Satu Langkah Menuju ISO 9001:2008

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP)? Apakah sudah diimplementasikan dengan baik? Apabila dua pertanyaan tersebut adalah sudah dijalankan, berarti perusahaan Anda sudah saatnya untuk memikirkan penerapan ISO 9001:2008.  Apakah menerapkan ISO 9001:2008 merupakan suatu teknik dan strategi yang sulit?

Pada prinsipnya apabila perusahaan Anda sudah memiliki Standard Operating Procedure, maka penerapan dan implementasi ISO adalah hal yang merupakan “satu langkah” untuk lebih maju.  Lalu tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan?

(1) Pelatihan Persyaratan ISO 9001:2008

Lakukan proses pengembangan sistem implementasi manajemen untuk kegiatan Sistem ISO 9001:2008.  Dalam kegiatan pelatihan ini, dipastikan seluruh karyawan memahami konsep-konsep yang terkait dengan program ISO.  Bagaimana penerapan yang tepat dalam SOP perusahaan dikaji dan dianalisis dalam persyaratan ISO 9001:2008 yang ada.  Pengembangan konsep ini menjadi penting dan kritikal karena SOP yang dimiliki oleh perusahaan akan dilakukan proses pembedahan secara akurat untuk menganalisis kecukupannya terhadap standar ISO.

(2) Pengkajian dokumentasi

Lakukan pengkajian terhadap dokumen yang dimiliki untuk melihat tingkat kecukupan dari dokumen yang dimiliki tersebut.  Koreksi dan tambahkan Standard Operating Procedure di perusahaan Anda, agar terjadi kesesuaian dengan Standard Operating Procedure.

(3) Tetapkan tim internal audit

Bentuk dan latih tim auditor Anda untuk menjadi auditor ISO 9001:2008.  Sulitkah? Perusahaan Anda dapat melakukan proses pencarian provider yang tepat dan memadi untuk melakukan program audit internal.  Lakukan pengembangan secara tepat dan optimal di lapangan untuk mengefektifkan evaluasi penerapan sistem.

Pertimbangkan penerapan program ISO 9001:2008 sebagai tahapan strategi bisnis Anda untuk menjadi lebih kompetitive dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat sebagai pendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Menggunakan Metode QFD untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Bagi perusahaan yang sudah melaksanakan dan melakukan proses implementasi ISO 9001:2008 tentunya proses pengukuran kepuasan pelanggan bukanlah hal yang aneh untuk dilakukan.  Namun hal yang terpenting yang seharusnya diperhatikan adalah bagaimana menetapkan tindak lanjut dari hasil pengukuran kepuasan pelanggan.  Tentu saja harus dengan menetapkan tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap hasil dari ketidakpuasan yang muncul.

Pendekatan Quality Function Deployment adalah suatu teknik yang tepat yang dapat digunakan dalam menetapkan tindak lanjut dari ketidakpuasan pelanggan.  Hasil dari penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan dapat dijalankan dengan adanya proses yang terukur dan tervalidasi sehingga benar-benar mencapai hasil yang diinginkan. Pendekatan yang sistematis dalam bentuk penetepan metodologi dapat membantu banyak perusahaan, khususnya perusahaan jasa dalam mendapatkan dukungan manajemen untuk menetapkan kebijakan yang tepat berdasarkan atas informasi faktual.

Program pelatihan satu hari untuk mempelajari dan memahami Quality Function Deployment sebagai tindak lanjut dari proses kepuasan pelanggan dapat memberikan nilai kontribusi dalam arti yang tepat.  Adapun silabus pelatihan kami memuat informasi pelatihan sebagai berikut:

(1) Proses penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan

(2) Teknik pengukuran reliabilitas dan validitas alat ukur

(3) Pemahaman house of quality

(4) Penempatan status tindak lanjut dari kepuasan pelanggan dalam matriks house of quality

Menjadi hal yang sangat penting untuk dapat mengolah data kepuasan pelanggan di perusahaan Anda menjadi suatu bentuk nilai positif yang kuat bagi bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menetapkan Format Struktur Organisasi dalam Industri Perikanan

Dalam industri perikanan, fungsi operasional produksi menjadi suatu bentuk strategi internal yang harus ditetapkan dengan nilai komitmen yang tinggi untuk dapat memastikan bahwa konsep implementasi Sistem Jaminan Keamanan Pangan dalam suatu industri pangan dapat dijalankan secara efektif.  Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk memastikan adanya optimalisasi dari penyusunan struktur organisasi dalam perusahaan.

