Pelatihan Audit Sumber Daya Manusia

Apakah penting untuk melakukan audit divisi sumber daya manusia (sdm)?  Apa manfaat yang dapat diambil dari kegiatan pelatihan audit sumber daya manusia tersebut?

Kegiatan audit sumber daya manusia memiliki banyak tujuan, seperti untuk memastikan bagaimana kegiatan yang dijalankan di departemen sumber daya manusia, sudah dijalankan sesuai dengan Standard Operating Procedure yang ada dalam perusahaan, kesesuaian antara data informasi sistem penggajian dan status proses aktual dari proses implementasi yang dijalankan dalam unit kerja sumber daya manusia serta kegiatan lainnya untuk memastikan bahwa tahapan proses dijalankan sesuai dengan kebijakan dan peraturan perusahaan yang dijalankan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar persyaratan yang ada, serta sebagai proses evaluasi untuk memastikan apakah sistem manajemen sumber daya manusia yang ditetapkan sudah sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Berikut adalah silabus dari kegiatan pelatihan pengembangan audit sumber daya manusia yang dilakukan dalam waktu satu hari.

(1) Pemahaman Standard Operating Procedur Unit Kerja HRD

Melihat jenis SOP yang ideal digunakan oleh unit kerja sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan untuk kemudian dilakukan proses pengelolaan dan alokasi implementasi yang tepat dalam aktual SOP tersebut.

(2) Pemahaman mengenai peraturan perusahaan

Dalam kegiatan ini dilakukan proses pemahaman yang terkait dengan konsep essensial dari pemahaman peraturan perusahaan itu sendiri yang kemudian akan digabungkan dalam implementasi dalam operasional yang ada dalam perusahaan.

(3) Penyusunan checklist dan metode audit

Dimana dalam kegiatan ini, peserta pelatihan mendapatkan masukan tentang teknik dan proses yang dijalankan dalam kegiatan audit tersebut.

(4) Teknik pelaporan dan proses tindak lanjut kegiatan audit

Dimana dalam tahapan proses ini diberikan penjelasan tentang bagaimana program audit tersebut dijalankan untuk memastikan bagaimana status evaluasi dari program audit ini memberikan nilai positif bagi perusahaan.

Melihat dari manfaatnya, tentu akan lebih dapat memberikan kemajuan kepada perusahaan apabila pengembangan sumber daya manusia dapat dialokasikan menjadi suatu bentuk pengembangan bersinergis dalam kegiatan perbaikan di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Review Standard Operating Procedure

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure? Apakah sudah terimplementasi? Ada baiknya untuk melakukan proses kajian terkait dengan SOP yang sudah terimplementasi tersebut. Lalu bagaimana cara melakukan proses pengkaijan terhadap Standard Operating Procedure yang sudah dimiliki oleh perusahaan.

Tersedia tiga metode yang tepat yang dapat digunakan untuk melakukan proses pengkajian terhadap Standard Operating Procedure yang dimiliki oleh perusahaan.

(1) Metode pertama: kegiatan audit

Audit merupakan salah satu cara melakukan proses evaluasi terhadap sistem yang sudah dibuat.  Meskipun terdapat kelemahan karena audit kemungkinan dilakukan dengan frekuensi pada selang waktu yang tidak pendek namun apabila dilakukan secara sistematis dapat cukup membantu tahapan proses pengembangan sistem.

(2) Metode kedua: evaluasi kinerja

Pemastian bahwa setiap tahapan SOP akan teralokasi ke dalam ruang lingkup tanggung jawab yang ditetapkan dalam perusahaan untuk memastikan bahwa indikator dari kinerja yang dimaksud terpetakan di dalam alir proses yang telah ditetapkan.  Secara otomatis apabila terdapat implementasi sistem yang tepat maka indikator evaluasi dari karyawan akan terukur dalam performa dengan status penilaian yang baik dan tepat.

(3) Metode ketiga: pengukuran kepuasan pelanggan

Hal terakhir ini adalah suatu indikator yang tidak dapat ditawar lagi.  Perusahaan yang telah dapat mengedepankan kepuasan pelanggan sebagai dasar utama dari penetapan strategi telah mengidentifikasi dan mengukur secara akurat akan indikator kepuasan pelanggan ke dalam sistem.  Sehingga ketika SOP terlaksana secara tepat maka status indikator kepuasan pelanggan telah terbukti dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah dibutuhkan.

