Menyusun Standard Operating Procedure Berbasiskan Kinerja Tim

Dalam melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), banyak perusahaan yang lupa untuk memperhatikan prilaku kelompok sebagai bagian penting dalam penyusunan SOP.  Akibat dari ketidaktepatan penyusunan SOP ini adalah memunculkan spesialistik pekerjaannya, yang apabila di dalam organisasi tertentu justru dapat beresiko menurunkan kinerja.  Hal ini akan memunculkan resko munculnya penetapan posisi baru yang khusus dibentuk untuk menetapkan assignment dalam konsep pengembangan dan optimaliasi bisnis, sehingga organisasi akan menjadi besar dan gemuk.  Dalam melakukan proses pengelolaan dan penetapan Standard Operating Procedure inilah, kunci dari essensi organisasi harus terpotret dengan baik.

Bagaimana langkah yang tepat untuk menyusun SOP dalam perusahaan yang memiliki aspek kinerja tim tersebut.

(1) Lakukan proses pencarian data dan informasi yang tepat

Penyusunan lebih difokuskan ke dalam tugas berkelompok dengan menetapkan tim task force, kepala dari tim harus melakukan proses pemeriksaan secara tepat terkait dengan penyusunan Standard Operating Procedure tersebut. Secara berkelompok dilakukan proses penetapan kinerja sebagai fungsi tim dan individu.

(2) Menyusunan unit performa kelompok

Membangun aspek performa lebih berorientasi pada aspek kelompok bukan hanya pada aspek individu.  Sehingga proses yang dimunculkan secara tim akan menjadi lebih kuat dibandingkan performa sebagai individu.

(3) Pengembangan sistem pencatatan

Melakukan penetapan sistem pencatatan operasional dengan melakukan proses kombinasi antara sistem pencatatan individu dengan kelompok.  Dimana tidak hanya individu yang menjalankan proses dalam organisasi namun kelompok juga memiliki SOP untuk ikut serta berproses secara tepat dalam manajemen.

Konsep SOP inilah yang seringkali dilupakan oleh perusahaan ketika melakukan proses penyusunannya.  Hal ini menjadi suatu pola yang menarik manakala aspek kinerja tim masuk ke dalam SOP, dimana SOP yang dimiliki oleh organisasi juga memaksa kelompok kerja untuk mengikuti format kerja yang ideal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membangun Group Competency

Ketika proses dan pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia muncul, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk memetakan kompetensi jabatan yang ada dalam perusahaannya.  Dimana dengan harapan bahwa performa yang muncul dalam individu jabatan yang diemban karyawan akan memberikan nilai dan semangat kontribusi positif bagi perusahaan.  Namun ketika performa individu tersebut muncul di permukaan, hal yang menjadi pertimbangan kemudian apakah nilai prestasi suatu perusahaan akan sinergis dengan ketercapaian kompetensi individu yang ada dalam perusahaan.

Mengambil sejarah bagaimana suatu organisasi berkembang.  Perkembangan bisnis yang ideal tidak tercapai hanya dengan mengandalkan kekuatan individual dari masing-masing karyawan, namun yang terbentuk adalah bagaimana kelompok dan satuan unit ini menjadi nlai positif bagi pergerakan roda perusahaan.  Banyak perusahaan yang berhasil namun ketika dilakukan analisis terhadap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut bukanlah terbentuk dari individu unggulan, kelas 1, berasal dari latar belakang akademis yang mumpuni namun ternyata organisasi ini dapat mengoptimalkan prestasi bisnis dan tidak kalah bersaing dengan multinational company.

Perkembangan selanjutnya adalah perusahaan membentuk identitas group competency yang kuat, dimana dalam konsep ini, organisasi berhasil memiliki mekanisme seimbang antar individu sehingga memberikan suatu komponen kompetensi secara kelompok.  Dalam proses penyusunan kompetensi seperti ini, organisasi harus melakukan pemetaan individu secara berhati-hati dimana komponen yang ada di dalamnya harus ditempatkan dalam kapasitas profesional namun berimbang.  Pengelolaan group competency dapat memberikan resiko bisnis yang kuat, apabila identitas kelompok terpecah karena individu yang ada di dalamnya tidak memiliki kompetensi yang kuat untuk berdiri sendiri dalam memberika kontribusi bisnis. Namun menariknya, nilai keterkaitan karyawan (employee engagement) dalam perusahaan memberikan aspek positif yang kuat secara tim.

