Menyeimbangkan Antara Kompensasi dan Prestasi

Ketika, masalah upah minimum diketengahkan, banyak perusahaan menolak dengan tegas dan merasa belum waktunya bagi perusahaan tersebut untuk memberikan upah minimum seperti yang dipersyaratkan tersebut. Lalu hal menjadi menarik, apakah penetapan kompensasi dalam upah minimum adalah suatu tuntutan yang tidak mendasar, lalu mengapa disetujui oleh pemerintah. Penetapan upah minimum selayaknya dilakukan dengan melakukan proses survey terhadap hidup minimal yang sesuai dengan persyaratan di suatu area yang mana perusahaan tersebut mempekerjakan karyawan. Seperti akomodasi untuk transportasi, makan yang diperhitungkan bukan hanya pada individunya sendiri namun juga untuk keluarganya, biaya pendidikan anak beserta dengan biaya sekolah anak itu sendiri.

Salah satu hal yang menarik, ketika proses perhitungan itu dijalankan ternyata memang tingginya suatu kebutuhan ekonomi dari suatu daerah menyebabkan angka upah minimum tidak terbendung lagi. Lalu muncul pertanyaan apakah adil suatu nilai kompensasi tersebut dipersyaratkan pada sumber daya manusia yang secara aktual belum dapat memenuhi persyaratakan kualitas yang ditetapkan. Lalu bagaimana menyeimbangkan antara bisnis perusahaan dengan tuntutan upah minimum yang tinggi tersebut?

(1) Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasiskan Kompetensi
Perusahaan banyak melupakan bahwa komposisi sumber daya manusia adalah bom waktu yang apabila tidak dikelola dengan manajemen yang kuat akan menggerus biaya perusahaan. Mengelola manajemen sumber daya manusia tentunya tidak mudah, faktor spesialisasi antara usaha yang dijalankan dengan kompetensi sumber daya manusia itu sendiri. Mengoptimalkan kompetensi adalah kunci penting yang harus dipastikan dijalankan oleh organisasi. Pengembangan manajemen sumber daya manusia berkompetensi menjadi suatu nilai yang kuat.

(2) Pembentukan budaya perusahaan yang positif
Perusahaan berkewajiban untuk membuat peraturan perusahaan yang dapat mengimbangi tuntutan dengan cara positif, dimana kompensasi dioptimalkan untuk mendapatkan prestasi kerja yang tinggi. Bagaimana suatu tahapan kerja diarahkan dalam pembelajaran dan fungsi karir yang tepat.
Karyawan terbentuk untuk memprioritaskan prestasi sebagai satu bentuk tahapan yang dilalui untuk menguji kelayakan kompensasi tersebut diberikan.

(3) Mengubah Komposisi Sumber Daya Manusia
Pengembangkan komposisi sumber daya manusia harus diperhitungkan kembali dengan menggunakan analaisis jabatan, dimana kebutuhan terhadap sumber daya manusia diperhitungkan secara tepat untuk dapat memastikan bahwa kinerja pekerjaan efektif dan efisien. Pengembangan komponen fungsi menjadi lebih kuat dibandingkan struktural, kekuatan melakukan pengembangan sumber daya manusia untuk dapat mengoptimalkan fungsi multitasking dengan tepat dan optimal menjadi suatu nilai kuat bagi perusahaan untuk memiliki karyawan dengan kapasitas keahlian yang optimal.

Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses pengembangan sumber daya manusia? Perbaikan dan pengembangan membutuhkan langkah nyata untuk segera diimplementasikan, kebaikan untuk perusahaan dan sumber daya manusia itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pembuatan Sistem HRIS: Langkah Strategis Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia

Apakah perusahaan Anda memiliki jumlah tenaga kerja dalam jumlah yang sangat banyak? Lebih dari 100 personel? Tentu saja dengan menambahnya jumlah sumber daya manusia, maka akan menjadi tantangan tersendiri dalam organisasi untuk melakukan proses pengembangan manajemen sumber daya manusia.

