Langkah-langkah dalam Menyusun Evaluasi Jabatan

Perusahaan Anda mengalami masalah dengan penempatan karyawan? Atau membutuhkan proses desain ulang dari bentuk organisasi yang ada saat ini? Sebelum melakukan proses pendesaianan organisasi, maka perusahaan sebaiknya melakukan proses evaluasi jabatan.

Lalu bagaimana proses analisis jabatan dijalankan.

(1) Melakukan proses analisis terhadap konsep organisasi yang ada saat ini
Lakukan proses interview untuk dapat melakukan proses evaluasi dalam menilai konsep organisasi yang dijalankan. Bagaimana pengembangan struktur dari organisasi yang ada saat ini diimplementasikan secara tepat dan diinterpretasikan dalam proses pelaksanaannya.

(2) Proses interview
Lakukan proses interview terhadap pelaku proses untuk mendapatkan detail dari proses yang dijalankan.

(3) Penyebaran kuesioner
Lakukan proses penyebaran kuesioner untuk memastikan bahwa evaluasi pekerjaan tergambarkan dalam dimensi analisis jabatan yang termuat dalam kuesioner yang dimaksudkan tersebut. Kuesioner dapat dikembangkan dengan menggunakan metode kuesioner Hay untuk dapat mengoptimalkan fungsi penggunaannya.

(4) Proses analisis kuesioner
Lakukan proses analisis kuesioner yang telah disebarkan tersebut untuk kemudian mendapatkan rekapitulasi dari data yang ada.

(5) Proses pemetaan jabatan
Tetapkan pemetaan jabatan tersebut untuk kemudian digambarkan ke dalam bentuk lapisan (level dalam jabatan).

Jalankan proses evaluasi jabatan secara tepat, sebelum melakukan proses perubahan organisasi. Lakukan proses evaluasi jabatan dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat, agar mendapatkan hasil yang efektif dan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Cermat dalam Memilih Supplier Kemasan Untuk Industri Pangan

Bagi industri pangan, kemasan adalah suatu hal penting sebagai proses perlindungan terhadap makanan/ produk itu sendiri. Bahkan di beberapa produk pangan yang terkait erat dengan bisnis retail, kemasan adalah komponen utama dan termahal dalam penetapan komposisi nilai jual produk itu sendiri.

Melihat faktor strategisnya, banyak industri kemasan berlomba-lomba mengembangkan investasi dan produk untuk memasok produk pengemas. Karena nilai kebutuhan nya adalah sangat tinggi, belum lagi apabila berbicara untuk aspek pengembangan dalam bidang food service seperti jasa katering dan restauran.

Apabila Anda adalah pelaku dalam industri pangan, ada baiknya perusahaan Anda melakukan proses evaluasi terhadap pemasok produk kemasan dalam industri Anda. Terdapat faktor-faktor penting yang harus diperhatikan terkait dengan penetapan supplier untuk produk kemasan tersebut.

(1) Informasi Mengenai Komposisi Bahan Kimia dan Material Penyusun Komposisi Kemasan, dimana harus dipastikan bahwa komponen produksi dari kemasan tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Codex ataupun US FDA. Pastikan status bahan baku dilakukan sesuai dengan standar persyaratan karakteristik allergent dan non allergent.

(2) Pemastian operasional perusahaan

Melakukan proses pengendalian operasional yang terkait dengan status penggunaan bahan baku dan tata cara proses yang ditetapkan dalam perusahaan. Dimana perusahaan harus memastikan bahwa proses produksi dijalankan dengan menggunakan bahan baku yang sesuai dengan standar persyaratan, yaitu diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang tepat guna dan bukan berasal dari hasil daur ulang benda berbahaya.

(3) Sistem Operational Perusahaan

Melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan adanya program sertifikasi manajemen keamanan pangan pada industri pemasok material kemasan Anda. Pastikan pemasok Anda sudah menggunakan standar sistem HACCP, ISO 22000, brc ataupun FSSC untuk memastikan bahwa proses operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan manajemen keamanan pangan di perusahaan Anda, lakukan penetapan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa produk Anda terjamin dalam sistem yang efektif dan tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Sistem Kompensasi dalam Manajemen Retail

Dalam kondisi saat ini, adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk mengedepankan pola manajemen yang tepat dan efektif. Permasalahan penetapan sistem kompensasi dijalankan dalam pola yang tepat dan harus terkait erat dengan aspek produktifitas itu sendiri. Khususnya dalam manajemen retail, pengembangan pola renumerasi harus sangat dipertimbangkan khususnya apabila manajemen retail dari usaha tersebut sangat terkait erat dengan faktor jumlah karyawan yang cukup banyak.

