Pentingnya Perusahaan dalam Menjalankan Inovasi

Dalam era kompetisi bisnis yang ketat dan kuat, menjadi suatu bentuk keharusan untuk memastikan bahwa perusahaan harus menerapkan Sistem Manajemen Inovasi yang kuat baik itu secara internal dan eksternal.  Ketika dalam suatu program konsultasi dijalankan, banyak manajer yang mengalami kesulitan yang sangat berarti ketika program inovasi ini akan dijalankan dalam perusahaan.  Mengapa ini terlihat sulit? Seperti apakah jenis inovasi yang harus dijalankan dalam perusahaan itu sendiri?

Banyak perusahaan melihat inovasi adalah perubahan produk, apabila kita melihat pada sektor industri barang, dimana inovasi adalah konsep untuk membuat produk baru yang memberikan suatu keunikan dan suatu sensasi baru yang menarik dan seharusnya menjadi suatu bentuk TALK OF THE DAY dari setiap orang.  Lalu perusahaan lainnya melihat inovasi adalah perubahan pelayanan, seperti mengganti logo dari karyawan, mengganti TAGLINE dari perusahaan, mengubah warna seragam dan bahkan merubah lay out dari bisnis.

Banyak perusahaan berusaha keras untuk menjelaskan kepada konsumennya bahwa inovasi telah dijalankan dalam perusahaan dan semuanya bertujuan untuk memastikan kepuasan pelanggan tercapai.  Namun apakah hanya sebatas itu inovasi dapat dijalankan?

Kembali lagi ke dalam internal perusahaan, sudahkan dikembangkan konsep pengembangan inovasi kepada setiap unit kerja.  Contoh kasus menarik yang ditemukan dalam suatu konsep pencegahan kecelakaan kerja di dalam perusahaan.  Dimana perusahaan mengalami permasalahan adanya kecelakaan kerja yang muncul setiap harinya dan hal tersebut menyebabkan adanya kerugian yang cukup besar dari pengembangan bisnis manajemen perusahaan itu sendiri.  Proses produksi terhambat, adanya produktivitas karyawan yang menurun akibat penurunan fungsi psikologis dan hal teknis lainnya yang dapat secara signifikan menghambat bisnis.

Manajemen merumuskan untuk membuat konsep SUMBANG SARAN dimana setiap saran yang sifatnya inovasi dan sangat signifikan untuk mengurangi kecelakaan kerja dapat diimplementasikan dan dikembangkan secara bisnis.  Lalu dibentuklah tim panitia evaluasi untuk proses pengembangan sumbang saran ini, ide yang kreatif dan inovasi akan diberi penghargaan yaitu adanya pembubuhan nama individu yang ada dalam pemberian ide tersebut ke dalam SOP ataupun proses yang dijalankan.

Hal ini ternyata secara signifikan dapat menurunkan kecelakaan kerja dan yang lebih menarik proses implementasi yang dikembangkan dalam perusahaan lebih cepat teraplikasikan.  Sangat menarik karena organisasi mau dengan rendah hati belajar kepada seorang individu karyawan.  Inilah nilai essensial yang paling terpenting dalam program penerapan Inovation Management System dalam bisnis perusahaan.  Kenapa tidak Anda memulainya dari sekarang? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan mengoptimalkan Inovation Management System dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Evaluasi dan Perumusan Standar Kompensasi dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melupakan proses penetapan pentingnya untuk melakukan proses perumusan yang tepat bagi standar kompensasi yang ada dalam perusahaan.  Contoh kasus menunjukkan bahwa standar kompensasi dalam perusahaan secara umum terbentuk akibat adanya proses negosiasi awal ketika seorang individu pekerja akan masuk menjadi karyawan dalam perusahaan tersebut, kemudian berjalan seiringnya waktu kenaikan dijalankan oleh manajemen berdasarkan aspek subyektifitas dan obyektifitas yang tersistematis yang kemudian mengakibatkan adanya pembengkakan gaji karyawan dan yang lebih memperparah keadaan adalah kondisi bahwa kompensasi tidak berjalan seiring dengan produktivitas yang terbentuk dalam perusahaan itu sendiri.