Langkah apa yang harus dikembangkan oleh organisasi untuk dapat mengelola secara optimal tanpa ada kesalahan dan pembebanan biaya operasional sistem yang tinggi? Jawaban dari permasalahan ini adalah dengan melakukan proses aplikasi HRIS sebagai solusi.

Apa saja manfaat yang didapatkan dari HRIS.

(1) Perbaikan Sistem Kompensasi
Dengan HRIS, diharapkan sistem kompensasi yang dijalankan dapat memastikan berjalan secara maksimal tanpa ada penyimpangan. Dalam beberapa hal dengan menggunaakan HRIS, perusahaan akan terbantu dalam proses perhitungan bonus karyawan maupun sistem kompensasi lainnya.

(2) Perbaikan program pelatihan
Dimana seluruh data karyawan akan tercatat dan terevaluasi secara tepat. Terdapat suatu nilai pemaksimalan dalam program tersebut untuk dapat memastikan bahwa sistem manajemen sumber daya berbasiskan kompetensi dapat secara optimal dijalankan.

(3) Sistem evaluasi kinerja
Adanya program interkoneksi pada setiap departemen sehingga nilai obyektif dari karyawan dapat terpantau secara maksimal. Proses pengukuran dan pengumpulan data dapat terupdate secara maksimal dan dikelola dalam sistematika yang cepat dan efektif.

Bagaimana dengan aplikasi data karyawan dalam perusahaan Anda, apabila Anda merasa untuk dapat mengoptimalkan proses kinerja SDM dalam perusahaan Anda jangan ragu untuk mengaplikasikan HRIS ke dalam sistem operasional perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memperbaiki sistem manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya GAP Analysis dalam Proses Penyusunan SOP

Salah satu tahapan yang paling penting untuk dilakukan dalam proses penyusunan SOP adalah dengan melakukan proses GAP Analysis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses yang berjalan dalam organisasi. Beberapa konsultan melupakan tahapan ini dan bergerak dalam menyusun SOP. Adapun berikut adalah manfaat yang dapat diterima terkait dengan GAP Analysis selama proses penyusunan SOP yang dijalankan dalam suatu organisasi.

(1) Pemahaman Kajian Organisasi
Sangat penting bagi konsultan untuk dapat memahami bagaimana garis instruksi dijalankan dalam organisasi. Bagaimana fungsi dan peranan didistribusikan dalam setiap komponen organisasi.

(2) Pemahaman Business Process
Dalam kegiatan GAP Analysis, hal yang terpenting adalah memastikan bahwa detail dari business process dapat tergambarkan untuk kemudian dilakukan proses pengkajian lanjutannya.

(3) Detail dari informasi operasional
Pemastian bahwa detail dari informasi operasional didapatkan untuk memastikan bahwa sistem yang dijalankan dalam organisasi sudah terlengkapi sesuai dengan standar minimal dari sistem operasional yang ideal.

Pastikan bahwa penyusunan SOP dalam perusahaan Anda dapat dijalankan secara maksimal dan tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan optimalisasi dari sistem manajemen operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).

Pelatihan Menyusun Standard Operating Procedure

Para pemilik usaha saat ini banyak yang mengalami kejutan yang menyenangkan, namun juga sangat membuat khawatir. Pertumbuhan dan peningkatan bisnis dalam beberapa bidang usaha menunjukkan angka yang baik dan bahkan di beberapa tempat melonjak tajam. Ketika melonjak itulah, banyak pengusaha yang menjadi khawatir bahwa kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan tidak dapat mengakomodasi pengembangan manajemen operasional mereka. Ketika segala sesuatu sudah dalam keadaan serba sibuk, kadangkala sistem tidak dijalankan atau bahkan tidak dibentuk. Pembentukan pola pekerjaan hanya berdasarkan pada kompetensi dan kepercayaan kepada individu karyawan. Tentu hal ini tidak memberikan manfaat yang sehat bagi perusahaan.

Lalu bagaimana cara yang paling yang tepat untuk mengoptimalkan usaha Anda. Salah satu strategi yang paling tepat adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) pada perusahaan Anda. Proses penyusunan SOP dapat dilakukan secara mandiri di dalam perusahaan dengan pembekalan pelatihan yang memadai. Pelatihan dengan model dua hari pelatihan dapat membantu proses pengembangan dan implementasi penyusunan SOP dalam perusahaan Anda.