Lalu bagaimana dengan proses pengkajian SOP yang ada dalam perusahaan Anda? Lakukan proses evaluasi dan pengukuran kesesuaian pelaksanaan sistem dalam perusahaan Anda secara tepat dan akurat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Peranan Konsultan dalam Menyusun Standard Operating Procedure

Banyak perusahaan menggunakan jasa konsultan ketika akan melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure.  Bagaimana peranan yang tepat dalam memahami posisi dan peranan konsultan ketika menyusun SOP pada perusahaan Anda?  Lalu apa manfaat dalam melakukan proses penyusunan SOP tersebut apabila dilakukan sendiri tanpa bantuan oleh konsultan?

Pada prinsipnya, perusahaan dapat mengembangkan dan menyusun Standard Operating Procedure sendiri.  Langkahnya adalah dengan melakukan proses pelatihan penyusunan SOP sendiri.  Adapun langkah yang dilakukan adalah sederhana yaitu adalah sebagai berikut:

(1) Pembuatan tim kerja

Proses penyusunan SOP adalah suatu proses kinerja tim, dan bukan Individu.  Dalam proses ini adalah sangat penting untuk menyusun tim dari berbagai elemen unit kerja organisasi yaitu dari unit kerja yang terkait lainnya.  Hal ini dilakukan sebagai peroses penjaminan bahwa tahapan proses SOP ini adalah suatu alir proses yang sinkron yang ditetapkan dalam perusahaan.

(2) Proses pelatihan tim

Tim penyusun ISO tersebut kemudian diberikan program pelatihan penyusunan SOP untuk kemudian dilakukan proses penyusunan SOP sesuai dengan program kinerja yang telah ditetapkan tersebut.

(3) Melakukan proses interview terhadap karyawan

Tim kemudian dibagi untuk melakukan proses penyusunan pola proses bisnis yang ada pada masing-masing departemen tersebut. Proses interview dapat dilakukan secara berkelompok atau individu untuk kemudian mendapatkan status alir proses yang tepat.  Alir proses tersebut kemudian dipetakan untuk kemudian mendapatkan pemetaan terhadap proses bisnis yang ada.

(4) Melakukan proses penyusunan SOP

Melakukan proses penyusunan SOP yang dijalankan dalam perusahaan untuk kemudian dilakukan proses penyusunan SOP yang ada.  SOP kemudian disusun untuk kemudian dibuatkan tahapan-tahapan proses yang ada.

(5) Proses implementasi

Kegiatan implementasi sendiri adalah menjalankan suatu bentuk tahapan operasional yang dilakukan sebagai bentuk “trial test” untuk dapat memastikan bahwa SOP yang ada itu sendiri telah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan untu menjalankan proses implementasi yang dialankan.

(6) Proses evaluasi terhadap implementasi dan koreksi

Menjalankan tahapan dan proses evaluasi terhadap pembentukan dan penyusunan program implementasi yang dijalankan dalam tahapan proses evaluasi penerapan dan pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) yang ada. Untuk kemudian dilakukan proses seleksi terkait dengan status dan tahapan proses koreksi dari SOP yang ada. Kemudian melakukan proses koreksi terhadap SOP yang ada.

Lalu bagaimana dengan pernanan konsultan, fungsi dan peranan konsultan dilakukan pada bagian berikut:

(1) Pelatihan karyawan

Dimana konsultan melakukan proses penyusunan materi program penyusunan SOP, mengajarkan teknik melakukan wawancana memberikan panduan terkait dengan status alir proses.

(2) Proses koordinasi dalam proses implementasi kegiatan penerapan SOP

Melakukan proses dan fungsi koordinasi yang terkait dengan status aplikasi dan implementasi SOP yang ada dalam perusahaan untuk kemudian melakukan proses penetapan penggunaan SOP yang ada di lapangan. Dimana salah satu fungsi dari konsultan adalah berperan dalam proses panduan referensi dari kegiatan SOP yang dijalankan tersebut.

(3) Melakukan tahapan proses evaluasi dari program pelaksanaan SOP

Melakukan status evaluasi dari implementasi dan kegiatan koreksi yang dijalankan dalam kegiatan penerapan SOP tersebut. Dimana menjalankan proses verifikasi untuk melihat kesesuian pelaksanaan dari SOP yang dijalankan tersebut.

