Key Performance Indicator (KPI) sebagai Metode dalam Pengukuran Kinerja Sistem Manajemen Mutu ISO 9001

Adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan yang akan menjalankan program sertifikasi ISO 9001, untuk melakukan proses penetapan sasaran mutu. Sasaran Mutu adalah faktor penting yang menjai klausul mayor bagi perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001. Agar sasaran mutu menjadi hal yang efektif, maka sangat penting dalam perusahaan untuk dapat mengoptimalkan program manajemen mutu tersebut ke dalam metode pengukuran kinerja KPI (Key Performance Indicator) berbasiskan BSC (Balanced Score Card).

Strategi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan.

Manfaat Pertama: memberikan nilai evaluasi terhadap karyawan
Key Performance Indicator dapat diimplementasikan per jabatan dengan panduan sasaran mutu yang terintegrasi dengan kebutuhan karyawan. Secara terarah maka perusahaan dapat menjalankan suatu konsep pengukuran sinergi yang jelas dan mendapatkan nilai obyektif karyawan tersebut.

Manfaat Kedua: Mendapatkan data-data untuk menjalankan program perbaikan
Proses evaluasi terhadap kinerja karyawan yang tepat dapat menjadi modal strategis bagi perusahaan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan. KPI dapat memberikan analisis yang tajam terkait dengan bagaimana program perbaikan tersebut dapat dijalankan.

Mafaat Ketiga: Mengidentifikasi Pengukuran Visi dan Misi Perusahaan
Adalah menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat untuk memastikan adanya suatu pengembangan visi dan misi yang terukur dan terimplementasi kepada masing-masing unit dan masing personel.

Kembangkan program manajemen dalam perusahaan Anda secara sinergis dan sistematis. Gunakan program dan sertifikasi ISO 9001 untuk dapat mengoptimalkan Sistem Manajemen Operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure untuk Perusahaan Kontraktor

Dalam perusahaan yang bergerak di bidang manajemen proyek dan konstruksi, melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) adalah suatu penetapan sistem yang tidak dapat dipisahkan dalam memastikan bahwa manajemen operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Bagaimana pun juga, sistem harus dipastikan tersedia untuk menjamin SOP tersedia dan dapat terkendali dan sesuai dengan sistem. Lalu bagaimana tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melakukan proses penyusunan SOP?

Tahap Pertama: mendesain organisasi
Tahapan mendesain organisasi adalah hal yang penting dalam perusahaan. Dimana organisasi harus memastikan terdesain berdasarkan konsep produk yang akan dijual, biaya operasional serta besar atau tidaknya proyek yang dijalankan. Beberapa perusahaan kontraktor lebih memfokuskan manajemen operasional kontraktor sebagai bagian dalam core business namun ada yang lebih melihat manajemen anggaran dan sdm (sumber daya manusia) sebagai core business.

Tahap Kedua: Melakukan penyusunan Peta Proses
Dalam tahapan ini, perusahaan melakukan pemetapan tahapan proses baik yang termuat sebagai core business maupun termasuk ke dalam support process. Lakukan penyusunan peta proses secara mendetail pada tahapan proses yang dimaksudkan tersebut untuk kemudian diproses pengelolaan prosesnya dalam bentuk SOP (Standard Operating Procedure)

Tahap Ketiga: Melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure)
Hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan dalam melaksanakan program SOP adalah memastikan bahwa pola desain SOP dikembangkan mulai dari proses perencanaan proyek, proses pemantauan dan evaluasi proyek. Dimana peranan project control juga harus menjadi pertimbangan utama dalam proyek yang dijalankan tersebut.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mendesain SOP di perusahaan Anda. Pastikan penyusunan dan evaluasi dijalankan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat KPI dalam Penilaian Ekefitifitas SOP

Setelah perusahaan berhasil melakukan proses implementasi terhadap SOP (Standard Operating Procedure) maka tahapan selanjutnya adalah bagaimana memastikan SOP yang telah disusun itu dijalankan dengan tepat dan efektif sesuai dengan standar yang dipersyaratakan dalam sistem. Ada baiknya perusahaan menggunaan KPI (Key Performance Indicator) untuk dipergunakan sebagai bagian dari proses evaluasi implementasi SOP.

Apa manfaat yang dapat dipergunakan dalam proses penetapan KPI sebagai bagian dari proses evaluasi SOP yang dimaksudkan tersebut.

