Menghitung Harga Jasa Konsultan Manajemen

Dalam proses penggunaan jasa konsultan manajemen, banyak perusahaan mengalami kebingungan atas seberapa besar nilai harga jasa konsultan manajemen.  Sebelum melakukan proses evaluasi terkait dengan nilai harga jasa konsultan, berikut adalah beberapa pertimbangan yang dapat perusahaan kaji ketika melakukan pencarian atas jasa konsultan.

(1) Resiko Usaha

Beberapa konsultan memastikan bahwa dalam menyusun sistem resiko bisnis terukur dengan tepat. Pengendalian atas jenis usaha ataupun ruang lingkup usaha dengan tingkat resiko yang tinggi dapat menyebabkan tim konsultan memberikan tarif yang berbeda dengan jenis resiko usaha yang rendah tingkat resikonya.

(2) Ruang Lingkup

Pemberian tarif pada beberapa konsultan juga diberikan berdasarkan pada status atas batasan ruang lingkup pekerjaan. Beberapa konsultan menetapkan nilai yang cukup tinggi apabila melibatkan nilai interaksi dan intervensi kepada perusahaan dengan sangat tinggi. Dimana pengaruh tersebut membuat nilai peran konsultan dapat melebihi 50% dari pada keseluruhan keberhasilan program.

(3) Pengalaman Konsultan

Nilai investasi konsultansi juga dapat terpengaruh dari waktu atau pengalaman konsultan dalam menangani klien/ pelanggan.  Dimana semakin tingginya pengalaman, biasanya dapat menyebabkan tingkat keberhasilan program konsultasi juga semakin tinggi.

Ada baiknya perusahaan melakukan kajian dan evaluasi atas investasi yang tepat dalam penggunaan jasa konsultan. Pastikan aspek kompetensi adalah menjadi persyaratan utama dan mutlak untuk dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Strategi Efektif dalam Menyusun Sistem Renumerasi Perusahaan

Dalam era dunia digital saat ini, banyak perubahan yang menjadi bagian penting untuk ditelaah dalam menyusun sistem renumerasi yang ada dalam perusahaan. Salah satu hal yang terpenting yang berubah adalah sistem renumerasi.

Dengan banyaknya alternatif lowongan posisi pekerjaan baru, tentu saja menjadi hal yang tidak mudah bagi praktisi HR (Human Resources) untuk menyaingi persaingan pengisian lowongan kerja dengan Start Up Business. Salah satu cara untuk dapat mengalahkan “persaingan” dalam pencarian tenaga kerja adalah dengan memastikan komponen renumerasi yang dimiliki oleh perusahaan dapat “menarik” tenaga kerja baru ataupun mempertahankan tenaga kerja yang berada di dalam perusahaan.

Lalu bagaiman strategi yang efektif bagi perusahaan untuk memastikan bahwa sistem renumerasi yang dimiliki adalah menarik bagi perusahaan untuk dapat bekerja ataupun bertahan dalam perusahaan.

Berikut 3 strategi yang perlu untuk dijalankan oleh perusahaan untuk dapat menarik tenaga kerja bekerja di perusahaan Anda.

(1) Pemberian Benefit

Ada baiknya perusahaan menetapkan sistem benefit yang tepat dan efektif. Dimana dalam program pemberian benefit tersebut, perusahaan dapat memberikan pemahaman adanya sistem lain selain renumerasi seperti investasi di bidang pelatihan ataupun pendidikan.

(2) Jenjang Karir

Perusahaan memastikan bahwa jenjang karir dalam perusahaan dapat mengakomodasi prestasi dari karyawan. Tersedianya jenjang karir yang diiringi dengan sistem manajemen unjuk kerja dapat membantu perusahaan dalam menarik calon karyawan.

(3) Komponen Renumerasi

Perusahaan sebaiknya memberikan komponen renumerasi yang dapat menarik karyawan untuk berprestasi. Peluang untuk mengembangkan diri termasuk mencapai output/target yang diharapkan menjadi salah satu bagian penting dalam manajemen operasional perusahaan.

(4) Program Pensiun

Salah satu hal terpenting bagi karyawan adalah program pensiun. Konsep ini tidak tersedia untuk pekerja paruh waktu/ part time. Adalah menjadi hal penting bagi perusahaan untuk dapat menjaga loyalitas karyawan yang bekerja dalam perusahaan.

