Teknik Mengelola Cost Saving Program dalam Perusahaan

Dalam kondisi saat ini, selain untuk dapat berkompetisi dalam bisnis secara maksimal.  Memastikan bahwa Program Cost Saving dijalankan oleh perusahan adalah penting untuk dilakukan selain Program Cost Reduction. Untuk dapat memastikan bahwa Cost Saving Program dijalankan di perusahaan, perusahaan dapat menjalankan program strategi pendekatan sebagai berikut.

(1) Strategi Optimalisasi SDM/ Sumber Daya Manusia

Proses pengembangan optimalisasi dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai kinerja yang dijalani oleh perusahaan, termasuk di dalamnya adalah meningkatkan output produksi. Memastikan kembali bagaimana sistem perusahaan bekerja untuk dapat meningkatkan nilai produktifitas SDM adalah tantangan terbesar dalam perusahaan.

(2) Strategi Pencegahan Loss

Salah satu hal terpenting yang menjadi nilai dari program cost saving adalah bagaimana perusahaan melakukan proses pencegahan atas loss yang muncul dari setiap kegiatan/ aktivitas proses.

(3) Strategi Peningkatan Kualitas

Salah satu program cost saving yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan cara meningkatkan nilai kualitas dari produk. Program peningkatan nilai tersebut dapat dijalankan dengan mengembangkan atau redesain dari produk sehingga mendapatkan nilai yang maksimal.

(4) Strategi Efisiensi Proses

Melakukan program lean process dapat dilakuan oleh perusahaan untuk dapat menghasilkan proses yang efisien. Waktu tunggu dan produk sampingan proses dapat diminimalkan. Memastikan proses dijalankan secara tepat dan menghilangkan reject atau hasil produk yang tidak sesuai

(5) Strategi Pengendalian Biaya

Penetapan budget operasional process harus dipastikan dijalankan.  Seluruh proses harus terukur dan terkendali sistematis untuk memastikan penyimpangan atas proses tidak muncul dan merugikan perusahaan.

Bagaimana dengan program cost saving yang dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa program cost saving berjalan dengan tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengambilan Keputusan Melalui Analisis Quality Function Deployment

Banyak perusahaan dalam setiap kali melakukan program pemecahan masalah menggunakan teknik Quality Function Deployment. Secara sederhana proses analisis terkait dengan Quality Function Deployment adalah melakukan proses analisis atas keseluruhan faktor-faktor pendukung proses dari suatu operasional yang awalnya terlihat secara random untuk kemudian dilakukan proses analisis lebih lanjut untuk dapat melihat apakah faktor yang muncul secara random tersebut memberikan kausalitas atas suatu masalah yang muncul.

Kekuatan dari teknik Quality Function Deployment adalah menjalankan suatu pendekatan statistik terpadu (analisis faktorial) yang dilakukan untuk dapat mengidentifikasi masalah yang muncul. Adapun kunci keberhasilan dari metode pendekatan ini adalah dengan menjalankan proses analisis masalah yang tepat dan akurat.

Setelah faktor utama teridentifikasi, perusahaan dapat menjalankan program yang terkait dengan perbaikan yang dijalankan. Konsep simulasi dapat dijalankan untuk memastikan bahwa evaluasi atas ketidaksesuaian tersebut dapat teranalisis secara tepat dan akurat.  Proses evaluasi harus dijalankan secara terus menerus untuk dapat memastikan bahwa program solusi yang dijalankan dapat memberikan perbaikan ataupun perubahan terhadap perubahan yang dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Pengembangan Sales dalam Perusahaan

Tantangan terbesar dalam kondisi ekonomi bebas saat ini adalah bagaimana membentuk desain pengembangan sales yang tepat dan efektif dalam perusahaan.  Perusahaan harus mampu mengembangkan desain organisasi dan strategi sales yang tepat agar memastikan

(1) Mensinergikan Sales & Service

Banyak perusahaan, khususnya yang bergerak dalam bidang customer good, lebih mengutamakan kekuatan pada aspek sales.  Padahal tidak sedikit peranan atas aspek layanan yang menjadi pengikat hubungan antara penyediaan penjualan dan pelayanan.

