Menyusun Customer Relationship Program

Dalam proses penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), adalah hal yang sulit untuk ditetapkan. Mengingat bahwa kebutuhan dan kepentingan dari konsumen akan selalu berubah dan sifatnya adalah dinamis.

Untuk dapat menyelesaikan permasalahan mengenai sistem tersebut, ada baiknya perusahaan menyusun masterplan program yang dapat dipergunakan untuk menjadi program pemasaran yang tepat dan strategis.  Salah satu strategi penting dalam penyusunan sistem adalah proses pengembangan Customer Relationship Program. Konsep dan stategis dari proses pengembangan program/ perencanaan terhadap pendekatan pelanggan adalah menetapkan tahapan program Customer Relationship.

Adapun tahapan penyusunan program itu sendiri dapat dilakukan sebagai berikut:

(1) Pemahaman Kebutuhan Pelanggan

Perusahaan harus dapat mendefinisikan pelanggan yang dimiliki, bahkan potensi yang akan dimiliki.  Bagaimana proses ini dilakukan? Salah satunya adalah dengan mengembangkan program-program survey maupun proses riset.  Dengan dapat mendefiniskan kebutuhan pelanggan secara tepat, maka perusahaan dapat mengembangkan jenis program yang akan dikembangkan.

(2) Penyusunan Program

Dalam proses penyusunan program, perusahaan harus dapat menyesuaikan antara jenis produk maupun jenis pelanggan yang dipersyaratkan.  Penetapan program itu sendiri adalah program yang harus diperhatikan menyentuh esensi produk dan esensi kebutuhan.  Memastikan bahwa program itu akan memegang pengaruh atas kepercayaan pelanggan terhadap produk Anda. Program bisa terbagi atas 3 (tiga) jenis, yaitu:

(a) Program Pelayanan Terpadu

Dimana dalam program ini, perusahaan menciptakan suatu sistem terpusat (satu pintu) dimana pelanggan diberikan akses satu pintu untuk kebutuhan keluhan, produk maupun masalah teknis lainnya.  Program pelayanan terpadu ini sebaiknya dipastikan dijalankan dengan kondisi tanpa kendala akses sehingga pelanggan tidak mudah kecewa.

(b) Program Marketing dengan Sistem Keterlibatan Pelanggan

Proses penjualan dengan pemberian nilai poin dan apabila terdapat status penjualan referensi adalah suatu metode yang tepat dalam memastikan bahwa pelanggan adalah bagian dari diri perusahaan.  Perusahaan harus dapat memposisikan bahwa produk dan pelayanan yang mereka berikan adalah solusi bagi pelanggan. Strategi ini banyak dikembangkan oleh perusahaan yang menerapkan sistem Multilevel Marketing.

(c) Program Pengembangan Identitas Produk dan Pelanggan

Perusahaan harus menerapkan strategi dengan modal kuat, sehingga brand yang terbentuk pada diri pelanggan adalah sangat identik dan menjadi bagian penting dari diri pelanggan.  Mengembangkan merk yang kuat dengan identitas yang dekat dengan pelanggan,

(3) Proses Evaluasi Program

Bagaimana suatu program tersebut dapat dipastikan efektif dijalankan? Perusahaan harus memastikan adanya suatu pemantauan terkait dengan pelaksanaan program yang dijalankan. Adanya strategi yang penting untuk melakukan program perbaikan secara terus-menerus menjadi hal penting untuk memastikan bahwa program yang dibentuk adalah untuk memastikan bahwa pelanggan Anda adalah bagian penting dari perusahaan.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program perusahaan Anda menjadi bagian penting bagi pelanggan Anda. (Amarylliap@gmail.com, 08153467638)

Panduan Menetapkan Kebijakan Keuangan

Bagi banyak perusahaan, selain dengan menggunakan Standard Operating Procedure, adalah penting untuk menerbitkan kebijakan keuangan.  Dalam beberapa kondisi penetapan kebijakan keuangan adalah prasyarat mutlak yang sangat perlu ditekankan akan kepatuhan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.

Berikut adalah panduan penting yang dapat dijadikan pegangan dalam menyusun kebijakan keuangan.

(1) Kebijakan Mengenai Pembentukan Anggaran

Perusahaan harus dapat memastikan tata cara dalam proses pembentukan/ penyusunan anggaran.  Proses alokasi dan penetapan bagaimana anggaran terbentuk dijelaskan dalam kebijakan.  Konsep perencanaan anggaran ada baiknya dilakukan proses verifikasi terhadap batasan yang dipergunakan dalam penyusunan anggaran tersebut.