(5) Program Investasi

Tidak sedikit perusahaan memberikan “hadiah” kepada karyawannya berupa pembagian saham atau keluasan berinvestasi dalam pengembangan usaha. Perusahaan harus memastikan bahwa program investasi ini diberikan kepada karyawan yang berprestasi dan terbukti memiliki loyalitas. Dengan program ini, harapan terbesar bagi perusahaan adalah menjaga loyalitas karyawan dalam perusahaan.

Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk memastikan bahwa program renumerasi dapat dijalankan sesuai dengan memastikan standar persyaratan yang ditetapkan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

 

Meningkatkan Rasio Efisiensi Manufacturing

Dalam dunia manufacturing, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai atas rasio efisiensi yang dimiliki oleh bidang usaha Manufacturing. Menjadi suatu tantangan tersendiri bagi industri manufacturing untuk dapat meningkatkan nilai efisiensi dari perusahaan. Lalu bagaimana program efisiensi dijalankan dalam industri manufacturing?

Pola Pertama, Menjalankan Proses yang Efisien

Dalam program penyusunan suatu proses efisien, perusahaan dapat mengadopsi konsep lean management seperti yang dijelaskan dalam penerapan implementasi Six Sigma. Adapun model proses dengan kapasitas yang terbatas dan cenderung tetap adalah nilai terukur sebagai proses “normal”. Kemudian dipastikan proses sebelum dan setelahnya dapat terukur sebagai proses yang terkendali dalam batasan normal tersebut untuk kemudian dapat menjadi standar operasional baku.

Pola Kedua, Menghitung Produktifitas SDM

Ada baiknya perusahaan mulai melakukan pendekatan analisis jabatan dan beban kerja yang akurat.  Melakukan proses pengukuran atas besaran nilai output dan kompetensi sumber daya manusia menjadi nilai yang penting dan signifikan untuk dapat dikelola.

Pola Ketiga, Mengurangi Kesalahan Operasional

Ada baiknya perusahaan mulai menjalanakan budaya mutu dan pola kerja yang strategis dan efisien. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa kesalahan operasional tersebut dapat diminimalkan dengan menjalankan sistem manajemen operasional yang tepat. Perhitungan seperti Masaa Balanced System yang digabungkan dengan konsep strategi seperti ISO 9001 dapat dipakai sebagai bentuk alat penunjang atas pelaksanaan sistem manajemen operasional perusahaan.

Memastikan kembali bahwa perusahaan dapat mengembangkan dan  menyusun suatu sistem yang tepat adalah salah satu bentuk strategis efisiensi yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan sistem manajemen operasional adalah bentuk penting yang terkait dalam proses pengendalian operasional perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Manajemen SDM yang Sulit untuk Diperbaiki oleh Perusahaan

Dalam pengelolaan perusahaan, terkadang manajemen mengalami kesulitan untuk menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan konteks pekerjaan yang ideal. Permasalahan terkait dengan status finansial, kondisi kemampuan pasar dan kekuatan perusahaan secara keseluruhan menjadi bagian penting yang perlu untuk dipertimbangkan.

Dari hasil beberapa kajian, ditemukan adanya 5 (lima) kesalahan yang menjadi bagian dari kesalahan manajemen SDM.  Adapun lima kesalahan tersebut adalah:

(1) Terlalu melibatkan kedekatan personel dalam penanganan karyawan

Mengembangkan pendekatan dengan karyawan secara kekeluargaan adalah baik. Namun apabila peran emosional menjadi terlalu dekat dalam proses penanganan karyawan maka kondisi yang muncul adalah konflik dan ketidakprofesionalan.  Perbaikan atas penanganan seperti ini membutuhkan waktu dan budaya perusahaan yang baru sehingga menyulitkan perusahaan dalam melakukan perbaikan atas bisnis yang dimilikinya.

(2) Terlambat dalam Mengembangkan Kompetensi Karyawan

Seluruh perusahaan saat ini harus mengembangkan effort untuk dapat mengembangkan karyawan.  Karena tidak seluruh karyawan berada dalam bentuk “jadi” dan siap pakai. Sehingga mau tidak mau proses untuk pengembangan karyawan harus dijalankan. Banyak perusahaan mengesampingkan program pengembangan kompetensi yang sistematis dalam proses pengembangan usahanya.

