Pelatihan Penyusunan Diagram Karir Karyawan

Banyak perusahaan yang tidak melihat adanya tingkat kepentingan dalam penetapan mutasi dan rotasi yang ada dalam perusahaan internal perusahaannya.  Perusahaan yang melupakan aspek ini, mungkin tidak melihat adanya dampak positif dari pengembangan mutasi dan rotasi dalam organisasi itu sendiri.  Atau perusahaan Anda mengalami kesulitan dalam menetapkan jenjang karir yang ditetapkan untuk karyawan, karena tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang tata cara pengembangan karir karyawan Anda.

Mungkin sudah waktunya bagi Anda atau manajemen perusahaan Anda dalam mengikuti pelatihan pengembangan dan penyusunan diagram karir untuk karyawan.  Dalam pelatihan ini peserta pelatihan mendapatkan informasi yang memadai mengenai aspek kompetensi (hard competency dan soft competency) yang memadai sebagai penunjang dari karir karyawan, tahapan-tahapan untuk proses penetapan alir karir karyawan, penetapan cluster karir serta penyusunan SOP penetapan jalur karyawan.  Diharapkan dengan pelatihan ini aspek pengembangan karir dalam perusahaan Anda dapat terimplementasikan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).

Perencanaan Karir Berdasarkan Analisis Kompetensi

Bagaimana cara menetapkan jalur karir berdasarkan analisis kompetensi? Banyak perusahaan perusaha untuk membuat jenjang karir yang tepat dalam perusahaan namun mengalami kesulitan yang sangat besar dalam mengaplikasikannya.  Lalu bagaimana tahapan yang tepat dalam melakukan proses perencanaan karir dalam perusahaan berdasarkan penetapan analisis kompetensi.

(1) Menyusun pemetaan kompetensi

Pentapan level atau tingkat kompetensi yang ditetapkan berdasarkan asas tingkatan kompetensi yang ada dalam setiap jabatan. Melakukan proses pendetailan karakteristik kompetensi yang ada dalam bentuk soft competency dan hard competency, untuk kemudian ditetapkan tingkatan kompetensinya dalam bahasan kamus kompetensi.

(2) Menetapkan jalur karir

Lakukan proses penetapan analisis karir per cluster dari setiap bidang atau unit kerja. Pahami karakteristik homogenitas kompetensi yang ada untuk dapat memastikan bahwa adanya jabatan yang memiliki aspek kompetensi yang sama.  Tata cara pengembangan dan peningkatan kompetensi yang diperlukan.

(3) Menetapkan Standard Operating Procedure untuk pengembangan karir

Lakukan penetapan tata cara dan prosedur yang dibutuhkan oleh individu untuk dapat mencapai tahapan peningkatan karir yang ada dalam perusahaan.

Melakukan penetapan perencanaan jenjang karir yang tepat dapat meningkatkan motivasi karyawan perusahaan dalam mencapai tingkat prestasi yang lebih baik. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan perencanaan karir dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi ISO 22000: Penetapan Sasaran Keamanan Pangan dalam Manajemen Industri Pangan/Perikanan

Dalam konsep penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, penetapan sasaran keamanan pangan adalah hal penting yang harus ditetapakan oleh pelaku industri pangan tersebut. Bagaimana dalam suatu konsep implementasi sistem, sasaran yang ada harus terpetakan dan diinformasikan ke seluruh unit kerja terkait untuk dipastikan bahwa ada suatu target yang akan dituju dalam implementasi sistem.

Lalu bagaimana cara dan tahapan yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan terkait dengan sistem pengelolaan sasaran keamanan pangan yang ada dalam industrinya.  Hal yang pasti dalam proses penetapa sasaran keamanan pangan, perusahaan harus memastikan bahwa penetapan sasaran harus disesuaikan dengan rantai bisnis perusahaan dan penetapan kepatuhan yang terkait dengan kepatuhan peraturan keamanan pangan (Klausul 5.2).

Proses penetapan target dan sasaran dilakukan dengan melalui tahapan sebagai berikut:

(1) Penetapan Kebijakan Keamanan Pangan

Penyusunan Kebijakan Keamanan Pangan adalah hal WAJIB yang harus ditetapkan oleh pelaku bisnis.  Penetapan kebijakan diterbitkan untul level organisasi yang kemudian didetailkan menjadi sasaran keamanan pangan perusahaan.