Proses penyusunan renumerasi harus mempertimbangkan hal berikut:
(1) Lakukan proses pengukuran beban kerja
Lakukan evaluasi yang terkait dengan operasional proses yang dijalankan dalam unit usaha Anda. Bagaimana melakukan penempatan terhadap individu tersebut, ataukah dalam proses yang dimaksud membutuhkan suatu kondisi spesialistik atau dengan kondisi multitasking. Ukur waktu pekerjaan tersebut dijalankan.

(2) Identifikasi kompetensi pekerjaan yang dimaksud
Apakah suatu peningkatan kompetensi akan meningkatkan prestasi pekerjaan yang dimaksud ataukah pekerjaan tersebut tidak berubah dengan kondisi waktu dilakukannya proses pembelajaran. Ketika perubahan tersebut tidak muncul, mungkin harus dipertimbangkan perluasan ruang lingkup pekerjaan atau penggunaan aspek teknologi untuk lebih mempercepat dan mengoptimalkan suatu proses pekerjaan.

(3) Periksa adanya nilai pelanggan/ pelayanan
Lakukan proses analisis untuk melakukan proses pemeriksaan apakah dalam tahapan proses yang dimaksudkan tersebut ada nilai pelanggan/pelayanan yang dapat dikembangkan secara lebih optimal agar meningkatkan status penjualan usaha Anda.
Dengan penambahan nilai ini, maka aspek insentif terhadap kompensasi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas produktifitas dari pelanggan Anda.

Lakukan proses optimalisasi sistem Anda secara tepat, kekuatan sumber daya manusia adalah hal kritikal yang membutuhkan suatu penanganan yang tepat agar seiring dengan perluasan dan peningkatan penjualan unit usaha retail Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Terbesar dalam Menyusun Renumerasi

Setiap perusahaan, memiliki banyak permasalahan yang terkait dengan penetapan renumerasi. Kemudian perusahaan mulai untuk berpikir apakah penghasilan yang ditetapkan tersebut memiliki jumlahnya yang kecil untuk karyawan atau penghasilan yang ditetapkan terlalu besar. Banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika dilakukan proses penyusunan standar gaji dari perusahaan. Kesulitan itu sendiri lebih banyak disebabkan oleh kesalahan awal ketika melakukan proses penetapan gaji.

(a) Kesalahan Pertama: Menetapkan tanpa melakukan penyusunan job grade
Sebaiknya sebelum melakukan proses penetapan renumerasi, perusahaan sebaiknya melakukan proses penyusunan evaluasi jabatan untuk melakukan pemetaan kompetensi dalam suatu jabatan tersebut, seiring dengan karakteristik lainnya yang menyertai pekerjaan tersebut. Setelah itu, lakukan penetapan job grade untuk kemudian melakukan proses pemetaan terkait dengan sistem renumerasi dari pekerjaan tersebut.

(b) Kesalahan Kedua: Mekanisme sistem benefit yang belum disempurnakan
Banyak perusahaan melupakan aspek benefit sebagai pelengkap renumerasi, akibatnya perusahaan terjebak dengan adanya beban ganda biaya yaitu berupa penghasilan dan benefit. Ada baiknya ketika akan melakukan proses penetapan biaya tersebut, perusahaan mengoptimalkan aspek benefit yang menyertai penghasilan agar hasilnya menjadi lebih optimal.

(c) Kesalahan ketiga: Penetapan renumerasi tanpai melihat aspek produktivitas
Perusahaan yang hanya menetapkan gaji tetap pada pekerja akan terbelit masalah yaitu lemahnya produktivitas. Hal ini disebabkan karena aspek keadilan tidak muncul pada karyawan yang bersangkutan, dimana personel yang produktif dan tidak produktif memiliki nilai penghasilan yang sama, lalu untuk apa menjadi lebih produktif?

(e) Kesalahaan keempat: Tidak menetapkan suatu penilaian obyektif terhadap kinerja
Apabila perusahaan menerapkan mekanisme untuk selalu meningkatkan penghasilan karyawan dalam kurun waktu tertentu, ada baiknya perusahaan memastikan terlebih dahulu adanya kinerja obyektif yang tepat bagi pengukuran kinerja tersebut. Dengan pengukuran yang tepat dan obyektif maka peningkatan penghasilan dijalankan melalui suatu ukuran yang obyektif, bukan hanya disebabkan oleh nilai subyektif.