Bagaimana perusahaan Anda akan melakukan program penyusunan SOP? Langkah-langkah internal apa yang akan dijalankan untuk memastikan bahwa peranan konsultan akan menjadi efektif dalam penyusunan SOP perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen SDM Berbasiskan Kompetensi

Dalam melakukan proses penyusunan sistem manajemen berbasiskan kompetensi, selain melakukan proses perumusan terhadap sistem kompetensi yang ada per jabatan pekerjaan maka dilakukan proses penempatan dan alokasi pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk memenuhi persyaratan kompetensi yang dibutuhkan.  Salah satu bagian terpenting dalam proses pengembangan manajemen SDM berbasiskan kompetensi adalah dengan mengembangkan suatu mekanisme pelatihan dan proses uji kompetensi yang ditetapkan dalam jabatan.

Bagaimana menyusun suatu pelatihan yang berkaitan dengan proses pengembangan kompetensi yang ada dalam organisasi itu sendiri.  Pelatihan yang berbasiskan uji kompetensi ini dikembangkan dengan melakukan penyusunan kurikulum berdasarkan status pengembangan unit kompetensi yang ada pada kebutuhan pelatihan tersebut.  Dalam satu pelatihan terdapat kemungkinan untuk adanya lebih dari satu unit kompetensi yang dikembangkan dimana pelatihan tersebut merupakan proses pengembangan teknikal sekaligus juga pengembangan diri.  Contoh seperti pelatihan proses pengelasan yang mana merupakan tahapan proses dari pengembangan teknis namun bisa juga memasukkan unsur kompetensi dari aspek self management seperti memastikan kebersihan maupun kompetensi HSE yang mana dipastikan bahwa proses pekerjaan dijalankan sesuai dengan standar dan aman.

Dalam menyusun program pelatihan, dipastikan juga bahwa perusahaan telah memastikan adanya pengembangan terhadap status uji kompetensi yang tepat untuk meningkatkan suatu nilai kompetensi sumber daya manusia.  Bagaimana suatu tahapan tersebut dapat dikembangkan sehingga menjadi suatu konsep yang berkembang dan memberikan implikasi performa yang tepat dalam organisasi adalah suatu bentuk perbaikan yang muncul dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengoptimalkan Nilai Integritas Karyawan

Bahasa integritas sudah menjadi hal yang umum ketika proses seleksi karyawan dijalankan dalam suatu perusahaan, pemahaman bahwa integritas adalah hal yang sangat penting sebagai parameter dan nilai untuk menempatkan soft competency sebagai nilai dengan prioritas yang tinggi dalam perusahaan.  Beberapa pemikiran kemudian muncul bagaimana cara mengukur integritas itu sendiri, dan apakah integritas dari individu tersebut bisa bertahan dalam proses dan periode yang cukup panjang.

Suatu persepsi menarik dalam melihat konsep integritas adalah sebagai bagian dari satuan dari unit kompetensi penting yang terkait dengan dengan pengembangan konsep integritas karyawan.  Dari beberapa hal yang bisa dipahami bahwa aspek konsep pengembangan nilai integritas adalah core value dari konsep perusahaan.

Lalu bagaimana tata cara meningkatkan nilai integritas karyawan itu sendiri?  Banyak hal yang dapat dilakukan kepada karyawan dalam upaya meningkatkan nilai dan konsep integritas yang dimiliki.

(1) Mengembangkan aspek peraturan perusahaan sebagai bentuk konsep pendisiplinan dari pemahaman konsep integritas

Memastikan adanya pendisiplinan terhadap pelaksanaan dari peraturan perusahaan yang ditetapkan sebagai bentuk pendisiplinan dari diri karyawan itu sendiri.  Proses pendisiplinan menjadi ujung tombak yang penting dalam meningkatkan pengembangan dan optimalisasi konsep status integritas yang dijalankan dan menjadi proses cultural transformation dalam perusahaan itu sendiri.

(2) Mengimplementasikan kompetensi leadership

Memastikan adanya pengembangan kompetensi leadership yang ditetapkan dalam organisasi untuk memastikan status pengembangan nilai dan konsep budaya dari perusahaan berkembang sejalan dengan integritas harmoni yang ditetapkan dalam perusahaan untuk memastikan aspek kesesuaian dalam manajemen operasional telah dijalankan sesuai dengan aspek kebutuhan yang dipersyaratkan dalam perusahaan.

