Proses Penanganan Implementasi British Retail Consortium

Pengembangan industri pangan yang kompetitif membutuhkan adanya pengenalan terhadap Standar Manajemen Internasional yang tepat dan dikenal oleh banyak negara internasional. Salah satunya adalah BRC (British Retail Consortium), dimana BRC ini merupakan salah satu sertifikasi internasional yang cukup bergengsi yang sangat dikenal memiliki kualitas kelayakan sistem yang sangat optimal.

Lalu bagaiman praktek yang tepat dalam menjalankan aplikasi sistem BRC di dalam perusahaan Anda?
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempelajari standar dari Sistem BRC itu sendiri. Proses mempelajarinya dapat dilakukan dengan melakukan aplikasi download ke dalam situs resmi BRC untuk kemudian mendapatkan standar yang dimaksud. Proses pembelajaran harus dilakukan dengan tepat, sangat optimal apabila proses pembelajaran dijalankan oleh individu yang sudah memiliki konsep dan pengalaman yang kuat di dalam bidang keamanan pangan. Namun apabila kompetensi belum memadai, tidak ada salahnya menggunakan jasa pihak ketiga yang berpengalaman di dalam bidang proses implementasi BRC itu sendiri.

Langkah kedua adalah melakukan proses penyusunan dokumen yang berhubungan dengan konsep BRC itu sendiri, di dalam langkah dan proses ini dijalankan suatu pembentukan prosedur dan penyusunan dokumen yang menjadi persyaratan wajib untuk kebutuhan dari sistem BRC dan yang akan menjadi panduan dalam kegiatan operasional yang dijalankan di lapangan.

Langkah ketiga membentuk tim audit internal, tim ini akan memiliki tanggung jawab lengkap dalam memastikan bahwa sistem keamanan pangan yang berbasiskan BRC dapat dijalankan secara maksimal di dalam perusahaan. Akan menjadi suatu proses penting untuk memastikan bahwa tanggung jawab kompetensi dari personel yang mengaplikasikan BRC tersebut dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Proses implementasi BRC tersendiri tidak terlepas dari pengaruh akan kebutuhan dari Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan, suatu komitmen manajemen menjadi bagian yang penting bahwa BRC dijalankan secara efektif. Sudahkan perusahaan Anda berkomitmen dalam menjalankan proses penanganan implementasi yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Sistem Preventive Maintenance dalam Sistem HACCP

Dalam melakukan kegiatan penyusunan sistem, khususnya sistem industri pangan, pengembangan sistem yang terkait dengan proses pemeliharaan dan pengembangan maintenance adalah suatu konsep yang penting untuk diperhatikan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun sistem pemeliharaan pada industri pangan itu sendiri. Lalu apa saja yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem preventive maintenance itu sendiri.

(1)  Pengembangan Jadwal Pemeliharaan yang Tepat

Kegiatan dalam preventive maintenance ditujukan untuk mengembangkan konsep mencegah bukan memperbaiki.  Menyusun suatu bentuk sistematis proses untuk memastikan adanya suatu kegiatan pemeliharaan yang tepat sebelum penyimpangan muncul.  Mengapa hal ini menjadi suatu bentuk hal yang sangat penting dalam industri pangan?  Industri pangan adalah jenis industri yang memiliki konsep mencegah bukan memperbaiki, jadi adalah suatu hal yang sangat penting agar dapat memastikan bahwa proses dan perencanaan produksi dijalankan secara tepat.  Penyimpangan terhadap pemeliharaan mesin dapat memberikan resiko kepada kualitas bahkan keamanan pangan pada produk itu sendiri.

(2) Proses Aplikasi Sistem Kalibrasi

Penyusunan sistem kalibrasi ditetapkan sebagai bagian dari proses verifikasi HACCP.  Kegiatan kalibrasi yang tepat dan akurat dapat diaplikasikan secara maksimal untuk dapat memastikan bahwa program kalibrasi yang ditetapkan tersebut dapat menjaga standar validasi dari suatu konsep keamanan pangan yang ditetapkan dalam suatu proses keamanan pangan itu sendiri. Banyak hal yang menarik untuk diperhatikan bahwa dalam kegiatan kalibrasi dan verifikasi harus dapat memastikan bahwa kegiatan preventive maintenance adalah memastikan bahwa sistem kalibrasi dan verifikasi juga dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat.

(3) Proses Optimalisasi dan Pengembangan Pengukuran

Kegiatan dalam proses operasional dari proses preventive maintenance yang dapat menunjang kegiatan pengukuran parameter keamanan pangan.  Ketidaksesuaian dalam pengukuran ini dapat mengakibatkan kemunculan resiko keamanan pangan yang tinggi yang mana sebelumnya sudah dipertimbangkan untuk dapat dievaluasi pada bagian parameter pengukurannya.