Pemetaan group competency adalah hal menarik yang dapat perusahaan pertimbangkan selain dengan menyusun kompetensi individu dalam jabatan pekerjaan di perusahaan.  Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan mengoptimalkan group competency yang ada dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.c0m, 08129369926)

Aplikasi Psikometri dalam Perumusan Analisis Jabatan

Dalam salah satu kegiatan perumusan analisis jabatan, salah satu metode dan cara terpenting dalam proses perumusan analisis jabatan adalah dengan menggunakan kuesioner dan Focus Group Discussion.  Dimana dalam kegiatan ini sangat terkait dengan analisis metode kuantitatif.

Salah satu strategi penting dalam melakukan proses pengukuran analisis jabatan adalah dengan melakukan proses penetapan kuantifikasi dari suatu jabatan yang awalnya adalah suatu informasi yang deskriptif.  Kegiatan analisis jabatan melakukan proses pemecahan informasi deskriptif menjadi tiga unit utama yaitu:

(1) Kompetensi : Persyaratan yang menyertai posisi atau jabatan yang ada

(2) Beban kerja: tingkat resiko dari karakteristik pekerjaan yang dimaksud

(3) Uraian kerja: informasi secara deskriptif yang terkait dengan status dan penanganan pekerjaan yang dimaksud

Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting bagaiman kegiatan perumusan terhadap analisis jabatan tersebut dijalankan.  Karena proses pengukuran kuantitatif yang dijalankan “memaksa” adanya informasi numerik yang kemudian dibobotkan menjadi suatu bentuk analisis jabatan.  Proses pengukuran yang tepat dilakukan dengan cara menggunakan konsep dan kaidah psikometrik.  Lakukan proses pencarian yang tepat dalam melakukan proses analisis jabatan yang ada di dalam perusahaan Anda. Adalah suatu langkah yang tepat dan strategis dengan menggunakan konsultan yang memiliki latarbelakang psikometris. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pelatihan Pengendalian Dokumen dan Kearsipan

Banyak perusahaan menyepelekan perihal tata cara dan manajemen pengarsipan, padahal proses pengarsipan bukanlah hal yang sederhana sehingga sangat perlu untuk dipertimbangkan teknik dan tata cara untuk melakukan proses pengendalian dokumen dan kerasipan itu sendiri.  Sangatlah penting bagi manajemen suatu perusahaan untuk melakukan teknik pengarsipan secara tepat, karena bagaimana pun juga teknik pengarsipan adalah hal yang penting untuk proses pengelolaan manajemen data dalam perusahaan.

Pelatihan pengarsipan adalah sarana penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa pihak administrasi yang melakukan proses pengelolaan pengarsipan benar-benar telah memahami proses dan konsep pola pengarsipan yang dimaksud itu sendiri.

Silabus dari proses pelatihan itu sendiri memuat beberapa agenda pelatihan yang penting sebagai berikut:

(1) Pengenalan terhadap tata cara melakukan proses identifikasi dokumen

(2) Proses pengelompokan dokumen

(3) tata cara proses distribusi dan peminjaman dokumen

(4) Proses pemusnahan dokumen

(5) Proses audit dokumen

Diharapkan dengan pelatihan ini, pihak administrasi yang menjalankan proses pengendalian dan penanganan dokumen dapat secara tepat melakukan proses pengendalian yang ada dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Tingkat Kedisiplinan Karyawan

Tidak mudah untuk melakukan proses peningkatan terkait dengan status kedisiplinan karyawan.  Bagaimana tindakan dan tata cara yang tepat bagi perusahaan dalam mengelola dan mengopitmalkan kedisiplinan karyawan, apakah dengan cara dengan memberikan suatu bentuk sistem hukuman tertentu atau dengan membuat suatu bentuk penekanan psikologis. Sangat menarik untuk dicermati bahwa proses penanganan terkait dengan tingkat kedisiplinan karyawan merupakan hal penting untuk dioptimalkan dan dikelola oleh perusahaan.