(2) Penetapan Sasaran Keamanan Pangan Perusahaan

Menetapkan sasaran keamanan pangan perusahaan yang hendak dicapai oleh perusahaan, termasuk di dalamnya adalah menetapkan detail tahapan dan target kerja yang hendak dicapai.  Tata cara pencapaian juga harus ditetapkan termasuk di dalamnya adalah penetapan program yang akan dijalankan.

(3) Penetapan Sasaran per Unit Kerja

Menetapkan sasaran keamanan pangan pada setiap unit kerja yang ada dalam perusahaan untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan tercapai.  Dibuat dengan mengkombinasikan aspek kualitas sebagai pendamping output produktivitas selain keamanan pangan itu sendiri.

Proses dan perkembangan yang berhubungan dengan Sistem Manajemen keamanan Pangan adalah implementasi yang membutuhkan dukungan seluruh pihak dari organisasi, sehingga tidak ada salahnya apabila menetapkan konsep sasaran keamanan pangan yang detail sampai pada unit kerja operasional di dalam perusahaan itu sendiri. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

3 Hal Penting dalam Penyusunan Jenjang Karir

Bagaimana perusahaan melakukan proses penyusunan jenjang karir dalam perusahaannya sendiri?  Hal ini menjadi tanda tanya besar, tidak hanya bagi karyawan itu sendiri melainkan juga bagi manajemen perusahaan.  Ketika berhadapan dengan karyawan (catatan: dengan prestasi tinggi) mengeluhkan bahwa ia merasa jenuh dengan aspek pekerjaan yang monoton tidak berubah maka hal tersebut menjadi tantangan bagi manajemen untuk dapat lebih mengembangkan jenjang karir dalam perusahaan.

Dalam menetapkan jenjang karir dalam perusahaan, terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh manajemen ataupun kepala departemen HRD terkait dengan penyusunan dan pengembangan alir karir yang dimaksud.

(1) Aspek Karakteristik Bisnis dalam Perusahaan

Penyusunan jenjang karir dalam setiap perusahaan tidak dapat dijalankan dengan prinsip dan cara yang sama, karakteristik dari bisnis itu sendiri memegang peranan penting dalam mengoptimalkan karakteristik bisnis yang ada dalam penyusunan unit kompetensi.  Pemahaman mengenai “jalur utama” (core business) dan jalur pendukung (supporting busingess) menjadi hal yang penting dalam penyusunan alir karir itu sendiri.

(2) Pemetaan karir

Penyusunan peta karir atau kelompok karir sangat penting dijalankan dengan melakukan proses pembagian menjadi dalam bentuk status fungsional dan struktural di dalam organisasi.  Karir dalam persepsi pengembangan tidak hanya berkembang dengan mengikuti konsep struktural saja namun juga harus mengikuti alir fungsional dimana karir selain terpetakan juga dikembangkan mengikuti aliran kepemimpinan struktur organisasi yang ada dalam perusahaan.

(3) Pengembangan unit kompetensi

Dalam konsep karir, harus dikembangkan selaras dengan pemahaman yang terkait dengan kompetensi dimana dalam pemahaman kompetensi hal yang terpenting selain memahami arti dan konsep karakteristik kompetensi yang dijalankan dalam organisasi juga berkaitan dengan pendetailan dalam fungsi jabatan.  Pemahaman terkait dengan analisis jabatan dan persyaratan jabatan yang terkait dengan kompetensi adalah strategi penting dalam menetapkan jenjang karir jabatan yang ada dalam perusahaan.

Lalu bagaimana penyusunan jenjang karir dalam perusahaan Anda ditetapkan? Lakukan pengembangan karir yang tepat untuk meningkatkan motivasi kinerja dari karyawan yang ada dalam perusahaan Anda. Pencarian referensi eksternal dengan pengalaman yang tepat dapat membantu perkembangan lanjutan dari bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Apakah Kompetensi Seseorang dapat Berubah?

