5 Pertanyaan Terbesar dalam Mengembangkan Sistem Manajemen Retail

Apakah saat ini, perusahaan Anda bergerak dalam bidang usaha retail? Atau mungkin saat ini Anda tertarik untuk mengembangkan usaha retail. Ada baiknya perusahaan mengkaji tingkat kelayakan dari jenis usaha retail yang akan dikembangkan tersebut.

(1) Pertanyaan Pertama: Produk
Pada saat ini, sangat banyak ditemukan alternatif dan pilihan dalam mengembangkan manajemen retail. Dimana konsep produk yang dimunculkan adalah bernilai strategis dan unik dalam penjualannya. Strategis dimana produk yang akan dikembangkan adalah produk yang memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi bukan hanya meniru dari konsep-konsep produk retail lainnya.

(2) Pertanyaan Kedua: Pasar

Bagaimana usaha Anda membidik pasar.  Penetapan atas segementasi pasar menjadi bagian yang penting tentang metode yang paling strategis terkait dengan program pemasaran yang dilakukan.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pemastian proses pemasaran dijalankan secara efektif sehingga proses pemasangan produk ke dalam pasar dapat berjalan secara tepat dan efektif.

(3) Pertanyaan Ketiga: Harga

Penetapan atas harga yang dijalankan oleh perusahaan harus dapat menjangkau kebutuhan dari pasar.  Selain atas urgensi kebutuhan terhadap produk, harga juga menjadi stimulus yang kuat untuk memastikan harga produk sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(4) Pertanyaan Keempat: Sistem Manajemen Retail

Pemastian atas sistem manajemen retail dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.  Dimana perusahaan harus dapat memastikan bahwa sistem yang dipergunakan adalah tepat dan dapat mendukung pengelolaan Sistem Manajemen Retail secara tepat dan efektif. Penggunaan sistem IT ataupun sistem manajemen retailnya dapat dipertimbangkan untuk memastikan bahwa manajemen retail dapat dijalankan secara tepat. Salah satu sistem yang tepat dalam manajemen retail adalah sistem pergudangan dan supply chain.  Perusahaan harus dapat memastikan pengelolaan atas item produk dan keberlangsungan atas stock dijalankan sesuai dengan kebutuhan pasar.

(5) Pertanyaan Kelima: Program Pemasaran

Produk retail adalah produk yang umum tersedia. Perusahaan tidak dapat memastikan bahwa produk dapat menjual dirinya sendiri secara mudah.  Produk membutuhkan intervensi-intervensi pemasaran untuk memastikan bahwa program pemasaran dijalankan dengan optimal sehingga sasaran penjualan tercapai. Peramalan penjualan serta program peningkatan penjualan adalah bagian penting yang terkait dengan program pemasaran.

Manajemen retail adalah manajemen operasional yang membutuhkan suatu dukungan sistem yang tepat.  Desain manajemen retail Anda secara tepat, sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Manajemen Pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Bidang Usaha Jasa

Berbeda dibandingkan dengan dunia usaha yang bergerak di bidang manufacturing.  Pengembangan sektor jasa memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilakukan berbeda dengan proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam bidang Manufacturing.

Adapun proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) tersebut dijalankan dengan melalui beberapa program/ tahapan.

(1) Penetapan Nilai-nilai Perusahaan

Berbeda dibandingkan dengan manufacturing, dalam sektor jasa, karyawan adalah asset penting.  Karyawan adalah perwakilan perusahaan ketika berhadapan dengan pelanggan. Pemastian terkait dengan nilai-nilai tersebut harus tertanam dengan kuat pada diri karyawan.  Nilai selain menjadi dasar dari seluruh prilaku SDM ketika berada di perusahaan, nilai juga dapat menjadi pemersatu perusahaan ketika mengembangkan sistem operasional yang dijalankan.