Manfaat pertama, terbentuknya proses evaluasi yang sistematis dimana terdapat pelaporan yang dapat digunakan sebagai bentuk memastikan bahwa proses bisnis dijalankan perusahaan sesuai dengan dasar klasifikasi yang telah ditetapkan.

Manfaat kedua, tersedianya data yang dapat menjelaskan keteraturan dari sistem terjalankan. Dimana setiap komponen dan fungsi operasional yang ada dalam perusahaan dapat secara sinergi untuk dapat memastikan bahwa sistem telah dijalankan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Manfaat ketiga, melakukan proses penilaian obyektif pada individu pelaksana sistem. Hal yang sangat penting adalah melakukan identifikasi terhadap ketidaktercapaian target untuk kemudian dilakukan proses penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap status ketidaktercapaian tersebut.

Sangatlah penting bagi perusahaan untuk menjalankan sistem penilaian kinerja dengan menggunakan metode KPI setelah penyusunan SOP dijalankan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif untuk dapat memastikan bahwa sistem telah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Melakukan Proses Pengukuran Produktifitas Karyawan?

Banyak perusahaan, khususnya sektor jasa seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan pengukuran produktifitas karyawannya. Dibandingkan dengan sektor manufacturing, yang mana perhitungan produktifitas dapat terukur langsung ke dalam kuantitas produk, pengembangan sektor jasa membutuhkan adanya upaya khusus untuk memastikan pengukuran tersebut dapat dijalankan dengan baik.

Bagaimana strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan agar produktifitas dari karyawan dapat terukur dengan tepat dan efektif?

Langkah Pertama, kenali keluaran produk jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Dari jenis dan karakteristiknya, lakukan proses pengukuran untuk dapat melihat ekspektasi pelanggan Anda yang diukur sebagai bentuk “produktifitas’.

Langkah Kedua, penetapan nilai kuantitas yang diterapkan. Setelah mendapatkan parameter penilaian, ada baiknya dilakukan penetapan nilai terkuantifikasi dalam bentuk kategori-kategori yang kemudian diidentifikasi sebagai “angka” yang terkuantifikasi untuk dilakukan proses penilaian.

Langkah Ketiga, penjabaran dari hasil pengukuran tersebut ke dalam posisi ataupun jabatan yang dipersyaratkan pada setiap posisi yang ada dalam perusahaan. Sinergikan proses pengukuran tersebut ke dalam sasaran utama perusahaan.

Lakukan proses pengukuran produktifitas yang efektif dan tepat dalam organisasi. Pengembangan organisasi membutuhkan strategi pengukuran kinerja yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Keamanan Pangan pada Industri Kemasan

Perkembangan kebutuhan akan produk yang aman memberikan kontribusi terhadap kebutuhan perubahan akan kualitas produk. Kemasan tidak selamanya dipandang sebagai pelengkap dalam produk pangan, namun juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam memastikan keamanan pangan kemasan terkendali dengan baik dan efektif.

Adalah menjadi tantangan bagi industri kemasan untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 di dalam perusahaan. Program pelatihan yang tepat dapat memberikan panduan bagi industri kemasan terhadap penyusunan/ set up terkait dengan sistem yang akan dijalankan.

Pelatihan ini akan dijalankan selama dua hari.

Hari Pertama:

– Pemahamanan HACCP, GMP dan SSOP

– Identifikasi bahaya keamanan pangan dalam kemasan

– Penyusunan HACCP

-Workshop pembuatan HACCP

Hari Kedua:

– Pemahaman klausul-klausul ISO 22000

– Dokumentasi Sistem

– Workshop penyusunan dokumen

Dengan menjalankan program pelatihan ini, sangat diharapkan pelaku industri untuk mengoptimalkan penerapan sistem dalam implementasinya. Adalah menjadi tantangan bagi industri kemasan untuk dapat menjadi lebih baik dalam mendukung keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Sistem Traceability yang Efektif

Dalam industri pangan/ perikanan, salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah bagaimana melakukan proses pengendalian terhadap sistem traceability. Sistem Traceability adalah suatu hal yang wajib dan sangat penting untuk dilakukan proses pengujian.

Lalu bagaimana internal perusahaan menyusun Sistem Traceability yang tepat dan efektif?

Langkah pertama, melakukan proses identifikasi alir proses
Adalah sangat penting untuk melakukan proses pembelajaran terhadap alir proses produksi yang ada untuk melakukan pengaturan sistem traceability yang ada.

