Melakukan Proses Pemetaan Kekuatan Bisnis

Dalam menentukan langkah strategi dalam perusahaan, mengapa perusahaan tidak menjalankan suatu konsep pemahaman mengenai kekuatan bisnis dari perusahaan itu sendiri. Apakah Anda sudah familiar dengan informasi mengenai SWOT Analysis.  Konsep dan pemahaman SWOT Analysis adalah suatu proses yang dilakukan untuk menganalisis kekuatan bisnis yang ada dalam perusahaan.  Pertimbangan untuk analisis ini dilakukan dengan melakukan analisis dari segi internal dan eksternal perusahaan.

1. Penetapan segi internal perusahaan

Melakukan proses pengkajian yang terkait dengan konsep internal perusahaan yang berhubungan dengan konsep Strength dan Weakness, dimana konsep Strength adalah kekuatan internal yang dimiliki oleh perusahaan dimana nilai kekuatan tersebut meliputi nilai dan budaya perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia, segmentasi produk dan segmentasi marketing serta kekuatan modal perusahaan, demikian terkait dengan status informasi yang berkaitan dengan konsep weakness (kelemahan) dari sisi internal perusahaan yang berhubungan dengan aspek yang berlawanan dengan kekuatan.  Melakukan proses perhitungan kalkulasi yang terkait dengan status pengukuran yang ditetapkan dari hasil perhitungan selisih antara nilai strength dengan nilai weakness.

2. Penetapan segi eksternal perusahaan

Melakukan proses pengkajian yang berhubungan dengan proses pengukuran dan evaluasi perusahaan dengan melihat kapasitas yang termuat dalam aspek eksternal yang ada perusahaan. Dimana aspek yang dimaksud tersebut adalah opportunity yaitu peluang yang muncul dalam perusahaan yang kemudian ditetapkan dalam fungsi strategi, konsep opportunity yang dimaksud adalah peluang dari pasar, keberterimaan pelanggan, prilaku masyarakat yang positif, kebijakan perusahaan yang mendukung, segmentasi yang unik dan aspek strategi kekuatan eksternal lainnya.  Sedangkan aspek threat atau ancaman adalah adanya suatu kompetisi bisnis atau hambatan bisnis yang memberikan dampak negatif dalam perusahaan.  Lakukan proses kalkulasi untuk mendapatkan evaluasi status overall yang muncul dalam kalkulasi dari konsep pengembangan eksternal perusahaan tersebut.

3. Melakukan proses penetapan strategi bisnis

Lakukan penyusunan dan perhitungan status kalkulasi rasio antara external dan internal, dimana akan mempengaruhi jenis strategi yang ditetapkan dalam bisnis.

Lakukan proses pemetaan kekuatan bisnis dalam perusahaan Anda sebagai dasar dari perencanaan dan pengembangan bisnis perusahaan Anda.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan proses pemetaan kekuatan bisnis dapat dijalankan secara obyektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926(

Pengembangan Produk Baru dalam Konsep Manajemen Keamanan Pangan

Dalam industri pangan, proses pengembangan terhadap produk baru adalah inovasi penting yang tidak boleh dianggap remeh. Proses pengembangan produk adalah langkah strategis yang harus dilakukan oleh industri pangan untuk mengoptimalkan posisi industri tersebut dalam persaingan di antara industri pangan lainnya.  Lalu bagaimana konsep pengembangan produk ini diaplikasikan ke dalam konsep manajeman keamanan pangan yang berhubungan dengan program HACCP dan Sistem ISO 22000.

(1) Pentingnya pengkajian keamanan pangan sebelum menjalankan proses pengembangan produk baru

Dalam setiap kegiatan pengembangan produk baru, ada baiknya dilakukan proses pengkajian untuk melakukan proses pengamatan terhadap komposisi produk baru yang dimaksudkan tersebut, resiko dari bahan baku maupun proses yang beresiko terhadap pelanggan.

(2) Pengkajian regulasi dari pengembangan produk baru tersebut

Otomatis dalam regulasi pemerintahan, proses pengembangan produk baru harus mematuhi prosedur dan persyaratan kepatuhan yang terkait dengan produk baru yang dimaksudkan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah pemastian jaminan keamanan pangan dari komposisi produk dan sistem pelabelan sesuai dengan standar persyaratan.