(2) Pengelolaan kompetensi

Seluruh tantangan dalam perusahaan harus dipetakan untuk kemudian ditetapkan jenis karakteristik yang berhubungan dengan sistem pengelolaan kompetensi tersebut.  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan kompetensi dilakukan dengan melakukan proses identifikasi kompetensi, pelatihan/ pengembangan kompetensi serta program pengujian kompetensi.  Aspek kompetensi ada baiknya untuk divalidasi untuk memastikan bahwa proses penetapan kompetensi sesuai dengan manajemen pengelolaan atas resiko usaha.

(3) Pengelolaan Sistem Renumerasi

Dalam industri jasa, penetapan sistem renumerasi adalah menjadi penting.  Pertimbangan yang ditetapkan tidak hanya berdasarkan kepada nilai pasar, aspek produktifitas, resiko maupun komitmen atas loyalitas menjadi nilai yang penting dalam melakukan proses pengelolaan sistem renumerasi dalam perusahaan.

Bagaimana dengan proses pengelolaan manajemen SDM dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Prestasi dan Kompetensi dalam Perusahaan

Dalam setiap perusahaan, proses pengelolaan atas prestasi dan kompetensi adalah menjadi hal yang penting dan strategis untuk selalu dikembangkan.  dalam perusahaan.  Memastikan terealisasinya dari prestasi dan kompetensi adalah hal yang harus dikelola secara strategis.  Bagaimana cara yang tepat dalam mengelola prestasi dan kompetensi tersebut.

Strategi Pertama: Menyusun Rapor Prestasi Secara Akurat

Ada baiknya perusahaan mulai melakukan proses inventory atas pencapaian-pencapaian apa saja yang sudah dilakukan oleh karyawan.  Melibatkan karyawan secara aktif dalam kegiatan proyek atau suatu tantangan untuk kemudian dikenali atas prestasinya.  Bisa menjadi nilai penting apabila perusahaan itu sendiri dapat membagi prestasi tersebut menjadi prestasi group ataupun prestasi individu.

Strategi Kedua: Mengembangkan Kompetisi Positif

Ada baiknya perusahaan melakukan proses pelaksanaan Action Plan yang dijabarkan oleh setiap departemen.  Kemudian Action Plan tersebut terpastikan realisasinya secara utuh dan melakukan kajian atas prestasi tersebut dengan prestasi yang dicapai dalam organisasi.

Strategi Ketiga: Pengelolaan Penghargaan Atas Kompetensi

Memastikan bagaiaman kompetensi terkelola dengan baik adalah hal yang penting.  Proses penghargaan dapat dilakukan dengan memberikan tantangan terhadap SDM yang bersangkutan terkait dengan pencapaian yang diperoleh serta bagaimana kompetensi dalam diri individu tersebut akan selalu terpelihara. Mengalokasikan pengembangan atas proyek-proyek khusus serta pengembangan pekerjaan fungsional dapat membantu proses pengembangan terkait dengan kompetensi yang dimaksudkan tersebut.

Memastikan kembali bagaiama perusahaan Anda mampu mengoptimalkan prestasi dan kompetensi SDM adalah hal yang penting dan strategis dan penting. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa prestasi dan kompetensi SDM dapat teroptimalkan dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengukur Tingkatan Profesionalisme Manajemen Perusahaan

Banyak perusahaan kesulitan dalam mengidentifikasi tingkatan profesionalisme manajemen.  Dalam kondisi perspektif perusahaan yang berorientasi kepada jasa layanan dan produk, tingkatan profesionalisme terkadang diukur dengan melihat parameter kualitas atas jasa layanan, produk ataupun kepuasan dari pelanggan itu sendiri.  Namun bagaimanakah manajemen pengelolaan perusahaan di balik jasa layanan ataupun produk itu sendiri.  Berikut adalah 4 (empat) kriteria parameter yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai indikator dari profesionalisme manajemen perusahaan itu sendiri.