(2) Kebijakan Mengenai Pengendalian Biaya

Bagaimana proses penggunaan biaya dapat diajukan. Proses penetapan authorisasi itu sendiri menjadi strategi penting. Tentang bagaimana biaya diperhitungkan, proses pemantauan akan penggunaan biaya serta proses perbaikan yang berhubungan dengan penggunaan biaya tersebut. Penetapan seluruh biaya yang digunakan dalam perusahaan adalah menjadi suatu nilai strategis yang penting

(3) Kebijakan Mengenai Proses Pencatatan Keuangan

Penyusunan kebijakan terkait dengan administrasi pencatatan keuangan adalah penting.  Dalam beberapa kondisi status perusahaan harus dapat memastikan seluruh proses pencatan keuangan menjadi dasar dari kepentingan perusahaan dalam melakukan proses alokasi pengendalian manajemen operasional perusahaan. Ada baiknya seluruh sistem operasional perusahaan ditetapkan kebijakan dan prasyarat administrasi keuangan.

Bagaimana penetapan kebijakan keuangan dalam perusahaan Anda, adalah menjadi hal penting dan strategis bagi perusahaan untuk menyusun kebijakan keuangan yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Sistem Pengadaan dengan Integritas

Banyak perusahaan ataupun organisasi, mengalami permasalahan dengan mekansime proses pengadaan yang transparan dan memiliki konsep integritas yang tinggi.  Terkadang sangat sulit bagi organisasi untuk dapat memastikan bahwa sistem integritas yang dimaksudkan tersebut telah sesuai dengan status transparansi yang telah dipersyaratkan.

Lalu bagaimana perusahaan atau organisasi membangun suatu sistem pengadaan dengan integritas yang tinggi.

(1) Pemastian sistem kriteria seleksi

Penetapan kriteria seleksi adalah suatu prasyarat yang kuat dimana terdapat tim teknis yang independen dan tidak berhubungan langsung dengan pemasok.  Tim teknis menjalankan proses penetapan kriteria teknis yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan pengadaan.

(2) Proses administrasi

Penetapan sistem prasayarat administrasi dan pembuktian kapasitas pemasok adalah hal penting.  Dalam beberapa pengadaan adanya sistem seperti ISO ataupun sertifikasi khusus yang menjamin bahwa pemasok dapat menjalankan pengadaan secara efektif sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(3) Penilaian Pemasok

Proses penilaian pemasok sebaiknya dijalankan dengan sistem pengukuran penilaian yang bersifat obyektif dengan bobot yang proporsional.  Dengan memastikan bahwa proses penilaian tersebut dijalankan dengan suatu konsep strategis sehingga hanya benar-benar pemasok terpilihlah yang dapat dipastikan yang terpilih.

Selain dengan sistem, ada baiknya perusahaan juga memastikan nilai integritas dari tim seleksi yang terbentuk.  Pada beberapa aspek, konsep strategis penunjukan tim seleksi adalah faktor yang memperkuat transparansi seleksi ini terbentuk. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Leadership dalam Pengembangan Sistem

Banyak perusahaan/ organisasi gagal mengembangkan sistem di dalam internal perusahaannya, meskipun terkadang sistem sudah disusun secara sempurna.  Namun sebaliknya, terdapat perusahaan yang secara sistem tidak sempurna namun dalam implementasinya, hasil yang didapatkan dalam proses adalah lebi baik.  Mengapa demikian?

Permasalahan utama terbesar yang terkadang dilupakanj oleh organisasi/ perusahaan adalah konsep dan strategi leadership dalam perusahaan.  Banyak kegagalan usaha mengalami banyak permasalahan dikarena faktor leadership.  Beberapa kendala pengembangan sistem yang disebabkan oleh strategi leadersip yang salah adalah sebagai berikut.

(1) Kegagalan menciptakan budaya belajar dalam perusahaan

Bagi perusahaan, proses belajar adalah sangat penting untuk memastikan sistem dapat dijalankan secara optimal dan maksimal.  Pembelajaran membuat tim yang ada dalam organisasi mudah untuk menerima sistem tanda praduga negatif serta berkurangnya unsur penilaian obyektif bagi karyawan.  Pembelajaran akan menciptakan sosok leader yang kuat dalam perusahaan untuk setiap lini organisasi.

(2) Kegagalan menciptakan profesionalisme

Pola kepemimpinan yang tidak demokratis dan cenderung diciptakan atas dasar subyektifitas, menimbulkan budaya ketakutan pada personel.  Bukan melihat pekerjaan atas dasar tanggung jawab dan sistem.  Individu cenderung melihat sistem adalah proses yang berbeda dengan orientasi bekerja mereka.  Dimana orientasi pekerja adalah lebih memuaskan kepentingan selera pemimpinnya.