Dalam menyusun sistem manajemen keamanan pangan pertimbangan untuk melakukan program preventive maintenance untuk dapat mengoptimalkan sistem manajemen keamanan pangan (HACCP) . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Program Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Keamanan Pangan

Dalam kegiatan implementasi terhadap sistem manajemen keamanan pangan, hal yang paling penting untuk dijadikan dasar dalam proses penerapannya adalah kegiatan dan program edukasi yang efektif untuk memastikan bahwa konsep kesadaran keamanan pangan diimplementasikan secara tepat ke dalam perusahaan.  Lalu bagaimana tahapan dan strategi yang efektif dalam program pengembangan kesadaran keamanan pangan tersebut.

(1) Mengoptimalkan fungsi leadership dalam perusahaan

Hal yang paling mendasar yang menjadi prinsip dan konsep untuk pengembangan kesadaran keamanan pangan adalah bagaimana mengoptimalkan fungsi dari pemahaman kepemimpinan yang ada pada setiap lini untuk secara terus menerus melakukan proses pengawasan dan melakukan proses monitoring yang tepat dalam memastikan bahwa sistem keamanan pangan telah disosialisasikan secara tepat ke dalam konsep operasional harian.

(2) Pengukuran kinerja berdasarkan persyaratan keamanan pangan

Paham dan informasi yang didapatkan bukan melihat dari kuantitas output produksi tersebut dihasilkan namun juga melihat kepada bagaimana persyaratan tersebut ditetapkan untuk kemudian dijalankan sesuai dengan persyaratan yang menjadi pertimbangan utama dari proses keamanan pangan.

Penerapan sistem yang logis, efektif dan efisien selalu menjadi persyaratan utama dalam penetapan status edukasi keamanan pangan itu sendiri.  Akan menjadi hal yang sangat menarik dan dapat diterapkan dalam sistem manajemen keamanan pangan di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Integrated Pest Management: Solusi Pengembangan Strategi Pengembangan Pest Control dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang mengalami banyak permasalahan dalam menangani pengendalian hama yang muncul dalam perusahaannya.  Strategi untuk menggunakan solusi manajemen pest itu sendiri bukan hanya satu-satunya alternatif yang dapat digunakan dalam menghilangkan resiko hama yang ada dalam industri pangan.  Karena sehebat apa pun jenis pengendalian hama yang digunakan, tetap dalam proses pengendalian hama penyebab utama dari kemunculan dari pest adalah bersumber dari sanitasi proses operasional yang tidak secara tepat dilaksanakan.

Ada baiknya perusahaan itu sendiri menerapkan pest control management yang berintegrasi dengan konsep sanitasi yang tepat.  Pengelolaan dari sanitasi menjadi kunci yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa resiko dari kemunculan pest sudah tertangani dari sumbernya.  Pengembangan program sanitasi itu sendiri harus diintegrasikan dengan teknik pengendalian hama yang tepat.  Artinya ketika suatu bentuk skema sanitasi dijalankan maka konsep pengendalian hama sudah dapat dijalankan sesuai dengan pengembangan dari program sanitasi itu sendiri.  Dimana hal tersebut dapat mencegah dari potensi pengendalian hama yang dilaksanakan secara berlebihan dengan mengunakan teknik aplikasi kimia yang tidak diperlukan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manajemen Kalibrasi dalam Industri Pangan

Dalam proses implementasi industri pangan termasuk di dalamnya adalah perikanan, salah satu persyaratan yang menjadi bagian penting dalam tahapan pengukuran adalah melakukan program kalibrasi secara tepat.  Program kalibrasi yang menjadi fokus terpenting dalam industri pengolahan hasil tangkapan laut dapat menjadi nilai penting dan strategis dalam proses penjaminan keamanan pangan dalam proses yang dijalankan itu sendiri.

Bagaimana menetapkan tahapan implementasi yang tepat dalam penyusunan program kalibrasi dalam industri perikanan.  Berikut adalah tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa program kalibrasi yang dijalankan menjadi suatu bentuk sistem yang terencana dan dapat terpantau secara tepat dan efektif dalam industri pengolahan perikanan.

(1) Proses identifikasi peralatan

Lakukan proses pemberian identitas peralatan yang digunakan.  Pastikan identitas tersebut menunjukkan pada lokasi, nomor seri maupun informasi yang berhubungan dengan karakteristik unik peralatan tersebut.  Kebutuhan dari proses identifikasi peralatan ini akan mengarah kepada konsep untuk memastikan bahwa peralatan ini sesuai penggunaannya dan tidak terdapat resiko untuk digunakan pada pekerjaan lainnya.  Pentingnya untuk memastikan pengendalian alat ini dilakukan karena dalam proses kalibrasi, suatu usaha atau industri harus memastikan bahwa dalam selang waktu tertentu sistem kalibrasi dalam peralatan tersebut masih dapat menjaga peralatan yang dimaksud dari resiko mengalami ketidaksesuaian.

(2) Penetapan status kalibrasi dan verifikasi

Perusahaan sebaiknya menentukan status pengendalian peralatan tersebut, dapat dilakukan proses kalibrasi dan verifikasi, dipilih salah satunya.  Apa yang dimaksud dengan proses kalibrasi, proses kalibrasi adalah kegiatan untuk memastikan kesesuaian dan fungsi peralatan berdasarkan standar tertentu yang mana standar tersebut telah dilakukan pengujian dengan ketelitian yang sesuai.  Sedangkan verifikasi adalah proses pemastian kesesuaian alat atau pengukuran terhadap suatu alat atau metode pengukuran tertentu yang dipastikan oleh perusahaan sebagai cara yang tepat.