Penetapan dan perumusan standar kompensasi yang tepat dalam perusahaan, sebaiknya ditetapkan dalam perusahaan sebelum perusahaan tersebut berkembang menjadi besar.  Acuan kompensasi serta sistematika dari peningkatan gaji harus dipertimbangkan secara tepat sehingga besaran budget akan berjalan seiring dengan output produktivitas.

Tahapan proses perumusan standar kompensasi yang tepat dalam perusahaan dapat dijalankan dengan tahapan sebagai berikut:

(1) Melakukan proses analisis jabatan

Menetapkan dan menyusunan evaluasi yang lengkap dan tepat terkait dengan proses analisis jabatan.  Kegiatan dan fungsi analisis jabatan yang dijalankan tersebut harus sesuai dengan uraian pekerjaan yang ditetapkan dalam perusahaan.  Tetapkan beban kerja untuk kemudian menghasilkan indeks dari analisis jabatan yang dimaksudkan tersebut.

(2)  Penetapan analisis pasar

Lakukan proses analisis pasar yang terkait dengan standar gaji yang ada dalam perusahaan.  Lakukan proses perumusan dan penetapan yang terkait dalam standar kompensasi yang dimaksud untuk memastikan bahwa penetapan kompensasi tidak melebihi standar gaji yang ada dalam pasaran.  Hal ini untuk menjaga tingginya turn over dari karyawan

(3) Pemasahan unsur kompensasi yang tepat

Lakukan pembentukan komponen gaji ke dalam bentuk gaji pokok, tunjangan dan fasilitas.  Penetapan dan perumusan ini harus dipastikan sesuai dengan prestasi dan output kinerja dari fungsi jabatan yang dimaksud.

Lakukan evaluasi penetapan gaji yang ada dengan mengkaitkan dengan sistem manajemen unjuk kerja (KPI/ Key Performance Indicator) dimana proses penetapan dan optimalisasi dari perumusan ini harus dapat dipastikan memenuhi standar kompensasi yang tepat dan optimal dalam perusahaan.Konsep sistem manajemen unjuk kerja ini dikembangkan untuk menjaga keseimbangan antara performa dan kompensasi.  Susun SOP dan skema pengembangan kompensasi yang tepat dalam perusahaan (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Program Management Training dalam Perusahaan

Banyak perusahaa melakukan proses penerapan Management Training yang ada dalam perusahaan untuk memastikan adanya pengembangan dan desain sumber daya manusia yang tepat.  Pengembangan program Management Training itu sendiri bertujuan untuk memastikan adanya ketersediaan sumber daya manusia yang tepat guna dan sesuai dan kebutuhan yang ada dalam perusahaan dimana selain siap pakai dan dapat mengembangkan figur pengembangan aspek kepemimpinan yang ada dalam perusahaan.

Dalam mengembangkan program MT itu sendiri satu hal yang harus dipertimbangkan adalah masalah budget untuk pengembangan aplikasi program yang dimaksud dan konsistensi dari program itu dijalankan.  Sedikit berbeda dengan program rekruitmen karyawan secara normal program MT dikembangkan untuk dapat mengaplikasikan pertambahan nilai karyawan secara signifikan dengan intervensi manajemen yang kuat.  Beberapa faktor yang harus dengan seksama dipertimbangkan daam melakukan pengembangan program MT adalah dengan menjalankan hal sebagai berikut:

(1) Melakukan proses rekruitmen

Dalam kegiatan rekruitmen untuk program Management Training, penetapan persyaratan untuk personel yang akan mengikuti program ini harus dipastikan sesuai dengan program, seperti latarbelakang pencapaian akademis dan sebaiknya dipastikan memiliki latar belakang pengalaman kerja yang belum banyak agar mempermudah pembentukan individu tersebut ke dalam program.

(2) Pengembangan sistem orientasi dan pelatihan

Perusahaan harus menyiapkan sistem pendukung orientasi dan pelatihan yang optimal untuk dikembangkan dan ditetapkan sesuai dengan bentuk organisasi.  Penetapan study kasus, pemecahan masalah maupun kelompok kerja yang tepat bertujuan untuk melakukan seleksi dan pengembangan terhadap individu yang ada dalam program tersebut.