Berikut adalah kurikulum dari pelatihan yang akan dijalankan.

Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai Standard Operating Procedure
(2) Penyusunan konsep produk organisasi
(3) Analisis kajian organisasi
(4) Evaluasi organisasi dan business process
(5) Penyusunan struktur organisasi

Hari Kedua
(1) Penetapan alir proses
(2) Proses penetapan struktur organisasi
(3) Proses penetapan flow process
(4) Proses penyusunan dan penulisan Standard Operating Procedure
(5) Workshop

Diharapkan dalam dua hari pelatihan ini, organisasi Anda akan semakin handal dalam menyusun SOP secara mandiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Teknik Interview yang Tepat dalam Proses Rekruitmen

Perusahaan Anda mengalami kesulitan untuk melakukan proses seleksi karyawan? Hal yang paling penting yang harus disadari dalam kegiatan seleksi adalah kegiatan interview yang tepat dapat dilakukan untuk secara efektif dapat mengevaluasi apakah calon karyawan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Lalu bagaimana teknik menyusun pertanyaan-pertanyaan interview yang tepat untuk proses seleksi?

(1) Kembangkan pertanyaan yang terkait dengan latar belakang pekerjaan sebelumnya

Ada baiknya, apabila melakukan proses interview, pihak penyeleksi menanyakan tentang latar belakang yang dimiliki oleh karyawan terkait dengan pekerjaan sebelumnya yang dimiliki oleh calon karyawan tersebut. Tanyakan alasan mengapa karyawan tersebut berkeinginan untuk keluar dalam pekerjaan. Dari alasan yang ditetapkan tersebut, maka pihak penyeleksi dapat mengevaluasi motivasi karyawan dalam bekerja.

(2) Latar belakang keluarga dan status keluarga
Pertanyaan ini penting untuk melihat tingkat kebutuhan perusahaan yang terkait dengan status prioritas karyawan tersebut dalam bekerja. Apabila latar belakang keluarga yang dimilikinya sangat kuat menuntut karyawan untuk bertanggung jawab dalam pekerjaannya maka karyawan cenderung akan lebih loyal kepada perusahaan.

(3) Harapan dan Tujuan dari Karyawan bekerja

Pertanyaan mengenai nilai yang dipegang oleh calon karyawan juga sangat penting untuk diajukan. Apabila karyawan memegang nilai enterpreunership yang kuat, tentunya tidak mudah apabila perusahaan mengharapkan calon karyawan tersebut dapat bekerja lebih lama.

Lakukan pengembangan desain seleksi yang tepat untuk dapat menjaring karyawan yang tepat dan loyal bagi perusahaan. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perlukah Perusahaan Memiliki Sertifikat ISO? Refreshment Implementasi Sistem

Banyak perusahaan yang salah dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan proses pengambilan sertifikat ISO, dimana perusahaan-perusahaan tersebut melakukan proses pengambilan sertifikat hanya untuk kebutuhan tertentu saja yang nota bene untuk mengembangkan pemasaran usaha mereka bukan kepada peningkatan terhadap internal perusahaan.  Lalu apa manfaat dari suatu program sertifikasi itu sendiri?

(1) Proses penyusunan sistem dalam perusahaan

Standar dari ISO itu sendiri merupakan suatu bentuk pengembangan dari suatu sistem operasional dalam perusahaan.  Dimana sistem yang sudah dibentuk dipastikan teraudit untuk dapat terevaluasi sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan dalam Standar ISO itu sendiri.

(2) Proses pengukuran proses kerja
Dalam penerapan ISO, evaluasi dengan metode terukur menjadi suatu bentuk persyaratan untuk dapat melihat bahwa budaya untuk memastikan perbaikan secara terus menerus dilakukan. Proses evaluasi dilakukan secara rutin sebagai bentuk untuk memastikan bahwa proses tindak lanjut dijalankan untuk memastikan pencapaian target berikutnya dapat secara terus menerus dijalankan.