Dalam mengembangkan manajemen berbasiskan kompetensi, muncul suatu pertanyaan yang cukup menarik dari diri permasalahan kompetensi yang muncul, apakah aspek kompetensi seseorang dapat berubah.  Sebelum masuk ke permasalahan tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu definisi dari kompetensi itu sendiri.  Pemahaman kompetensi adalah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Melihat dari definisi ini masalah atribut personal dan pengetahuan adalah hal yang sulit untuk berubah namun pada parameter ketrampilan, dimana setiap individu dapat memiliki perubahan ketrampilan sesuai dengan aspek frekuensi penggunaan dari skill itu sendiri.  Lalu bagaimana cara suatu perusahaan mengelola skill dari tiap individunya agar dapat berkembangan secara maksimal sehingga tidak mengalami penurunan.

(1) Penyusunan jenjang kompetensi

Perusahaan dalam menyusun kamus kompetensi harus memperhatikan jenjang kompetensi sesuai dengan aspek uraian jabatan yang dipegang oleh personal individu sesuai dengan pengembangan bisnis yang dijalankan dalam jabatan tersebut.  Kembangkan aspek operasional yang kuat pada sisi level terendah jabatan dan aspek perencanaan pada level yang paling tinggi.

(2) Program assessment dan pelatihan

Pengembangan metode uji yang tepat disertai pengembangan pelatihan dapat digunakan untuk “menjaga” agar nilai kompetensi yang dikembangkan dalam perusahaan tidak mengalami penurunan.  Lakukan proses perbaikan pelatihan di dalam perusahaan sehingga dapat mengasah skill individu secara tepat dengan performa yang sesuai.

Lakukan setiap tahapan proses pengembangan kompetensi ini secara tepat sehingga apabila perubahan aspek kompetensi muncul dalam diri individu karyawan Anda itu dalam bentuk perubahan yang positif yaitu perbaikan secara terus-menerus. (amarylliap@gmail.com, 0812369926)

Evaluasi Soft Competency pada Karyawan

Menjadi suatu hal yang sangat penting dalam menjalankan program evaluasi terkait dengan dengan karakteristik soft competency yang ada pada individu karyawan yang bersangkutan. Ketika suatu perusahaan sudah menyatakan adanya suatu parameter soft competency pada diri karyawan maka perusahaan tersebut harus dapat menyediakan suatu pengukuran yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi bahwa kompetensi tersebut terukur.  Sebab untuk menduduki banyak posisi dalam tingkatan manajerial yang tinggi tentunya menjadi suatu hal yang penting untuk dapat terevaluasi.

Langkah-langkah apa saja yang paling tepat untuk dilakukan dalam proses evaluasi soft competency yang dimiliki oleh karyawan.

(1) Penyusunan Alat Ukur

Berbeda dengan hard competency, penetapan alat ukur soft competency ditetapkan dengan mengaplikasikan konsep dan metode psikometri.  Seperti penetapan item pengukuran karakteristik soft competency yang ada dalam alat ukur tersebut, penetapan dan pengembangan konsep reliabilitas dan validitas kemudian baru dibuatkan alat ukur yang dimaksud.

Perusahaan juga harus menetapkan aspek normatif yang penting yang dapat digunakan untuk melakukan proses penilaian dan analisis parameter dari kriteria yang ditetapkan dalam alat ukur yang dimaksud.  Bagaimana suatu hasil penilaian akan direferensikan ke dalam tabulasi kriteria yang ada.

(2) Penetapan Program Pengembangan Soft Competency

Adalah menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menyusun pelatihan yang berkaitan dengan penerapan soft competency.  Tetapkan satuan unit program pelatihan yang tepat untuk digunakan dalam proses pengembangan karakteristik soft competency yang tepat.  Terapkan pelatihan berbasiskan competency yaitu dengan mendetailkan unit kompetensi apa yang akan dicapai dalam pelatihan yang dimaksud.