(3) Kegagalan dalam membagi tanggung jawab

Leadersip yang terlalu kuat atau terlalu lemah menyebabkan konsep pembagian tanggung jawab tidak terstruktur.  Ketidakmampuan untuk mengembangkan sistem penghargaan dan hukuman atas pelanggaran sistem membuat tanggung jawab tidak dapat ditekan kepada karyawan secara optimal.

Lalu bagaimana dengan penerapan sistem dalam perusahaan Anda. Apakah pengembangan kempimpinan dalam perusaaan Anda telah maksimal terimplementasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Sistem Pengelolaan Asset

Banyak perusahaan, melihat asset adalah bentukan dari kekayaan asset yang menjadi bagian penting dari proses pencatatan dari sistem manajemen keuangan.
Adalah menjadi strategi penting bagi perusahaan untuk dapat menciptakan sistem pengelolaan asset yang tepat.

Beberapa hal penting yang dapat dijadikan pertimbangan dalam proses penyusunan sistem pengelolaan asset adalah sebagai berikut:

(1) Proses pendataan dan pengadaan asset
Hal yang paling penting untuk perusahaan jalankan ketika melakukan proses pengadaan asset adalah melihat seberapa pentingnya organisasi dalam melakukan proses optimalisasi yang terkait dengan utilisasi dari proses pengadaan asset yang ada.

(2) Penetapan budget terhadap asset
Banyak perusahaan yang melihat bahwa proses pengadaan adalah proses final dari suatu penyediaan asset. Untuk memastikan bahwa utilisasi yang terkait dengan asset dapat dioptimalkan, perusahaan harus dapat memastikan bahwa penggunaan budget dapat dijalankan 100%. Dimana perusahaan harus dapat memastikanbahwa tidak ada loss yang disebabkan oleh tidak dijalankannya proses pemeliharaan secara maksimal.

3) Penanganan penyimpanan dan status asset
Bagaimana perusahaan memastikan waktu penggunaan asset tersebut telah selesai dijalankan serta mengidentifikasi status asset yang dikelola. Beberapa perusahaan melakukan proses up grade/ penambahan waktu pakai terhadap asset, yang mana proses tersebut adalah hal penting dan strategis yang dapat dijalankan oleh organisasi dengan mempertimbangkan masalah keamanan dan produktifitas.

Perusahaan harus menjalankan sistem pengelolaan asset yang tepat dan efektif untuk dapat memaksimalkan kinerja organisasi dan efisiensi yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memaksimalkan Sistem Manajemen Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Optimalisasi Tim dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi

Dalam konsep manajemen proyek, salah satu hal yang terpenting di dalamnya adalah melakukan proses penyusunan terhadap perencanaan proyek yang paling tepat dan efektif. Terdapat 5 hal penting yang menjadi bagian penting dalam menjalankan proyek konstruksi.

(1) Memastkan adanya perhitungan yang akurat dalam Menyusun Rencana Anggaran Proyek
Rencana terhadap proses perhitungan dari Rencana Anggaran Proyek inilah adalah hal penting. Penetapan rencana awal produk dalam bentuk gambar teknik, penyusunan spesifikasi serta penetapan harga adalah hal yang sangat penting. Kegiaan manajemen proyek yang tepat dan efektif dimulai dari detail gambaran awal yang akurat tersebut.

(2)Pengelolaan Alir Pengadaan
Perencanaan yang kuat tidak hanya dimulai dari suatu gambaran teknis saja, namun juga terkait dengan status perencanaan terhadap pengadaan barang (pasokan material) yang dimulai dari pemasok untuk kemudian dijalankan proses perencanaan kerja sama dengan pemasok yang efektif.

(3) Kontrol Pelaksanaan Budget Proyek
Ada baiknya penetapan budget diberikan toleransi untuk beberapa aspek tidak terduga, seperti kenaikan harga ataupun faktor eksternal yang kemungkinan bisa terjadi. Perencanaan keuangan/ budget harus dijalankan secara ketat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa anggaran proyek yang dimaksudkan tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan terkendali. Rencana pengajuan budget harus ditetapkan berdasarkan data administrasi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

(4) Sistem Pengendalian Realisasi Pekerjaan
Bagaimana suatu sistem pekerjaan terkendali dan terawasi. Penyusunan fungsi pengawas dan QS adalah hal penting untuk dapat memastikan bahwa realisasi pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal. Pemantauan untuk melihat progres berjalan tepat waktu dan disertai dengan kualitas yang tepat dan akurat.

