memiliki “kepintaran” untuk mentransformasikan seluruh resiko menjadi peluang.  Melakukan kembali inventarisasi atas kekuatan SDM yang dimilikinya untuk mampu “berjuang” mengubah resiko tersebut menjadi peluang.  Seluruh perusahaan tentu saja tidak  memiliki keinginan untuk terus “bergerak” dengan resiko tersebut.

Perusahaan yang menjalankan program Laid Off atas karyawan, adalah perusahaan yang terlambat untuk menjalankan transformasi bisnis. Begitu tingginya keandalan suatu bisnis dalam membaca resiko adalah penting dilakukan sebelum seluruh problem tersebut terjadi.  Transformasi bisnis harus dijalankan paralel dengan kecenderung penurunan atas bisnis tersebut berlangsung.

Kekayaan perusahaan dalam bentuk SDM harus dapat dipaksa untuk menjadi fleksible dan ikut terlibat secara aktif dalam transformasi tersebut. Pengubahan unsur spesialistik dalam uraian jabatan dan kompetensi harus dapat dikembangkan dan diperbanyak dalam pola transformasi usaha yang dibentuk.  Kemampuan SDM untuk selalu dapat mengantisipasi resiko dan terandalkan adalah prioritas penting bagi perusahaan saat ini kembangkan.  Kompetensi kewirausahaan yang dulu menjadi momok untuk dimasukkan dalam unsur kompetensi harus secara terus menerus diselaraskan dengan aspek inovasi perusahaan.

Perusahaan tidak membentuk SDM berubah total, namun perusahaan dapat memaksa individu untuk menjadi fleksible.  Lakukan proses transformasi bisnis dan pengubahan fleksibilitas SDM dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Program Cost Reduction yang Efektif

Beberapa perusahaan menerapkan efisiensi sebagai upaya untuk dapat menjaga keberlangsungan usahanya. Namun tidak sedikit perusahaan yang mengalami kesulitan ketika menjalankan program Cost Reduction.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dikembangkan perusahaan dalam menjalankan program Cost Reduction dalam perusahaan.

(1) Bukan Mengurangi Nilai

Ada baiknya dalam proses penyusunan program Cost Reduction perusahaan menjalankan pengukuran atas nilai operasional aktual perusahaan.Dimana status atas produktifitas dikembangkan sesuai dengan nilai biaya yang diinvestasikan sebagai cost.  Perusahaan ada baiknya juga melakukan proses kajian untuk dapat melihat apakah proses investasi biaya tersebut adalah good cost atau bad cost.

(2) Mengoptimalkan Output

Penetapan akselerasi dan kondisi pencapaian optimal sebaiknya dijalankan untuk dapat melihat seberapa jauh pembiayaan efisien dijalankan untuk mendapatkan output yang maksimal. Pengubahan pembiayaan dan mengurangi cost pada beberapa sektor harus melalui proses analisis seberapa besar output tersebut dapat dimaksimalkan.

(3) Pengendalian Anggaran

Perusahaan terkadang melupakan pentingnya perencanaan dan penyusunan anggaran. Selain memastikan bahwa anggaran dapat terkendali, perusahaan juga harus menjalankan program kajian terhadap perubahan anggaran apabila tujuan yang diharapkan oleh perusahaan tidak tercapai.

Bagaimana program pengembangan cost reduction di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi ekstetnal untuk dapat menjalankan program cost reduction secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Program Pelatihan yang Efektif

Beberapa persahaan memiliki pendapat bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan yang menghabiskan tenaga dan waktu. Mengingat nilai efektifitas dari program pelatihan yang dilaksanakan perusahaan adalah rendah bahkan dalam beberapa kasus tidak terdapat hasil sama sekali.

Bagaimana perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan yang efektif?