Pengembangan program soft competency adalah bagian penting yang harus menjadi suatu bagian yang penting untuk dijalankan dalam perusahaan apabila ingin mengaplikasikan manajemen berbasiskan kompetensi.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan dan mengembangkan kapasitas soft competency dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pembuatan Standard Operating Procedure untuk Bisnis Salon dan Kecantikan

Pada saat ini, pergerakan untuk menjadi seorang wirausaha mengalami peningkatan yang cukup berarti.  Salah satu bisnis yang paling diminati saat ini salah satunya adalah bisnis Salon dan Kecantikan.  Dimana salon dan jasa kecantikan sudah dianggap sebagai gaya hidup yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan, khususnya untuk kelompok konsumen wanita. Namun seperti bisns lainnya, apabila bisnis ini tidak didukung dengan manajemen operasional yang kuat, maka bisnis ini akan menjadi sulit bersaing dengan kompetitor lainnya yang bermodalkan besar.

Salah satu strategi penting yang harus dioptimalkan dalam pengembangan bisnis ini adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang tepat untuk pengembangan dan optimalisasi bisa mengembangkan bisnis Anda menjadi suatu bentuk bisnis yang optimal dan tidak kalah bersaing dengan bisnis sejenis yang memiliki modal cukup besar.  Lalu jenis Standard Operating Procedure apa saja yang bisa digunakan dalam proses pengembangan bisnis salon dan kecantikan itu sendiri?

(1) SOP Pengadaan Barang dan Sistem Inventory

Dalam bisnis ini, menjadi sangat penting untuk melakukan proses pengendalian terhadap pengadaan barang adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan proses pengendaliannya.  Konsep terkait dengan kebutuhan dan kepentingan pelanggan menjadi salah satu faktor dimana proses pendagaan barang ini harus dilakukan secara cermat, artinya pemilihan terhadap jenis barang-barang yang akan digunakan juga disesuaikan dengan keinginan pelanggan.  Sistem inventory menjadi hal yang penting, dimana pihak pemilik salon harus dapat memprediksi jumlah dari kedatangan pelanggan yang akan datang ke salonnya.

(2) SOP Pelayanan

Dibuatkan mekanisme dan standar baku tentang tata cara pelayanan yang akan dijalankan dalam bisnis ini.  Seperti standar dan mekanisme dari aplikasi treatment (penanganan) terhadap pelanggan yang tepat untuk dapat memastikan bahwa pelanggan mendapatkan suatu standar yang sama.  Selain ke arah pelayanan pelanggan, dengan standar penanganan yang tepat maka aspek costing atau biaya pelayanan menjadi dapat terukur secara akurat sehingga faktor pengendalian internal terhadap tiap unit produk dapat terukur secara tepat.

(3) SOP Finance Accounting

Rata-rata pemilik usaha salon mencampuradukkan antara kebutuhan untuk salon dengan rumah tangga.  Ada baiknya proses ini dipisahkan sehingga pemilik salon dapat melakukan proses pengembangan bisnis secara optimal.  Misalnya untuk menjaga cashflow atau pembayaran supplier dan karyawan secara tepat.  Belum lagi biaya listrik dan sewa tempat yang tentunya tidak sedikit.  Perhitungan COGS (Cost of Good Sold) juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam menetapkan harga dari jasa pelayanan Anda.

Penerapan Standard Operating Procedure yang tepat diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam proses penanganan operasional bisnis Anda.  Lakukan proses pengembangan bisnis dengan referensi eksternal secara tepat dan akurat sehingga bisnis Anda dapat berkembang.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure untuk Jasa Retail Mini Market

Beberapa masa belakangan ini, bisnis manajemen retail sangat menjamur.  Didukung adanya kondisi sistem franchise yang kuat serta adanya dukungan dari produsen barang itu sendiri, bisnis retail dapat menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan dalam usaha Anda.  Tertarik untuk mendalami bisnis ini, tetapi tidak ingin melakukan pengembangan sistem franchise nya.  Salah satu tahapan penting yang harus dipertimbangkan dalam membuat usaha ini adalah mempersiapkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk jasa retail.