(3) Menetapkan status pengelolaan dan pengembangan konsep sistem dalam manajemen perusahaan

Memastikan status yang ditetapkan untuk melihat bahwa konsep implementasi dalam manajemen yang terkait dengan sistem implementasi praktis dari konsep perusahaan. Memastikan sistem pengendalian yang terkait dengan manajemen operasional dijalankan untuk memastikan bahwa organisasi dalam perusahaan menjalankan suatu konsep pengembangan program perusahaan yang tepat.

Lalu bagaimana tata cara untuk memastikan bahwa konsep pengembangan sistem itu sendiri dijalankan? Adalah menjadi hal yang sangat menarik untuk dapat melihat bahwa nilai integritas tersebut menjadi suatu nilai lebih dari diri karyawan yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa larinya perusahaan dapat menjadi cepat dan memberikan aspek stimulus dari bisnis perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Progam Rotasi dan Mutasi dalam Peningkatan Kompetensi SDM

Bagaimana proses aplikasi dari pengembangan karir seseorang dijalankan dalam suatu jabatan yang sangat bersifat spesialistik.  Proses pengembangan terhadap aplikasi karir itu sendiri dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan secara vertikal dan horizontal.  Penetapan pengembangan status aplikasi horizontal juga akan meliputi konsep pengembangan karir ke arah manajerial dengan menambah ruang lingkup spesialistik yang ada menjadi ruang lingkup pengembangan kompetensi yang lebih luas dalam memahami bidang lainnya.

Lalu bagaimana proses konsep pengembangan karir secara vertikal dan horizontal tersebut dijalankan.

(1) Jalur karir vertikal

Dijalankan dengan meningkatkan fungsi spesialistik dari individu yang ada, kondisi peningkatan jalur vertikal ini hanya dapat muncul apabila konsep pengembangan dari posisi dalam organisasi adalah menduduki konsep strategi fungsional, dimana aspek pengembangan dari komponen organisasi yang dijalankan lebih mendalam ke dalam peningkatan skill individu tersebut.  Sehingga proses pengembangan sumber daya manusia yang berada dalam posisi tersebut lebih mengarah kepada proses penghargaan dari konsep keahlian yang dimiliki, dan semakin tinggi keahliannya maka semakin tinggi karir vertikal yang dicapai.

(b) Jalur karir horizontal

Dilakukan dengan mengembangkan unit kompetensi yang dimiliki oleh personel dengan mengembangkan aspek kompetensi secara horizontal yang terkait dengan pengelolaan dan penanganan aspek kompetensi sumber daya manusia yang dikembangkan dalam perusahaan.  Bagamana suatu tahapan dan pengembangan manajemen operasional dijalankan dalam organisasi dan pengembangan keahlian manajerial menjadi nilai yang sangat penting dalam proses peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan.

Pengembangan jalur karir menjadi bagian penting dalam meningkatkan konsep aplikasi dari pengembangan kompetensi yang ada dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya fungsi Quality Control dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melihat bahwa fungsi dan peranan quality control adalah suatu fungsi yang membebankan biaya, baik itu biaya operasional dari gaji karyawannya maupun menghambat dari proses operasional itu sendiri.  Beberapa perusahaan menjadi “terpaksa” memiliki fungsi QC sehingga melihat fungsi QC hanya tempelan saja yang digunakan sesuai kebutuhan.  Lalu bagaimanakah cara yang paling tepat dalam memastikan proses dan fungsi quality control dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(1) Pengembangan fungsi QC dalam mekanisme bisnis

Dalam penetapan bisnis, fungsi masuk ke dalam bagian quality cost artinya biaya yang dikeluarkan untuk memastikan proses pemeliharaan terhadap mutu produk dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada.  Sebaiknya perusahaan tidak melihat bahwa cost of quality adalah beban biaya dalam perusahaan melainkan investasi.  Mengapa demikian?

Fungsi QC memegang strategi yang berperan penting dalam melakukan proses pengambilan posisi dari pelanggan, yang mana tahapan pengam ini merupakan suatu aplikasi yang strategis dalam menjamin konsistensi kesepakatan dengan pelanggan.