Tahap Pertama: Mengintegrasikan dengan Program Perusahaan

Pengembangan program pelatihan harus dilakukan dengan menganalisis dan mendiagnosa kebutuhan dari perusahaan, termasuk di dalamnya adalah kompetensi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Tahap Kedua: Mengembangkan Program Pelatihan Berbasiskan Kompetensi

Menyusun program pelatihan berbasiskan kompetensi bukan hanya jenis pelatihan yang melibatkan unit kerja HR/ SDM saja, namun dalam kondisi aktualnya proses pengembangan atas program pelatihan tersebut juga melibatkan seluruh bagian terkait.  Aspek kepentingan dan kewajiban terkait dengan penerapan program dijalankan oleh seluruh organisasi.

Tahap Ketiga: Mengintegrasikan Seluruh Bagian dari Program Pelatihan

Ada baiknya perusahaan tidak memisahkan setiap program pelatihan menjadi bagian-bagian yang terpisah.  Memastikan bahwa pengembangan program adalah penting dan menjadi suatu bagian utuh yang saling terkait.

Bagaimana proses penyusunan program pelatihan di perusahaan Anda? Lakukan proses pengembangan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manajemen Supply Chain yang Efektif

Banyak perusahaan melihat bahwa pengelolaan atas rantai pasokan material adalah proses sederhana. Namun sangat sedikit perusahaan yang dapat melihat ini sebagai bentuk atas proses pengendalian efisiensi perusahaan. Lalu bagaimana cara melakukan proses pengelolaan supply chain yang efektif tersebut dapat dilakukan.

Tahapan Pertama: Menjalankan fungsi cashflow stock

Ada pentingnya bagi perusahaan untuk melakukan proses perhitungan atas nilai supply yang masuk ke dalam perusahaan dan dihitung sebagai investasi perusahaan. Tentu saja sebagai investasi, adalah tugas penting bagi perusahaan untuk dapat memberikan nilai “lebih” atas stock tersebut sebagai bentuk investasi perusahaan. Nilai lebih yang dapat dikembangkan adalah dalam bentuk proses “stock out” yang dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Tahapan Kedua: Pengelolaan Service Level

Apabila proses pengelolaan stock sebagai investasi tidak dapat dikembangkan secara optimal, maka ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan “nilai” kecepatan dari proses pelayanan produk kepada pelanggan.  Adapun proses pengembangan jasa tersebut adalah dengan memastikan tingkat pelayanan menjadi lebih maksimal, termasuk ketepatan dan keakurasi dari proses stock in dan stock out.

Tahapan Ketiga: Efisiensi

Memastikan konsep cashflow yang positif adalah penting untuk dijalankan. Peningkatan nilai retensi stock yang tinggi dalam perusahaan menunjukkan adanya masalah efisiensi dalam perusahaan.  Proses stock in dan stock out yang seimbang serta proporsi standar penyimpanan stock yang tepat menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan manajemen rantai pasokan.

Tahapan Keempat: Integrasi Manajemen

Secara prinsip pengaturan atas stock in dan stock out adalah murni kerja interaksi dalam organisasi. Perusahaan harus dapat menempatkan fungsi dan kinerja organisasi secara tepat dan efektif untuk dapat memastikan integrasi manajemen dijalankan.

Bagaimana proses pengelolaan manajemen supply chain dalam perusahaan Anda? Lakukan proses perbaikan dan pengelolaan rantai supply chain yang tepat agar perusahaan Anda menjadi lebih baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Menyusun Desain Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses kajian terkait dengan program desain dari organisasi.  Mendesain organisasi adalah bukan hanya dapat dilakukan dengan menyusun Struktur Organisasi saja.  Program desain atas organisasi adalah melakukan proses penyusunan Blue Print Business yang menyangkut pada sasaran jangka panjang dan pendek perusahaan.

Banyak perusahaan yang mengabaikan proses penyusunan atas Blue Print Business tersebut dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).  Akibatnya tentu saja perusahaan mengalami kesulitan ketika akan tumbuh dan berkembang apabila tidak disertai dengan program pengembangan sumber daya manusia tersebut.  Lalu bagaimana cara menyusun desain organisasi yang efektif agar pengembangan dari Blue Print perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, Menyusun Kompetensi Perusahaan Secara Lengkap

Kadangkala dalam memetakan SDM, perusahaan mengambil gambaran kondisi saat ini dan bukan masa depan.  Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusun desain organisasi secara lengkap dalam kurun waktu jangka panjang.