Penyusunan struktur memberikan format yang optimal dan kuat dalam memastikan produktivitas dan keamanan pangan dapat berjalan seiring secara tepat.  Lalu bagaimana proses ideal dalam melakukan proses penetapan standar implementasi dari format struktur organisasi yang ada dalam perusahaan.

(1)  Fungsi dari supervisor

Industri perikanan yang bersifat sangat padat karya, membutuhkan adanya penetapan lini supervisor yang kuat dalam internal organisasinya.  Penetapan titik penempatan fungsi supervisor dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, misalnya dengan membagi dalam berbagai fungsi spesialis atau membagi dalam beberapa jumlah individu atau personel yang terkait dalam penerapan sistem manajemen yang dimaksud.

Supervisor itu sendiri harus memiliki fungsi koordinasi yang kuat untuk memastikan bahwa konsep dan pengembangan manajemen operasional yang ditetapkan dalam perusahaan dapat dipastikan untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan agar output produksi yang ditetapkan berada dalam tahapan yang konsisten dengan komitmen manajemen.

(2) Fungsi dari Manager Produksi

Penetapan fungsi manager produksi tidak secara tepat dan optimal memastikan bahwa fungsi operasional dari bisnis dijalankan sesuai dengan kebijakan perusahaan.  Aspek pengawasan budget serta pertimbangan pengukuran kapasitas menjadi tanggung jawab utama yang dimiliki oleh manajemen operasional yang ada dalam perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimanakan tata laksana format produksi yang ditetapkan dalam manajemen operasional di perusahaan Anda.  Lakukan proses pengkajian secara tepat untuk memastikan bahwa fungsi organisasi dapat dijalankan untuk memberikan output produktivitas optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Team Building di dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang salah dalam melakukan proses pembentukan kinerja tim di dalamn perusahaannya.  Bahkan hal yang paling serius untuk dipahami bahwa, banyak komponen individu yang berada dalam perusahaan itu sendiri tidak mengerti artinya team building, sehingga mereka memiliki kecenderungan untuk bekerja sendiri-sendiri dan tidak berjalan secara sinergis untuk mencapai tujuan yang sama.

Program pelatihan ini merupakan suatu bentuk cara menyusun tim kerja Anda menjadi suatu bentuk tim kerja yang efektif untuk mencapai tujuan. Siapa saja yang dapat menjadi peserta pelatihan? Jawabannya adalah seluruh komponen perusahaan, dapat ikut serta menjadi bagian dari program pelatihan yang kami berikan tersebut.

(1) Pemahaman mekanisme kerja kelompok

Program pelatihan team building yang tepat dapat mengantarkan perusahaan untuk mencapai target kerja yang optimal.  Dalam program pelatihan yang diadakan dalam waktu tiga hari, peserta pelatihan dilakukan proses pengembangan kondisi sebagai komponen individual dan komponen kelompok. Peserta pelatihan dapat secara maksimal dan optimal dengan cara memahami proses dari dirinya sebagai individu menjadi dirinya sebagai kelompok.  Dimana banyak permasalahan yang terkait dengan

kinerja individu dapat dipecahkan dalam kelompok.

(2) Pemahaman Teknik Pemecahan Masalah

Peserta pelatihan belajar dengan melakukan teknik pemecahan masalah secara berkelompok yang efektif dan optimal. Dimana proses pemecahan masalah ini dilakukan dengan budaya kerja bersama yang positif dikembangkan dalam perusahaan.