(5)Sistem Administrasi
Sistem pencatatan terhadap kegiatan proyek yang dijalankan merupakan nilai penting dalam melakukan proses perhitungan biaya beserta identifikasi pengukuran efektifitas maupun efisiensi pekerjaan.

Melihat referensi ini, ada baiknya perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dapat menjalankan proses manajemen proyek konstruksi yang terkendali dan sesuai dengan target waktu yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal Penting dalam Menyusun Sistem Franchise di dalam Perusahaan Anda

Perusahaan Anda akan mengembangkan sistem franchise/ waralaba, sebelum menjalankan program franchise ada baiknya perusahaan mempersiapkan beberapa hal yang penting dalam mendesain sistem franchise yang tepat dan efektif.

Terdapat 5 hal penting yang harus menjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk dapat mendesain Sistem Franchise yang tepat dan efektif.  Adapun kelima hal penting tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Ketersediaan Standard Operational Procedure

Penting bagi perusahaan untuk dapat menciptakan Standard Operational Procedure yang dapat mengendalikan tatanan pekerjaan yang dijalankan di lapangan. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa konsep strategis dari suatu proses operasional yang ditetapkan di lapangan dan secara administrasi sangat kuat? Menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa standar operasional dapat dijalankan pada seluruh bagian franchise agar standard yang ditetapkan tersebut dapat secara efektif terlaksana.

(2) Ketersediaan pusat pelatihan

Sumber daya manusia adalah bagian penting yang menjadi proses dalam membangun keseragaman proses pelayanan secara kuat kepada pelanggan.  Aspek kepatuhan dan pelayanan kepada pelanggan menjadi suatu materi penting yang tidak bisa dilepaskan apabila perusahaan akan menjalankan sistem franchise.

(3) Ketersediaan Sistem Pengendalian

Selain dengan menggunakan Standard Operating Procedure, perusahaan juga harus mengembangkan sistem pengendalian.  Tujuan terpenting dalam sistem pengendalian yang dibentuk adalah sebagai proses meminimalkan aspek resiko yang muncul terkait dengan manajemen aplikasi pekerjaan yang dijalankan di lapangan maupun proses administrasi yang muncul.

(4) Ketersedian Sistem Teknologi Informasi

Aplikasi dari sistem teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi sistem dapat menjawab kebutuhan perusahaan.  Status pelaksanaan dengan kondisi real time serta keakuratan proses dapat memastikan bahwa standar proses dijalankan secara aman dan efektif.

(5) Ketersediaan Struktur Organisasi yang Tepat

Fungsi dan authorisasi dalam organisasi akan menjadi bagian penting dalam mengembangkan sistem manajemen.  Dengan mengembangkan organisasi yang tepat dan menyentuh pada aspek core process dari usaha Anda maka pengembangan franchise dijamin akan efektif dan dapat dijalankan tanpa memberikan kesulitan yang berarti.  Pengembangan level menengah dalam bentuk uraian jabatan dan kewenangan dapat memastikan bahwa proses dalam organisasi tersebut dijalankan secara tepat dan efektif.

Apakah perusahaan Anda berminat untuk mengembangkan sistem franchise/ waralaba? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa sistem operasional yang dijalankan dalam perusahaan dapat berjalan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com)

 

Pentingnya Penilaian Kinerja dalam Desain Sistem Renumerasi

Penempatan sistem renumeasi dalam perusahaan diidentifikasi berdasarkan dua parameter, yaitu prestasi dan kompetensi.  Kedua hal ini meskipun terkelompokkan menjadi dua kategori yang berbeda namun dalam penerapannya tidak dapat terlepaskan.

 

Kompetensi yang merupakan persyaratan dalam suatu penempatan fungsi/ jabatan menggambarkan baik secara teknis maupun aspek soft kompetensi sebagai persyaratan penting dalam penetapan grade (nilai) jabatan.  Nilai jabatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penempatan dalam tabel kompensasi. 

 

Namun secara realisasinya, kadangkala kompetensi tidak seiring dengan prestasi ataupun kontribusi dari personel tersebut terhadap perusahaan.  Tidak selamanya sistem kompetensi mampu mewujudkan kondisi aktual bagaimana karyawan yang bersangkutan dapat berperan dan terukur dengan nilai positif. Melihat dari permasalahan tersebut, adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menyeimbangkan aspek prestasi ke dalam sistem renumerasi.

 

Pembuatan KPI (Key Performance Indicator) dapat amat sangat membantu perusahaan dalam menempatkan individu dengan jabatan ber”kompetensi” tertentu ke dalam suatu standar aktual yang efektif.  Sehingga perusahaan memiliki catatan hasil sebenarnya tidak hanya berdasarkan kualifikasi dalam menempatkan suatu individu ke dalam kerangka kompensasi yang sudah ditetapkan.