Alasan yang kuat mengapa aspek kedisiplinan banyak dilanggar dalam perusahaan: (1) Melihat kembali alasan ketidakdisiplinanan karyawan (2) Mengelola manajemen kedisiplinan.  Dari melakukan proses penelaahan ini ada baiknya manajemen memutuskan rantai penanganan ketidakdisiplinan ini dengan memastikan bahwa konsep manajemen yang terkait dengan penanganan kedisiplinan ini diimplementasikan pada fungsi strategis unit kerja atau atasan.  Adalah suatu hal yang sangat tepat digunakan untuk melakukan proses penanganan dan pengelolaan kedisiplinan ini sebagai bagian dari sistem.

Salah satu cara untuk mengintegrasikannya adalah dengan mengembangkan sistem berikut:

(1) Memasukkan kedisiplinan menjadi salah satu indikator prestasi

Dimana parameter kedisiplinan yang ada di pastikan terintegrasi dengan sistem pengukuran performa yang langsung terkait dengan reward dan punishment. Sehingga nilai ketidakdisiplinan dapat disinergiskan dengan konsep punishment yang akan dijalankan dalam perusahaan.

(2) Implementasi Standard Operating Procedure

Bagaimana SOP dijalankan sesuai dengan alir dan jalur pekerjaan.  Sehingga ketika suatu titik dalam urutan proses tidak dijalankan maka penetapan kinerja dan output proses akan terbaca sebagai proses yang gagal untuk dilaksanakan.

(3) Deployment fungsi HR dalam susunan pekerjaan unit kerja

Dimana konsep dan pemahaman yang terkait dengan fungsi HR ini harus dipastikan dipahami dan dijalankan oleh kepala unit kerja sehingga, kepala unit kerja yang dimaksud menjalankan fungsi pemantauan dan implementasi dari aspek kedisiplinan unit kerja sebagai bagian dari performa kerja unit kerja itu sendiri.

Bagaimana dipastikannya kedisiplinan sekali lagi adalah memberikan contoh yang terbaik tentang bagaimana kedisiplinan itu dikembangkan adalah nilai penting dalam penerapan manajemen perusahaan.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendukung bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Pengendalian Asset Manajemen

Banyak perusahaan yang tidak memperhatikan betapa pentingnya pengendalian asset dalam perusahaan.  Dalam pertimbangan nilai yang kecil dibandingkan dengan pendapatan perusahaan maka fungsi dan pemahaman yang terkait dengan asset tidak menjadi bagian yang penting untuk dikelola.  Namun hal ini merupakan kesalahan yang berkaitan dengan pengukuran performa keuangan yang ada dalam perusahaan.

Beberapa hal yang menjadi suatu konsep pemahaman positif yang berhubungan dengan asset manajemen menyangkut sistem pengelolaan terhadap performa keuangan yang ada dalam perusahaan.  Bagaimana cara suatu perusahaan dapat melakukan proses pengendalian terhadap asset yang dimiliki dalam perusahaan itu sendri.

(1) Proses identifikasi asset

Berupa bagaimana memberikan identitas terhadap asset yang dimiliki oleh perusahaan.  Dimana setiap pembelian asset dijalankan maka proses identifikasi sudah saat nya untuk dilakukan proses identifikasi asset yang ada.

(2) Proses perhitungan nilai asset

Lakukan proses pengukuran dari nilai penurunan asset yang ada, lakukan dalam waktu periode tertentu dan lakukan proses pelaporan ke unit kerja accounting.  Setiap biaya yang berhubungan dengan asset dilakukan proses akumulasi terhadap biaya tersebut sebagai bagian dari proses perhitungan nilai penurunan asset.

(3) Proses pengendalian kepemilikan asset

Melakukan proses pengaturan terhadap status unit kepemilikan asset yang kemudian dikaitkan dengan informasi apabila terjadi pemindahan dan kehilangan terhadap data asset yang ada.