(3) Penyusunan dan implementasi dokumen keamanan pangan

Melakukan proses perumusan dan penetapan konsep dari sistem dokumentasi, prosedur, Standard Operating Procedure dan form kerja serta catatan kerja terkait lainnya yang berhubungan dengan sistem manajemen keamanan pangan dalam perusahaan. Dimana dalam pembuatan produk baru, skema sistematis dokumentasi juga perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan aplikasi dan pengembangan sistem manajemen yang ada dalam perusahaan.

Lakukan proses pengembangan dan aplikasi yang tepat dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda.  Konsep pengembangan dan implementasi dari pemahaman keamanan pangan ini menjadi suatu bentuk persyaratan mutlak dan penting untuk dipastikan dijalankan terkait dengan komitemn ISO 22000. Dengan komitmen ini, peningkatan bisnis dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda akan dapat secara lebih optimal meningkat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan dalam Menetapkan Sistem Kompensasi dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang gagal menetapkan sistem kompensasi yang tepat dalam binsisnya.  Kesalahan yang muncul dapat menyebabkan adanya penilaian aspek budget yang melebihi standar persyaratan dan tidak diikuti dengan manajemen performa yang sesuai dengan nilai budget yang dikeluarkan.  Tercatat adanya 5 kesalahan yang merupakan problem terbesar dalam penyusunan sistem kompensasi dalam perusahaan.

(1) Tidak tersedianya detail uraian kerja

Konsep dan pengembangan sistem kompensasi yang tidak disertai dengan uraian kerja yang tepat dapat menyebabkan konsep pengembangan kompensasi tidak mengikuti beban kerja yang ada dalam individu.  Pada beberapa kasus, konsep kompensasi yang tidak disertai dengan beban kerja dan resiko yang muncul dapat menyebabkan permasalahan terhadap uraian kerja.

(2) Memperhitungkan nilai pasaran kompensasi

Menetapkan status kompensasi juga harus memperhatikan bursa pasar kerja yang ditetapkan dalam perusahaan.  Pertimbangan ini dilakukan untuk mencegah kemunculan adanya resiko turn over karyawan yang ditetapkan sesuai kompensasi yang ada.

(3) Mempertimbangkan jalur karir

Penetapan sistem kompensasi harus didasarkan pada acuan jalur karir yang ditetapkan dalam perusahaan.  Pertimbangkan pengalaman dan usia kerja karyawan, jangan menetapkan unsur kompensasi hanya berdasarkan beban resiko saja karena karyawan sendiri perlu untuk terlibat dalam proses pengembangan karir.  Dimana karir harus menjadi prioritas penting di luar kompensasi.

(4) Tidak selaras dengan performa

Perusahaan yang menetapkan sistem kompensasi dengan tidak mengkaitkan dengan sistem manajemen performa akan menyebabkan rendahnya stimulus dari karyawan itu sendiri untuk mengembangkan aspek performa yang ada dalam perusahaan.  Karyawan tersebut menjadi demotivasi dan mengalami masalah untuk meningkatkan aspek karir dalam pekerjaannya.

(5) Tidak adanya sistem penetapan insentif

Perusahaan harus dapat mengkondisikan karyawan sebagai business owner dari perusahaan itu sendiri.  Adanya konsep stimulus bonus dan pembagian keuntungan yang tepat akan menyebabkan karyawan mendapatkan pemahaman optimalisasi dari kinerjanya untuk mendapatkan profit yang setinggi-tingginya.

Mulailah untuk memperbaiki sistem kompensasi yang ditetapkan dalam manajemen perusahaan.  Kembangkan dan lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat agar bisnis Anda dapat terkelola secara optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Perusahaan dalam Menjalankan Inovasi

Dalam era kompetisi bisnis yang ketat dan kuat, menjadi suatu bentuk keharusan untuk memastikan bahwa perusahaan harus menerapkan Sistem Manajemen Inovasi yang kuat baik itu secara internal dan eksternal.  Ketika dalam suatu program konsultasi dijalankan, banyak manajer yang mengalami kesulitan yang sangat berarti ketika program inovasi ini akan dijalankan dalam perusahaan.  Mengapa ini terlihat sulit? Seperti apakah jenis inovasi yang harus dijalankan dalam perusahaan itu sendiri?