(f) Kesalahan kelima: kesalahan dalam mengukur analisis beban kerja
Banyak perusahaan yang mengeluhkan bahwa karyawan tidak produktif dan perusahaan tersebut terbebani dengan kewajiban membayar gaji yang tinggi. Hal ini bisa saja terjadi karena perusahaan tidak menjalankan suatu analisis beban kerja yang tepat sehingga jumlah karyawan dalam perusahaan tersebut berlebih dan mengakibatkan beban kerja operasional perusahaan itu sendiri.

Lakukan proses perbaikan renumerasi dalam perusahaan Anda secara tepat dan maksimal. Proses renumerasi yang efektif dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan dan karyawan secara lebih positif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Slow Down Time? Change Time?

Perusahaan Anda sekarang sedang dalam kondisi menurun, baik dalam penjualan maupun aktivitas rutinnya? Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk memastikan adanya perbaikan dan pengembangan manajemen organisasi dari perusahaan. Langkah apa yang perusahaan harus jalankan?

(1) Pengembangan investasi terhadap sumber daya manusia
Dalam masa sepinya aktivitas dalam perusahaan, manajemen dapat menginvestasikan sebagian besar waktunya untuk mengoptimalkan manajemen pelatihan kepada karyawannya. Lakukan proses evaluasi untuk melihat sampai sejauhmana karyawan Anda memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Juga memastikan bagaimana pelatihan dapat dijalankan untuk dapat menghasilkan suatu pemenuhan persyaratan optimal sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Perbaikan sistem kerja
Dalam proses slow down ini perusahaan dapat mereview kembali SOP yang telah digunakan, dimana di dalamnya adalah memastikan bahwa SOP itu sudah sesuai dengan business process yang akan dikembangkan oleh perusahaan atau yang paling tepat dalam perusahaan. Tim organisasi diminta untuk melakukan analisis dan mengoptimalkan proses perbaikan kinerja organisasi. Penyusunan ulang SOP dan KPI dapat menjadi langkah strategi perusahaan untuk dapat terus mengoptimalkan sistem perusahaan agar target perusahaan tercapai dengan baik.

Slow down bukan hanya dirasakan oleh sebagaian kecil perusahaan, seluruh perusahaan juga mengalami kondisi ini. Langkah strategis harus dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan meningkatkan efektifitas dan memastikan bisnis yang dijalankan adalah efisien. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Menyusun Business Process

Ketika suatu organisasi akan mengembangkan pola sistem dari proses operasional, maka hal yang terpenting dari organisasi tersebut adalah menyusun business process. Mengapa dibutuhkan business process? Dari business process lah suatu organisasi diidentifikasi kebutuhan akan Standard Operating Procedure, Job Description bahkan melakukan penetapan beban kerja dari organisasi itu sendiri. Lalu bagaiman proses penyusunan business process tersebut dapat dijalankan?

Langkah pertama, perusahaan/ organisasi mendeskripsikan jenis produk yang dihasilkan. Dimana seluruh produk harus didefinisikan menjadi produk akhir (yang langsung digunakan oleh pelanggan dan merupakan hasil output akhir dari perusahaan) dengan produk intermediate yaitu produk antara dari hasil proses dari unit kerja yang ada dalam organisasi.

Langkah kedua, melakukan proses penjelasan yang terkait dengan seluruh aktivitas kerja dan proses operasional yang dihasilkan oleh organisasi. Setiap tahapan dijelaskan secara mendetail dengan memperhatikan input dan output dari proses yang dihasilkan sampai dengan seluruh produk diselesaikan.

Langkah ketiga, menetapkan referensi-referensi yang ditetapkan terkait dengan penetapan jaring proses yang terbentuk. Dimana proses harus memperhatikan kebijakan ataupun aturan normatif yang berlaku dalam perusahaan, khususnya berkaitan dengan proses evaluasi dan pengambilan keputusan dalam proses.

Langkah keempat, lakukan proses penetapan service level dari setiap tahapan sehingga organisasi dapat melakukan proses pengukuran beban kerja secara tepat dan maksimal.