(3) Bekerja bukan berdasarkan Sistem

Beberapa pemilik perusahaan lebih mengutamakan loyalitas karyawan kepada atasan dari perusahaan tersebut. Banyak yang perusahaan lupakan, yaitu bagaimana menjalankan perusahaan dengan menggunakan konsep sistematis.  Memastikan bahwa karyawan loyal terhadap sistem adalah penting untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan tepat dan efektif.

(4) Melupakan Jenjang Karir Karyawan

Perusahaan banyak terbenam kepada pola kerja yang konsisten serta tidak terdapat pengembangan atas karir karyawan tersebut. Hal ini menyebabkan karir dan pengembangan karyawan menjadi stagnan dan tidak dapat berkembang secara maksimal.

(5) Lupa Memperbaiki Sistem Kompensasi

Melihat bahwa setiap karyawan perlu menjalankan suatu tantangan baru dan pekerjaan yang bertambah tentu saja membutuhkan adanya suatu simultan ataupun daya tarik.  Mengembangkan sistem kompensasi yang tepat dan efektif adalah suatu program yang harus dijalankan sejak awal.

Lakukan program pengembangan manajemen SDM dalam perusahaan Anda secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun SOP untuk Perusahaan Skala Menengah

Proses menyusun SOP (Standard Operating Procedure) dijalankan untuk mampu menjalankan proses pengelolaan atas usaha secara rapi dan administratif. Memastikan bahwa seluruh struktur organisasi yang dijalankan dalam perusahaan tersebut menjalankan sistem internal perusahaan secara maksimal.  Adalah penting penyusunan SOP dilakukan tidak hanya untuk perusahaan ruang lingkup skala besar juga namun juga dijalankan untuk jenis usaha skala menengah.

Berikut ini adalah 5 (lima) alasan mengapa SOP dibutuhkan untuk disusun pada jenis usaha skala menengah.

Pertama, Sebagai Proses Transisi Manajemen Perusahaan Modern

Pada perusahaan skala menengah, secara umum sedang mengalami perubahan untuk menjadi perusahaan besar.  Dalam posisi seperti ini, perusahaan mengembangkan konsep edukasi dan pembelajaran secara terus-menerus untuk dapat memastikan perubahan atas sistem dijalankan secara profesional.

Kedua, Sebagai Proses Pengembangan Leadership

SOP membentuk konsistensi dan komitmen dari seluruh lini perusahaan. Memastikan bahwa konsep dasar dari manajemen terjalankan untuk memastikan bahwa pola kepemimpinan internal menjadi fokus dan bertanggung jawab atas proses.

Ketiga, Sebagai Proses Pengendalian Kinerja Perusahaan

Dengan adanya SOP, perusahaan terpastikan dapat terkendali secara proses dan kinerja dari perusahaan dipastikan sesuai dengan sistem. Output dari proses dapat terkendali dan teratur sesuai dengan persyaratan kinerja dari perusahaan.

Keempat, Sebagai Tahapan Pengendalian Resiko Usaha

Memastikan bahwa seluruh resiko internal akibat proses dapat terkendali. Pencatatan dan administrasi yang rapi dapat membantu perusahaan dari permasalahan resiko usaha yang dapat muncul.

Kelima, Sebagai Bentuk Pemberdayaan SDM secara Efektif

Perusahaan dapat memastikan bahwa konsep pengelolaan SDM dapat berjalan secara efektif. Perusahaan memastikan bahwa konsep dan strategi atas pengelolaan dan pengendalian SDM dijalankan secara tepat dan sistematis.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Pengembangan Fleksibilitas SDM

Banyak orang terhenyak, ketika perubahan ekonomi tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan.  Beberapa perusahaan “terpaksa” menghentikan operasional bisnisnya dan menyederhanakan organisasinya. Bahkan tidak sedikit perusahaan dengan “terpaksa” melakukan proses PHK kepada karyawan. Sebenarnya, strategi apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan usahanya?

Dalam konsep sederhana terkait dengan pengelolaan usaha, perusahaan harus memiliki “kepintaran” untuk mentransformasikan seluruh resiko menjadi peluang.  Melakukan kembali inventarisasi atas kekuatan SDM yang dimilikinya untuk mampu “berjuang” mengubah resiko tersebut menjadi peluang.  Seluruh perusahaan tentu saja tidak  memiliki keinginan untuk terus “bergerak” dengan resiko tersebut.