(3) Pengembangan karir

Hal ini menjadi bagian yang sangat penting untuk dapat menjadi arena uji kompetensi sumber daya manusia yang ditempatkan tersebut.  Seleksi dan pengembangan harus dipastikan dijalankan sesuai dengan aspek yang dipersyaratkan dalam perusahaan.

Lakukan pengembangan program Management Training dalam perusahaan secara tepat dan optimal.  Lakukan proses evaluasi program dan pengembangan secara sistematis agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan handal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perencanaan Tenaga Kerja yang Tepat

Perusahaan yang sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan bisnisnya secara umum dapat memunculkan konsep yang kompetitif tentu membutuhkan adanya dukungan dari tenaga sumber daya manusia yang kuat dan tepat.  Melakukan proses perencanaan untuk tenaga kerja juga bukanlah hal yang cukup mudah untuk dilakukan perusahaan.  Beberapa perusahaan mengkhawatirkan tidak adanya potensi peningkatan bisnis yang sesuai dengan proses rekruitmen atau informasi terhadap status dari ketersediaan tenaga kerja itu sendiri.

(1) Tetapkan strategi dan target pengembangan bisnis

Di sinilah perusahaan harusnya sudah mulai menetapkan dan mencari bentuk manajemen perusahaan yang tepat sehingga peningkatan optimal dalam bisnis bisa tercapai.  Buat target dari bisnis yang ada tersebut dengan tepat berdasarkan asumsi-asumsi yang ditetapkan dalam bisnis yang ada dalam Perusahaan Anda.  Kemudian tetapkan program dan strategi yang akan dikembangkan termasuk di dalamnya adalah langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target dan strategi yang dimunculkan dalam pengembangan bisnis perusahaan Anda tesebut.

(2) Melakukan proses realisasi program kerja

Realisasikan program kerja menjadi suatu bentuk Standard Operating Procedure yang tepat sehingga proses dari pengembangan realisasi itu menjadi suatu bentuk langkah yang nyata.  Dari Standard Operating Procedure tersebut kemudian dilakukan penetapan pengembangan program kerja yang dijalankan di lapangan.  Termasuk di dalamnya adalah menetapkan uraian kerja, fungsi dan tanggung jawab dalam melakukan proses implementasi Standard Operating Procedure yang dijalankan di lapang.

(3) Menetapkan Budget dari Tenaga Kerja

Lakukan proses penetapan budget untuk tenaga kerja yang akan menjalankan Standard Operating Procedure yang dimaksud.  Termasuk di dalamnya adalah memastikan nilai pengembalian dari nilai tenaga kerja tersebut ke dalam target kerja dan sasaran kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.  Bagaimana tahapan proses dan pengembangan dari manajemen operasional yang ada dalam perusahaan itu sendiri dapat dijalankan.

Dengan menjalankan langkah yang tepat, program perencanaan tenaga kerja adalah proses dan pengembangan yang optimal dalam operasional dan penetapan aspek manajemen yang dijalankan. Lakukan program perencanaan tenaga kerja yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep bisnis yang ada dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain dan Mengaplikasikan Program Efisiensi dalam Perusahaan Secara Tepat

Banyak perusahaan melihat kebutuhan program efisiensi sebagai suatu kebutuhan dan persyaratan yang wajib dalam manajemen operasional, dimana konsep untuk menjadi lebih efektif adalah suatu tahapan pengembangan manajemen yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Banyak perusahaan yang melakukan penetapan program efisiensi dengan cara yang salah kaprah, sehingga mengakibatkan munculnya masalah kualitas produk, keluhan ketidaknyamanan oleh karyawan dan proses operasional yang justru malah dapat mengakibatkan keborosan yang muncul dalam perusahaan itu sendiri.

Lakukan proses pendesainan terkait dengan program efisiensi dalam yang ada dalam perusahaan secara tepat untuk memastikan tujuan dan nilai dari perusahaan justru mendapatkan nilai profit yang tepat.