Banyak perusahaan melihat inovasi adalah perubahan produk, apabila kita melihat pada sektor industri barang, dimana inovasi adalah konsep untuk membuat produk baru yang memberikan suatu keunikan dan suatu sensasi baru yang menarik dan seharusnya menjadi suatu bentuk TALK OF THE DAY dari setiap orang.  Lalu perusahaan lainnya melihat inovasi adalah perubahan pelayanan, seperti mengganti logo dari karyawan, mengganti TAGLINE dari perusahaan, mengubah warna seragam dan bahkan merubah lay out dari bisnis.

Banyak perusahaan berusaha keras untuk menjelaskan kepada konsumennya bahwa inovasi telah dijalankan dalam perusahaan dan semuanya bertujuan untuk memastikan kepuasan pelanggan tercapai.  Namun apakah hanya sebatas itu inovasi dapat dijalankan?

Kembali lagi ke dalam internal perusahaan, sudahkan dikembangkan konsep pengembangan inovasi kepada setiap unit kerja.  Contoh kasus menarik yang ditemukan dalam suatu konsep pencegahan kecelakaan kerja di dalam perusahaan.  Dimana perusahaan mengalami permasalahan adanya kecelakaan kerja yang muncul setiap harinya dan hal tersebut menyebabkan adanya kerugian yang cukup besar dari pengembangan bisnis manajemen perusahaan itu sendiri.  Proses produksi terhambat, adanya produktivitas karyawan yang menurun akibat penurunan fungsi psikologis dan hal teknis lainnya yang dapat secara signifikan menghambat bisnis.

Manajemen merumuskan untuk membuat konsep SUMBANG SARAN dimana setiap saran yang sifatnya inovasi dan sangat signifikan untuk mengurangi kecelakaan kerja dapat diimplementasikan dan dikembangkan secara bisnis.  Lalu dibentuklah tim panitia evaluasi untuk proses pengembangan sumbang saran ini, ide yang kreatif dan inovasi akan diberi penghargaan yaitu adanya pembubuhan nama individu yang ada dalam pemberian ide tersebut ke dalam SOP ataupun proses yang dijalankan.

Hal ini ternyata secara signifikan dapat menurunkan kecelakaan kerja dan yang lebih menarik proses implementasi yang dikembangkan dalam perusahaan lebih cepat teraplikasikan.  Sangat menarik karena organisasi mau dengan rendah hati belajar kepada seorang individu karyawan.  Inilah nilai essensial yang paling terpenting dalam program penerapan Inovation Management System dalam bisnis perusahaan.  Kenapa tidak Anda memulainya dari sekarang? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan mengoptimalkan Inovation Management System dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Evaluasi dan Perumusan Standar Kompensasi dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melupakan proses penetapan pentingnya untuk melakukan proses perumusan yang tepat bagi standar kompensasi yang ada dalam perusahaan.  Contoh kasus menunjukkan bahwa standar kompensasi dalam perusahaan secara umum terbentuk akibat adanya proses negosiasi awal ketika seorang individu pekerja akan masuk menjadi karyawan dalam perusahaan tersebut, kemudian berjalan seiringnya waktu kenaikan dijalankan oleh manajemen berdasarkan aspek subyektifitas dan obyektifitas yang tersistematis yang kemudian mengakibatkan adanya pembengkakan gaji karyawan dan yang lebih memperparah keadaan adalah kondisi bahwa kompensasi tidak berjalan seiring dengan produktivitas yang terbentuk dalam perusahaan itu sendiri.

Penetapan dan perumusan standar kompensasi yang tepat dalam perusahaan, sebaiknya ditetapkan dalam perusahaan sebelum perusahaan tersebut berkembang menjadi besar.  Acuan kompensasi serta sistematika dari peningkatan gaji harus dipertimbangkan secara tepat sehingga besaran budget akan berjalan seiring dengan output produktivitas.

Tahapan proses perumusan standar kompensasi yang tepat dalam perusahaan dapat dijalankan dengan tahapan sebagai berikut:

(1) Melakukan proses analisis jabatan

Menetapkan dan menyusunan evaluasi yang lengkap dan tepat terkait dengan proses analisis jabatan.  Kegiatan dan fungsi analisis jabatan yang dijalankan tersebut harus sesuai dengan uraian pekerjaan yang ditetapkan dalam perusahaan.  Tetapkan beban kerja untuk kemudian menghasilkan indeks dari analisis jabatan yang dimaksudkan tersebut.