Apa saja yang menjadi isi dari Standard Operating Procedure untuk jasa retail mini market ini:

(1)  SOP Proses Pengadaan barang

Dalam suatu bisnis retail, mengedepankan keberadaan barang adalah penting.  Komponen yang membuat orang terus datang ke minimarket Anda adalah kelengkapan barang yang ada di dalam mini market itu sendiri.  Standard Operating Procedure yang harus ditetapkan dalam usaha ini adalah proses identifikasi kebutuhan barang yang dikaitkan dengan frekuensi pembelian, proses pengadaan stock barang itu sendiri serta pemeriksaan waktu return atau expired date dari barang itu sendiri.  Tidak ada salahnya pemilik mini market juga menetapkan barang yang menjadi pertimbangan pembeli untuk datang ke tempat Anda karena harga dan kualitas bersaing, pastikan juga bahwa Anda dapat mengidentifikasi keunikan dari daerah di mana Anda membuka retail mini market sehingga menjadi cukup menarik untuk pengunjung terus berkunjung.

(2) SOP Pelayanan

Salah satu pengembangan terpenting dari konsep retail adalah pelayanan, dimana pengunjung selain dilayani secara cepat (sebaiknya jangan menyebabkan pelanggan menunggu), juga menetapkan konsep keakuratan dari perhitungan (disertai bukti dan nota pembayaran), serta memastikan bahwa pelayan secara ramah melayani pelanggan. Standar penampilan dan bertutur kata menjadi sangat penting mengingat individu yang akan dilakukan proses pelayanan adalah manusia.

(3) SOP Inventory

Salah satu bagian terpenting dari manajemen retail adalah adanya penetapan inventory.  Sistem inventory dibagi menjadi dua yaitu inventory swalayan dan non swalayan.  Bisnis retail dengan sistem inventory swalayan artinya menetapkan proses penggabungan stock barang ke area pelayanan, dimana meskipun dapat menstimulus peningkatan penjualan juga beresiko adanya kehilangan barang.  Sedangkan sistem inventory dengan sistem non swalayan cenderung beresiko rendah namun harus memperhatikan penataan secara tepat agar dapat menarik pelanggan.  Bisnis retail harus dapat memperhatikan adanya proses pemeriksaan terhadap status stock yang dijalankan secara terus-menerus dalam periode rutin, pencatatan terhadap status stock adalah parameter penting yang harus dievaluasi.

(4) SOP Finance Accounting

Kondisi manajemen retail yang cepat, membuat pemilik harus melakukan proses up date harga secara tepat dan akurat.  Pastikan dalam proses penyusunan SOP Finance Accounting, pihak manajemen memperhatikan status laporan pembelian dan penjualan barang secara akurat serta survey harga untuk memastikan bahwa harga yang Anda tetapkan bukanlah harga yang terlalu tinggi yang di kemudian hari dapat beresiko beralihnya bisnis Anda atau juga harga yang terlalu rendah, sehingga Anda sulit untuk membeli kembali barang untuk dijual.  Penetapan COGS (Cost of Good Sold) menjadi nilai penting untuk transaksi bisnis yang Anda kembangkan.

Bagaimana dengan bisnis dan usaha Anda saat ini? Peningkatan omset yang tinggi sebaiknya dibarengi dengan manajemen retail yang tepat dan akurat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pentingnya Coaching dan Counseling dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melihat fungsi departemen sumber daya manusia hanya sebagai penjaga strategis dalam memastikan kebijakan dan peraturan terimplementasi.  Akibatnya banyak perusahaan mengalami konflik yang disebabkan adanya perasaan untuk menjalankan aturan dengan paksaan.  Konsep pemberian aturan dan strategis dalam mengelola manusia adalah suatu bentuk seni yang menarik untuk dikaji, karena bagaimana pun juga mengelola manusia itu sangat membutuhkan pengetahuan dan pengalaman.

Lalu muncul pertanyaan apakah mengelola manusia hanya menjadi tanggung jawab dari pihak dan unit kerja HRD saja namun juga dibutuhkan kepada pihak pimpinan unit perusahaan agar dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja.  Salah satu hasil survey, menyatakan bahwa ketidakcocokan dengan atasan dapat menjadi faktor utama mengapa seorang karyawan keluar dari perusahaan.  Ada baiknya bagi perusahaan untuk melakukan program pengembangan dan optimalisasi konsep coaching dan counseling sebagai bagian dari penetapan fungsi dan kinerja manajer yang ada dalam perusahaan, sehingga tidak menjadi tangung jawab unit HRD semata.