(1) Tetapkan tujuan dari program efisiensi

Lakukan proses identifikasi dan perumusan tujuan efisiensi serta nilai dan target efisiensi yang ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.  Seperti berapa nilai nominal yang ditetapkan untuk memastikan bahwa program efisiensi itu dapat berjalan secara tepat dan akurat. Kemudian lakukan proses penetapan program dan langkah-langkah yang tepat untuk dapat memastikan tujuan tersebut tercapai.

(2) Lakukan analisis kelayakan program

Lakukan perhitungan analisis kelayakan dari program efisiensi yang dimaksudkan tersebut.  Seperti perhitungan benefit cost ratio, dimana program efisiensi yang dimaksudkan tersebut bukan hanya menjadi program yang mereduksi cost namun justru dapat melakukan proses peningkatan nilai keuntungan.  Sehingga menjadi hal yang lumrah apabila pemilik perusahaan melihat pengembangan program efisiensi adalah strategi untuk jangka panjang bisnis.

(3) Lakukan perhitungan kapasitas manajemen

Efisiensi adalah kerja keras, dan itu tidak hanya menyangkut pada individu tertentu yang ada dalam perusahaan namun untuk melihat aspek jangka panjang yang muncul di depannya ke dalam bisnis sebagai tanggung jawab seluruh organisasi yang ada dalam perusahaan.

Menjadi suatu nilai penting pada saat ini dalam seluruh bisnis, bahwa kompetisi menjadi suatu aspek penting untuk menguji perusahaan menjadi kekuatan ke dapan dalam mengoptimalkan keuntungan bisnis. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola dan mengembangkan kelayakan program efisiensi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan dalam Melakukan Proses Rekruitmen

Beberapa perusahaan besar mengeluhkan tingkat kesulitan untuk melakukan proses rekruitmen yang sulit.  Karyawan yang dipilih dengan seksama dan melalui serangkaian test ternyata rontok di dalam perjalannya untuk mencapai prestasi optimal dalam bekerja.  Lalu apa yang menjadi penyebab dari ketidaksesuaian proses rekruitmen yang dijalani oleh perusahaan itu sendiri sehingga tidak dapat mengambil kandidat yang potensial untuk bisnis dalam perusahaan.

(1) Kesalahan Pertama: Keterlibatan User dalam Rekruitmen

Tim rekruitmen sedari awal proses rekruitmen seharusnya melibatkan user dalam proses rekruitmen termasuk di dalamnya adalah perencanaan untuk individu yang akan direkruit.  Lakukan penetapan aspek kompetensi dan personality yang dibutuhkan untuk calon karyawan baru.  Ada baiknya apabila tim rekruitmen itu sendiri secara mendalam memahami proses rekruitmen yang ditetapkan dalam perusahaan itu sendiri.

(2) Kesalahan Kedua: Memaksa agar calon kandidat diterima

Dalam kondisi tertentu dimana kebutuhan akan calon kandidat ini sangat dibutuhkan, maka tim rekruitmen memaksa kandidat yang belum tepat untuk masuk dan bekerja.  Nilai urgency dan ketersediaan calon yang tepat dapat menyebabkan tim rekruitmen merasa tidak adanya pilihan untuk mencari karyawan. Sehingga meskipun dalam tahapan seleksi calon kandidat yang dimaksud belum memenuhi standar persyaratan namun karena unsur “keterpaksaan” karyawan tersebut diterima dalam perusahaan.

(3) Kesalahan Ketiga: persepsi rekruitmen

Kegiatan rekruitmen itu bukan hanya tahapan seleksi saja, namun proses dalam melatih karyawan agar dapat menjalankan fungsi pekerjaan dalam orientasi merupakan nilai penting.  Kegiatan ini merupakan salah satu ruang lingkup dari kegiatan rekruitmen itu sendiri.

(4) Kesalahaan Keempat: fokus terhadap gaji

Banyak perusahaan gagal merekruit karyawan karena terkait dengan fokus gaji karyawan.  Dimana status dan standar gaji menghalangi perusahaan untuk mendapatkan batasan standar persyaratan yang tidak sesuai.  Banyak perusahaan gagal melakukan proses pengambilan karyawan akibat kesalahan dalam melakukan negosiasi gaji.