(2)  Penetapan analisis pasar

Lakukan proses analisis pasar yang terkait dengan standar gaji yang ada dalam perusahaan.  Lakukan proses perumusan dan penetapan yang terkait dalam standar kompensasi yang dimaksud untuk memastikan bahwa penetapan kompensasi tidak melebihi standar gaji yang ada dalam pasaran.  Hal ini untuk menjaga tingginya turn over dari karyawan

(3) Pemasahan unsur kompensasi yang tepat

Lakukan pembentukan komponen gaji ke dalam bentuk gaji pokok, tunjangan dan fasilitas.  Penetapan dan perumusan ini harus dipastikan sesuai dengan prestasi dan output kinerja dari fungsi jabatan yang dimaksud.

Lakukan evaluasi penetapan gaji yang ada dengan mengkaitkan dengan sistem manajemen unjuk kerja (KPI/ Key Performance Indicator) dimana proses penetapan dan optimalisasi dari perumusan ini harus dapat dipastikan memenuhi standar kompensasi yang tepat dan optimal dalam perusahaan.Konsep sistem manajemen unjuk kerja ini dikembangkan untuk menjaga keseimbangan antara performa dan kompensasi.  Susun SOP dan skema pengembangan kompensasi yang tepat dalam perusahaan (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain dan Mengaplikasikan Program Efisiensi dalam Perusahaan Secara Tepat

Banyak perusahaan melihat kebutuhan program efisiensi sebagai suatu kebutuhan dan persyaratan yang wajib dalam manajemen operasional, dimana konsep untuk menjadi lebih efektif adalah suatu tahapan pengembangan manajemen yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Banyak perusahaan yang melakukan penetapan program efisiensi dengan cara yang salah kaprah, sehingga mengakibatkan munculnya masalah kualitas produk, keluhan ketidaknyamanan oleh karyawan dan proses operasional yang justru malah dapat mengakibatkan keborosan yang muncul dalam perusahaan itu sendiri.

Lakukan proses pendesainan terkait dengan program efisiensi dalam yang ada dalam perusahaan secara tepat untuk memastikan tujuan dan nilai dari perusahaan justru mendapatkan nilai profit yang tepat.

(1) Tetapkan tujuan dari program efisiensi

Lakukan proses identifikasi dan perumusan tujuan efisiensi serta nilai dan target efisiensi yang ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.  Seperti berapa nilai nominal yang ditetapkan untuk memastikan bahwa program efisiensi itu dapat berjalan secara tepat dan akurat. Kemudian lakukan proses penetapan program dan langkah-langkah yang tepat untuk dapat memastikan tujuan tersebut tercapai.

(2) Lakukan analisis kelayakan program

Lakukan perhitungan analisis kelayakan dari program efisiensi yang dimaksudkan tersebut.  Seperti perhitungan benefit cost ratio, dimana program efisiensi yang dimaksudkan tersebut bukan hanya menjadi program yang mereduksi cost namun justru dapat melakukan proses peningkatan nilai keuntungan.  Sehingga menjadi hal yang lumrah apabila pemilik perusahaan melihat pengembangan program efisiensi adalah strategi untuk jangka panjang bisnis.

(3) Lakukan perhitungan kapasitas manajemen

Efisiensi adalah kerja keras, dan itu tidak hanya menyangkut pada individu tertentu yang ada dalam perusahaan namun untuk melihat aspek jangka panjang yang muncul di depannya ke dalam bisnis sebagai tanggung jawab seluruh organisasi yang ada dalam perusahaan.

Menjadi suatu nilai penting pada saat ini dalam seluruh bisnis, bahwa kompetisi menjadi suatu aspek penting untuk menguji perusahaan menjadi kekuatan ke dapan dalam mengoptimalkan keuntungan bisnis. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola dan mengembangkan kelayakan program efisiensi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure untuk Perusahaan Holding

Beberapa perusahaan mengalami kesulitan ketika akan melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure.  Banyak permasalahan yang terkait dengan penempatan sumber daya manusia yang berada dalam posisi banyak fungsi, dimana dalam posisi karyawan yang ada dapat diberdakan ke dalam fungsi kerja anak perusahaan lainnya.  Menetapkan SOP dengan sistem spesialistik akan sangat sulit mengingat fungsi kerja akan sangat beragam dan berbasiskan proyek. Lalu bagaimana langkah dalam melakukan proses penyusunan SOP untuk perusahaan Holding?