(1) Sistem Manajemen Perusahaan

Bagaimana sistem manajemen perusahaan dijalankan? Apakah perusahaan menggunakan prinsip kekuatan sistem ataupun lebih pada orientasi authorisasi yang kuat?  Pertimbangan atas proporsional besaran usaha dengan sistem yang dikembangkan adalah menjadi bagian penting bagaimana perusahaan dapat mengelola operasional perusahaan secara tepat dan efektif.

(2) Sistem Manajemen Kompetensi Sumber Daya Manusia

Apakah perusahaan menjalankan prinsip matriks dalam organisasinya ataupun menggunakan sistem yang lebih berbasiskan pada konsep spesialistik fungsional dan struktural? Seberapa besar proporsi kompetensi menjadi bagian penting dalam penempatan dan pembinaan karyawan? Seberapa perlunya perusahaan untuk memiliki tanggung jawab yang kuat dalam mengembangkan kompetensi SDM?

(3) Nilai dan Budaya Perusahaan

Seberapa strategisnya kebijakan perusahaan dapat dipastikan terimplementasikan di dalam seluruh komponen organisasi? Seberapa kuatnya budaya perusahaan dapat menstimulus komponen positif dan menekan komponen negatif dalam mengembangkan pola kerja perusahaan?

(4) Pengukuran Kinerja Karyawan

Perusahaan harus dapat memastikan bahwa kinerja karyawan dapat teroptimalkan sesuai proporsinya dan juga memastikan bahwa proporsi dari kinerja karyawan tersebut dapat menstimulus peningkatan kinerja organisasi.

Pertanyaan penting bagi perusahaan saat ini adalah bagaimana membangun pola manajemen profesional.  Langkah baik bagi perusahaan untuk dapat menjalankan proses pembentukan manajemen profesional dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

5 Tantangan Pengembangan Manajemen SDM dalam Perusahaan

Perusahaan memiliki suatu kompleksitas permasalahan yang kadangkala tidak dapat diprediksi dan diukur secara akurat.  Dalam banyak waktu dan pengalaman, tantangan perusahaan banyak terjawab oleh kekuatan manajemen sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan.  Perusahaan-perusahaan besar melihat bahwa investasi sumber daya manusia adalah hal serius yang sangat perlu ditangani dengan baik agar setiap permasalahan dan tantangan yang ada baik secara internal maupun eksternal dapat terjawab dengan baik.

Ada baiknya, kita menelaah tantangan-tantangan apa saja yang perlu sangat dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalam mengembangkan strategi sumber daya manusia yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

 

Tantangan Pertama: Produktifitas Tenaga Kerja

Memastikan konsistensi atas produktifitas adalah tantangan terbesar bagi perusahaan.  Pendekatan pengukuran terhadap nilai produktifitas sendiri menjadi dasar penting dalam pengembangan dan pengelolaan organisasi.

Tantangan Kedua: Employee Engangement

Menetapkan azaz keterikatan antara tenaga kerja dengan perusahaan juga menjadi suatu kekuatan yang dapat membangun perusahaan.  Memastikan atas ukuran dari employee engagement serta metode dan tata cara terkait dengan program engagement yang ditetapkan dalam perusahaan.

Tantangan Ketiga: Biaya investasi SDM

Proses investasi atas Sumber Daya Manusia itu sendiri menjadi tantangan yang penting dan strategis dalam organisasi.  Bagaimana mengembangkan program pengembangan SDM menjadi suatu proses investasi yang menguntungkan.

Tantangan Keempat: Peraturan dan Regulasi

Faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi tantangan adalah penetapan terhadap persyaratan terkait dengan pengupahan ataupun persyaratan atas penetapan peraturan lainnya yang terkait dengan sistem perburuhan.  Ketidakparalelan atas dampak regulasi dengan nilai produktifitas menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan.

