Mendesain Konsep Retail dalam Bisnis Kuliner

Retail adalah salah satu bisnis yang sangat dinamis, dimana kedekatan antara pelaku usaha dan konsumen berinteraksi langsung. Mengembangkan konsep retail dalam bisnis kuliner menerlukan strategi khusus yang penting untuk dijalankan. Lalu bagaimana mendesain konsep kuliner yang tepat dalam bisnis.

(1) Mendesain Model Bisnis

Menyusun simulasi yang tepat terkait dengan strategi retail yang akan dijalankan. Beberapa model bisnis dapat dilakukan terkait dengan konsep retail yang dimaksud, seperti metode konvensional ataupun on line. Konsep kemitraan juga dapat menjadu pilihan dalam bisnis.

(2) Mengoptimalkan Konsep dan Strategi Kepada Pelanggan

Retail selalu terkait dengan demografi. Menggunakan data yang tepat menjadi suatu bentuk model yang efektif terkait dengan strategi pelanggan. Susun konsep pendekatan pelanggan dalam bentuk Standard Operating Procedure yang efektif.

(3) Memilih Keragaman Produk

Pendataan atas pelangggan akan membantu perusahaan agar terfokus pada keragaman produk yang akan dikembangkan. Melakukan proses seleksi produk menjadi bagian penting untuk dianalisis. Lakukan evaluasi life cycle produk untuk melihat nilai optimalisasi pasar.

Bagaimana proses menjalankan referensi eksternal dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan bisnis retail kuliner. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menyusun Budaya Perusahaan di Perusahaan Keluarga

Transformasi bisnis adalah salah satu strategi untuk membentuk profesionalisne perusahaan. Tidak sedikit perusahaan mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan budaya perusahaan, salah satunya adalah melakukan implementasi budaya perusahaan dalam perusahaan keluarga. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dijalankan.

Untuk dapat mengembangkan budaya perusahaan, berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang perlu untuk diperhatikan dalam mengimplementasikan budaya perusahaan.

(1) Konsistensi Komitmen

Sebelum menjalankan proses transformasi ini, memastikan terlebih dahulu pentingnya kimitmen untuk dapat dijalankan. Bagaimana konsep dan strategi harus dijalankan sesuai dengan nilai – nilai buday perusahaan.

(2)Pengukuran Obyektif

Dalam proses pengukuran atas implementasi budaya tersebut, harus dipastikan dibarengi dengan suatu proses pengukuran yang onyektif. Hal ini dapat menjadi proses evaluasi yang tepat.

(3) Pembentukan Fungsi Agen Perubahan

Jabatan yang berfungsi sebagai agen perubahan adalah penting dalam perusahaan. Pemberian tanggung jawab dan kewenangan terkait dengan perubahan yang dimaksudkan tersebut. Dalam perusahaan keluarga, adalah tepat apabila pemilik usaha juga menjadi agen perubahan.

(4) Penanganan Program Sosialisasi

Komunikasi atas perubahan budaya ini tidak boleh dihentikan. Menyusun komunikasi aktif dan partisipatuf menjadi bagian penting dalam budaya perusahaan.

(5) Pembentukan Leadership

Sakahbsatu tanggejawab dari agen perubahan adalah melakukan transformasi dari leadership sentralustik menjadi leadership pada masing-masing departemen.

Bagaimana perusahaan Anda menerapkan Budaya Perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Terlupakan dalam Penyusunan Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah salah satu faktor yang esensial dalam pengelolaan dan pengembangan perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang melupakan hal ini dalam menjalankan sistem.  Terkadang walaupun sudah memiliki sistem, terdapat beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam menyusun struktur organisasi.

Ada baiknya sebelum menyusun struktur organisasi perusahaan, perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.

(1) Budget Perusahaan

Alokasi atas budget menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Perusahaan yang menginginkan struktur sederhana seringkali berhadapan dengan kondisi budget yang terbatas. Sedangkan perusahaan dengan budget yang memadai mampu untuk mengakomodasi struktur yang lebih kompleks.

(2) Arahan dan Strategi Perusahaan

Ada baiknya mendefinisikan ulang atas strategi perusahaan, melihat arahan perusahaan adalah penting untuk menentukan formasi strategi. Perusahaan yang sedang dalam pertumbuhan dan ekspansi memiliki struktur yang berbeda dengan perusahaan yang telah mapan.

(3) Ukuran dan Konteks Perusahaan

Perusahaan yang memiliki ruang lingkup luas tentu saja akan memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan perusahaan yang memiliki ruang lingkup bisnis yang kecil. Bagaimana pengelolaan atas konteks bisa dilakukan dengan tepat dalam perusahaan adalah hal penting yang harus dapat dipertimbangkan.