(1) Melakukan proses pemetaan bisnis

Dalam proses penyusunan SOP satu hal yang sangat penting adalah memetakan bisnis yang ada dalam konsep organisasi holding tersebut.  Lakukan proses penetapan matrix dan pengembangannya sesuai dengan kapasitas sumber daya manusia.

(2) Lakukan analisis maksimal potensi sumber daya manusia

Terapkan sistem organisasi berdasarkan konsep matrix dimana standar kompetensi dari sumber daya manusia dipetakan secara tepat.  Sehingga penetapan fungsi bukan didasarkan pada nama jabatan melainkan adalah konsep matrix kompetensi yang terbentuk.

(3) Menyusun SOP fungsi strategis dalam perusahaan

Untuk jenis dan kapasitas perusahaan holding, fungsi strategi yang ditetapkan terkait dengan perencanaan sumber daya manusia (HRD), keuangan dan pengembangan bisnis.  Dimana dalam konsep holding ketiga unit kerja ini adalah bagian terpenting dalam kapasitas komponen utama dalam pengembangan strategi perusahaan.

(4) Menyusun SOP spesialistik anak perusahaan

Melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure yang ditetapkan terkait dengan kapasitas dan fungsi dari anak perusahaan.  Termasuk di dalamnya adalah mengembangkan karakteristik SOP tersebut sesuai dengan jenis bisnis yang dikembangkan dan memberikan detail dalam SOP terkait dengan unit kompetensi individu yang diharapkan.

Proses keunikan SOP untuk jenis perusahaan Holding inilah yang menarik untuk ditelaah.  Lakukan proses evaluasi yang tepat dalam SOP yang dimiliki oleh perusahaan Anda agar pencapaian bisnis dapat secara optimal berkembang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Standard Operating Procedure dalam Proses Analisis Jabatan

Banyak perusahaan yang melihat bahwa proses penyusunan SOP tidak berhubungan dengan manajemen sumber daya manusia.  Hal ini adalah salah satu bentuk kesalahan terbesar dimana proses pemetaan beban kerja yang dijalankan dalam perusahaan menjadi tidak terukur dan obyektif untuk dievaluasi.  Dalam konsep manajemen yang tepat suatu proses pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan pedoman obyektif.

Lalu mengapa dalam penetapan analisis jabatan, Standard Operating tersebut dibutuhkan?

(1) Memahami tingkat kesulitan pekerjaan

Dalam menjalankan kegiatan analisis jabatan yang tepat, tingkat kesulitan pekerjaan harus dapat dipetakan secara tepat.  Dalam alir proses tersebut, dapat dipahami tata cara dan proses pekerjaan termasuk di dalamnya adalah tingkat kesulitan dalam menjalankan pekerjaan yang dimaksudkan tersebut.

(2) Melihat fungsi dan authorisasi pemegang jabatan

Di dalam Standard Operating Procedure, fungsi dan authorisasi dari pemegang jabatan dapat terpetakan secara maksimal dan optimal.  Dimana konsep dan fungsi dari pemegang jabatan dapat dipahami dalam alir proses yang dimiliki. Seperti hubungan dengan departemen lainnya, kekuatan authorisasi yang dimiliki dan proses lainnya.

Adalah menjadi hal yang sangat penting bagaiman Standard Operating Procedure dapat terpetakan dalam Analisis Jabatan yang ada dalam perusahaan. Lakukan proses penetapan fungsi jabatan secara tepat dengan menggunakan referensi eksternal yang terpercaya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Menyusun Uraian Kerja (Job Description) Berbasiskan Kinerja Tim

Banyak perusahaan sudah melakukan proses penyusunan uraian kerja secara tepat dan akurat.  Namun dalam proses penerapannya ternyata hanya menjadi hiasan dokumen saja.  Banyak kegagalan dalam penyusunan job description ini lebih disebabkan karena penyusun lebih memprioritaskan aspek kerja secara individual saja tanpa melihat konsep kinerja dalam bentuk tim.  Akibatnya, apabila uraian pekerjaan ini dijalankan maka perusahaan mengalami kesulitan untuk “memaksa” karyawan dalam menjalankan fungsi kerjasama dan mengakomodasikan pekerjaan orang lain.