Metode pelatihan adalah dengan typical pelatihan outbound, dimana peserta pelatihan belajar untuk menyatukan visi dari tugas yang bersifat individual assignment menjadi group assignment.  Menarik bukan?

(amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Turnover Karyawan di Perusahaan Anda Tinggi?

Beberapa perusahaan mengalami permasalahan dengan menjaga masa retensi karyawan yang ada dalam perusahaannya.  Bahkan di sebagian besar perusahaan, justru dengan semakin meningkatnya bisnis perusahaan tersebut akan dibarengi dengan tinggi tingkat turn over dari karyawan tersebut, mengapa demikian?

Banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa aspek turnover karyawan di perusahaan meningkat, dan anehnya muncul ketika pertumbuhan bisnis perusahaan juga meningkat. Alasan-alasan yang melatarbelakangi tingginya angka turnver karyawan dalam perusahaan.

(1) Tidak adanya pengembangan kompetensi yang memadai

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya organisasi, semakin besar tingkat kesulitan dan beban kerja yang dimiliki oleh karyawan.  Apabila beban kerja tersebut tidak dikelola dengan baik, maka terdapat beberapa karyawan yang mengalami peningkatan beban kerja yang diterima.  Tanpa diakomodasi dengan pemberian kompetensi tentu masalah ini akan menyebabkan karyawan merasa terjebak, karena dituntut untuk menjalani suatu hal yang mustahil dilakukan.

(2) Tidak adanya jenjang karir di perusahaan

Salah satu aspek ketidakpuasan bekerja, yang pernah disurvey, adalah adanya kekhawatiran akan akses untuk mencapai jenjang karir yang tinggi  dalam perusahaan.  Perusahaan yang tidak memikirkan ini, akan menyebabkan karyawan merasa bosan berada dalam situasi dimana tidak ada perubahan karir maupun kelas jabatan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

(3) Iklim perusahaan

Salah satu penyebab banyak karyawan yang keluar dari suatu perusahaan adalah kondisi iklim perusahaan yang tidak memadai, dalam arti kata di dalam perusahaan banyak sekali ditemukan office conflict yang menyebabkan adanya solusi yang tidak efektif dalam pemecahan masalah.  Perusahaan tidak menjalankan learning system yang “memaksa” komponen individunya untuk menggunakan teknik pemecahan masalah yang tepat.

(4) Faktor kompensasi

Ketidaksesuaian dalam menerapkan sistem kompensasi, dimana sistem yang dimiliki tidak membedakan fungsi produktivitias, supporting dan strategis.  Hal ini dapat menyebabkan adanya perasaan “tidak adil” pada diri karyawan yang disebabkan sistem kompensasi yang ada tidak menyebabkan adanya peningkatan performa dan produktivitas yang memadai antar karyawan.

(5) Tidak adanya sistem (Standard Operating Procedure)

Salah satu penyebab karyawan keluar adalah tidak terimplementasikannya Standard Operating Procedure dalam perusahaan, hal ini dapat mengakibatkan karyawan bekerja di luar hal yang menjadi kapasitasnya.  Namun dengan catatan dalam arti proporsional sesuai kompetensi dan kapasitas.  Jalur instruksi yang tidak berjalan, menyebabkan dapat munculnya by pass system, sehingga karyawan tertentu memiliki banyak “atasan” yang dapat memaksa karyawan tersebut bekerja dengan beban yang sangat tinggi.

Melakukan proses perbaikan internal perusahaan adalah hal yang penting dilakukan bagi perusahaan untuk meningkatkan retensi karyawan.  Lakukan proses implementasi dan perubahan sistem untuk dapat mengakomodasi pengembangan sistem sumber daya manusia di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik Pencarian Data dalam Proses Penyusunan SOP

Dalam menjalankan proses penyusunan awal Standard Operating Procedure (SOP), perlu untuk dilakukan proses pencarian informasi atau data yang tepat dalam melakukan proses penyusunan SOP tersebut.  Kesalahan dalam melakukan proses pencarian informasi data dapat menyebabkan Standard Operating Procedure yang ditetapkan menjadi tidak sesuai dengan alir kerja operasional yang ditetapkan dalam perusahaan.