(5) Kesalahan Kelima: tidak transparan dalam menginformasi detail perusahaan serta tugas dan tanggung jawab

Salah satu kekecewaan terbesar yang menyebabkan banyak kandidat tidak meneruskan bekerja dalam perusahaan adalah adanya mimpi surga yang dijanjikan oleh tim rekruitmen.  Mengingat surga tidak seindah kenyataannya, maka dapat dilihat bahwa konsep transparansi harus dijelaskan termasuk tugas dan tanggung jawab serta resiko yang menyertai pekerjaannya tersebut.

Menyusun program rekruitmen yang tepat adalah langkah strategis untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aspek bisnis yang ada dalam perusahaan.  Lakukan penyusunan program rekruitmen yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Banyak perusahaan melihat bahwa kegiatan rekruitme

Pembentukan Assessment Centre dalam Perusahaan

Perusahaan yang sudah menerapkan manajemen berbasiskan kompetensi, memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.  Salah satu dari pekerjaan rumah yang dimaksud adalah dengan membuat assessment centre (pusat assessment), dimana pusat assesment ini merupakan sarana pengujian terkait dengan hard competency dan soft competency. Lalu bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk melakukan proses pembentukan assessment centre itu sendiri?

(1) Melakukan proses penetapan metode pengujian

Hal ini merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan ketika membuat assessment centre.  Standard Operating Procedure harus ditetapkan untuk memastikan bahwa metode pengujian dalam proses penetapan evaluasi kompetensi harus ditetapkan.

(2) Melakukan proses pembuatan sistem seleksi assessor

Tetapkan kualifikasi yang terkait dengan tim assessor yang akan melakukan program pengujian.  Pastikan penetapan kompetensi tim asessor ini sesuai dengan persyaratan.

(3) Sistem penilaian dan verifikasi

Pastikan bahwa proses pengujian ini dilengkapi dengan sistem penilaian dan verifikasi yang tepat sehingga dalam proses pengembangan dan aplikasi dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Lakukan proses penyusunan asessment centre yang tepat dalam perusahaan.  Pencarian referensi eksternal yang tepat dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bisnis dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyeimbangkan Punishment dan Reward

Salah satu hal yang penting yang menjadi pertimbangan dalam menjalankan program punishment dan reward dalam perusahaan adalah menyeimbangkan konsep ini secara tepat.  Dalam beberapa perusahaan ditemukan bahwa memberikan konsep punishment yang terlalu keras dan mengikat justru akan menutup proses penciptaan motivasi dalam diri karyawan.

Konsep dan dinamika dari motivasi terbentuk dari munculnya penghargaan terhadap pencapaian target kinerja karyawan.  Ibarat seorang pelari, untuk pelatihan tentu dimulai dari ukuran yang paling pendek jaraknya, kemenangan pada jarak pendek dapat menciptakan rasa percaya diri yang membuat pelari tersebut dapat menempuh waktu yang lebih lama dan lebih panjang.

Pemberian punishment tanpa reward dapat mengakibatkan seorang karyawan tidak mendapatkan suatu alasan untuk mencapai titik tujuan sesuai dengan persyaratan yang ada.  bagaimana pengembangan dari prilaku motivasi dari karyawan sulit untuk terbentuk dan justru akan menimbulkan demotivasi.  Hal yang menarik bukan? Lakukan proses analisis dan penyusunan punishment dan reward yang tepat dalam perusahaan Anda.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan penyusunan aspek ini. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Budget Unit Kerja Sumber Daya Manusia

Unit kerja HR (Sumber Daya Manusia) menjalankan fungsi perencanaan strategis yang terkait dengan pengembangan manajemen sumber daya manusia.  Konsep pengembangan strategis itu menyangkut proses perencanaan, implementasi dan evaluasi yang terkait dengan pengembangan perencanaan sumber daya manusia.  Penetapan dan aplikasi yang terkait dengan perencanaan biaya budget dalam unit kerja sumber daya manusia untuk memastikan proses dan penetapan sistem terealisasikan secara tepat sesuai dengan standar persyaratan.

Lalu jenis budget apa saja yang ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan yang diaplikasikan dalam perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia yang ditetapkan dalam perusahaan.