Salah satu jalan keluar dari masalah ini adalah dengan membentuk job description yang juga terkait dengan aspek kinerja tim.  Dengan harapan apabila ini tergambarkan dengan tepat maka perusahaan dapat mengakomodasi aspek pengembangan organisasi ke karyawan.  Sehingga karyawan dapat menjadi lebih flexible dan adaptable dalam mengembangkan pekerjaan yang dimilikinya.

Lalu bagimana langkah melakukan proses penyusunan uraian kerja berbasiskan kinerja tim ini. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

(1) Melakukan proses penggambaran business process secara lengkap

Dimana penyusun job description melakukan proses alir proses utama dalam organisasi yang kemudian dipecah dalam unit kerja.  Melakukan proses pencarian posisi dari pemilik pekerjaan tersebut di dalam unit kerja yang dimaksud.

(2) melakukan proses analisis kerja tim

Selain dengan melakukan proses interview perorangan, interview yang dijalankan juga sebaiknya dilakukan secara berkelompok dimaka Focus Group Discussion dijalankan sesuai dengan standar persyaratan kerja tim yang telah ditetapkan.  Bagaiman proses kerja individu tersebut terkait dengan kinerja tim.

(3) membuat informasi yang tepat fungsi dan tanggung jawab dalam tim

Melakukan proses penjelasan yang terkait dengan informasi yang jelas terkait dengan posisi individu tersebut dalam kerangka kerja tim.

Dengan melakukan proses penyusunan uraian kerja yang tepat, diharapkan perusahaan dapat mengoptimalkan performa bisnis yang dimilikinya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Kompetensi Kelompok Kerja dalam Perusahaan

Menjadi suatu tantangan bagi perusahaan untuk memastikan kompetensi-konpetensi unggulan yang ada dalam individu untuk dapat memberikan sinergi yang kuat dan optimal dalam bisnis.  Manajemen organisasi membutuhkan suatu persyaratan mutlak yaitu kemampuan kelompok-kelompok kerja yang ada dalam perusahaan untuk menjadi kuat dan membentuk budaya kerja yang positif.  Banyak ditemukan kegagalan suatu bisnis muncul bukan disebabkan oleh kompetensi individu yang ada dalam perusahaan itu, melainkan lebih disebabkan akibat kelemahan organisasi dalam membentuk kompetensi kelompok kerja.

Bagaimana langkah dan strategi yang harus dibuat oleh perusahaan untuk membentuk atau meningkatkan kompetensi kelompok kerja yang ada dalam perusahaan.

(1) Menyusun dan menetapkan kompetensi kelompok

Hal ini menjadi hal yang sangat penting yang harus menjadi perhatian perusahaan, bagaiman kelompok kerja dipetakan untuk kemudian digambarkan menjadi peta kelompok kompetensi yang dimaksudkan tersebut. Dari kompetensi kelompok inilah kemudian didetailkan menjadi komponen individu.

(2) Mengembangkan sistem pembelajaran berkelompok

Dimana konsep pengembangan kompetensi kelompok dengan cara mengembangkan kompetensi dengan pengelompokan yang ada.  Pelatihan yang dibentuk harus disinergiskan dengan kompetensi kelompok selain kompetensi individu.

(3) Mengembangkan Standard Operating Procedure Berbasiskan Tim

Perusahaan harus memastikan sistem yang terbentuk tidak hanya memaksa performa individu terbentuk namun juga seharusnya dapat memaksa kelompok tim juga ikut berproses dalam pemetaan bisnis perusahaan.  Resiko yang ditetapkan tidak hanya terkait dengan kapasitas individu saja namun juga terkait dengan kapasitas kelompok.

Bagaimana pengembangan kompetensi kelompok kerja yang terkait dengan aspek kinerja sistem manajemen dalam perusahaan. Lakukan proses pengembangan kompetensi kelompok kerja dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)