Perusahaan yang menjalankan program Laid Off atas karyawan, adalah perusahaan yang terlambat untuk menjalankan transformasi bisnis. Begitu tingginya keandalan suatu bisnis dalam membaca resiko adalah penting dilakukan sebelum seluruh problem tersebut terjadi.  Transformasi bisnis harus dijalankan paralel dengan kecenderung penurunan atas bisnis tersebut berlangsung.

Kekayaan perusahaan dalam bentuk SDM harus dapat dipaksa untuk menjadi fleksible dan ikut terlibat secara aktif dalam transformasi tersebut. Pengubahan unsur spesialistik dalam uraian jabatan dan kompetensi harus dapat dikembangkan dan diperbanyak dalam pola transformasi usaha yang dibentuk.  Kemampuan SDM untuk selalu dapat mengantisipasi resiko dan terandalkan adalah prioritas penting bagi perusahaan saat ini kembangkan.  Kompetensi kewirausahaan yang dulu menjadi momok untuk dimasukkan dalam unsur kompetensi harus secara terus menerus diselaraskan dengan aspek inovasi perusahaan.

Perusahaan tidak membentuk SDM berubah total, namun perusahaan dapat memaksa individu untuk menjadi fleksible.  Lakukan proses transformasi bisnis dan pengubahan fleksibilitas SDM dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pola Efisiensi Pada Bisnis Manufacturing

Dalam jenis usaha industri, proses penerapan efisiensi adalah faktor penting untuk dapat memastikan bahwa pola usaha menjadi sustainable (berkelanjutan).  Banyak faktor yang menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa jenis bisnis manufacturing dapat menjadi lebih efektif.  Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan pada bisnis Manufacturing agar dapat menjadi lebih efesien.

(1) Effective Floor Leadership

Dalam bisnis manufacturing, rantai instruksi dan pelaksanaan operasional harus bergerak dengan sistem yang sama. Aspek konsistensi adalah penting, pola prilaku dan tata kerja dialankan sesuai dengan sistem dan nilai yang sama dalam perusahaan. Memastikan bahwa fungsi leadership dijalankan dalam seluruh lini operasional adalah penting dan wajib terimplementasi secara efektif.

(2) Effective Supply Chain Management

Pemastian bahwa konsep perencanaan atas produksi terkait dengan pengelolaan material dijalankan dalam sistem yang terintegrasi. Bagaimana sistem pengadaan, perencanaan produksi dan pengelolaan atas stock terkendali. Cash flow atas stock dan supply harus dipastikan dalam rasio yang dapat terkelola oleh sistem.

(3) Total Quality Management

Di dalam bisnis manufacturing konsep kualitas bukanlah berorientasi hanya pada produk. Pergerakan dan pengelolaan organisasi harus dialankan untuk memastikan bahwa kualitas perusahaan terpenuhi, salah satunya adalah kualitas produk.  Penerapan mulai dari Top Management (berupa komitmen) serta fokus usaha harus mengarah pada kualitas secara total. Penetapan target-target yang berorientasi pada dimensi kualitas harus dapat terpenuhi dan terevaluasi secara maksimal.

Bagaimana dengan penyusunan sistem manajemen dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan sistem dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mengembangkan Program Pelatihan yang Efektif

Beberapa persahaan memiliki pendapat bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan yang menghabiskan tenaga dan waktu. Mengingat nilai efektifitas dari program pelatihan yang dilaksanakan perusahaan adalah rendah bahkan dalam beberapa kasus tidak terdapat hasil sama sekali.

Bagaimana perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan yang efektif?

Tahap Pertama: Mengintegrasikan dengan Program Perusahaan

Pengembangan program pelatihan harus dilakukan dengan menganalisis dan mendiagnosa kebutuhan dari perusahaan, termasuk di dalamnya adalah kompetensi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Tahap Kedua: Mengembangkan Program Pelatihan Berbasiskan Kompetensi

Menyusun program pelatihan berbasiskan kompetensi bukan hanya jenis pelatihan yang melibatkan unit kerja HR/ SDM saja, namun dalam kondisi aktualnya proses pengembangan atas program pelatihan tersebut juga melibatkan seluruh bagian terkait.  Aspek kepentingan dan kewajiban terkait dengan penerapan program dijalankan oleh seluruh organisasi.