Fungsi Coaching

Penerapan fungsi coaching sangat dibutuhkan untuk proses pendampingan atau orientasi kepada individu yang ada dalam perusahaan untuk mengasah skill yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan dalam memastikan adanya kesesuaian kompetensi dengan jabatan yang ditetapkan tersebut.  Contoh seperti fungsi coaching yang terkait dengan peranan dari fungsi sales, yang mana membutuhkan pengembangan dan optimalisasi dari kapasitas dan keahlian dari kompetensi sales yang ada dalam perusahaan.  Fungsi dan pengembangan perananan sales ini menjadi aspek yang utama untuk dioptimalkan dalam peranan coaching dibandingkan training.

Konsep coaching, memungkinkan individu untuk dinilai langsung di lapangan.  Sehingga ketika ditemukan penyimpangan, langsung dapat diperbaiki.  Sedikit berbeda dengan fungsi pelatihan, yang mana individu diminta untuk mempraktekan secara langsung dan proses perbaikan juga dijalankan secara langsung.

Fungsi Counselling

Fungsi counselling adalah tahapan proses konsultasi yang ditetapkan untuk melakukan proses konsultasi kepada karyawan lebih berkaitan kepada peningkatan motivasi yang ditetapkan oleh karyawan tersebut.  Bagaimana suatu tahapan pengembangan motivasi dijalankan agar kinerja menjadi sesuai jalur.  Proses counselling juga dapat berguna sebagai bentuk optimalisasi dan pengembangan terhadap konsep pengendalian emosional, konflik ataupun pengubahan mindset dari karyawan.  Pendekatan secara personal diharapkan dapat membentuk persepsi positif yang dapat menciptakan performa kerja yang optimal terhadap output perusahaan itu sendiri.

Melakukan program coaching dan counselling adalah strategi yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis dalam perusahaan Anda.  Bagaimana tahapan proses implementasi program, gunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan fungsi coaching dan counselling dalam perusahaan Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Satu Langkah Menuju ISO 9001:2008

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP)? Apakah sudah diimplementasikan dengan baik? Apabila dua pertanyaan tersebut adalah sudah dijalankan, berarti perusahaan Anda sudah saatnya untuk memikirkan penerapan ISO 9001:2008.  Apakah menerapkan ISO 9001:2008 merupakan suatu teknik dan strategi yang sulit?

Pada prinsipnya apabila perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure, maka penerapan dan implementasi ISO adalah hal yang merupakan “satu langkah” untuk lebih maju.  Lalu tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan?

(1) Pelatihan Persyaratan ISO 9001:2008

Lakukan proses pengembangan sistem implementasi manajemen untuk kegiatan Sistem ISO 9001:2008.  Dalam kegiatan pelatihan ini, dipastikan seluruh karyawan memahami konsep-konsep yang terkait dengan program ISO.  Bagaimana penerapan yang tepat dalam SOP perusahaan dikaji dan dianalisis dalam persyaratan ISO 9001:2008 yang ada.  Pengembangan konsep ini menjadi penting dan kritikal karena SOP yang dimiliki oleh perusahaan akan dilakukan proses pembedahan secara akurat untuk menganalisis kecukupannya terhadap standar ISO.

(2) Pengkajian dokumentasi

Lakukan pengkajian terhadap dokumen yang dimiliki untuk melihat tingkat kecukupan dari dokumen yang dimiliki tersebut.  Koreksi dan tambahkan Standard Operating Procedure di perusahaan Anda, agar terjadi kesesuaian dengan Standard Operating Procedure.

(3) Tetapkan tim internal audit

Bentuk dan latih tim auditor Anda untuk menjadi auditor ISO 9001:2008.  Sulitkah? Perusahaan Anda dapat melakukan proses pencarian provider yang tepat dan memadi untuk melakukan program audit internal.  Lakukan pengembangan secara tepat dan optimal di lapangan untuk mengefektifkan evaluasi penerapan sistem.

Pertimbangkan penerapan program ISO 9001:2008 sebagai tahapan strategi bisnis Anda untuk menjadi lebih kompetitive dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat sebagai pendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)