(3) Perbaikan pengembangan budaya perusahaan
Penerapan ISO, dapat memberikan dampak positif dalam arti pengembangan profesionalisme dan memastikan adanya budaya pembelajaran yang tidak pernah berhenti dalam perusahaan. Budaya pembelajaran ini dijalankan untuk dapat memastikan bagaimana suatu perusahaan dapat menyusun suatu mekanisme perbaikan agar perbaikan dari unit usaha dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Bagamana dengan perusahaan Anda sendiri, apabila perusahaan Anda sudah menjalankan implementasi sistem ada baiknya dilakukan refreshment implementasi agar target dari aplikasi penerapan sistem tidak hanya sekedar sertifikasi saja. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Kerangka Kerja Tahunan Perusahaan

Tidak terasa tahun akan beralih, begitu pula dengan target dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan.  Banyak perusahaan yang melewatkan begitu saja peralihan tahun ini tanpa mengerahkan segenap kemampuannya untuk mencapai target usaha yang lebih baik.  Ada baiknya dalam peralihan tahun ini, perusahaan melakukan proses pengkajian terkait dengan kebutuhan pengembangan usahanya agar mendapatkan hasil yang lebih baik.  Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus diambil oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai target perkembangan yang diharapakan.

(1) Review performa

Lakukan penilaian terkait kinerja yang sudah tercapai, sampai sejauh mana dan apa kendala yang ditemukan.  Sebuah perusahaan diharapkan dapat untuk lebih terampil dalam menetapkan suatu bentuk strategi yang diharapkan agar suatu kinerja usaha dapat tercapai paling tidak mendekati untuk tercapai.  Penetapan strategi perusahaan harus mempertimbangkan SWOT Analysis yang ada.  Bagaimana suatu performa tersebut terukur dan teridentifikasi secara strategis untuk dapat digunakan dalam menyusun target ke depannya.

(2) Penentuan langkah dan target strategis

Dalam menentukan langkah strategis hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi dari kinerja organisasi yang dimaksudkan tersebut.  Bagaimana dari proses penetapan kerangka kerja tersebut disesuaikan dengan ruang lingkup fungsi dan kinerja tanggung jawab kinerja sesuai dengan manajemen organisasi yang ada.  Bagaimana suatu tahapan dari langkah strategis ditetapkan dalam organisasi yang dimaksud.

(3) Proses Penetapan Metode Evaluasi Kinerja

Hal yang sangat penting yang perlu dikembangkan dalam suatu tahapan pentapan proses pengukuran terhadap penetapan metode dan evaluasi sistem kinerja yang akan ditetapkan.  Bagaimana tahapan dari proses evaluasi tersebut akan dikembangkan, maka alur penetapan evaluasi harus dijalankan di mana di dalamnya akan menetapkan suatu tahapan proses evaluasi kinerja yang tepat maka tahapan optimalisasi dari suatu bentuk prosedur dan pengembangan kinerja akan dapat menjadi lebih optimal dan sesuai dengan mekanisme operasional yang akan ditetapkan.

Kerangka kerja perusahaan hendaknya menjadi suatu format dinamis yang disesuaikan dengan ruang lingkup dan proses operasional yang ada di dalam perusahaan.  Dimana penetapan target perusahaan seharusnya menjadi suatu bentuk stimulus yang akan memotivasi kinerja komponen yang ada di dalam perusahaan, bukan menjadi aspek yang justru menimbulkan de-motivasi pada diri karyawan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Menyusun ISO 9001

Apakah perusahaan Anda tertarik untuk menerapkan ISO 9001? Banyak perusahaan melihat kepentingan penyusunan ISO 9001 adalah hanya untuk kebutuhan sertifikasi saja sehingga menyerahkan seluruh penyusunan ISO 9001 kepada konsultan dan berharap bahwa konsultan yang dapat mengerjakan seluruhnya.  Mungkin benar, apabila tujuan akhir dari perusahaan adalah untuk mendapatkan sertifikasi, namun apabila tujuan dari program ini adalah untuk pemeliharaan dan perbaikan perusahaan, tentunya peranan konsultan harus menjadi pertimbangan utama.