Tahap Ketiga: Mengintegrasikan Seluruh Bagian dari Program Pelatihan

Ada baiknya perusahaan tidak memisahkan setiap program pelatihan menjadi bagian-bagian yang terpisah.  Memastikan bahwa pengembangan program adalah penting dan menjadi suatu bagian utuh yang saling terkait.

Bagaimana proses penyusunan program pelatihan di perusahaan Anda? Lakukan proses pengembangan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Merealisasikan Sistem Secara Tepat dan Efektif

Menyusun sistem dalam perusahan adalah suatu pekerjaan kompleks dan membutuhkan suatu pemikiran skematik yang tepat.  Tentu akan menjadi hal yang sungguh suatu pemborosan apabila sistem yang telah disusun secara tepat tersebut ternyata tidak dapat diaplikasikan secara maksimal.

Banyak cara bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa sistem yang dihasilkan oleh perusahaan dapat terealisasi secara efektif.

Hal Petama, Komitmen dan Konsistensi

Dalam menjalankan konsep akan komitmen, ada baiknya perusahaan melakukan proses pemastian bahwa leadership dalam organisasi sudah terbentuk dan terkelola.  Pemahaman atas leadership tentu saja bukanlah suatu sistem yang terfokus ataupun tersentralisasi. Seluruh level yang ada dalam organisasi harus diyakini untuk dapat menjalankan sistem secara tepat dan optimal.

Hal Kedua, Pengukuran Kinerja

Harus dapat dipastikasn bahwa dalam proses berjalannya sistem dalam perusahaan, harus dapat dipastikan bahwa pelaku sistem mendapatkan suatu sistem pengukuran yang jelas.  Dimana individu yang menjalankan sistem harus dapat dipastikan mendapatkan suatu pemahaman konsekuensi dari tidak berjalannya sistem yang dimaksudkan tersebut.

Hal Ketiga,  Budaya Perusahaan

Ada baiknya perusahaan menetapkan suatu sistem budaya perusahaan yang kondusif yang dapat membantu mengoptimalkan terimplementasinya sistem yang dimaksudkan tersebut. Budaya membentuk prilaku pekerjaan yang positif dan memastikan bahwa perusahaan beserta komponen di dalamnya menjalankan nilai-nilai budaya yang dapat dijalankan secara maksimal.

Bagaimana proses realisasi sistem dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan sistem manajemen operasional dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Menyusun Desain Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses kajian terkait dengan program desain dari organisasi.  Mendesain organisasi adalah bukan hanya dapat dilakukan dengan menyusun Struktur Organisasi saja.  Program desain atas organisasi adalah melakukan proses penyusunan Blue Print Business yang menyangkut pada sasaran jangka panjang dan pendek perusahaan.

Banyak perusahaan yang mengabaikan proses penyusunan atas Blue Print Business tersebut dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).  Akibatnya tentu saja perusahaan mengalami kesulitan ketika akan tumbuh dan berkembang apabila tidak disertai dengan program pengembangan sumber daya manusia tersebut.  Lalu bagaimana cara menyusun desain organisasi yang efektif agar pengembangan dari Blue Print perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, Menyusun Kompetensi Perusahaan Secara Lengkap

Kadangkala dalam memetakan SDM, perusahaan mengambil gambaran kondisi saat ini dan bukan masa depan.  Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusun desain organisasi secara lengkap dalam kurun waktu jangka panjang.

Langkah Kedua, Melakukan Program Learning secara Berkesinambungan

Pada saat awal, perusahaan sebaiknya melakukan program rekruitment pada kelompok fresh graduate dengan proporsi lebih banyak daripada yang berpengalaman. Tentu saja, dalam kondisi yang dimaksud tersebut maka program learning.

Langkah Ketiga, Melakukan Program Pengembangan Karir

Pengembangan karir dijalankan dengan memastikan bahwa adanya kesinambungan atas peran karyawan dalam perusahaan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan karir menjadi rancangan dalam desain organisasi untuk dapat memastikan bahwa pengembangan karir berjalan secara tepat dan efektif.

Bagaimana program pengembangan desain organisasi di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal secara tepat dan efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)