(4) Business Process Perusahaan

Sebelum menyusun struktur organisasi adalah penting bagi perusahaan untuk mendesain business process terlebih dahulu. Memastikan bahwa penetapan tanggung jawab pada setiap alir proses dijalankan dengan tepat dan efektif harus dapat dipastikan terlingkupi dalam struktur organisasi.

(5) Persyaratan Kepatuhan

Persyaratan kepatuhan adalah salah satu hal penting yang perlu untuk dipertimbangkan untuk menyusun struktur. Beberapa perusahaan harus memastikan tersedianya jabatan sesuai dengan persyaratan dan regulasi yang terkait dengan perusahaan.

Bagaimana Anda mendesain struktur organisasi perusahaan? Pastikan perusahaan memilih referensi eksternal yang tepat untuk mendesain struktur organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Transformasi Fokus Pelanggan dalam Sistem Perusahaan

Adalah hal yang penting untuk dievaluasi mengenai pemahaman atas fokus pelanggan dalam penerapan Sistem ISO 9001:2015 dalam perusahaan.  Konsep strategis yang terkait dengan fokus pelangan dapat diimplementasikan oleh peusahaan dengan beberapa tahapan berikut ini.

(1) Mengidentifikasi Pelanggan sebagai Peluang dan Resiko

Secara prinsip pelanggan adalah faktor positif yang berkontribusi atas pengembangan dan keuntungan perusahaan.  Namun adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melihat pelanggan adalah bentuk peringatan yang lebih serius yang dapat muncul dan menjadi resiko apabila tidak dikendalikan secara maksimal.  Proses identifikasi ini adalah penting untuk kemudian terkendali dalam sistem.

(2) Penjabaran KPI Pelanggan ke dalam KPI Perusahaan

Ada baiknya, perusahaan melakukan proses identifikasi secara detail terkait dengan KPI pelanggan tersebut ke dalam KPI Perusahaan. Bagaimana penetapan atas desain tersebut ditetapkan secara efektif dapat terimplementasi ke dalam KPI perusahaan.

(3) Pengelolaan Knowledge Perusahaan

Perusahaan mengidentifikasi atas kebutuhan-kebutuhan atas pengetahuan yang dipergunakan terkait dengan bagaimana kebutuhan pelanggan dapat dijalankan oleh perusahaan. Desain sistem dan proses yang dibentuk oleh perusahaan dapat dipastikan terlatih untuk dapat mengimplementasikan pengetahuan dengan tepat dan efektif.

Bagaimana dengan konsep strategis yang dijalankan oleh perusahaan Anda terkait dengan proses implementasi fokus pelanggan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan sistem terjalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategic Vendor Management

Dalam pengelolaan supply chain management, penerapan terkait dengan strategi pemasok adalah penting dan perlu dikendalikan secara tepat dan efektif. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pemasok bukan hanya pendukung proses saja dalam perusahaan namun juga sebagai mitra pengelolaan proses yang dijalankan dalam perusahaan.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan konsep pengendalian pemasok yang tepat.

(1) Mengukur Tingkat Kebutuhan dan Kepentingan Perusahaan

Semakin kuat atas tingkat kebutuhan dan kepentingan perusahaan terhadap pemasok maka semakin tinggi tingkat kritikal dari pemasok tersebut. Pemasok membutuhkan ikatan kuat dengan perusahaan tidak hanya melalui kontrak kerja saja, penetapan spesifikasi maupun program pengembangan bisnis pemasok menjadi bagian penting dari hubungan antara pemasok dengan perusahaan.

(2) Melihat Periode Penggunaan

Semakin panjang kerjasama akan dijalankan, perusahaan harus melihat posisi pemasok bukanlah sebagai bentuk pendukung perusahaan saja tetapi juga meliputi pengendalian peranannya sebagai mitra. Dan sebagai mitra, pemasok memiliki posisi yang sejajar untuk memastikan bahwa proses bisnis dari perusahaan berjalan secara efektif. Mitra berarti investasi, perusahaan harus mengendalikan mitra sebagai bagian penting dari program investasi yang dijalankan.

Bagaimana dengan penerapan pengendalian pemasok yang dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan program Strategic Vendor Management  berjalan secara tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Strategi Pengembangan Fungsi PPIC

Dalam proses pengembangan sistem manufacturing, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun perencanaan terkait dengan produksi. Dibandingkan dengan penyusunan SOP dalam bidang usaha lainnya, dalam industri manufactuing peranan PPIC adalah denyut utama dari penyusunan sistem yang ada dalam manufacturing. Ada beberapa perusahaan bahkan ketika melakukan proses pendesainan terhadap organisasi, menetapkan fungsi PPIC adalah proses penetapan yang sangat kritikal.