repasil071200188

Dalam menjalankan fungsi dalam proses pengembangan sistem sertifikasi ISO 9001, perusahaan dapat mengalokasikan peranan konsultan adalah sebagai berikut:

(1) Trainer dalam penyusunan Sistem ISO 9001 dan Internal Audit

Dalam menyusun program ISO 9001, pastikan karyawan perusahaan mendapatkan informasi yang jelas dalam proses aplikasi standar klausul ISO 9001 dalam organisasi.  Memahami inti dasar dari manfaat ISO 9001 dan bagaimanan mengaplikasikan klausul-klausul yang ada dalah nilai yang penting dibandingkan dengan hanya memahami standar klausul secara text book referensi.

(2) Fungsi konsultan dalam membantu proses pemecahan masalah

Tujuan utama bagi perusahaann yang harus dipahami bukanlah hanya ISO 9001 saja, namun juga harus mempertimbangkan target untuk memperbaiki aspek strategi bisnis yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Penggunaan ISO 9001 sebagai sarana pengkajian dan perumusan ulang terhadap sistem yang dibentuk dalam organisasi memberikan pengaruh yang positif dibandingkan hanya dengan sekedar lembaran sertifikasi.  Pengalaman dan teknik pemecahan masalah adalah hal penting yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memastikan proses pemecahan masalah dijalankan oleh organisasi/ perusahaan.

(3) Fungsi Pendampingan dan Pengarahan Aplikasi Sistem

Inilah hal yang sangat penting dijadikan patokan mengenai bagaimana suatu sistem dapat dijalankan tanpa mengesampingkan pola kerja dan budaya lama yang sudah terbentuk.  Banyak perusahaan akhirnya menggunakan Sistem ISO 9001 hanya sebagai “sistem sampingan” artinya proses yang ada hanya sebagian dimanipulasi mengikuti Sistem ISO 9001, namun sistem aktualnya sangatlah jauh berbeda.  Fungsi dan peranan konsultan dalam mengarahkan dan memberikan bimbingan strategis yang dapat secara tepat dan akurat menciptakan konsep strategis dari suatu aplikasi sistem yang ada.

Siasatilah penggunaan konsultan ISO dalam perusahaan, manfaatkan secara strategis jasa konsultan ISO ke dalam program perbaikan bisnis dalam organisasi Anda tidak hanya sekedar untuk mendapatkan proses sertifikasi saja. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan program sertifikasi ISO 9001 dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kesalahan dalam Melakukan Program Evaluasi Performa Kerja

Salah satu hal yang menjadi nilai yang terpenting dan signifikan terkait dengan pengembangan pengelolaan perusahaan dan optimalisasi yang terkait dengan penanganan sumber daya manusia dan hubungannya dengan kinerja karyawan itu sendiri. Banyak perusahaan yang salah dalam melakukan proses pengukuran kinerja yang ada dalam perusahaannya.  Kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa hal:

(a) Indikator pengukuran kerja yang subyektif

Beberapa perusahaan memiliki faktor pengukuran kinerja yang sangat subyektif, misalnya penilaian terhadap prilaku dan personality dari karyawan yang mungkin tidak sesuai dengan atasannya.  Hal ini apabila tidak dapat dijalankan dengan teknik implementasi yang positif dapat mengakibatkan kemunculan konflik dan justru malah menurunkan motivasi kerja dari karyawan yang bersangkutan.

(b) Ketidakjelasan dari ruang lingkup pekerjaan

Dalam suatu kelompok kerja yang belum dapat diperjelas ruang lingkup pekerjaannya, penetapan suatu program evaluasi adalah hal yang sulit untuk dijalankan.  Pembagian dan penetapan proporsi pekerjaan secara tepat tidak tepat terinformasikan dapat mengakibatkan proses pembobotan terhadap kinerja menjadi berat sebelah dan berakibat munculnya ketidakberkembangnya dari suatu mekanisme kerja dalam organisasi.