Tahapan dan teknik dalam proses pencarian data yang dapat dilakukan dalam proses penyusunan Standard Operating Procedure dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

(1) Melakukan proses pencarian referensi eksternal

Lakukan proses analisis yang tepat dalam proses awal penyusunan SOP.  Ada baiknya tim penyusun melakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan sesuai agar tahapan dan proses penyusunan SOP yang dimaksud tidak menyimpang dalam konteks manajemen yang tepat sehingga aplikasi SOP yang ditetapkan akan menjadi tidak sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

(2) Melakukan Proses Penyusunan Business Process

Setelah mendapatkan referensi eksternal yang tepat, langkah selanjutnya adalah melakukan proses pemetaan tahapan proses yang tepat, yaitu dalam penyusunan business process yang ada dalam organisasi.  Alir kerja dari setiap unit kerja harus dipastikan terpotret bagian input dan output tahapan proses yang ada dalam setiap satuan unit kerja.  Proses pemetaan gambar besar tersebut kemudian dilakukan proses pemecahan ke dalam unit-unit kerja.  Tujuan utama dari pemetaan ini adalah untuk mencegah adanya informasi atau satuan proses yang hilang pada setiap tahapan unit operasional proses yang ada.

(3) Melakukan proses pencarian data internal yang tepat

Proses dan tahapan pencarian data dilakukan dengan melakukan proses interview terhadap posisi kunci yang ada dalam perusahaan.  Proses ini dapat dijalankan dengan melakukan FGD atau Focus Group Discussion, dimana dalam tahapan proses ini dipastikan bahwa unit kerja internal yang termuat dalam tahapan proses dapat menjalankan sesuai dengan tahapan yang tepat dalam manajemen operasional perusahaan.

Lakukan proses pencarian data yang tepat dan akurat dalam proses penyusunan SOP dalam perusahaan Anda, pastikan adanya pencarian referensi eksternal yang tepat ketika akan melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain SOP untuk Sistem Manajemen Pergudangan

Adalah menjadi hal yang sangat penting bagaimana suatu sistem pengadaan dan inventory dikelola secara sistematis dengan bentuk pengendalian dokumentasi yang terkait dengan manajemen operasional perusahaan.  Pertimbangan untuk melakukan proses pengembangan manajemen, membuat adanya identifikasi terhadap kebutuhan Standard Operating Procedure (SOP) dalam bisnis operasional perusahaan.  Standard Operating Procedure yang akan ditetapkan dan diimplementasikan dalam manajemen bisnis tidak hanya berkaitan dengan pencatatan stock saja namun juga terkait dengan tahapan proses analisis data untuk dianalisis pada informasi kecukupan dari data stock.

Bagaimana tata cara yang tepat untuk menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk manajemen pergudangan.

(1) Lakukan proses penetapan uraian pekerjaan

Penetapan satuan unit kerja operasional yang terkait dengan manajemen pergudangan yang ditetapkan dalam perusahaan.  Inti dari prinsip manajemen pergudangan harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan administrasi, proses inspeksi, serta proses koordinasi.  Ketiga fungsi ini sebaiknya dipisahkan untuk menghindari terjadi penyimpangan dalam penyimpanan dan pengelolaan sistem inventory perusahaan Anda.

