6 Jenis Temuan Internal Audit ISO 9001 pada Sektor Manufacturing

Dalam menjalankan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, kegiatan internal audit merupakan kegiatan yang wajib untuk dijalankan. Pelaksanaan internal audit itu sendiri bertujuan untuk melakukan evaluasi terkait dengan implementasi dari Sistem Manajemen Mutu. Dari kegiatan internal audit, temuan akan teridentifikasi terkait dengan penyimpangan yang seringkali muncul pada saat kegiatan internal audit ISO 9001.

Dari temuan yang dimaksud, perusahaan/organisasi wajib ntuk menjalankan analisis penyebab serta tindakan perbaikan. Dimana tindakan perbaikan tersebut dapat memberikan sistem yang konsisten yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Persiapan Untuk Menjalankan CTPAT

Tanggung jawab perusahaan dalam dunia perdagangan tidak hanya berkaitan dengan kualitas saja, namun juga memiliki tanggung jawab yang terkait dengan keamanan atas produk. CTPAT (Customs Trade Partnership Against Terorism) adalah salah satu bentuk sistem keamanan yang wajib dijalankan oleh beberapa pelaku industri yang menjadi eksportir untuk mancanegara, khususnya Amerika Serikat. Pelaksanaan atas sistem ini dijalankan secara kompleks, disiplin dan dengan kehati-hatian yang tinggi. Dimana perusahaan wajib utuk dapat menjalankan sistem secara tepat dan intensif.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat perusahaan jalankan untuk menjalankan CTPAT.

Lakukan proses penerapan yang tepat untuk dapat memastikan bahwa sistem dapat berjalan dengan efektif. Lakuan proses pencarian referensi eksternal yang berpengalaman dan tepat untuk dapat memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan CTPAT sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan SOP Sistem Waralaba di Bisnis Retail Kesehatan

Dalam pengelolaan bisnis, waralaba adalah salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk melakukan proses pengembangan bisnis. Dalam bisnis yang terkait dengan bisnis retail kesehatan, salah satu strategi yang dapat dikembangkan dapat dilakukan dengan mempergunakan sistem waralaba. Namun, mempertimbangkan atas tingkat resiko usaha, maka perusahaan sebaikanya menjalankan tahapan-tahapan yang tepat dalam proses penyusunan sistem waraaba itu sendiri.

Tahapan yang dapat perusahaan jalankan adalah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) pada bisnis retail kesehatan. Untuk mendapatkan sistem yang tepat, perusahaan dapat menjalankan tahapan sebagai berikut:

Perusahaan dapat mulai menjalankan tahapan yang terkait dengan penetapan sistem tersebut sebelum menjalankan model waralaba. Hal ini menjadi tahapan penting untuk menjaga bisnis dan menjamin konsistensi proses yang ada di dalam organisasi/perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan sistem waralaba yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure Pada Organisasi Dana Pensiun

Penetapan atas SOP di dalam organisasi Dana Pensiun, dijalankan dengan memperhatikan kebijakan dan peraturan yang melekat pada peraturan dana pensiun. Untuk dapat memastikan proses penyusunan SOP pada organisasi Dana Pensiun, berikut ini adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan.

Berikut ini adalah diagram ilustrasi yang terkait dengan proses penyusunan Standard Operating Procedure.

Proses menyusun SOP (Standard Operating Procedure) ini menjadi bagian penting yang dapat dilakukan oleh organisasi pengelola dana pensiun sebagai bentuk kewajiban dari regulator. Lakukan kajian secara rutin untuk memastikan bahwa sistem yang dipergunakan adalah sesuai dengan regulasi dan fungsi proses yang ada di internal organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penyusunan SOP dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Apa yang Harus Dilakukan Apabila KPI Tidak Tercapai?

Penyusunan manajemen kinerja adalah langkah strategis yang dikembangkan oleh perusahaan/organisasi untuk dapat mencapai target yang diharapkan oleh perusahaan. Penetapan atas KPI itu sendiri wajib untuk dijalankan evaluasi dalam rangka memastikan bahwa KPI yang dijalankan benar-benar terpenuhi. Harapan terbesar dari organisasi/perusahaan adalah memastikan bahwa KPI ini dapat terpenuhi dan dijalankan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam perusahaan/organisasi. Namun, tidak jarang, pencapaian atas KPI itu sendiri gagal untuk terlaksana.

Apabila tidak tercapai, langkah apa yang harus perusahaan/oranisasi lakukan. Berikut ini adalah gambaran hal apa saja yang harus dilakukan apabila KPI dari organisasi/perusahaan tidak tercapai.