Langkah kedua, melakukan proses penyusunan terkait dengan Sistem Traceability yang ada dalam perusahaan. Mulai dari pengaturan sistem di pemasok, proses penyimpanan, sistem pencatatan traceability produksi serta proses penyimpanan di gudang barang jadi. Sistem juga sebaiknya dapat mencakup adanya pengembangan terkait sistem return, sistem stock in place/ work in progress serta adanya reject.

Langkah ketiga, menjalankan konsep mass balanced untuk dapat lebih memastikan bahwa sistem traceability tersebut dapat dievaluasi secara tepat dan efektifif. Sistem traceability yang tepat dapat memastikan adanya kesesuaian antara data administrasi dengan data aktual.

Lakukan proses penyusunan sistem traceability yang tepat dalam industri anda, dan lakukan proses evaluasi untuk mendapatkan informasi status keefektifannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Sistem dalam Kajian Sumber Daya Manusia

Bagaimana menjalankan suatu sistem agar terimplementasi secara tepat dan efektif dalam perusahaan? Terdapat beberapa cara yang sudah dijalankan dalam perusahaan Anda, namun ternyata secara efektif tidak dapat dikembangkan dalam internal perusahaan.

Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan implementasi sistem yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, setelah dilakukan analisis adalah disebabkan oleh ketidaksesuaian yang muncul pada kompetensi sumber daya manusia.

Aspek SDM inilah yang memberikan efek terpenting yang dapat menyebabkan mengapa sistem tidak dijalankan. Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk memastikan bahwa sumber daya manusia dapat mendukung Standard Operating Procedure.

(1) Lakukan proses assessment pada karyawan
Hal yang terpenting untuk dilakukan adalah dengan menjalankan kegiatan assessment terhadap kapasitas karyawan. Bagaimanapun juga, sistem yang akan diterapkan sangat tergantung kepada kapasitas sumber daya manusia dalam organisasi yang dimaksud. Adalah sangat kritikal bagi perusahaan untuk dapat mengidentifikasi terkait dengan kapasitas kompetensi karyawan dalam organisasi ketika melakukan proses start up dalam pembuatan sistem.

(2) Program perhitungan beban kerja
Beban kerja menjadi bagian penting yang harus diidentifikasi untuk memastikan proses penanganan terhadap sistem yang diaplikasikan. Penetapan alokasi tanggung jawab dan jabatan dalam penetapan pekerjaan tersebut menjadi penting untuk dijalankan dalam proses operasional pekerjaan.
Alokasi penetapan sistem harus dipastikan teralokasi sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab yang dipersyaratkan.

(3) Program Pelatihan Karyawan
Mengembangkan kompetensi karyawan adalah penting untuk memastikan bahwa karyawan memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan sistem. Pengetahuan, keterampilan dan pengalaman adalah menjadi bagian penting dalam program pelatihan agar dapat dipastikan bahwa sistem dapat dijalankan. Karyawan adalah motor terpenting untuk memastikan sistem dijalankan.

Bagaimana pengembangan sistem di dalam perusahaan Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan sistem dalam perusahaan Anda (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Supply Chain Management dalam Industri

Dalam sebuah industri, adalah suatu hal yang penting untuk dapat mendesain perencanaan yang tepat. Bagaimana suatu perencanaan dalam industri adalah menjadi nilai strategis yang penting untuk meningkatkan nilai efisiensi dalam dunia industri.

Konsep Supply Chain Management adalah suatu konsep yang melihat sistem secara kesatuan utuh yang dapat dijalankan dengan format dan struktur terencana. Adalah menjadi hal yang sangat penting, dalam melakukan proses penyusunan terhadap sistem Standard Operating Procedure yang terkait dengan industri.

Bagaimana pola penyusunan SOP yang terkait dengan manajemen supply chain yang tepat ketika menjalankan program penetapan SOP pada bidang industri.

Langkah Pertama: Menetapkan Sistem Inventory
Sistem inventory adalah indikator pengendali yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa sistem operasional dijalankan secara tepat. Ketidakakuratan dalam suatu pendataan inventory akan menyulitkan tahapan proses evaluasi dalam sistem manajemen operasional yang dijalankan.

Langkah Kedua: Melakukan proses perhitungan konsumsi material
Penetapan nilai konsumsi material dijalankan dengan melalui tahapan penyusunan Bill of Material. Dimana dalam tahapan ini, industri diminta untuk dapat menghitung proporsional terkait dengan neraca material operasional produksi.