Tantangan Kelima: Perkembangan Usaha

Dalam sisi manajemen SDM, proses perkembangan usaha terkadang memakan waktu yang lebih cepat dan signifikan dibandingkan dengan status perkembangan kompetensi.

Ada baiknya perusahaan memperhatikan tantangan-tantangan yang dipersyaratkan dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengembangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Panduan Menetapkan Kebijakan Keuangan

Bagi banyak perusahaan, selain dengan menggunakan Standard Operating Procedure, adalah penting untuk menerbitkan kebijakan keuangan.  Dalam beberapa kondisi penetapan kebijakan keuangan adalah prasyarat mutlak yang sangat perlu ditekankan akan kepatuhan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.

Berikut adalah panduan penting yang dapat dijadikan pegangan dalam menyusun kebijakan keuangan.

(1) Kebijakan Mengenai Pembentukan Anggaran

Perusahaan harus dapat memastikan tata cara dalam proses pembentukan/ penyusunan anggaran.  Proses alokasi dan penetapan bagaimana anggaran terbentuk dijelaskan dalam kebijakan.  Konsep perencanaan anggaran ada baiknya dilakukan proses verifikasi terhadap batasan yang dipergunakan dalam penyusunan anggaran tersebut.

(2) Kebijakan Mengenai Pengendalian Biaya

Bagaimana proses penggunaan biaya dapat diajukan. Proses penetapan authorisasi itu sendiri menjadi strategi penting. Tentang bagaimana biaya diperhitungkan, proses pemantauan akan penggunaan biaya serta proses perbaikan yang berhubungan dengan penggunaan biaya tersebut. Penetapan seluruh biaya yang digunakan dalam perusahaan adalah menjadi suatu nilai strategis yang penting

(3) Kebijakan Mengenai Proses Pencatatan Keuangan

Penyusunan kebijakan terkait dengan administrasi pencatatan keuangan adalah penting.  Dalam beberapa kondisi status perusahaan harus dapat memastikan seluruh proses pencatan keuangan menjadi dasar dari kepentingan perusahaan dalam melakukan proses alokasi pengendalian manajemen operasional perusahaan. Ada baiknya seluruh sistem operasional perusahaan ditetapkan kebijakan dan prasyarat administrasi keuangan.

Bagaimana penetapan kebijakan keuangan dalam perusahaan Anda, adalah menjadi hal penting dan strategis bagi perusahaan untuk menyusun kebijakan keuangan yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Sistem Pengadaan dengan Integritas

Banyak perusahaan ataupun organisasi, mengalami permasalahan dengan mekansime proses pengadaan yang transparan dan memiliki konsep integritas yang tinggi.  Terkadang sangat sulit bagi organisasi untuk dapat memastikan bahwa sistem integritas yang dimaksudkan tersebut telah sesuai dengan status transparansi yang telah dipersyaratkan.

Lalu bagaimana perusahaan atau organisasi membangun suatu sistem pengadaan dengan integritas yang tinggi.

(1) Pemastian sistem kriteria seleksi

Penetapan kriteria seleksi adalah suatu prasyarat yang kuat dimana terdapat tim teknis yang independen dan tidak berhubungan langsung dengan pemasok.  Tim teknis menjalankan proses penetapan kriteria teknis yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan pengadaan.

(2) Proses administrasi

Penetapan sistem prasayarat administrasi dan pembuktian kapasitas pemasok adalah hal penting.  Dalam beberapa pengadaan adanya sistem seperti ISO ataupun sertifikasi khusus yang menjamin bahwa pemasok dapat menjalankan pengadaan secara efektif sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(3) Penilaian Pemasok

Proses penilaian pemasok sebaiknya dijalankan dengan sistem pengukuran penilaian yang bersifat obyektif dengan bobot yang proporsional.  Dengan memastikan bahwa proses penilaian tersebut dijalankan dengan suatu konsep strategis sehingga hanya benar-benar pemasok terpilihlah yang dapat dipastikan yang terpilih.