Ada baiknya perusahaan melakukan proses penyusunan business process untuk memperbaiki sistem dan penetapan alokasi sumber daya manusia dalam organisasi. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memaksimalkan implementasi sistem guna menunjang perkembangan organisasi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyeimbangkan Antara Kompensasi dan Prestasi

Ketika, masalah upah minimum diketengahkan, banyak perusahaan menolak dengan tegas dan merasa belum waktunya bagi perusahaan tersebut untuk memberikan upah minimum seperti yang dipersyaratkan tersebut. Lalu hal menjadi menarik, apakah penetapan kompensasi dalam upah minimum adalah suatu tuntutan yang tidak mendasar, lalu mengapa disetujui oleh pemerintah. Penetapan upah minimum selayaknya dilakukan dengan melakukan proses survey terhadap hidup minimal yang sesuai dengan persyaratan di suatu area yang mana perusahaan tersebut mempekerjakan karyawan. Seperti akomodasi untuk transportasi, makan yang diperhitungkan bukan hanya pada individunya sendiri namun juga untuk keluarganya, biaya pendidikan anak beserta dengan biaya sekolah anak itu sendiri.

Salah satu hal yang menarik, ketika proses perhitungan itu dijalankan ternyata memang tingginya suatu kebutuhan ekonomi dari suatu daerah menyebabkan angka upah minimum tidak terbendung lagi. Lalu muncul pertanyaan apakah adil suatu nilai kompensasi tersebut dipersyaratkan pada sumber daya manusia yang secara aktual belum dapat memenuhi persyaratakan kualitas yang ditetapkan. Lalu bagaimana menyeimbangkan antara bisnis perusahaan dengan tuntutan upah minimum yang tinggi tersebut?

(1) Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasiskan Kompetensi
Perusahaan banyak melupakan bahwa komposisi sumber daya manusia adalah bom waktu yang apabila tidak dikelola dengan manajemen yang kuat akan menggerus biaya perusahaan. Mengelola manajemen sumber daya manusia tentunya tidak mudah, faktor spesialisasi antara usaha yang dijalankan dengan kompetensi sumber daya manusia itu sendiri. Mengoptimalkan kompetensi adalah kunci penting yang harus dipastikan dijalankan oleh organisasi. Pengembangan manajemen sumber daya manusia berkompetensi menjadi suatu nilai yang kuat.

(2) Pembentukan budaya perusahaan yang positif
Perusahaan berkewajiban untuk membuat peraturan perusahaan yang dapat mengimbangi tuntutan dengan cara positif, dimana kompensasi dioptimalkan untuk mendapatkan prestasi kerja yang tinggi. Bagaimana suatu tahapan kerja diarahkan dalam pembelajaran dan fungsi karir yang tepat.
Karyawan terbentuk untuk memprioritaskan prestasi sebagai satu bentuk tahapan yang dilalui untuk menguji kelayakan kompensasi tersebut diberikan.

(3) Mengubah Komposisi Sumber Daya Manusia
Pengembangkan komposisi sumber daya manusia harus diperhitungkan kembali dengan menggunakan analaisis jabatan, dimana kebutuhan terhadap sumber daya manusia diperhitungkan secara tepat untuk dapat memastikan bahwa kinerja pekerjaan efektif dan efisien. Pengembangan komponen fungsi menjadi lebih kuat dibandingkan struktural, kekuatan melakukan pengembangan sumber daya manusia untuk dapat mengoptimalkan fungsi multitasking dengan tepat dan optimal menjadi suatu nilai kuat bagi perusahaan untuk memiliki karyawan dengan kapasitas keahlian yang optimal.

Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses pengembangan sumber daya manusia? Perbaikan dan pengembangan membutuhkan langkah nyata untuk segera diimplementasikan, kebaikan untuk perusahaan dan sumber daya manusia itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya GAP Analysis dalam Proses Penyusunan SOP

Salah satu tahapan yang paling penting untuk dilakukan dalam proses penyusunan SOP adalah dengan melakukan proses GAP Analysis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses yang berjalan dalam organisasi. Beberapa konsultan melupakan tahapan ini dan bergerak dalam menyusun SOP. Adapun berikut adalah manfaat yang dapat diterima terkait dengan GAP Analysis selama proses penyusunan SOP yang dijalankan dalam suatu organisasi.

(1) Pemahaman Kajian Organisasi
Sangat penting bagi konsultan untuk dapat memahami bagaimana garis instruksi dijalankan dalam organisasi. Bagaimana fungsi dan peranan didistribusikan dalam setiap komponen organisasi.

(2) Pemahaman Business Process
Dalam kegiatan GAP Analysis, hal yang terpenting adalah memastikan bahwa detail dari business process dapat tergambarkan untuk kemudian dilakukan proses pengkajian lanjutannya.

(3) Detail dari informasi operasional
Pemastian bahwa detail dari informasi operasional didapatkan untuk memastikan bahwa sistem yang dijalankan dalam organisasi sudah terlengkapi sesuai dengan standar minimal dari sistem operasional yang ideal.