Langkah Kedua, Melakukan Program Learning secara Berkesinambungan

Pada saat awal, perusahaan sebaiknya melakukan program rekruitment pada kelompok fresh graduate dengan proporsi lebih banyak daripada yang berpengalaman. Tentu saja, dalam kondisi yang dimaksud tersebut maka program learning.

Langkah Ketiga, Melakukan Program Pengembangan Karir

Pengembangan karir dijalankan dengan memastikan bahwa adanya kesinambungan atas peran karyawan dalam perusahaan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan karir menjadi rancangan dalam desain organisasi untuk dapat memastikan bahwa pengembangan karir berjalan secara tepat dan efektif.

Bagaimana program pengembangan desain organisasi di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal secara tepat dan efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Faktor Pendukung Percepatan Penjualan

Dalam konsep strategi marketing, adalah penting bagi pelaku usaha untuk dapat mengendalikan faktor-faktor pendukung yang dapat mempercepat proses peningkatan penjualan.

Faktor Pertama, peranan dari program
Program penjualan adalah konsep strategis yang bukan hanya menjual. Kebutuhan terhadap pengembangan merk dagang/ brand juga menjadi bagian penting dalam perusahaan.  Terkadang perusahaan harus melepaskan konsep produk utama dan mengembangkan produk sampingan sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Faktor Kedua, menjadi pemenang dalam pasar yang jenuh

Tentu saja kue yang enak akan mendatangkan banyak semut. Namun bagaimana pun permasalahan yang muncul. Harus dapat dipastikan bahwa pasar tetap melihat Anda di dalam kerumunan.  Temukan keunikan pada produk Anda, proses pemberian nilai tambah juga dapat dilakukan dalam pengembangan pasar dengan produk tambahan lain. Seperti bagaimana perbankan mengembangkan dirinya saat ini bukan hanya kecepatan dan keramahan pelayanan, namun juga melalui ketelitian dan keakuratan dari produk IT yang dimiliki.

Faktor Ketiga, Memahami musuh Anda secara tepat

Melihat bagaimana musuh Anda bereaksi, serta mengembangkan dirinya adalah baik.  Ketika Anda tidak bisa mengalahkan musuh Anda secara tepat, salah satu strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan adalah bergabung dengan musuh Anda.

Bagaimana program pengembangan penjualan dijalankan di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa program pengembangan penjualan berjalan secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengubah Rasio Komposisi Biaya Perusahaan

Dalam dunia usaha, penempatan biaya dalam manajemen operasional adalah penting untuk memastikan bahwa resiko biaya menjadi suatu aspek pemberian kontribusi dalam pemberian profit perusahaan.  Lalu bagaimana cara yang tepat bagi perusahaan untuk dapat melakukan perubahan atas komposisi biaya menjadi suatu program profit.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait perubahan komponen biaya tersebut.

(1) Mengubah Persepsi atas Orientasi Biaya

Perusahaan menjalankan status unit kerja menjadi orientasi biaya dan orientasi keuntungan. Hal tersebut tidaklah salah, namun dalam beberapa kondisi penetapan atas orientasi sebaiknya seluruhnya diarahkan kepada orientasi keuntungan. Departemen/ unit kerja yang sebelumnya adalah orientasi biaya menjadi suatu orientasi keuntungan.  Setiap output atas pekerjaan dilakukan proses perhitungan bisa dijalankan dengan mengukur produktifitas terkait service level dan aspek nilai pencegahan resiko yang ditetapkan.

(2) Mengembangkan Konsep Strategis Business Unit

Mengoptimalkan setiap unit kerja sebagai business unit.  Dimana pengelolaan dijalankan dengan kepastian tujuan dan target yang terukur secara tepat dan efektif. Penetapan strategis ata penilaian kerja dijalankan untuk memastikan bahwa program pengukuran dan kinerja yang dijalankan adalah sinergis.

Lakukan proses pengembangan atas output produksi secara tepat dan sinergis.  Penggunaan referensi eksternal dapat dijalankan untuk dapat memastikan bahwa program pengembangan internal perusahaan dapat dijalankan secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)