(2) Menyusun alir kerja proses

Menetapkan tahapan-tahapan kerja yang dilakukan oleh petugas gudang, dimulai dari proses penerimaan barang, pemeriksaan, penyimpanan serta pengeluaran barang.  Tahapan ini harus dipastikan dilakukan oleh karyawan dengan menerapkan konsep Planning, Do, Check, Action (PDCA) dimana perencanaan terhadap sistem dijalankan dalam bentuk adanya jadwal proses pemeriksaan inventory yang tepat, proses pemeriksaan, evaluasi status stock serta pengeluaran barang sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(3) Membuat catatan terdokumentasi

Membuat kumpulan catatan yang digunakan sebagai bentuk verifikasi terhadap aktivitas data pergudangan.  Pastikan kolom informasi yang terkait dengan authorisasi penyimpanan, pencatatan dan verifikasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Harus dapat dipastikan desain SOP untuk manajemen pergudangan memuat informasi mengenai semua tahapan proses yang ditetapkan dan dikaitkan dengan aktivitas unit kerja lainnya, seperti Purchasing, Finance Accounting serta manajemen operasional. Detail dari SOP yang dibuat harus memastikan adanya informasi yang terkait dengan

(a) Masuk dan keluarnya barang

(b) Proses penanganan barang rusak dan hilang

(c) Proses dan administrasi stock take dan stock opname

(d) Proses penyusunan laporan stock

(e) Proses dan informasi status pemusnahan stock

Pastikan proses dan desain SOP yang ditetapkan di dalam perusahaan merupakan konsep ideal untuk manajemen bisnis Anda.  Karena bagaimana pun juga stock adalah nilai penting bagi perusahaan. Carilah referensi eksternal yang tepat untuk proses desain Standard Operating Procedure perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Money Can’t Buy Leadership

Banyak masyarakat melihat bahwa uang dapat digunakan untuk melakukan apa saja, termasuk juga untuk “membeli” kepemimpinan.  Dalam persaingan bisnis, sudah menjadi hal yang tidak aneh lagi apabila pemilik modal besar dapat menguasai bisnis secara cepat dan melakukan proses dominasi terhadap status kepemimpinan pasar.  Namun apakah di dalam perusahaan itu, kepemimpinan dijalankan.

Secara umum perusahaan yang melalui proses karbitan instan melalui uang akan langsung berada dalam posisi zona nyaman untuk penerapan strategi.  Apapun juga, pengelola perusahaan tidak merasakan artinya scratch from zero, dan kalaupun ada perasaan tersebut, hal mengenai pengembangan tersebut muncul hanya disebabkan oleh adanya konsep situasional yang dikondisikan untuk dapat dijalankan. Tentu saja hal ini menjadi riskan, suatu konsep bisnis harus dikembangkan dalam arti penerapan urgency dan kebutuhan keputusan antara hidup dan mati, bukan suatu hal yang instan yang dirasakan adalah hal yang secara umum seharusnya dimiliki.

Konsep instan akan memberikan resiko cukup tinggi bagi perusahaan.  Ketidakmatangan emosional menyebabkan identitas ego dari pimpinan menjadi lebih kuat dibandingkan masalah yang seharusnya dipecahkan dalam kelompok manajemen.  Akhirnya menyebabkan munculnya konflik yang disebabkan persepsi dan keputusan pimpinan perusahaan tidak konsisten, tidak relevan ataupun cenderung emosional.

Lalu bagaimana mengembangkan dan mengoptimalkan kepemimpinan yang ada dalam perusahaan.  Kondisikan perusahaan dalam penempatan profesional, lakukan adanya target/ deadline dimana pemilik usaha memiliki beban yang berat untuk memproses dan mengoptimalkan kapasitas menjadi pemimpin.  Proses rekruitmen profesional juga seharusnya ditempatkan dalam posisi profesionalismenya, yang mana individu pemimpin dapat memahami aspek intervensi bisnis secara tepat dan ideal dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.

Banyak perusahaan baru gagal untuk berkembang, karena kesalahan persepsi mengenai proses pembentukan kepemimpinan dalam perusahaan.  Menggunakan konsultan manajemen yang tepat merupakan langkah awal mengembangkan program kepemimpinan dalam perusahaan Anda. Itu pun juga tidak menutup kemungkinan bagi pimpinan perusahaan itu sendiri.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain SOP untuk Industri Pangan

Apakah Anda berasal dari perusahaan pangan?  Dalam setiap kesuluruhan perusahaan, baik itu industri pangan maupun bukan, kebutuhan adanya sistem merupakan hal yang penting dalam proses pengembangan perusahaan.  Khususnya dalam industri pangan, selain kebutuhan dari regulasi ataupun peraturan, perusahaan pangan juga harus melihat bahwa penyusunan SOP merupakan langkah strategis penting untuk dapat mengoptimalkan pengembangan peranan perusahaan.