Lalu bagaiman mengembangkan fungsi PPIC yang tepat. Salah satu persyaratan utama yang penting ketika melakukan proses penetapan fungsi PPIC adalah memastikan bahwa fungsi PPIC telah terintegrasi dengan fungsi pengadaan (procurement) , penyimpanan barang (inventory) , produksi dan distribusi.

Lalu bagaimana proses perencanaan yang tepat dalam pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan.

(1) Memastikan kesesuaian kapasitas

PPIC harus dapat menjawab tantangan pelaggan dalam memastikan kesesuaian antara level pengiriman (delivery service level), keuangan perusahaan serta kapasitas.  Memastikan kapasitas harus dipastikan terukur dengan tepat. Tantangan terbesar adalah melakukan proses kalkulasi yang akurat dalam memastikan bahwa output proses adalah kondisi real dan terukur dengan tepat baik dalam data maupun kondisi aktual.

(2) Pengendalian Biaya Produksi

PPIC berperan penting dalam menganalisis janji marketing terhadap pelanggan. Memastikan bahwa order yang dijalankan adalah layak dan tidak merugikan perusahaan. Memastikan bahwa dengan status minimal kuantitas produksi, terpastikan bahwa biaya produksi terpenuhi dengan tepat.

(3) Menjaga Supply Chain Management

Peranan dalam menjaga baris antrian proses dan menjalankan seluruh perencanaan yang tepat menjadi bagian penting dalam program pengendalian rantai pasokan tersebut. Melakukan fungsi koordinasi dan mengevaluasi seluruh titik proses mulai dari pengadaan sampai dengan pengiriman adalah penting untuk dijalankan dalam kegiatan proses tersebut.

Bagaimana dengan perusahaan Anda ketika menjalankan proses pengelolaan rantai pasokan produksi tersebut? Lakukan proses pencarian  yang tepat untuk memastikan bahwa sistem operasional perusahaan berjalan dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memilih Konsultan Business Process Reengineerng yang Tepat

Banyak perusahaan yang telah melakukan proses pengembangan sistem dengan menggunakan konsultan, namun dalam kenyataannya proses penyusunan atas perubahan business process yang dijalankan dalam perusahaan.

Konsultan yang tepat dalam proses penanganan perubahan business process dalam perusahaan adalah perusahaan yang telah mampu untuk mengimplementasikan SOP dan pendekatan SDM secara maksimal. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?

(1) Melihat efektifitas sistem

Dalam proses business process re-enggineering, perusahaan harus mampu secara maksimal mengembangkan konsep strategis secara tepat. Hal ini ditujukan untuk dapat melihat bahwa perubahan yang dilakukan dalam perusahaan adalah maksimal dan tepat sasaran. Konsultan dengan pengalaman tinggi di bidang manajerial dan sistem mampu menangkap kepentingan atas perubahan serta memperhitungkan resiko dari perubahan sistem yang dijalankan dalam perusahaan.

(2) Proses implementasi

Dalam proses implementasi perubahan sistem, harus dipastikan organisasi mengembangkan program leadership sehingga penerapan sistem dapat dijalankan dalam organisasi.  Konsultan harus mampu melakukan proses pendekatan coaching sehingga mampu mengembangkan budaya leadership dalam perusahaan secara tepat.  Leadership yang kuat mampu membawa awareness dalam penerapan sistem.

(3) Pemahaman Sistem Sumber Daya Manusia

Business Process Re-engineering dapat menyebabkan transformasi kompetensi dan karakteristik budaya perusahaan.  Konsultan harus mampu untuk menyusun perubahan terkait dengan sistem manajemen SDM sebagai salah satu penopang utama atas perubahan tersebut. Memastikan ulang, bahwa pengembangan sistem dapat dijalankan paralel dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Menarik untuk dicermati, karena pada saat ini perusahaan seringkali salah mengambil keputusan dalam memilih konsultan SOP , Busines Process maupun Business Process Re-engineering.  Lakukan proses referensi eksternal secara tepat untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan sistem dalam perusahaan Anda dapat bekerja secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Pola Efisiensi Pada Bisnis Manufacturing

Dalam jenis usaha industri, proses penerapan efisiensi adalah faktor penting untuk dapat memastikan bahwa pola usaha menjadi sustainable (berkelanjutan).  Banyak faktor yang menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa jenis bisnis manufacturing dapat menjadi lebih efektif.  Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan pada bisnis Manufacturing agar dapat menjadi lebih efesien.

(1) Effective Floor Leadership

Dalam bisnis manufacturing, rantai instruksi dan pelaksanaan operasional harus bergerak dengan sistem yang sama. Aspek konsistensi adalah penting, pola prilaku dan tata kerja dialankan sesuai dengan sistem dan nilai yang sama dalam perusahaan. Memastikan bahwa fungsi leadership dijalankan dalam seluruh lini operasional adalah penting dan wajib terimplementasi secara efektif.