(2) It’s All About The Price

Banyak kegagalan perusahaan dalam menjual “produk” nya adalah masalah harga..  Bagaimana konsumen memiliki hak untuk dapat “memilih” berdasarkan pada harga dan kualitas. Ketidaktepatan dalam penetapan atas proporsi harga dan program menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa produk adalah sesuai dengan standar persyaratan.

(3) Inovasi Program Sales

Sales pada saat ini bukan hanya menjual “produk” namun yang terpenting adalah menjual “solusi”. Suatu tantangan bagi sales untuk mengedepankan solusi atas produk yang dapat dilakukan dalam produk yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan teknologi dapat dipergunakan untuk secara terus menerus memberikan informasi yang kuat atas teknologi yang ada dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan memastikan bahwa sales didesain secara tepat? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem operasional dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Strategi Pengembangan Fungsi PPIC

Dalam proses pengembangan sistem manufacturing, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun perencanaan terkait dengan produksi. Dibandingkan dengan penyusunan SOP dalam bidang usaha lainnya, dalam industri manufactuing peranan PPIC adalah denyut utama dari penyusunan sistem yang ada dalam manufacturing. Ada beberapa perusahaan bahkan ketika melakukan proses pendesainan terhadap organisasi, menetapkan fungsi PPIC adalah proses penetapan yang sangat kritikal.

Lalu bagaiman mengembangkan fungsi PPIC yang tepat. Salah satu persyaratan utama yang penting ketika melakukan proses penetapan fungsi PPIC adalah memastikan bahwa fungsi PPIC telah terintegrasi dengan fungsi pengadaan (procurement) , penyimpanan barang (inventory) , produksi dan distribusi.

Lalu bagaimana proses perencanaan yang tepat dalam pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan.

(1) Memastikan kesesuaian kapasitas

PPIC harus dapat menjawab tantangan pelaggan dalam memastikan kesesuaian antara level pengiriman (delivery service level), keuangan perusahaan serta kapasitas.  Memastikan kapasitas harus dipastikan terukur dengan tepat. Tantangan terbesar adalah melakukan proses kalkulasi yang akurat dalam memastikan bahwa output proses adalah kondisi real dan terukur dengan tepat baik dalam data maupun kondisi aktual.

(2) Pengendalian Biaya Produksi

PPIC berperan penting dalam menganalisis janji marketing terhadap pelanggan. Memastikan bahwa order yang dijalankan adalah layak dan tidak merugikan perusahaan. Memastikan bahwa dengan status minimal kuantitas produksi, terpastikan bahwa biaya produksi terpenuhi dengan tepat.

(3) Menjaga Supply Chain Management

Peranan dalam menjaga baris antrian proses dan menjalankan seluruh perencanaan yang tepat menjadi bagian penting dalam program pengendalian rantai pasokan tersebut. Melakukan fungsi koordinasi dan mengevaluasi seluruh titik proses mulai dari pengadaan sampai dengan pengiriman adalah penting untuk dijalankan dalam kegiatan proses tersebut.

Bagaimana dengan perusahaan Anda ketika menjalankan proses pengelolaan rantai pasokan produksi tersebut? Lakukan proses pencarian  yang tepat untuk memastikan bahwa sistem operasional perusahaan berjalan dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Pengembangan Bisnis Franchise

Dalam pengelolaah perusahaan franchise, adalah penting bagi pelaku bisnis untuk memiliki mindset ” problem solving” sebagai bentuk proses strategi pengembangan bisnis Franchise. Konsep pemahaman awal dari sistem Franchise harus lebih terfokus kepada bagaimana bersama-sama memastikan minimalisasi dari resiko bisnis antara franchisor dan franchisee bukan pada bagaimana memindahkan resiko franchisor kepada franchisee.

Konsep strategi yang dibangun adalah untuk tumbuh bersama-sama dengan maksimal.  Franchisor harus memastikan bahwa semangat membangun bisnis terasa pada seluruh level organisasi termasuk kepada mitra pembeli merk.  Tidak ada salahnya pengembangan budaya positif secara kuat dalam perusahaan, dimana terdapat “tangan” yang mengikat antar seluruh level dan lini dalam perusahaan.