Langkah Ketiga: Melakukan proses penyusunan sistem pembelian
Pembelian bukanlah hanya sekedar membeli, namun juga digunakan sebagai langkah strategis untuk pemastian perencanaan proses operasional yang dijalankan di dalam perusahaan.

Penetapan desain supply chain management adalah langkah penting yang digunakan untuk mengoptimalisasi penyusunan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penetapan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Food Security Program dalam Industri Pangan

Banyak perusahaan pangan dan perikanan melihat bahwa perencanaan Food Security Program adalah hal yang tidak begitu penting. Apa pengaruhnya keamanan pangan dengan program Food Security Program? Satu hal yang pasti, proses pengelolaan terhadap individu yang masuk ke dalam area kerja sangat membantu proses pengendalian terhadap keamanan pangan. Ancaman seperti terorisme ataupun sabotase juga harus mempengaruhi keamanan pangan dalam produk.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses aplikasi Food Security Program dalam perusahaan.

(1) Lakuan proses risk assessment terhadap area kerja proses produksi

Dalam hal ini, perusahaan harus melakukan penetapan area kerja berdasarkan status dari resiko dalam area kerja. Type resiko yang harus diperhatikan adalah melihat kritikal dan akses langsung terhadap produk. Semakin besar potensi terhadap pertemuan terhadap produk maka harus dipastikan bahwa area tersebut termasuk ke dalam area dengan resiko tinggi ataupun kritikal. Dimana dalam tahapan ini, harus ditetapkan proses pengendalian akses yang ketat.

(2) Lakukan proses pengendalian akses

Penetapan pengendalian akses pada area kerja dapat dijalankan dengan tahapan proses pemisahan secara fisik ataupun melalui proses pengendalian secara formal. Pemastian bahwa proses terkendali akses dapat dilakukan dengan penempatan personel untuk melakukan pengawasan atau dapat dilakukan dengan sistem keamanan khusus.

(3) Proses pencatatan pemantauan akses

Akses dijalankan dengan memastikan adanya catatan terkait dengan pemantauan terhadap barang maupun personel. Catatan pemantauan harus dipastikan mengevaluasi sistem akses secara efektif. Tersedia pengontrolan dan evaluasi yang dapat digunakan sebagai sistem penelusuran apabila terjadi ketidaksesuaian yang berkaitan dengan status akses yang dimaksudkan tersebut.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan agar sistem terimplementasikan secara optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Melihat Fungsi Job Description

Banyak perusahaan, ketika melihat bagaimana pentingnya menyusun job description lebih memilih untuk tidak mengembangkan job description. Beberapa masalah yang menjadi pertimbangan adalah perusahaan takut apabila job description tersebut dijalankan maka karyawan akan kehilangan batasan mereka untuk bekerja dalam ruang lingkup yang luas atau general.

Secara gamblang, perusahaan takut apabila karyawan tidak dapat bekerja secara multi task. Hal ini adalah asumsi yang salah, karena dalam penerapannya job description bukanlah pembatas terhadap ruang lingkup pekerjaan karyawan namun lebih memperjelas fungsi dari karyawan yang dimaksud.

Penerapan konsep multitask dalam sebuah jabatan dapat dijalankan dengan pemahaman yang penting seperti berikut:

(a) Tidak terdapat tumpang tindihnya tanggung jawab
Beberapa pekerjaan, seperti yang termuat dalam ruang lingkup Finance Accounting adalah penting untuk memastikan bahwa ruang lingkup yang dimaksudkan tidak tumpang tindih, fungsi pembuat, pemeriksa dan persetujuan tidak dapat dicampuradukkan.

(b) Mengukur waktu dan beban kerja
Ketika berbicara pada konsep multitask, hal yang sangat penting adalah memastikan bahwa waktu kerja dan beban kerja tersebut tidak berlebihan. Kondisi yang berlebihan akan menyebabkan proses pekerjaan tersebut tidak maksimal dan cenderung akan mempertinggi masalah yang muncul.

Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk mengembangkan perusahaan dengan konsep yang efektif dan efisien, namun apabila tidak ditunjang dengan pemahaman fungsi dan tanggung jawab yang jelas pada karyawan akan menyebabkan kemunculan konflik dan tingginya kesalahan manusia dalam bekerja. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)