Selain dengan sistem, ada baiknya perusahaan juga memastikan nilai integritas dari tim seleksi yang terbentuk.  Pada beberapa aspek, konsep strategis penunjukan tim seleksi adalah faktor yang memperkuat transparansi seleksi ini terbentuk. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Leadership dalam Pengembangan Sistem

Banyak perusahaan/ organisasi gagal mengembangkan sistem di dalam internal perusahaannya, meskipun terkadang sistem sudah disusun secara sempurna.  Namun sebaliknya, terdapat perusahaan yang secara sistem tidak sempurna namun dalam implementasinya, hasil yang didapatkan dalam proses adalah lebi baik.  Mengapa demikian?

Permasalahan utama terbesar yang terkadang dilupakanj oleh organisasi/ perusahaan adalah konsep dan strategi leadership dalam perusahaan.  Banyak kegagalan usaha mengalami banyak permasalahan dikarena faktor leadership.  Beberapa kendala pengembangan sistem yang disebabkan oleh strategi leadersip yang salah adalah sebagai berikut.

(1) Kegagalan menciptakan budaya belajar dalam perusahaan

Bagi perusahaan, proses belajar adalah sangat penting untuk memastikan sistem dapat dijalankan secara optimal dan maksimal.  Pembelajaran membuat tim yang ada dalam organisasi mudah untuk menerima sistem tanda praduga negatif serta berkurangnya unsur penilaian obyektif bagi karyawan.  Pembelajaran akan menciptakan sosok leader yang kuat dalam perusahaan untuk setiap lini organisasi.

(2) Kegagalan menciptakan profesionalisme

Pola kepemimpinan yang tidak demokratis dan cenderung diciptakan atas dasar subyektifitas, menimbulkan budaya ketakutan pada personel.  Bukan melihat pekerjaan atas dasar tanggung jawab dan sistem.  Individu cenderung melihat sistem adalah proses yang berbeda dengan orientasi bekerja mereka.  Dimana orientasi pekerja adalah lebih memuaskan kepentingan selera pemimpinnya.

(3) Kegagalan dalam membagi tanggung jawab

Leadersip yang terlalu kuat atau terlalu lemah menyebabkan konsep pembagian tanggung jawab tidak terstruktur.  Ketidakmampuan untuk mengembangkan sistem penghargaan dan hukuman atas pelanggaran sistem membuat tanggung jawab tidak dapat ditekan kepada karyawan secara optimal.

Lalu bagaimana dengan penerapan sistem dalam perusahaan Anda. Apakah pengembangan kempimpinan dalam perusaaan Anda telah maksimal terimplementasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Penyusunan Sistem Perencanaan Karir dalam Perusahaan

Bagi suatu perusahaan, kehilangan sumber daya manusia khususnya yang kompeten adalah hal yang paling menyulitkan. Bagi suatu perusahaan menjaga sumber daya manusia yang potensial dalam perusahaan untuk terus dapat bekerja di dalam perusahaan adalah tantangan tersendiri.

Menjanjikan kompensasi yang tinggi kadangkala tidak efektif dan cenderung menyebabkan performa kinerja tim dalam perusahaan menjadi tidak optimal. Salah satu strategi penting yang dapat perusahaan jalankan adalah dengan mengembangkan sistem perencanaan karir dalam perusahaan.

Dalam mengefektifkan sistem perencanaan karir, perusahaan sebaiknya mengembangkan strategi pengembangan sistem dengan langkah strategis sebagai berikut:

(1) Mengembangkan Strategi Kompetensi dalam Organisasi

Organisasi/ perusahaan menetapkan pemetaan kompetensi untuk kemudian dilakukan proses penyusunan level proficiency dari strata kompetensi tersebut. Penetapan standar kompetensi tersebut kemudian dimaksudkan untuk menyusun standar kompetensi per jabatan.