(2) Peranan QC dalam posisi langkah perbaikan dalam bisnis

Fungsi QC itu sendiri merupakan suatu bentuk langkah strategis yang penting dan kuat untuk memastikan bahwa ketidaksesuaian terdeteksi untuk kemudian ditetapkan sebagai bentuk penetapan langkah tindak lanjut dalam antisipasi proses pengembangan bisnis khususnya perbaikan produksi.

(3) Penjaminan konsistensi operasional

Peranan QC yang me”maksa” produksi untuk konsisten dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan setting terhadap aspek budget operasional sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Sebagai contoh proses aplikasi penggunaan material, penetapan fungsi pemasok serta penetapan alokasi beban kerja operasional.

Akan menjadi suatu hal yang menarik apabila perusahaan lebih mengoptimalkan fungsi QC dan tidak menomorduakan fungsinya hanya karena pemikiran biaya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Program Audit Internal SOP dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang sudah melaksanakan Standard Operating Procedure, namun tidak menjalankan fungsi audit internal di dalamnya.  Menjadi suatu kebutuhan dan pengembangan yang sangat penting dalam perusahaan untuk dapat memastikan bahwa proses implementasi dari Standard Operating Procedure dilakukan dengan melakukan proses pengkajian terkait dengan kesesuaian penerapannya.

Proses audit internal menjadi bagian yang sangat penting dalam kegiatan pengkajian terhadap Standard Operating Procedure yang ada dalam perusahaan.  Lalu bagaimana proses dari pengembangan program SOP itu sendiri dijalankan.

Adapun tahapan proses yang ditetapkan dalam kegiatan SOP ini adalah sebagai berikut:

(1) Menyusun tim audit

Perusahaan harus menetapkan tim audit internal yang memiliki fungsi dan tanggung jawab penuh dalam menjalankan kegiatan audit dalam perusahaan.  Perumusan terhadap anggota tim audit dijalankan dengan memastikan proses pemilihan auditor yang kompeten dalam menjalankan fungsi audit internal yang dimaksud dalam perusahaan tersebut.  Proses penanganan dalam proses ini dapat dijalankan melalui program pelatihan ataupn program pengembangan kompetensi yang dapat dilakukan secara internal dan eksternal.

(2) Menjalankan program audit

Kegiatan audit ini harus dipastikan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan dan dijalankan dalam perusahaan.  Kegiatan audit ini meliputi program perencanaan audit, pelaksanaan audit dan penyusunan laporan audit.  Proses audit harus dilakukan secara sampling namun mendetail.  Proses interview dan observasi juga perlu untuk dijalankan terkait dengan sistem yang diaplikasikan itu sendiri.

(3) Menyusun tindak lanjut hasil audit

Mengembangkan dan mengelola hasil audit.  Bagaimana suatu tahapan proses dikembangkan untuk memastikan bahwa kegiatan audit tersebut dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.  Setiap laporan hasil audit harus dijalankan dengan mengikuti proses tindak lanjut yang dipersyaratkan dalam kegiatan audit itu sendiri.

Melihat dari tingkat kebutuhannya, akan sangat penting bagi perusahaan yang telah menerapkan SOP untuk dapat menjalankan SOP sesuai dengan kebutuhan yang dipersyaratkan oleh perusahaan.  Proses pengembangan dan implementasi SOP akan menjadi nilai penting dari implementasi sistem yang dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Belajar Manajemen dari Industri Jepang

Pertumbuhan dan perkembangan industri Jepang merupakan fenomena menarik yang mengubah paradigme teori industri.  Bagaimana proses produksi dengan kapasitas mass production dengan pengelolaan sumber daya manusia yang kritikal menjadi momok terbesar industri barat ditepis oleh Industri Jepang.  Bagaimana suatu proses pengelolaan sdm yang sulit dan sangat riskan dengan masalah justru menjadi strategi terbesar bagi roda industri Jepang dalam mengelola bisnisnya.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari proses ini, dimana suatu konsep bagaimana mengelola dan mengembangkan tahapan pengukuran manajemen kinerja dapat dipastikan berjalan searah dengan produktivitas.  Lalu bagaimana dengan konsep pengendalian dan pengembangan inovasi yang berpotensi terhenti dengan doktrin dan paradigma kebersamaan.  Bagaimana menjaga keeksklusifan individu dalam berkembang pada organisasi dengan sistem kebersamaan yang kuat.