(1) Budget kebutuhan sumber daya manusia

Budget ini terkait dengan kebutuhan akan biaya rekruitmen, baik itu akan kegiatan rekruitmen internal maupun rekruitmen eksternal. Dimana seluruh tahapan terhadap perencanaan biaya terukur dalam budget yang dimaksud ini.

(2) Budget perencanaan pengembangan sumber daya manusia

Budget ini berhubungan dengan proses perencanaan terkait dengan pengembangan sumber daya manusia termasuk di dalamnya adalah program pelatihan serta pembinaan pelatihan yang terkait dengan optimalisasi kompetensi sumber daya manusia.

(3) Budget turn over karyawan

Proses keluar dan masuknya karyawan juga menjadi salah satu komponen biaya yang akan dimaksudkan ke dalam budge pengadaan dan alokasi sumber daya manusia dalam perusahaan.  Di dalam proses ini perhitungan bukan hanya biaya dari pemberian uang jasa kepada karyawan yang keluar, maupun proses rekruitmen ulang namun juga meliputi biaya dari perhitungan opportunity loss yang muncul akibat keluarnya karyawan tersebut.

Lakukan proses perencanaan dan perancangan desain budget secara tepat dan akurat.  Estimasi dilakukan dengan melakukan proses pengukuran perhitungan dari biaya sebelumnya yang kemudian diaplikasikan ke dalam biaya unit kerja yang terhitung. Proses pengembangan dan optimlaisasi konsep budget tersebut harus ditetapkan secara baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Aplikasi Keamanan Pangan pada Produk Ready to Eat

Dalam proses apliasi pengembangan produk perikanan dengan kapasitas pengembangan value added, hal yang paling penting bagaimana sistem manajemen keamanan berperan dalam proses yang dimaksud.  Pembuatan jenis produk ready to eat sangat menjanjikan pasar yang luas dengan nilai jual yang lebih tinggi.  Konsep sistem manajemen keamanan pangan yang dijalankan pun bukanlah suatu konsep sederhana yang seperi kita lakukan untuk jenis produk ready to cook, yang mana proses konsumsi harus melewati proses pengolahan terlebih dahulu.

Beberapa tahapan aplikasi keamanan pangan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

(a) Kualitas bahan baku

Penetapan kualitas bahan baku yang digunakan untuk proses produksi.  Dimana penetapan bahan baku harus diperiksa secara tepat agar kualitas sesuai dengan kualitas yang direferensikan baik untuk sisi keamanan pangan maupun kualitas proses di lapangan.  Beberapa jenis produk ready to eat harus melewati proses dengan kapasitas yang cukup ekstrem seperti pemanasan secara tiba-tiba (thermal shock) ataupun dengan mengemas dalam larutan brine atau saus tertentu yang dalam kondisi tertentu akan mengganggu ras asli bahan baku yang dimaksud.

(b) Spesifikasi proses pengolahan

Penetapan karakteristik pengolahan harus diperhatikan secara seksama.  Pastikan adanya proses validasi keamanan pangan yang tepat untuk memastikan bahwa proses pengolahan tersebut dapat menjadi langkah akhir yang tepat sebelum produk tersebut dikonsumsi oleh konsumen.  Fungsi pengendalian menjadi bagian penting yang harus dipastikan termonitor.

(c) Tahapan pengemasan

Menjalankan proses pengemasan secara tepat. Lakukan seleksi jenis pengemasan, pilih jenis pengemas yang memiliki resiko paling rendah selama proses distribusi.  Lakukan pemantauan secara tepat terhadap aplikasi sistem pengemasan di lapangan.

(d) Proses distribusi

Pastikan distributor yang melakukan proses pengiriman dan distribusi barang memahami karakteristik barang, termasuk tata cara penanganan temperatur, penyimpanan dan penjelasan terhadap konsumen.  Adalah menjadi tanggung jawab produsen untuk membuat label produk yang sesuai dengan peraturan keamanan pangan yang dimaksud.

Proses jaminan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama bagi pelaku bisnis untuk menghasilkan produk ini.  Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa bisnis ini dapat dikelola secara cermat dan aman untuk konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)