Mengembangkan orientasi atas pelayanan juga menjadi bagian penting untuk dapat meningkatkan nilai bisnis perusahaan Franchise.  Banyak perusahaan Franchise yang melupakan pentingnya “customer relation”.  Padahal pengikat usaha antara perusahaan dengan pelanggan terjaga dengan mengelola “customer relation” yang tepat.

Kekuatan bisnis Franchise membutuhkan suatu inovasi yang harus secara terus menerus dilakukan untuk membangun pembedaan bisnis yang kuat.  Sistem untuk memastikan konsistensi dan orientasi mutu adalah suatu pola bisnis penting yang perlu untuk dikelola secara tepat.

Bagaimana dengan pengembangan bisnis Franchise pada perusahaan Anda? lakukan pengembangan bisnis yang tepat untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat terkendali secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Business Plan Perusahaan Secara Tepat dan Efektif

Ketika penggantian tahun sudah akan dilalui untuk memastikan bahwa suatu perusahaan akan menuju ke arah selanjutnya, maka menjadi tugas dari manajemen untuk menyusun business plan yang akan dipakai sebagai panduan dalam memastikan pengarahan terhadap jalannya perusahaan yang ada.  Bagaimana suatu konsep pengembangan perusahaan tersebut dijalankan dan dipastikan dimaksimalkan untuk mengembangkan suatu perancangan business plan yang tepat dan akurat.

Lalu bagaimana langkah yang tepat dalam menyusun business plan perusahaan? Berikut adalah tahapan-tahapan yang dapat dipergunakan dalam menyusun business plan.

(1) Melakukan Penyusunan Konsep Perusahaan Secara Tepat

Dalam melakukan proses penyusunan business plan, sebaiknya penyusunan konsep perusahaan adalah bagian terpenting yang harus mendapatkan posisi prioritas penting. Memastikan bagaimana perusahaan akan dikelola, penetapan atas konsep produk, serta penetapan terkait segmentasi atas produk yang dituju.

(2) Menyusun Business Process dalam Perusahaan

Adalah tepat bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa perusahaan memiliki suatu business process yang tepat dan strategis. Penyusunan sistem perusahaan harus dapat dijalankan dalam bentuk penyusunan SOP (Standard Operating Procedure), job description maupun dalam penyusunan catatan-catatan yang penting dan menjadi persyaratan utama dalam perusahaan.

(3) Menyusun Analisis Keuangan Perussahaan

Melakukan kajian akan Capex dan Opex perusahaan.  Ada baiknya perusahaan menyusun cashflow sebagai bentuk prediksi  perusahaan. Menyusun estimasi usaha serta mengkajian suatu proses review atas BEP (Break Even Point) serta rasion rugi/laba perusahaan.

(4) Menyusun Program Kerja

Perusahaan menetapkan desain program kerja yang dapat mendukung terealisasinya seluruh perencanaan keuangan yang dimaksudkan tersebut.  Penyusunan program kerja sebaiknya ditetapkan dalam bentuk program kerja jangka panjang dan jangka pendek. Penyusunan periode evaluasi juga wajib ditetapkan dalam program kerja yang dimaksudkan tersebut.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam menyusun Business Plan perusahaan Anda. Pastikan bahwa business plan yang tepat dan efektif dapat memberikan kontribusi atas strategi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Rasio Efisiensi Manufacturing

Dalam dunia manufacturing, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai atas rasio efisiensi yang dimiliki oleh bidang usaha Manufacturing. Menjadi suatu tantangan tersendiri bagi industri manufacturing untuk dapat meningkatkan nilai efisiensi dari perusahaan. Lalu bagaimana program efisiensi dijalankan dalam industri manufacturing?

Pola Pertama, Menjalankan Proses yang Efisien

Dalam program penyusunan suatu proses efisien, perusahaan dapat mengadopsi konsep lean management seperti yang dijelaskan dalam penerapan implementasi Six Sigma. Adapun model proses dengan kapasitas yang terbatas dan cenderung tetap adalah nilai terukur sebagai proses “normal”. Kemudian dipastikan proses sebelum dan setelahnya dapat terukur sebagai proses yang terkendali dalam batasan normal tersebut untuk kemudian dapat menjadi standar operasional baku.