Lakukan proses manajemen asset secara tepat, dalam jangka waktu tertentu tidak ada salahnya melakukan proses audit asset untuk memastikan bahwa kondisi asset masih sesuai dengan nilai asset yang dikalkulasikan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pembuatan Standard Operating Procedure untuk Bisnis Salon dan Kecantikan

Pada saat ini, pergerakan untuk menjadi seorang wirausaha mengalami peningkatan yang cukup berarti.  Salah satu bisnis yang paling diminati saat ini salah satunya adalah bisnis Salon dan Kecantikan.  Dimana salon dan jasa kecantikan sudah dianggap sebagai gaya hidup yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan, khususnya untuk kelompok konsumen wanita. Namun seperti bisns lainnya, apabila bisnis ini tidak didukung dengan manajemen operasional yang kuat, maka bisnis ini akan menjadi sulit bersaing dengan kompetitor lainnya yang bermodalkan besar.

Salah satu strategi penting yang harus dioptimalkan dalam pengembangan bisnis ini adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang tepat untuk pengembangan dan optimalisasi bisa mengembangkan bisnis Anda menjadi suatu bentuk bisnis yang optimal dan tidak kalah bersaing dengan bisnis sejenis yang memiliki modal cukup besar.  Lalu jenis Standard Operating Procedure apa saja yang bisa digunakan dalam proses pengembangan bisnis salon dan kecantikan itu sendiri?

(1) SOP Pengadaan Barang dan Sistem Inventory

Dalam bisnis ini, menjadi sangat penting untuk melakukan proses pengendalian terhadap pengadaan barang adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan proses pengendaliannya.  Konsep terkait dengan kebutuhan dan kepentingan pelanggan menjadi salah satu faktor dimana proses pendagaan barang ini harus dilakukan secara cermat, artinya pemilihan terhadap jenis barang-barang yang akan digunakan juga disesuaikan dengan keinginan pelanggan.  Sistem inventory menjadi hal yang penting, dimana pihak pemilik salon harus dapat memprediksi jumlah dari kedatangan pelanggan yang akan datang ke salonnya.

(2) SOP Pelayanan

Dibuatkan mekanisme dan standar baku tentang tata cara pelayanan yang akan dijalankan dalam bisnis ini.  Seperti standar dan mekanisme dari aplikasi treatment (penanganan) terhadap pelanggan yang tepat untuk dapat memastikan bahwa pelanggan mendapatkan suatu standar yang sama.  Selain ke arah pelayanan pelanggan, dengan standar penanganan yang tepat maka aspek costing atau biaya pelayanan menjadi dapat terukur secara akurat sehingga faktor pengendalian internal terhadap tiap unit produk dapat terukur secara tepat.

(3) SOP Finance Accounting

Rata-rata pemilik usaha salon mencampuradukkan antara kebutuhan untuk salon dengan rumah tangga.  Ada baiknya proses ini dipisahkan sehingga pemilik salon dapat melakukan proses pengembangan bisnis secara optimal.  Misalnya untuk menjaga cashflow atau pembayaran supplier dan karyawan secara tepat.  Belum lagi biaya listrik dan sewa tempat yang tentunya tidak sedikit.  Perhitungan COGS (Cost of Good Sold) juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam menetapkan harga dari jasa pelayanan Anda.

Penerapan Standard Operating Procedure yang tepat diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam proses penanganan operasional bisnis Anda.  Lakukan proses pengembangan bisnis dengan referensi eksternal secara tepat dan akurat sehingga bisnis Anda dapat berkembang.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure untuk Jasa Retail Mini Market

Beberapa masa belakangan ini, bisnis manajemen retail sangat menjamur.  Didukung adanya kondisi sistem franchise yang kuat serta adanya dukungan dari produsen barang itu sendiri, bisnis retail dapat menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan dalam usaha Anda.  Tertarik untuk mendalami bisnis ini, tetapi tidak ingin melakukan pengembangan sistem franchise nya.  Salah satu tahapan penting yang harus dipertimbangkan dalam membuat usaha ini adalah mempersiapkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk jasa retail.