Proses pembelajaran menjadi sangat penting untuk mengadaptasikan sistem ini ke dalam manajemen bisnis dalam perusahaan Anda. Berikut adalah ringkasan dari sedikit hal yang bisa dipelajari dari proses pengembangan kedisiplinan yang muncul dalam industri Jepang.

Tahapan 1 : Menghilangkan Konsep Identitas Pribadi dalam Organisasi

Proses pengembangan terhadap konsep identitas pribadi dihilangkan dan diganti dengan konsep organisasi.  Bagaimana proses dimulai? Proses dijalankan mulai dari tingkatan pimpinan yang ada dalam perusahaan.  Keinginan kuat untuk berkomitmen secara total dalam organisasi dapat terlihat melalui kerja keras dan integritas dalam proses bekerja.  Tidak membedakan berdasarkan strata struktur namun lebih melihat kepada output produktivitas sesuai dengan ruang lingkup yang ditetapkan dalam organisasi.

Tahapan 2: Mengembangkan Konsep Belajar secara Terus-Menerus

Salah satu hal yang sangat penting dalam industri Jepang adalah mengembangan metode produksi yang dipastikan optimal dan efisien secara terus-menerus.  Tantangan organisasi diterjemahkan sebagai tantangan individu untuk kemudian menimbulkan aspek dinamis yang dikompetisikan.  Penilaian kinerja akan terlihat obyektif dan menghargai individu yang haus akan tantangan baru dan pengetahuan baru.

Tahapan 3: Transaparansi Manajemen

Hal yang sangat menarik dalam pola manajemen industri Jepang adalah pengembangan penempatan individu dengan sistem rotasi dan mutasi yang dinamis.  Tidak pernah dibiarkan individu pekerja menempati posisi kerja secara terus-menerus dalam posisi tersebut.  Sehingga proses bisnis dari alir kerja setiap departemen akan dimengerti oleh karyawan dan proses tersebut akan secara terus menerus diperbaiki dengan melihat sudut pandang yang berbeda. Belum lagi nilai positifnya adalah kompetensi karyawan menjadi semakin meningkat.

Dari ketiga hal tersebut tidak ada salahnya, usaha dan industri Anda mengaplikasikan teknik manajemen pengembangan industri Jepang.  Dengan pola manajemen yang lebih memperkuat konsep sistem dan dibarengi dengan komitmen yang kuat, maka bisnis Anda akan memiliki nilai strategi bisnis yang kuat dan sulit untuk dikalahkan oleh kompetitor. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sistem Mutasi Karyawan: Strategi Menjaga dan Mengelola Kompetensi Karyawan?

Salah satu perusahaan menerapkan proses mutasi internal yang secara periodik dijalankan dalam perusahaan.  Salah satu faktor utama yang dipakai sebagai alasan mengapa proses ini dijalankan adalah untuk mengurangi tingkat kejenuhan yang muncul pada diri karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.  Namun ada salah satu hal menarik yang sebaiknya juga digunakan oleh perusahaan lainnya sebagai pertimbangan untuk dijalankan.

Kelebihan dari proses mutasi dan rotasi ini menyebabkan setiap karyawan mau tidak mau menghargai pekerjaan dari bidang atau unit kerja lainnya.  Artinya karyawan tersebut tidak menempatkan dirinya ke dalam posisi superior.  Setiap karyawan dapat memahami karakteristik dari pekerjaan yang dijalankan oleh bidang lainnya dan mulai dari nol untuk memahami bagaimana proses tersebut dijalankan.  Teori tentang eksklusifitas dari job specification dapat berkembang dan menyebabkan setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut menjadi kaya secara kompetensi.

Konsep pengembangan internal perusahaan pun dapat diperkirakan menjadi cepat disebabkan karena strategi dapat berkembang dan dinilai secara obyektif.  Konsep konflik dengan menyembunyikan banyak hal sebagai langkah strategi menjadi hilang ke dalam bentuk transparansi dan kinerja tim secara utuh.

Adalah menjadi suatu hal yang sangat menarik apabila suatu perusahaan dapat menjalankan program mutasi dan rotasi dengan tepat.  Namun memang membutuhkan adanya pertimbangan terhadap posisi-posisi yang selain strategis juga memiliki persyaratan kualifikasi yang ketat dalam arti kata tidak sembarang orang dapat menduduki posisi atau fungsi pekerjaan tersebut.  Mulailah mempertimbangkan konsep ini sebagai salah satu strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam perusahaan Anda.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)