Pola Kedua, Menghitung Produktifitas SDM

Ada baiknya perusahaan mulai melakukan pendekatan analisis jabatan dan beban kerja yang akurat.  Melakukan proses pengukuran atas besaran nilai output dan kompetensi sumber daya manusia menjadi nilai yang penting dan signifikan untuk dapat dikelola.

Pola Ketiga, Mengurangi Kesalahan Operasional

Ada baiknya perusahaan mulai menjalanakan budaya mutu dan pola kerja yang strategis dan efisien. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa kesalahan operasional tersebut dapat diminimalkan dengan menjalankan sistem manajemen operasional yang tepat. Perhitungan seperti Masaa Balanced System yang digabungkan dengan konsep strategi seperti ISO 9001 dapat dipakai sebagai bentuk alat penunjang atas pelaksanaan sistem manajemen operasional perusahaan.

Memastikan kembali bahwa perusahaan dapat mengembangkan dan  menyusun suatu sistem yang tepat adalah salah satu bentuk strategis efisiensi yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan sistem manajemen operasional adalah bentuk penting yang terkait dalam proses pengendalian operasional perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memilih Konsultan Business Process Reengineerng yang Tepat

Banyak perusahaan yang telah melakukan proses pengembangan sistem dengan menggunakan konsultan, namun dalam kenyataannya proses penyusunan atas perubahan business process yang dijalankan dalam perusahaan.

Konsultan yang tepat dalam proses penanganan perubahan business process dalam perusahaan adalah perusahaan yang telah mampu untuk mengimplementasikan SOP dan pendekatan SDM secara maksimal. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?

(1) Melihat efektifitas sistem

Dalam proses business process re-enggineering, perusahaan harus mampu secara maksimal mengembangkan konsep strategis secara tepat. Hal ini ditujukan untuk dapat melihat bahwa perubahan yang dilakukan dalam perusahaan adalah maksimal dan tepat sasaran. Konsultan dengan pengalaman tinggi di bidang manajerial dan sistem mampu menangkap kepentingan atas perubahan serta memperhitungkan resiko dari perubahan sistem yang dijalankan dalam perusahaan.

(2) Proses implementasi

Dalam proses implementasi perubahan sistem, harus dipastikan organisasi mengembangkan program leadership sehingga penerapan sistem dapat dijalankan dalam organisasi.  Konsultan harus mampu melakukan proses pendekatan coaching sehingga mampu mengembangkan budaya leadership dalam perusahaan secara tepat.  Leadership yang kuat mampu membawa awareness dalam penerapan sistem.

(3) Pemahaman Sistem Sumber Daya Manusia

Business Process Re-engineering dapat menyebabkan transformasi kompetensi dan karakteristik budaya perusahaan.  Konsultan harus mampu untuk menyusun perubahan terkait dengan sistem manajemen SDM sebagai salah satu penopang utama atas perubahan tersebut. Memastikan ulang, bahwa pengembangan sistem dapat dijalankan paralel dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Menarik untuk dicermati, karena pada saat ini perusahaan seringkali salah mengambil keputusan dalam memilih konsultan SOP , Busines Process maupun Business Process Re-engineering.  Lakukan proses referensi eksternal secara tepat untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan sistem dalam perusahaan Anda dapat bekerja secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

5 Kesalahan Manajemen SDM yang Sulit untuk Diperbaiki oleh Perusahaan

Dalam pengelolaan perusahaan, terkadang manajemen mengalami kesulitan untuk menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan konteks pekerjaan yang ideal. Permasalahan terkait dengan status finansial, kondisi kemampuan pasar dan kekuatan perusahaan secara keseluruhan menjadi bagian penting yang perlu untuk dipertimbangkan.

Dari hasil beberapa kajian, ditemukan adanya 5 (lima) kesalahan yang menjadi bagian dari kesalahan manajemen SDM.  Adapun lima kesalahan tersebut adalah:

(1) Terlalu melibatkan kedekatan personel dalam penanganan karyawan

Mengembangkan pendekatan dengan karyawan secara kekeluargaan adalah baik. Namun apabila peran emosional menjadi terlalu dekat dalam proses penanganan karyawan maka kondisi yang muncul adalah konflik dan ketidakprofesionalan.  Perbaikan atas penanganan seperti ini membutuhkan waktu dan budaya perusahaan yang baru sehingga menyulitkan perusahaan dalam melakukan perbaikan atas bisnis yang dimilikinya.