(3) Proses penanganan dan pencatatan peralatan

Proses kalibrasi harus dipastikan tercatat dan tersedia laporan pencatatannya, lakukan proses evaluasi terhadap status kesesuaiannya berdasarkan kesepakatan ditetapkan dalam proses kalibrasi tersebut.  Apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam proses kalibrasi ini, maka pihak perusahaan harus memastikan bahwa peralatan tersebut dievaluasi dan produk yang dihasilkan dalam selang waktu tersebut diperiksa ulang.

Dalam proses penjaminan keamanan pangan, kegiatan kalibrasi menjadi salah satu metode dari tindakan pencegahan pengendali kritis.  Khususnya dalam bidang perikanan dimana faktor temperatur menjadi salah satu batasan kritis dalam memastikan kualitas dan keamanan produk terjamin dengan baik. Lakukan proses implementasi sistem kalibrasi dalam bisnis dan usaha Anda, pastikan adanya referensi eksternal yang tepat untuk memastikan program kalibrasi tersebut dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Produk Baru dalam Konsep Manajemen Keamanan Pangan

Dalam industri pangan, proses pengembangan terhadap produk baru adalah inovasi penting yang tidak boleh dianggap remeh. Proses pengembangan produk adalah langkah strategis yang harus dilakukan oleh industri pangan untuk mengoptimalkan posisi industri tersebut dalam persaingan di antara industri pangan lainnya.  Lalu bagaimana konsep pengembangan produk ini diaplikasikan ke dalam konsep manajeman keamanan pangan yang berhubungan dengan program HACCP dan Sistem ISO 22000.

(1) Pentingnya pengkajian keamanan pangan sebelum menjalankan proses pengembangan produk baru

Dalam setiap kegiatan pengembangan produk baru, ada baiknya dilakukan proses pengkajian untuk melakukan proses pengamatan terhadap komposisi produk baru yang dimaksudkan tersebut, resiko dari bahan baku maupun proses yang beresiko terhadap pelanggan.

(2) Pengkajian regulasi dari pengembangan produk baru tersebut

Otomatis dalam regulasi pemerintahan, proses pengembangan produk baru harus mematuhi prosedur dan persyaratan kepatuhan yang terkait dengan produk baru yang dimaksudkan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pemastian jaminan keamanan pangan dari komposisi produk dan sistem pelabelan sesuai dengan standar persyaratan.

(3) Penyusunan dan implementasi dokumen keamanan pangan

Melakukan proses perumusan dan penetapan konsep dari sistem dokumentasi, prosedur, Standard Operating Procedure dan form kerja serta catatan kerja terkait lainnya yang berhubungan dengan sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. Dimana dalam pembuatan produk baru, skema sistematis dokumentasi juga perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan aplikasi dan pengembangan sistem manajemen yang ada dalam perusahaan.

Lakukan proses pengembangan dan aplikasi yang tepat dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda.  Konsep pengembangan dan implementasi dari pemahaman keamanan pangan ini menjadi suatu bentuk persyaratan mutlak dan penting untuk dipastikan dijalankan terkait dengan komitemn ISO 22000. Dengan komitmen ini, peningkatan bisnis dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda akan dapat secara lebih optimal meningkat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Pengembangan Hasil Industri Perikanan untuk Pasar Lokal

Industri perikanan di Indonesia merupukan salah satu keunggulan bisnis negara untuk mengembangkan komoditas ekspor.  Baik itu melalui pengolahan dengan tingkat teknologi tinggi maupun tidak, segmentasi ekspor perikanan di dunia internasional menjanjikan konsep pasar yang cukup menjanjikan.  Pengembangan maupun aplikasi dari konsep pengembangan teknologi perikanan ini memberikan gambaran cukup baik mengenai penerimaan industri perikanan untuk pasar ekspor.

Sebegitu tingginya animo untuk melakukan proses ekspor pada produk perikanan membuat pelaku industri terlena dan lupa untuk menggarap pasar lokal, yang mana memberikan peluang yang juga tinggi dalam konsep penyerapannya.  Sedikit lebih unik dibandingkan dengan pasar ekspor, potensi pasar lokal dapat lebih berkembang sejalan dengan optimalisasi pengembangan manajemen retail.

Nilai konsumsi terbesar adalah pada pasar tradisional namun dengan mengembangkan pendekatan modern, proses pengembangan produk langsung jadi (fast food) sederhana memiliki potensi yang besar digabungkan sejalan dengan konsep franchise yang tersebar di beberapa lokasi retail modern.  Produk jadi pada konsumen lokal memberikan banyak rangsangan yang lebih menarik dibandingkan dengan mengembangkan produk baku yang siap untuk dimasak. Tertarik untuk mengembangkan industri perikanan lokal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk proses optimalisasi dan pengembangan komoditas industri perikanan lokal yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)