Dari proses pemetaan kompetensi tersebut, organisasi kemudian melakukan proses penyusunan pemetaan kompetensi per jabatan dalam bentuk matriks. Dengan matrix tersebut, perusahaan dapat menyusun pemetaan terhadap karir jabatan berdasarkan pergeraan kompetensi. Kunci keberhasilan dari strategi kompetensi dengan melihat pada penetapan deskripsi dari level kompetensi

(2) Mengembangkan Strategi Penilaian Kinerja dalam Organisasi

Penilaian kinerja menjadi suatu prosedur penting yang digunakan sebagai suatu pengamatan obyektif terhadap karyawan akan kesiapan untuk proses peningkatan karir dalam organisasi. Bagaimana suatu kriteria penilaian menjadi suatu tahapan yang menjadi prasyarat akan kelayakan peningkatan karir. Kunci keberhasilan dari strategi ini adalah dengan menyusun kriteria-kriteria penilaian yang tepat dan signifikan yang dapat digunakan sebagai pembeda terhadap prestasi karyawan.

(3) Mengembangkan Strategi Kombinasi Kompetensi dan Penilaian

Kedua strategi ini menjadi suatu bentuk komponen metode yang dapat dijalankan secara bersamaan. Penetapan proporsi dan tahapan proses harus dipastikan obyektif dan sesuai dengan prasyarat jabatan yang ditetapkan dalam organisasi.

Lakukan strategi penyusunan sistem pengembangan karir yang tepat, agar perusahaan Anda dapat menjaga retensi karyawan berprestasi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Optimalisasi Tim dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi

Dalam konsep manajemen proyek, salah satu hal yang terpenting di dalamnya adalah melakukan proses penyusunan terhadap perencanaan proyek yang paling tepat dan efektif. Terdapat 5 hal penting yang menjadi bagian penting dalam menjalankan proyek konstruksi.

(1) Memastkan adanya perhitungan yang akurat dalam Menyusun Rencana Anggaran Proyek
Rencana terhadap proses perhitungan dari Rencana Anggaran Proyek inilah adalah hal penting. Penetapan rencana awal produk dalam bentuk gambar teknik, penyusunan spesifikasi serta penetapan harga adalah hal yang sangat penting. Kegiaan manajemen proyek yang tepat dan efektif dimulai dari detail gambaran awal yang akurat tersebut.

(2)Pengelolaan Alir Pengadaan
Perencanaan yang kuat tidak hanya dimulai dari suatu gambaran teknis saja, namun juga terkait dengan status perencanaan terhadap pengadaan barang (pasokan material) yang dimulai dari pemasok untuk kemudian dijalankan proses perencanaan kerja sama dengan pemasok yang efektif.

(3) Kontrol Pelaksanaan Budget Proyek
Ada baiknya penetapan budget diberikan toleransi untuk beberapa aspek tidak terduga, seperti kenaikan harga ataupun faktor eksternal yang kemungkinan bisa terjadi. Perencanaan keuangan/ budget harus dijalankan secara ketat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa anggaran proyek yang dimaksudkan tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan terkendali. Rencana pengajuan budget harus ditetapkan berdasarkan data administrasi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

(4) Sistem Pengendalian Realisasi Pekerjaan
Bagaimana suatu sistem pekerjaan terkendali dan terawasi. Penyusunan fungsi pengawas dan QS adalah hal penting untuk dapat memastikan bahwa realisasi pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal. Pemantauan untuk melihat progres berjalan tepat waktu dan disertai dengan kualitas yang tepat dan akurat.

(5)Sistem Administrasi
Sistem pencatatan terhadap kegiatan proyek yang dijalankan merupakan nilai penting dalam melakukan proses perhitungan biaya beserta identifikasi pengukuran efektifitas maupun efisiensi pekerjaan.

Melihat referensi ini, ada baiknya perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dapat menjalankan proses manajemen proyek konstruksi yang terkendali dan sesuai dengan target waktu yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)