(c) Periode pengukuran kinerja

Periode pengukuran yang terlalu panjang dapat menyebabkan adanya kesulitan untuk melakukan pengukuran yang obyektif, misalnya lupa dalam mengingat bagaimana performa kerja tersebut dijalankan, tahapan pengembangan operasional kinerja yang dijalankan tidak tepat sesuai dengan aspek yang dipertimbangkan dan dikelola serta pencatatan yang mungkin sudah terasa tidak sesuai dengan konteks yang ada.  Hal ini dapat mengakibatkan seorang pekerja akan fokus untuk bekerja dengan baik justru pada saat dimana waktu yang ada mendekati batasan waktu pengukuran kinerja yang ada.

(d) Tidak terbarunya target kerja

Program evaluasi yang dijalankan harus menggunakan target yang dinamis untuk memastikan status dari proses pencapaian kinerja dan target selaras dengan pertumbuhan perusahaan.  Untuk menciptakan suatu mekanisme yang tepat dalam peningkatan aspek optimalisasi kinerja maka ada baiknya apabila target kinerja dapat menjadi suatu bentuk target yang dinamis sehingga mekanisme dari kehidupan organisasi dalam perusahaan tercapai.

(e) Komunikasi yang tidak tepat

Sangat penting setelah melakukan program evaluasi program kerja tersebut, untuk dapat memastikan bagaimana komunikasi yang dijalankan dalam proses evaluasi kinerja tersebut dapat menstimulasi kinerja yang tepat bukan menciptakan demotivasi.  Pola komunikasi yang tepat dan dibarengi dengan informasi yang interaktif antara pemegang jabatan dan karyawan yang bersangkutan akan sangat membantu pengembangan pola komunikasi yang tepat dalam perusahaan.

Mulailah untuk mengembangkan sistem evaluasi kinerja yang tepat dalam perusahaan Anda sehingga dapat mengoptimalkan proses evaluasi dan pengembangan performa kerja yang tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal untuk mengembangkan evaluasi performa kerja dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Fase Toilet Training pada Konsumen

Banyak perusahaan yang sedang berkembang mengalami kesulitan dalam mengembangkan konsumen yang ada.  Kadangkala inovasi yang dilalui dengan riset yang panjang dan memakan biaya tinggi ujung-ujungnya justru mengalami permasalahan yang terkait dengan daya serap dari produk itu sendiri.  Melihat dari permasalahan yang ada, justru dapat dilakukan suatu program evaluasi sampai dimana fase dari produk itu sendiri berada dalam masyarakat.

Produk diharapkan dikembangkan dalam suatu bentuk siklus yang nanti harapan ke depannya akan membentuk suatu loyalitas dan kebutuhan tetap. Dimana produk Anda akan menjadi suatu bentuk kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh konsumen.

Termasuk di dalamnya adalah bagaimana suatu proses aplikasi dari pengenalan produk terhadap konsumen tersebut dijalankan untuk memastikan bagaimana suatu proses siklus terhadap program pelatihan tersebut dijalankan dalam manajemen operasional penjualan produk yang ada. Dalam siklus pengenalan produk terdapat istilah fase toilet trainining.  Pada fase ini, masyarakat diperkenalkan terhadap konsep produk serta diedukasi mengenai cara penggunaan maupun cara pemanfaatannya.

Pada program ini, seperti seorang orang tua yang mengajarkan kepada anaknya tata cara untuk penggunaan toilet.  Justru menjadi suatu pertimbangan yang sangat esensial bahwa tahapanan ini justru dapat menjadi transfer budaya yang tepat.  Penggunaan toilet adalah suatu prilaku yang ditetapkan menjadi suatu kebiasaan yang digunakan dalam suatu proses prilaku harian.

Contoh sukses yang menjalankan fase ini adalah produk mi instan, dimana akhirnya mengkonsumsi mi instan menjadi prilaku harian yang akhirnya menjadi budaya.  Dimana rasanya kurang afdol apabila tidak mengkonsumsi mi instan jenis tertentu dalam kegiatan dan aktifitas harian.  Sangat menarik bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan dan mengelola produk dengan melalui kegiatan toilet trainining ini. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam kegiatan pengembangan produk dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)