(2) Effective Supply Chain Management

Pemastian bahwa konsep perencanaan atas produksi terkait dengan pengelolaan material dijalankan dalam sistem yang terintegrasi. Bagaimana sistem pengadaan, perencanaan produksi dan pengelolaan atas stock terkendali. Cash flow atas stock dan supply harus dipastikan dalam rasio yang dapat terkelola oleh sistem.

(3) Total Quality Management

Di dalam bisnis manufacturing konsep kualitas bukanlah berorientasi hanya pada produk. Pergerakan dan pengelolaan organisasi harus dialankan untuk memastikan bahwa kualitas perusahaan terpenuhi, salah satunya adalah kualitas produk.  Penerapan mulai dari Top Management (berupa komitmen) serta fokus usaha harus mengarah pada kualitas secara total. Penetapan target-target yang berorientasi pada dimensi kualitas harus dapat terpenuhi dan terevaluasi secara maksimal.

Bagaimana dengan penyusunan sistem manajemen dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan sistem dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Pengembangan Sistem Manajemen dalam Perusahaan Berbasiskan Bisnis Franchise

Dalam pengembangan usaha, franchise adalah salah satu bentuk strategis yang dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan program penjualan. Dalam seluruh bisnis, khususnya retail, banyak perusahaan menjalankan program franchise.  Selain dalam resiko penyediaan modal minim, saat ini strategi franchise pun sangat diminati oleh investor. Mengingat, dalam perundangan Franchise terdapat persyaratan bahwa pengembangan program franchise baru dapat dijalankan oleh perusahaan yang telah memiliki data keuangan keuntungan yang berjalan minimum 2 (dua) tahun berturut-turut.

Adapun tahapan untuk dapat mengembangkan program franchise tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:

(a) Mempersiapkan Legalitas

Pengembangan dari program franchise harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan. Dimana dalam ketetapan tersebut, dipersyaratkan perusahaan memiliki keuntungan selama lebih kurang dua tahun berturut-turut maka ijin atas program franchise dapat dijalankan.

Dalam tahapan ini, perusahaan juga berkewajiban untuk melakukan penyusunan kontrak agar dapat memastikan bahwa kesepakatan antar mitra yang dijalankan

(b) Mengembangkan Komiditi Franchise

Sebaik apa pun sistem yang akan dikembangkan, tetap hal yang utama adalah komoditi dimana sistem franchise nanti akan dikelola. Pastikan unsur pendukung atas merk dan hak cipta dari perusahaan Anda terlindungi.  Penetapan terkait dengan konsep produk franchise itu sendiri harus dipastikan terkelola dengan tepat.  Lay out atas area kerja maupun bagaimana program penjualan juga menjadi pertimabangan.

(c) Penyusunan Sistem Franchise

Menetapkan sistem franchise yang dipergunakan sebagai sistem operasional franschisee adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Dalam beberapa kondisi pastikan franchise memahami tata kelola operasional dengan tepat.

Lalu bagaimana program pengembangan franchise akan dikelola dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola sistem franchise yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Desain Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses kajian terkait dengan program desain dari organisasi.  Mendesain organisasi adalah bukan hanya dapat dilakukan dengan menyusun Struktur Organisasi saja.  Program desain atas organisasi adalah melakukan proses penyusunan Blue Print Business yang menyangkut pada sasaran jangka panjang dan pendek perusahaan.

Banyak perusahaan yang mengabaikan proses penyusunan atas Blue Print Business tersebut dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).  Akibatnya tentu saja perusahaan mengalami kesulitan ketika akan tumbuh dan berkembang apabila tidak disertai dengan program pengembangan sumber daya manusia tersebut.  Lalu bagaimana cara menyusun desain organisasi yang efektif agar pengembangan dari Blue Print perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, Menyusun Kompetensi Perusahaan Secara Lengkap

Kadangkala dalam memetakan SDM, perusahaan mengambil gambaran kondisi saat ini dan bukan masa depan.  Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusun desain organisasi secara lengkap dalam kurun waktu jangka panjang.

Langkah Kedua, Melakukan Program Learning secara Berkesinambungan

Pada saat awal, perusahaan sebaiknya melakukan program rekruitment pada kelompok fresh graduate dengan proporsi lebih banyak daripada yang berpengalaman. Tentu saja, dalam kondisi yang dimaksud tersebut maka program learning.

Langkah Ketiga, Melakukan Program Pengembangan Karir

Pengembangan karir dijalankan dengan memastikan bahwa adanya kesinambungan atas peran karyawan dalam perusahaan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan karir menjadi rancangan dalam desain organisasi untuk dapat memastikan bahwa pengembangan karir berjalan secara tepat dan efektif.

Bagaimana program pengembangan desain organisasi di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal secara tepat dan efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)