Pastikan bahwa penyusunan SOP dalam perusahaan Anda dapat dijalankan secara maksimal dan tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan optimalisasi dari sistem manajemen operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).

Pelatihan Menyusun Standard Operating Procedure

Para pemilik usaha saat ini banyak yang mengalami kejutan yang menyenangkan, namun juga sangat membuat khawatir. Pertumbuhan dan peningkatan bisnis dalam beberapa bidang usaha menunjukkan angka yang baik dan bahkan di beberapa tempat melonjak tajam. Ketika melonjak itulah, banyak pengusaha yang menjadi khawatir bahwa kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan tidak dapat mengakomodasi pengembangan manajemen operasional mereka. Ketika segala sesuatu sudah dalam keadaan serba sibuk, kadangkala sistem tidak dijalankan atau bahkan tidak dibentuk. Pembentukan pola pekerjaan hanya berdasarkan pada kompetensi dan kepercayaan kepada individu karyawan. Tentu hal ini tidak memberikan manfaat yang sehat bagi perusahaan.

Lalu bagaimana cara yang paling yang tepat untuk mengoptimalkan usaha Anda. Salah satu strategi yang paling tepat adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) pada perusahaan Anda. Proses penyusunan SOP dapat dilakukan secara mandiri di dalam perusahaan dengan pembekalan pelatihan yang memadai. Pelatihan dengan model dua hari pelatihan dapat membantu proses pengembangan dan implementasi penyusunan SOP dalam perusahaan Anda.

Berikut adalah kurikulum dari pelatihan yang akan dijalankan.

Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai Standard Operating Procedure
(2) Penyusunan konsep produk organisasi
(3) Analisis kajian organisasi
(4) Evaluasi organisasi dan business process
(5) Penyusunan struktur organisasi

Hari Kedua
(1) Penetapan alir proses
(2) Proses penetapan struktur organisasi
(3) Proses penetapan flow process
(4) Proses penyusunan dan penulisan Standard Operating Procedure
(5) Workshop

Diharapkan dalam dua hari pelatihan ini, organisasi Anda akan semakin handal dalam menyusun SOP secara mandiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Job Description yang Tepat

Banyak perusahaan yang melihat bahwa job description adalah proses sederhana dimana penyusun job description tersebut hanya melihat sebagai suatu proses kegiatan administrasi dimana dilakukan pencatatan terhadap pekerjaan dari suatu jabatan tertentu. Perusahaan harus melihat proses penyusunan job description adalah suatu tahapan atau proses strategis yang ditetapkan untuk dapat membantu pengembangan organisasi. Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat melakukan proses penyusunan job description itu sendiri?

(1) Memahami proses operasional pekerjaan dalam ruang lingkup perusahaan
Adalah menjadi hal yang penting dalam tahapan proses ini adalah mengembangkan konsep strategis dari manajemen operasional yang dijalankan dalam perusahaan. Dimana alokasi individu dipastikan untuk berperan secara strategis dapat mengembangkan dan mengoptimalkan konsep pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan.

(2) Melakukan perumusan rancangan alokasi beban kerja berdasarkan struktur organisasi
Penetapan dan perumusan terhadap struktur organiasi yang kemudian nantinya akan dialokasikan menjadi pertanggung jawaban yang terkait dengan fungsi dan kewenangan yang ada dalam struktur organisasi yang dimaksudkan tersebut termasuk di dalamnya adalah aplikasi dari penetapan sistem yang dijalankan dalam perusahaan. Bagaimana suatu beban kerja dialokasikan untuk mencapai ketepatan berdasarkan status aplikasi pengembangan operasional dari suatu sistem tersebut dijalankan.

(3) Melakukan proses pemetaan suatu jabatan atau posisi tertentu dalam menetapkan struktur organisasi
Jabatan yang ditetapkan tersebut menjadi bagian yang sangat penting dalam menggerakkan suatu proses atau pengembangan operasional. Penetapan pemetaan dalam proses itu kemudian yang ditetapkan dalam aplikasi penyusunan kemudian dijelaskan ke dalam format uraian jabatan yang ada.

Penetapan strategis yang terkait dalam pengembangan job description menjadi suatu tahapan ataupun proses uraian jabatan yang ditetapkan dalam aplikasi pengembangan fungsi, tugas dan tanggung jawab dari suatu jabatan. Lakukan penyusunan uraian jabatan yang tepat beserta proses sosialisasinya, kembangkan referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)