 

Penyusunan SOP renumerasi menjadi sangat penting dan kritikal sehingga menjadi suatu kebutuhan strategis perusahaan dalam menyeimbangkan antara penghargaan dan produktifitas.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam menyusun sistem renumerasi dan pengukuran kinerja dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Menyusun Sistem Renumerasi

Banyak perusahaan mempertanyakan seberapa besar nilai tambah dari kosultan SDM/ HR ketika melakukan proses penyusun renumerasi.  Beberapa perusahaan melihat bahwa tanpa menggunaka konsultan, perusahaan dapat melakukan proses set up secara internal terhadap sistem renumerasi yang ada perusahaan.  Namun ada baiknya perusahaan melakukan proses review untuk melihat peranan konsultan sdm (sumber daya manusia) dala melakukan proses penyusunan sistem renumerasi.

 

 1) Melakukan analisis benchmarking terhadap standar gaji/renumerasi

 

Konsultan akan melakukan proses analisis terhadap data-data eksternal yang dipergunakan sebagai standar gaji di perusahaan yang dimaksud.  Referensi eksternal tersebut dapat didasarkan pada standar pada industri/kelompok usaha yang sejenis, ataupun berdasarkan kelompok kompetensi jabatan yang dipersyaratkan.

 

2) Melakukan proses penetapan kelompok fungsi dalam perusahaan

 

Ada baiknya perusahan melakukan pemilahan terhadap kelompok fungsi yang ada dalam perusahaan.  Terdapat kelompok fungsi utama (core business) dan fungsi pembantu (support business),  penetapan dari nilai renumerasi dari setiap kelompok adalah tidak sama. Umumnya, dalam mengklasifikasikan penetapan fungsi ini, perusahaan membutuhkan peranan konsultan yang obyektif yang dapat menjalankan sistem positioning dan keputusan yang tepat dalam perusahaan.

 

3)Skema grading

 

Konsultan dapat melakukan proses penetapan kelas dan grade dari jabatan.  Proses penetapan ini akan dijalankan sesuai dengan jenis usaha dan berasal dar analisis referensi eksternal yang memadai dalam menetapkan kelompok jabatan yang dimaksudkan tersebut.

Selain dengan analisis referensi eksternal, perusahaan melakukan pemetaan terhadap kompetensi dan lama waktu bekerja agar penetapa nilai gaji sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.

 

4) Prosedur Renumerasi

Penetapan prosedur renumerasi dilakukan untuk memastikan bahwa tahapan proses penetapan standar renumerasi tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

 

Bagaimana proses penyusun sistem renumerasi dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan sistem manajemen sumber daya manusia di perusahaan Anda sesuai dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Sistem Renumerasi untuk Tim Sales

Bagi perusahaan, tim sales adalah aspek kritikal yang menjadi ujung tombak dari bagaiman suatu perusahaan maju dan berkembang.  Pada saat ini, strategi perekruitan dari tim sales membutuhkan sistem renumerasi yang tepat. Bagaimana mekanisme pola penyusunan renumerasi yang tepat Untuk Tim sales?

1) Tetapkan komposisi gaji yang tepat

Dalam divisi sales, penetapan gaji harus memperhitungkan kapasitas penjualan dari tim sales, baik proses realisasi penjualan sebagai individu maupun sebagai kelompok.  Kapasitas penjualan ini dapat dibagi menjadi komisi ataupun insentif.  Bagi beberapa perusahaan, selalin komisi dan insentif juga terdapat bonus yang ditetapkan dalam komponen kompensasi.

2) Pahami desain organisasi

Desain organisasi sales akan mengarah kepada budget penjualan yang akan ditetapkan.  Dalam beberapa hal desain organisasi tersebut dapat mengarah kepada budget yang ditetapkan dalam organisasi.  Budget dan desain organisasi terbentuk dari konsep penjualan yang akan dikembangkan oleh perusahaan.  Secara logis penjualan harus menyesuaikan desain organisasi yang telah ditetapkan.  Sistem penjualan akan menentukan besaran dari nilai kompensasi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

3) Penetapan nilai komisi berdasarkan progress penjualan

Ada baiknya perusahaan juga menetapkan standar progress penjualan yang dijadikan prasyarat terhadap pencapai program penjualan secara progresif.  Penetapan komisi berdasarkan standar progress penjualan ini niscaya akan membantu proses peningkatan penjualan.

Bagaimana proses penetapan standar kompensasi di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam menyusun standar kompensasi di dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)