Perusahaan melakukan kajian atas seluruh penyebab yang dimaksudkan tersebut untuk kemudian melakukan perbaikan atas pelaksanaan dari KPI. Perbaikan ini bertujuan agar sistem manajemen kinerja tetap berjalan dan mencapai apa yang menjadi target dengan baik dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat agar perusahaan dapat menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang bersinergi dengan target organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah-langkah Menyusun Job Grade di Dalam Organisasi

Dalam pengelolaan organisasi, penetapan atas job grade memberikan nilai penting dalam sistem remunerasi, pengukuran kinerja serta pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri. Penetapan atas job grade itu sendiri merupakan suatu langkah yang memerlukan banyak pendekatan analisis, kajian dan review process. Walupun terlihat kompleks, penyusunan atas job grade tersebut dapat dilakukan dengan memastikan dijalankan langkah-langkah sebagai berikut.

Dengan melakukan tahapan yang dimaksud, proses penyusunan atas peringkat jabatan dalam organisasi dapat dilakukan. Penetapan atas peringkat tersebut akan sangat membantu perusahaan/organisasi dalam proses pengelolaan karir, penetapan remunerasi serta proses pengembangan kompetensi. Lakukan penyusunan job grade yang tepat di dalam perusahaan dengan mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Karir Karyawan

Dalam pengelolaan organisasi, peranan karyawan sangat penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan operasional berjalan dengan tepat. Salah satu bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawan, selain kompensasi, adalah pengembangan karir karyawan yang bersangkutan. Pengembangan karir ini selalu menjadi upaya bagi karyawan maupun perusahaan untuk dapat memastikan berjalan seiringan dengan kompetensi yang akan dikembangkan di dalam organisasi tersebut.

Untuk dapat mengelola karir karyawan, perusahaan dapat mengembangkan sistem yang tepat agar karir karyawan dapat berjalan seimbang dengan perkembangan organisasinya serta apa yang paling dibutuhkan dalam organisasi itu sendiri. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perusahaan dapat mengembangkan karir karyawan.

Karir yang terkelola dengan tepat dapat meningkatkan rasa memiliki dalam perusahaan. Dimana karyawan merasa adanya perlakuan yang tepat dalam menjalankan aspirasi dari mereka dan bagaimana mereka dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasinya. Pengembangan talent internal bukanlah hal yang mudah namun patut untuk diperjuangkan sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manajemen Efisiensi dalam Sektor Manufacturing

Saat ini tantangan sektor manufacturing adalah sangat kompleks. Dengan biaya tinggi serta kompetisi yang tidak rasional dari produk impor, sektor manufacturing harus mengambil langkah strategi yang tepat untuk dapat mengambil solusi. Salah satu strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan adalah dengan menjalankan program efisiensi. Berikut adalah beberapa strategi efisiensi yang dapat perusahaan jalankan.

Dengan menjalankan strategi yang dimaksud, diharapkan pelaku usaha yang bergerak di bidang manufacturing dapat mengupayakan langkah tepat dalam menghadapi problema persaingan usaha. Secara tepat, penggunaan referensi eksternal akan sangat membantu perusahaan dalam menghasilkan solusi dan percepatan startegi yang optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peningkatan Produktifitas Melalui Sistem Remunerasi

Banyak perusahaan/organisasi dalam menyusun sistem remunerasi tidak menjalankan secara tepat dan berhubungan langsung dengan produktifitas. Perusahaan dapat mengembangkan sistem remunerasi yang efektif agar produktifitas dapat berjalan di dalam organisasi/perusahaan.

Bagaimana perusahaan mengembangkan sistem remunerasi adalah langkah strategis yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memastikan kinerja perusahaan terjaga. Mengembangkan sistem itu sendiri dapat dijalankan dengan mempergunakan referensi eksternal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Penerapan SMETA SEDEX pada Perusahaan

Untuk memastikan adanya persaingan yang setara, salah satu persyaratan yang dibutuhkan oleh buyer internasional adalah adanya audit SMETA SEDEX termasuk di dalamnya proses pendaftaran atas keanggaotaan SMETA SEDEX yag dimaksud. Banyak perusahaan yang mempertanyakan mengenai apa manfaat, berikut adalah manfaat yang dapat diambil dari proses penerapan SMETA SEDEX.

Lakukan identifikasi yang terkait dengan parameter yang berhubungan dengan penerapan SMETA SEDEX, dimana dari persyaratan yag ada. Evaluasi referensi eksternal yang berhubungan dengan persyaratan yang dimaksud untuk kemudian melakukan implementasi dengan tepat. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat membantu perusahaan dalam penerapan persyaratan SMETA SEDEX. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)