Apa saja yang menjadi isi dari Standard Operating Procedure untuk jasa retail mini market ini:

(1)  SOP Proses Pengadaan barang

Dalam suatu bisnis retail, mengedepankan keberadaan barang adalah penting.  Komponen yang membuat orang terus datang ke minimarket Anda adalah kelengkapan barang yang ada di dalam mini market itu sendiri.  Standard Operating Procedure yang harus ditetapkan dalam usaha ini adalah proses identifikasi kebutuhan barang yang dikaitkan dengan frekuensi pembelian, proses pengadaan stock barang itu sendiri serta pemeriksaan waktu return atau expired date dari barang itu sendiri.  Tidak ada salahnya pemilik mini market juga menetapkan barang yang menjadi pertimbangan pembeli untuk datang ke tempat Anda karena harga dan kualitas bersaing, pastikan juga bahwa Anda dapat mengidentifikasi keunikan dari daerah di mana Anda membuka retail mini market sehingga menjadi cukup menarik untuk pengunjung terus berkunjung.

(2) SOP Pelayanan

Salah satu pengembangan terpenting dari konsep retail adalah pelayanan, dimana pengunjung selain dilayani secara cepat (sebaiknya jangan menyebabkan pelanggan menunggu), juga menetapkan konsep keakuratan dari perhitungan (disertai bukti dan nota pembayaran), serta memastikan bahwa pelayan secara ramah melayani pelanggan. Standar penampilan dan bertutur kata menjadi sangat penting mengingat individu yang akan dilakukan proses pelayanan adalah manusia.

(3) SOP Inventory

Salah satu bagian terpenting dari manajemen retail adalah adanya penetapan inventory.  Sistem inventory dibagi menjadi dua yaitu inventory swalayan dan non swalayan.  Bisnis retail dengan sistem inventory swalayan artinya menetapkan proses penggabungan stock barang ke area pelayanan, dimana meskipun dapat menstimulus peningkatan penjualan juga beresiko adanya kehilangan barang.  Sedangkan sistem inventory dengan sistem non swalayan cenderung beresiko rendah namun harus memperhatikan penataan secara tepat agar dapat menarik pelanggan.  Bisnis retail harus dapat memperhatikan adanya proses pemeriksaan terhadap status stock yang dijalankan secara terus-menerus dalam periode rutin, pencatatan terhadap status stock adalah parameter penting yang harus dievaluasi.

(4) SOP Finance Accounting

Kondisi manajemen retail yang cepat, membuat pemilik harus melakukan proses up date harga secara tepat dan akurat.  Pastikan dalam proses penyusunan SOP Finance Accounting, pihak manajemen memperhatikan status laporan pembelian dan penjualan barang secara akurat serta survey harga untuk memastikan bahwa harga yang Anda tetapkan bukanlah harga yang terlalu tinggi yang di kemudian hari dapat beresiko beralihnya bisnis Anda atau juga harga yang terlalu rendah, sehingga Anda sulit untuk membeli kembali barang untuk dijual.  Penetapan COGS (Cost of Good Sold) menjadi nilai penting untuk transaksi bisnis yang Anda kembangkan.

Bagaimana dengan bisnis dan usaha Anda saat ini? Peningkatan omset yang tinggi sebaiknya dibarengi dengan manajemen retail yang tepat dan akurat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pentingnya Coaching dan Counseling dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melihat fungsi departemen sumber daya manusia hanya sebagai penjaga strategis dalam memastikan kebijakan dan peraturan terimplementasi.  Akibatnya banyak perusahaan mengalami konflik yang disebabkan adanya perasaan untuk menjalankan aturan dengan paksaan.  Konsep pemberian aturan dan strategis dalam mengelola manusia adalah suatu bentuk seni yang menarik untuk dikaji, karena bagaimana pun juga mengelola manusia itu sangat membutuhkan pengetahuan dan pengalaman.

Lalu muncul pertanyaan apakah mengelola manusia hanya menjadi tanggung jawab dari pihak dan unit kerja HRD saja namun juga dibutuhkan kepada pihak pimpinan unit perusahaan agar dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja.  Salah satu hasil survey, menyatakan bahwa ketidakcocokan dengan atasan dapat menjadi faktor utama mengapa seorang karyawan keluar dari perusahaan.  Ada baiknya bagi perusahaan untuk melakukan program pengembangan dan optimalisasi konsep coaching dan counseling sebagai bagian dari penetapan fungsi dan kinerja manajer yang ada dalam perusahaan, sehingga tidak menjadi tangung jawab unit HRD semata.