Lalu, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan proses pendesainan SOP dalam perusahaan.

(1) Penyusunan material untuk dokumentasi keamanan pangan

Kebutuhan akan Sistem Jaminan Keamanan Pangan merupakan suatu bentuk dan bagian yang tepat untuk proses pemastian kepatuhan terhadap regulasi. Bagaimana proses pengembangan dan optimalisasi sistem dokumen dipastikan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam perusahaan.  SOP yang penting dan yang termuat ke dalam bab ini adalah program pengembangan sanitasi, program HACCP, status pengembangan dan implementasi GMP.

(2) Penyusunan sistem pengendalian kualitas

Bagaimana perusahaan pangan harus menyusun dokumen yang terkait dengan aspek pengendalian kualitas. Seperti proses pendetailan fungsi QC, fungsi gudang serta fungsi operasional lainnya yang berkaitan untuk memastikan adanya konsistensi kebutuhan pengendalian kualitas.

(3) Penyusunan sistem strategis

Dalam proses pembuatan sistem ini, harus dipastikan bahwa manajemen memastikan bahwa pengelolaan strategis adalah hal penting yang perlu untuk ditetapkan sistem operasionalnya, seperti sistem HR ataupun sistem manajemen terkait lainnya.

Demikian status informasi untuk pengembangan desain SOP dalam industri pangan, terkait dengan penanganan status dan pengelolaan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan, pastikan adanya referensi eksternal yang tepat untuk memastikan adanya penyusunan SOP yang tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mekanisme Menyusun Alat Ukur Soft Competency

Perusahaan Anda memiliki assessment centre?  Ada baiknya apabila tidak memiliki pun perusahaan sudah mulai untuk melakukan proses penyusunan terhadap alat ukur soft competency.  Terdapat beberapa pertimbangan yang penting yang dapat digunakan sebagai nilai penting mengapa alat ukur soft competency harus dikembangkan.

(1) Mendapatkan profil soft competency yang tepat

Dengan melakukan pengkuran terhadap pengukuran kompetensi dari seluruh karyawan maka akan dapat memetakan profil kompetensi yang tepat pada aspek seluruh karyawan Anda.  Hal yang terpenting adalah dengan mengaitkan aspek soft competency tersebut dengan kualifikasi jabatan yang dipersyaratkan dalam soft competency yang ada

(2)Implementasi yang menyeluruh dengan biaya yang lebih murah

Hal ini menjadi bagian yang penting bagaimana suatu proses implementasi dari seluruh kegiatan assessment dapat dilakukan secara swadaya oleh perusahaan sendiri.  Membuat alat internal tentunya akan memberikan nilai positif bagi perusahaan Anda, disamping efisiensi juga perusahaan Anda berkesempatan membangun unit riset khusus yang terkait dengan proses pengembangan kompetensi dari sumber daya manusia itu sendiri.

Lalu bagaimana tahapan-tahapan yang harus ditetapkan untuk proses penyusunan alat ukur soft competency.

Tahapan Pertama: Melakukan proses inventarisasi terhadap seluruh aspek kompetensi

Tahapan Kedua: Melakukan proses pengembangan dan penyusunan Item

Tahapan Ketiga: Melakukan proses analisis psikometri terhadap item yang disusun

Tahapan Keempat: analisis data

Tahapan Kelima: Implementasi Alat

Pastikan dalam melakukan proses pengukuran alat ukur ini, perusahaan menggunakan konsultan yang memiliki latarbelakang psikometri sehingga perusahaan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan alat ukur soft competency. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)