(2) Terlambat dalam Mengembangkan Kompetensi Karyawan

Seluruh perusahaan saat ini harus mengembangkan effort untuk dapat mengembangkan karyawan.  Karena tidak seluruh karyawan berada dalam bentuk “jadi” dan siap pakai. Sehingga mau tidak mau proses untuk pengembangan karyawan harus dijalankan. Banyak perusahaan mengesampingkan program pengembangan kompetensi yang sistematis dalam proses pengembangan usahanya.

(3) Bekerja bukan berdasarkan Sistem

Beberapa pemilik perusahaan lebih mengutamakan loyalitas karyawan kepada atasan dari perusahaan tersebut. Banyak yang perusahaan lupakan, yaitu bagaimana menjalankan perusahaan dengan menggunakan konsep sistematis.  Memastikan bahwa karyawan loyal terhadap sistem adalah penting untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan tepat dan efektif.

(4) Melupakan Jenjang Karir Karyawan

Perusahaan banyak terbenam kepada pola kerja yang konsisten serta tidak terdapat pengembangan atas karir karyawan tersebut. Hal ini menyebabkan karir dan pengembangan karyawan menjadi stagnan dan tidak dapat berkembang secara maksimal.

(5) Lupa Memperbaiki Sistem Kompensasi

Melihat bahwa setiap karyawan perlu menjalankan suatu tantangan baru dan pekerjaan yang bertambah tentu saja membutuhkan adanya suatu simultan ataupun daya tarik.  Mengembangkan sistem kompensasi yang tepat dan efektif adalah suatu program yang harus dijalankan sejak awal.

Lakukan program pengembangan manajemen SDM dalam perusahaan Anda secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengendalikan Sistem Pengarsipan dengan Tepat

Kebutuhan atas sistem pengarsipan dalam perusahaan adalah penting dan membutuhkan suatu bentuk sistem pengaturan tersendiri. Beberapa perusahaan melakukan proses pengelolaan arsip dengan menggunakan jasa pihak ketiga. Apakah sulit untuk melakukan proses pengendalian pengarsipan sendiri dalam perusahaan? Berikut adalah beberapa kiat dan strategi yang perusahaan dapat jalankan.

(1) Menetapkan Penanggung Jawab Sistem Pengarsipan

Mengingat bahwa arsip perusahaan adalah bagian penting dan rahasia dalam perusahaan. Adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa personel yang menjalankan sistem pengarsipan adalah personel yang secara administratif memahami seluruh business process perusahaan. Mengingat bahwa proses pengarsipan ini selain memiliki kemampuan administrasi yang kuat juga dibutuhkan pengalaman atas proses pengelompokan terhadap dokumen tersebut, baik dalam bentuk subyek, isi dari arsip ataupun berdasarkan sejarah dari pengarsipan. Ada baiknya perusahaan memiliki karyawan dengan kemampuan mengingat visual yang kuat karena dalam proses pengelolaan arsip ini, karyawan yang bersangkutan dapat berkutat tidak hanya dengan ratusan tapi bahkan ribuan dokumen/ arsip.

(2) Mengendalikan Salinan Kertas dan Non Kertas

Dalam era digital saat ini, menjalankan sistem pengarsipan adalah penting untuk dijalankan tidak hanya melalui salinan  kertas saja.  Penggunaan salinan non kertas dapat diproses untuk memastikan bahwa dokumen terjaga tidak hanya dalam bentuk salinan kertas, namun juga tersedia sistem terpisah yang berlokasi di server. Dimana apabila terjadi kebakaran ataupun kondisi bencana alam lainnya dokumen tersebut dapat aman dan terkendali tersimpan dalam perusahaan.

(3) Mengendalian Sistem Keamanan dan Akses

Perusahaan harus dapat memastikan bahwa sistem kemanan dan akses dalam perusahaan untuk dapat menjamin bahwa keamanan yang dijalankan tersebut dapat mengendalikan kapasitas akses atas dokumentasi/ pengarsipan yang dijalankan dalam perusahaan.

Bagaimana proses pengelolaan sistem pengarsipan dalam perusahaan Anda? lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengendalian akses dan keamanan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)