Fungsi Coaching

Penerapan fungsi coaching sangat dibutuhkan untuk proses pendampingan atau orientasi kepada individu yang ada dalam perusahaan untuk mengasah skill yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan dalam memastikan adanya kesesuaian kompetensi dengan jabatan yang ditetapkan tersebut.  Contoh seperti fungsi coaching yang terkait dengan peranan dari fungsi sales, yang mana membutuhkan pengembangan dan optimalisasi dari kapasitas dan keahlian dari kompetensi sales yang ada dalam perusahaan.  Fungsi dan pengembangan perananan sales ini menjadi aspek yang utama untuk dioptimalkan dalam peranan coaching dibandingkan training.

Konsep coaching, memungkinkan individu untuk dinilai langsung di lapangan.  Sehingga ketika ditemukan penyimpangan, langsung dapat diperbaiki.  Sedikit berbeda dengan fungsi pelatihan, yang mana individu diminta untuk mempraktekan secara langsung dan proses perbaikan juga dijalankan secara langsung.

Fungsi Counselling

Fungsi counselling adalah tahapan proses konsultasi yang ditetapkan untuk melakukan proses konsultasi kepada karyawan lebih berkaitan kepada peningkatan motivasi yang ditetapkan oleh karyawan tersebut.  Bagaimana suatu tahapan pengembangan motivasi dijalankan agar kinerja menjadi sesuai jalur.  Proses counselling juga dapat berguna sebagai bentuk optimalisasi dan pengembangan terhadap konsep pengendalian emosional, konflik ataupun pengubahan mindset dari karyawan.  Pendekatan secara personal diharapkan dapat membentuk persepsi positif yang dapat menciptakan performa kerja yang optimal terhadap output perusahaan itu sendiri.

Melakukan program coaching dan counselling adalah strategi yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis dalam perusahaan Anda.  Bagaimana tahapan proses implementasi program, gunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan fungsi coaching dan counselling dalam perusahaan Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Satu Langkah Menuju ISO 9001:2008

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP)? Apakah sudah diimplementasikan dengan baik? Apabila dua pertanyaan tersebut adalah sudah dijalankan, berarti perusahaan Anda sudah saatnya untuk memikirkan penerapan ISO 9001:2008.  Apakah menerapkan ISO 9001:2008 merupakan suatu teknik dan strategi yang sulit?

Pada prinsipnya apabila perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure, maka penerapan dan implementasi ISO adalah hal yang merupakan “satu langkah” untuk lebih maju.  Lalu tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan?

(1) Pelatihan Persyaratan ISO 9001:2008

Lakukan proses pengembangan sistem implementasi manajemen untuk kegiatan Sistem ISO 9001:2008.  Dalam kegiatan pelatihan ini, dipastikan seluruh karyawan memahami konsep-konsep yang terkait dengan program ISO.  Bagaimana penerapan yang tepat dalam SOP perusahaan dikaji dan dianalisis dalam persyaratan ISO 9001:2008 yang ada.  Pengembangan konsep ini menjadi penting dan kritikal karena SOP yang dimiliki oleh perusahaan akan dilakukan proses pembedahan secara akurat untuk menganalisis kecukupannya terhadap standar ISO.

(2) Pengkajian dokumentasi

Lakukan pengkajian terhadap dokumen yang dimiliki untuk melihat tingkat kecukupan dari dokumen yang dimiliki tersebut.  Koreksi dan tambahkan Standard Operating Procedure di perusahaan Anda, agar terjadi kesesuaian dengan Standard Operating Procedure.

(3) Tetapkan tim internal audit

Bentuk dan latih tim auditor Anda untuk menjadi auditor ISO 9001:2008.  Sulitkah? Perusahaan Anda dapat melakukan proses pencarian provider yang tepat dan memadi untuk melakukan program audit internal.  Lakukan pengembangan secara tepat dan optimal di lapangan untuk mengefektifkan evaluasi penerapan sistem.

Pertimbangkan penerapan program ISO 9001:2008 sebagai tahapan strategi bisnis Anda untuk menjadi lebih kompetitive dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat sebagai pendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)